Mengenal Intermittent Fasting dalam Diet Penurunan Berat Badan

Beberapa orang ingin memperoleh manfaat penurunan berat badan ketika mereka sedang melakukan puasa menurut agama dan keyakinannya. Namun, kini beberapa metode diet juga memasukkan puasa dalam protokolnya. Meskipun tidak memiliki definisi yang seragam, istilah yang sering dipakai untuk pemanfaatan puasa dalam penurunan berat badan adalah intermittent fasting. [1]

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Untuk mengetahui metode manakah yang cocok bila ingin menurunkan berat badan, perlu diketahui dulu bagaimana puasa dapat membantu menurunkan berat badan. Perubahan hormonal merupakan salah satu mekanisme yang mencolok. Puasa dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan (meningkatkan metabolisme), menurunkan kadar insulin (menurunkan penimbunan glukosa dalam jaringan, yang jika berlebih akan disimpan dalam bentuk lemak), dan meningkatkan leptin (hormon yang menurunkan rasa lapar dan meningkatkan metabolisme). Intermittent fasting dapat meningkatkan metabolisme hingga 14%. [1]

Terdapat enam metode intermittent fasting yang populer [1]:

  • 16:8 atau Leangains: Puasa selama 16 jam dan makan hanya dalam 8 jam, setiap hari. Tidak terlalu sulit dilakukan karena banyak yang melakukannya dengan tidak makan mulai bangun tidur hingga jam 12 siang, dan makan terakhir maksimal jam 8 malam. Untuk yang ingin sarapan jam 10 pagi maka makan terakhir maksimal jam 6 petang.
  • 5:2 atau Fast Diet: Makan biasa selama 5 hari seminggu, dengan menambahkan puasa pada dua hari yang tidak berurutan. Saat puasa masih diijinkan mengasup makanan secara terbatas: maksimal 500 kkal untuk wanita dan 600 kkal untuk pria. Paling umum dilakukan adalah puasa Senin dan Kamis atau Selasa dan Jumat.
  • Eat, Stop, Eat: Metode ini menerapkan puasa 24 jam selama satu hingga dua kali per minggu.
  • The Warrior Diet: Berpuasa sepanjang hari, lalu berbuka dengan sebuah makan malam dalam porsi besar. Buah dan sayur mentah, jus segar, dan beberapa sajian protein, jika mau, boleh dikonsumsi saat berpuasa.
  • Puasa Selang-seling (Alternate Day Fasting/Up Day Down Day Diet): Puasa selama satu hari, lalu makan normal selama satu hari berikutnya, diulang seterusnya.
  • One Meal a Day (OMAD) atau 23:1: Puasa dijalani selama 23 jam, lalu makan satu porsi makanan dalam waktu maksimal satu jam.

Seringkali mental kita yang menghambat kita untuk mulai berpuasa karena kita ragu apakah kita akan baik-baik saja jika tidak makan dalam waktu yang lama. Untuk alasan keagamaan mungkin kita dapat lebih mantap menjalankan ibadah puasa, namun untuk alasan penurunan berat badan sepertinya akan terasa lebih susah berpuasa secara sengaja. Padahal kita sering melakukannya bahkan tanpa kita sadari. Contohnya saat kita begadang di akhir pekan dan bangun hampir jam 12 siang esoknya, itu artinya kita sudah melewatkan puasa selama 16 jam tanpa kita sadari. Puasa tampak aneh dan terkesan berbahaya bagi kesehatan karena tidak ada iklannya. Puasa bukanlah topik yang laku dijual karena tidak menguntungkan [2]. Bandingkan dengan iklan restoran dan bisnis kuliner lainnya, hingga iklan suplemen dan obat-obatan yang pesan terselubungnya ialah “manusia hidup untuk makan”.

makanan kering di toples kurma timur tengah

Masing-masing orang bebas mencoba metode intermittent fasting yang sesuai dengan gaya hidup dan kemampuannya. Jika perlu bisa dicoba semua metode yang ada untuk dapat membandingkan dengan adil. Umumnya butuh dua hingga empat minggu untuk membiasakan diri dengan intermittent fasting. Lakukan hingga tujuan tercapai namun tak perlu memaksakan diri. Modifikasi metode intermittent fasting sah-sah saja dilakukan karena setiap manusia memiliki metabolisme yang berbeda-beda. [1]

Jika anda belum pernah melakukannya, cobalah berpuasa selama 24 jam nonstop, bahkan jika anda tidak tertarik untuk melakukan intermittent fasting secara rutin. Pengalaman tersebut umumnya akan menunjukkan bahwa kita dapat hidup tanpa makan selama 24 jam tanpa gangguan berarti. Kita akan kembali belajar mengenali rasa lapar, yang sering kali tertutupi oleh kebiasaan makan tiga kali sehari dan dua kali makan selingan/camilan. [2] Kepekaan sosial kita juga dapat makin tajam, karena kita mengingat bahwa masih banyak orang yang melewatkan hari-harinya tanpa makan. Biarlah dengan puasa kita kembalikan makna makan dalam kehidupan manusia: “manusia makan untuk hidup”.

situs kedokteran indonesia jurnal ilmiah

Salam #dietsehat dari @dokteryoseph 🙂

Disusun oleh Yoseph Leonardo Samodra, 2018-05-28.

Sumber: [1] popsugar.com/fitness/Best-Intermittent-Fasting-Weight-Loss-44688683; [2] jamesclear.com/the-beginners-guide-to-intermittent-fasting

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close