Banyak hal bisa dilakukan oleh manusia, pilihlah yang baik. Setialah dalam perjuangan menuju kesempurnaan. Langkah demi langkah, meskipun kita tahu bahwa hanya Tuhan Yesus yang layak disebut sempurna. Tidak ada satu pun manusia yang sempurna. Perjuangan menuju sempurna itu yang penting, fokus dulu pada niatnya, hasilnya bisa apa saja. Tapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus yang sanggup menyempurnakannya.

Belajar dari Ayub

Tuhan Yesus tidak mencobai manusia melebihi kemampuannya. Akan ada saat ketika Tuhan Yesus mengijinkan kita menjalani ujian, sama seperti Ayub. Bukan untuk menjebak kita, tapi untuk menunjukkan sudah sebaik atau seburuk apakah kita, dengan harapan kita sadar dan mau tetap setia berjuang dalam hal yang benar.

Lagu Tetap Setia ciptaan Sari Simorangkir kiranya dapat membantu kita untuk tetap bersemangat dalam perjuangan untuk tetap setia:

Selidiki aku, lihat hatiku,
Apakah ‘ku sungguh mengasihi-Mu, Yesus,
Kau yang maha tahu dan menilai hidupku,
tak ada yang tersembunyi bagi-Mu.

T’lah kulihat kebaikan-Mu,
yang tak pernah habis di hidupku,
‘Ku berjuang sampai akhirnya,
Kau dapati aku tetap setia.

Belajar dari Yunus

Ketika melangkah ke arah yang salah, melakukan hal yang tidak tepat, bahkan sengaja menjauh dari tujuan hidup kita apakah kita dapat sampai ke tujuan tersebut? Tentu bisa. Ingatlah kisah Yunus. Dia sangat bersemangat dan mau berjuang semaksimal mungkin untuk tidak memenuhi tugasnya. Dia memilih alat transportasi yang menjauhi lokasi pengutusannya. Penghindarannya maksimal, secara aktif dia menolak memenuhi panggilannya.

Kita tahu bahwa Tuhan akan selalu memastikan rencana Tuhan berhasil. Proses yang dialami Yunus untuk akhirnya kembali setia dengan panggilannya begitu berat dan mengerikan. Betapa tidak, sendirian dalam tubuh ikan besar tentulah mengerikan.

Kisahnya mungkin akan jauh berbeda ketika Yunus mau memilih arah yang benar dan mengerahkan semua daya dan upayanya untuk segera sampai ke tujuan sejatinya. Ujian dan pencobaan yang menyeramkan di laut mungkin tidak perlu ada.

dokteryoseph tetap setia yoseph leonardo samodra

Demikian pula dengan hidup kita, pasti kita memiliki tujuan sejati. Kita hidup di dunia ini memiliki tugas tertentu yang harus diselesaikan. Ada peran khusus yang harus dijalani. Dan pasti kita akan diuji. Ingatlah bahwa ujian yang ada merupakan bagian dari anugerah Tuhan Yesus untuk membantu kita bisa menjadi lebih baik lagi.

Saat kita merasa hidup begitu mudah padahal kita sedang berada di arah yang salah, mungkin itu adalah teguran halus bahwa kita seharusnya memilih arah atau cara yang berbeda. Tuhan Yesus tidak pernah berjanji bahwa jalan hidup kita akan selalu mudah dan makmur. Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai.

Belajar dari Lifebook

Untuk pengingat bisa dibuat suatu catatan atau buku tentang blueprint kehidupan kita yang akan kita jalani dan upayakan seperti apa. Lifebook menginspirasi Bu Dina Sulaeman untuk membuat papan tulis besar di ruang ibadah keluarganya mengenai visi hidup dan 8 area kehidupan yang memiliki target tertentu. 8 area kehidupan versi Bu Dina adalah: karir, intelektual, finansial, kesehatan, karakter, cinta, spiritual, dan sosial. Tiap papan tulis ini milik tiap anggota keluarganya. Tujuan diletakkan di tempat ‘umum’ adalah agar anggota keluarga yang lain dapat ikut mengawasi dan menyemangati pencapaian misi spesifik dari 8 area kehidupan tersebut. Tiap area bisa direvisi kapan saja, asalkan alasannya merupakan hasil kontemplasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika Tuhan Yesus menyertai kita tentu kita harus bersandar pada Tuhan Yesus. Tidak usah banyak kuatir, ingatlah bahkan saat kita sedang dalam posisi keliru, Tuhan Yesus senantiasa ada untuk membantu kita menemukan jalan yang tepat. Milikilah visi hidup yang benar. Alkitab harusnya bisa menjadi penuntun kita merumuskan visi hidup yang spesifik.

Wajar jika kita merasa hidup kita jadi makin susah ketika menjalani hidup yang benar. Ingatlah bahwa rancangan Tuhan Yesus adalah baik. Kadang kita merasa susah hanya karena kita yang masih ingin hidup dalam dosa. Padahal Tuhan Yesus telah menebus kita dari hukuman dosa kita. Pastikan setiap area kehidupan kita mencakup misi yang sesuai dengan visi kita. Berapapun misinya, seberapa sulit dan menantangnya (atau seberapa mudah dan rutinnya), tetap pastikan arahnya adalah mencapai visi hidup kita.

Tuhan Yesus telah mati bagi kita bahkan saat kita masih berdosa. Yakinlah bahwa Tuhan Yesus ingin kita hidup berkemenangan. Hidup sebagai orang merdeka yang bertanggung jawab, yang mau bekerja bagi Tuhan Yesus. Kita merdeka dari dosa, tapi kita adalah hamba Tuhan Yesus. Kita juga sahabat Tuhan Yesus, bahkan kita adalah anak-anak Tuhan Yesus.

Dengan begitu dekatnya Tuhan Yesus dalam hidup kita, masihkah kita ragu untuk melangkah di jalan yang benar? Apa yang membuat kita takut bahwa kita akan menjadi tidak berbahagia ketika mengerjakan pekerjaan yang dirancang untuk kita kerjakan? Berjuanglah untuk mencapai kesempurnaan, meskipun kita tahu bahwa kita tidak akan bisa menjadi sempurna. Perjuangan kitalah yang akan dinilai oleh Tuhan Yesus.

Ingatlah bahwa tidak ada perjuangan yang mudah, termasuk perjuangan untuk tetap setia. Arahkan visi hidupmu ke arah yang benar sesuai standar firman Tuhan Yesus. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai kita.

Sleman, 18 Mei 2020

Taipei, 15 Januari 2021

Leave a comment

Leave a Reply