Tinjauan Manfaat Kardiovaskular Beberapa Makanan Kontroversial Berbasis Bukti

manfaat kardiovaskuler dari beberapa makanan

Cardiovascular Health Benefits Based on Evidence of Controversial Foods This illustration depicts the health benefits of the controversial food items discussed in this paper using the ”evidence of harm,” “lacking in evidence,” and “evidence of benefit” designations. *It is not recommended that individuals initiate alcohol consumption for health benefit, and for those already drinking, consumption should be limited to recommended amounts and preferably consumed with meals. A patient’s risk of cancers and other organ system diseases need to be weighted carefully when making recommendations. †There are some environmental and toxin (heavy metals, dioxins, polychlorinated biphenyls, and others) concerns in marine sources.

Bukti manfaat atau bahaya makanan terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah

Gambar, keterangan, dan tabel tersebut diambil dari panduan untuk dokter yang dikeluarkan oleh American College of Cardiology’s (ACC’s) Prevention of Cardiovascular Disease Council pada Juli 2018.

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Berikut ini terjemahan bebas oleh dr. Yoseph Leonardo Samodra, M.P.H.

Makanan yang terbukti berbahaya terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah:

  • Gula tambahan meningkatkan aterogenesis (proses pembentukan plak ateroma di dinding dalam arteri) dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Rekomendasi: hindari atau batasi konsumsinya.
  • Minuman berenergi meningkatkan tekanan darah, agregasi platelet (pembentukan gumpalan trombosit), dan risiko aritmia (detak jantung yang tidak normal). Rekomendasi: hindari.

 

Makanan yang masih kurang bukti untuk dinyatakan sebagai berbahaya atau bermanfaat terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah:

  • Susu dan produk olahan susu merupakan sumber lemak jenuh dan natrium, namun juga merupakan sumber vitamin dan mineral. Bukti-bukti yang bertentangan menyulitkan pembuatan rekomendasi. Alasan untuk membatasinya lebih terkait pada kandungan lemak jenuh dan natriumnya.
  • Makanan hasil fermentasi (misalnya: kimchi, sauerkraut, tempe, kefir, yogurt, kombucha) dan rumput laut menunjukkan pertumbuhan data mengenai perbaikan faktor risiko dan penyakit kardiovaskular. Jika dikehendaki maka konsumsinya dapat ditingkatkan.

instagram @dokteryoseph banyakbaca

Makanan yang terbukti bermanfaat terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah:

  • Polong-polongan (legumes) meningkatkan kesehatan jantung dan merupakan sumber protein dan serat. Rekomendasi: seringlah mengonsumsinya.
  • Kopi jika dikonsumsi rutin dalam jumlah sedang (moderate) menurunkan risiko stroke, diabetes melitus, kematian dini, dan gangguan pencernaan. Rekomendasi: seringlah mengonsumsinya.
  • Teh meningkatkan kesehatan pembuluh nadi (arteri), memulihkan disfungsi pembuluh darah, dan menurunkan kolesterol. Rekomendasi: seringlah mengonsumsinya.
  • Jamur memiliki manfaat anti inflamasi (anti peradangan) dan antioksidan (melawan radikal bebas). Rekomendasi: seringlah mengonsumsinya.
  • Alkohol memiliki sifat vasodilator (melebarkan pembuluh darah), antiplatelet (mencegah penggumpalan trombosit), dan anti inflamasi. Tidak disarankan untuk mulai minum alkohol dengan alasan ingin mendapatkan manfaat kesehatan. Untuk yang sudah terbiasa minum alkohol, konsumsinya sebaiknya dibatasi hingga kurang dari satu sajian per hari untuk wanita, dan kurang dari dua sajian per hari untuk pria. Disarankan dikonsumsi saat makan. Dalam merekomendasikan hal ini ke pasien harus juga mempertimbangkan risiko pasien terhadap kanker dan penyakit lain.
  • Asam lemak omega 3 menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan memperbaiki profil lipid (kadar lemak darah). Sumber terbaiknya masih belum jelas apakah dari binatang laut atau dari tumbuhan. Terdapat pertimbangan khusus terkait masalah lingkungan dan toksin (logam berat, dioksin, bifenil terpoliklorinasi, dan lain sebagainya) pada asam lemak omega 3 yang bersumber dari binatang laut.
  • Vitamin B12 merupakan zat gizi esensial sehingga pada kasus defisiensi harus diberikan suplementasi, namun kelebihan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko kanker.

situs kedokteran indonesia jurnal ilmiahSumber:

A Clinician’s Guide for Trending Cardiovascular Nutrition Controversies. Andrew M. Freeman, Pamela B. Morris, Karen Aspry, Neil F. Gordon, Neal D. Barnard, Caldwell B. Esselstyn, Emilio Ros, Stephen Devries, James O’Keefe, Michael Miller, Dean Ornish, Kim A. Williams, Travis Batts, Robert J. Ostfeld, Sheldon Litwin, Monica Aggarwal, Andrea Werner, Kathleen Allen, Beth White, Penny Kris-Etherton.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close