Inspirasi adalah menyerap apa yang ada dari luar kita, menjadi bagian dari kita atau karya kita. Kita selalu melakukannya, meski kadang tidak menyadari atau mengakuinya. Betapa menyenangkan bisa saling menginspirasi untuk melahirkan karya.

Saya senang mendengar bahwa anak pertama saya terinspirasi untuk membuat boardgame baru dari rancangan boardgame yang saya pernah buat dengannya. Di sisi lain, ketika saya akhirnya menyelesaikan rancangan saya itu, saya tetap menyematkan gameplay yang terinspirasi dari sistem sederhana yang dia terapkan di boardgame sebelumnya. Sistem yang dia pakai terinspirasi dari kartun tontonannya. Saya pun menonton kartun tersebut tapi tidak terpikir untuk menerapkannya pada karya saya.

Memang tidak ada yang benar-benar baru di dunia ini. Kita hanya saling terinspirasi satu sama lain. Karya kita lebih merupakan suatu cerminan budaya secara keseluruhan dengan sentuhan khas masing-masing penciptanya. Waktu dan tempat hanyalah pelengkap. Betapa banyak karya seni maupun karya “biasa” yang mirip satu sama lain. Toh memang bahan baku dan komponen dasarnya semuanya sama.

Hal yang menarik juga adalah mengenai bagaimana sang pencipta suatu karya bisa menjual idenya bahwa karyanya bagus, berguna, atau mungkin sekedar berbeda dari karya lainnya. Setiap telepon seluler kini pasti memiliki penghitung mundur waktu atau setidaknya alarm. Namun betapa banyak aplikasi yang menawarkan berbagai variasi dari timer dan alarm ini dengan polesan sebagai aplikasi untuk menunjang produktivitas. Beberapa menambahkan distraction counter, beberapa menambahkan sistem pencatatan yang rinci, beberapa hanya sekadar memberikan tampilan yang cantik. Berbagai aplikasi yang dasarnya sama saja ini toh laku juga, jumlah downloadnya banyak, lengkap dengan aneka pujian atas kegunaannya.

Situs buatan mantan menteri yang juga wartawan juga isinya banyak yang ‘hanya’ menceritakan kembali berita atau kisah yang sudah dimuat oleh orang lain di media yang lain. Situs milik mantan aktivis mahasiswa juga banyak yang ‘hanya’ menerjemahkan analisis orang lain disesuaikan dengan tata bahasa “gaul” yang mungkin kualitas kontennya tak sepenuhnya bisa diterima bahkan dipercaya. Toh kedua macam situs itu ada banyak pembacanya. Saya membaca keduanya.

Banyak pula ragam desain situs web yang sangat mirip satu sama lain. Kadang memang tanpa perbedaan fungsionalitas sama sekali, hanya beda warna dan desain. Saya pun senang bereksperimen dengan menggunakan template css blog yang berbeda-beda, toh kadang memang sepertinya terasa bedanya, meskipun kalau dilihat sekilas sepertinya dampaknya tak akan bermakna.

Semua kembali ke diri kita. Seberapa besar keinginan kita untuk bisa menginspirasi orang lain. Seberapa kuat dampak karya kita pada ingatan orang lain yang pernah terpapar dengannya. Sebagaimana saya mengingat dosen pembimbing akademis saya, lalu saya cari nama beliau menggunakan mesin pencari, yang berujung pada pendaftaran saya pada salah satu forum buatan organisasi terkemuka di dunia (meski hingga saat artikel ini ditulis saya masih belum diterima sebagai anggotanya). Mungkin dosen saya itu dan banyak inspirator yang lain tidak sengaja menginspirasi banyak orang. Mungkin yang mereka lakukan hanyalah berbuat apa yang baik bagi mereka. Apapun alasan dan niat mereka melakukannya toh itu sudah berhasil menginspirasi saya.

Kini saya mencoba membagikan apa yang saya tahu, apa yang saya pikirkan, apa yang mungkin menarik bagi kita. Semoga bisa menginspirasi dan membawa kehidupan manusia menuju arah yang lebih baik. Tulisan saya mungkin masih belum rutin terbit, berkaitan dengan suasana hati dan tuntutan pihak lain yang kadang seperti tiada henti. Setidaknya ketika anda akhirnya membaca sampai sejauh ini, saya tahu bahwa tulisan saya berpotensi menginspirasi.

Mari kita berbagi hal yang baik di dunia maya ini, mengisinya dengan konten-konten bermanfaat yang dapat saling menginspirasi. Mulailah sekarang, dengan penuh semangat dan niat baik. Ulangilah seperlunya, kadang hal baik perlu disampaikan berulang-ulang agar bisa diingat, dipahami, dan memberikan dampak pada orang lain.

Bagian tersulitnya mungkin adalah bagaimana menjadi konsisten. Konsisten berbagi maupun konsisten melakukan apa yang kita sampaikan. Bagaimanapun juga kita sendiri kadang masih sulit mempraktikkan apa yang kita bagikan, tapi kita tahu hal tersebut adalah hal yang baik dan orang lain perlu mengetahuinya. Dengan membagikannya kita juga bisa berharap untuk terinspirasi oleh tulisan kita sendiri. Bisa jadi ketika kita mencari informasi atau inspirasi, kita memperolehnya dari karya kita sendiri. Mari saling menginspirasi.

ayo terbitkan karyamu sendiri

Taipei, 23 Januari 2021.

Leave a comment

Leave a Reply