dokteryoseph banyakbaca buah naga

Mendefinisikan Komorbiditas: Implikasi untuk Memahami Kesehatan dan Layanan Kesehatan

Layanan kesehatan makin perlu untuk memikirkan penanganan pasien dengan komorbiditas multipel, yang kini semakin lazim dijumpai. Di Amerika Serikat , sekitar 80% pengeluaran Medicare digunakan untuk membiayai pasien dengan empat atau lebih kondisi kronis, yang biayanya semakin meningkat seiring bertambahnya diagnosis. Kesadaran akan hal ini nampak dalam minat yang berkembang di antara para praktisi dan peneliti mengenai dampak komorbiditas pada sejumlah outcome, antara lain mortalitas, kualitas hidup, functioning, dan kualitas layanan kesehatan.

Upaya meneliti dampak komorbiditas dipersulit dengan kurangnya konsensus mengenai bagaimana mendefinisikan dan mengukur komorbiditas. Konstruk terkait, misalnya multimorbiditas, beban ganda penyakit, dan frailty sering digunakan untuk membicarakan hal yang sama. Perlu definisi yang diterima secara internasional agar penelitian tentang topik ini dapat makin maju.

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Karena masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana pandangan pasien tentang komorbiditas yang mereka alami atau bagaimana perspektif mereka terkait dengan konstruk profesional, maka definisi komorbiditas akan ditelaah dari perspektif petugas kesehatan saja.

 

Beberapa definisi komorbiditas telah berkembang sebagai konseptualisasi yang berbeda dari satu konsep utama: adanya lebih dari satu penyakit pada seorang pasien. Empat kelompok utama definisi didasarkan pada: (1) sifat alamiah penyakit, (2) kepentingan relatif dari penyakit yang terjadi bersamaan, (3) kronologi munculnya penyakit, dan (4) konseptualisasi yang berkembang.

 

Sifat alamiah penyakit

Membedakan sifat alamiah penyakit sangat penting untuk konseptualisasi komorbiditas, karena keberadaan secara simultan beberapa entitas penyakit yang didefinisikan dengan luas dapat menunjukkan bahwa ada yang salah dengan sistem klasifikasinya. Contohnya, beberapa orang akan menyatakan bahwa depresi dan kecemasan bukanlah entitas penyakit yang berbeda melainkan bagian dari spektrum kelainan yang sama, dan jika demikian maka pasien dengan kedua kondisi tersebut tidak bisa diklasifikasikan sebagai pasien dengan komorbiditas.

Baca juga: Sering lupa? Ada teorinya …

dokteryoseph banyakbaca buah naga

Kepentingan relatif dari penyakit yang terjadi bersamaan

Komorbiditas sering didefinisikan dalam kaitannya dengan sebuah kondisi utama yang spesifik. Kondisi manakah yang bisa ditetapkan sebagai kondisi utama dan manakah yang menjadi komorbidnya dapat sangat bervariasi tergantung pada pertanyaan penelitian (dalam konteks penelitian), kondisi yang membuat pasien datang berobat, atau spesialisasi dari dokter yang merawat.

Multimorbiditas telah makin banyak digunakan untuk mengacu pada “kejadian bersamaan dari sejumlah penyakit akut maupun kronis pada satu pasien” tanpa menyebutkan mana yang menjadi kondisi utama. Diagnosis ganda pada psikiatri dapat menjadi contoh multimorbiditas, dimana dua gangguan dapat terjadi bersamaan pada satu pasien tanpa perbedaan urutan kepentingan, misalnya gangguan mental berat dan penyalahgunaan narkoba. Pendukung konsep multimorbiditas cenderung berfokus pada layanan primer, dimana identifikasi kondisi utama seringkali sulit dilakukan dan tidak banyak berguna.

 

Kronologi

Rentang waktu dan urutan terjadinya penyakit menjadi pertimbangan penting. Rentang waktu penting untuk memastikan apakah pada suatu titik terjadi dua kondisi secara bersamaan, sedangkan urutan terjadinya penyakit memiliki implikasi penting untuk menentukan prognosis dan penatalaksanaan yang tepat. Pasien diabetes yang mendapatkan tambahan diagnosis depresi mayor akan sangat berbeda dari pasien depresi mayor yang mendapatkan tambahan diagnosis diabetes, meskipun jika memakai perspektif potong-lintang keduanya akan dilihat sebagai pasien dengan diabetes dan depresi.

 

Konseptualisasi yang berkembang: beban morbiditas dan kompleksitas pasien

Komorbiditas juga digunakan untuk membawa penekanan mengenai beban penyakit, yang ditentukan oleh beban total disfungsi fisiologis atau beban total dari beberapa jenis penyakit yang berdampak pada cadangan fisiologis seseorang. Konsep ini berkaitan dengan dampak pada outcome yang dilaporkan oleh pasien (termasuk functioning) dan pada konstruk di bidang geriatri, yaitu frailty.

Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk mengombinasikan beban beberapa penyakit atau kondisi menjadi sebuah ukuran tunggal. Yang paling banyak dipakai adalah Indeks Charlson, Cumulative Illness Rating Scale (CIRS), Index of

Coexisting Disease (ICED), dan Indeks Kaplan. Cara lain adalah dengan melakukan klasifikasi atau stratifikasi pasien pada kelompok-kelompok berdasarkan penyakit dan kondisi tertentu, usia, dan jenis kelamin. Contohnya Adjusted Clinical Groups (ACGs), Diagnosis-Related Groups (DRGs), dan Healthcare Resource Groups (HRGs). Semuanya mempertimbangkan tak hanya keberadaan penyakit namun juga keparahannya. Tujuan utamanya adalah mengaitkan diagnosis dengan pemakaian sumber daya kesehatan.

Kontruk yang baru berkembang adalah tentang kompleksitas pasien. Ini menekankan bahwa beban morbiditas tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik terkait kesehatan, tapi juga oleh karakteristik sosioekonomi, kultural, lingkungan, dan perilaku pasien.

 

Mengintegrasikan konstruk yang berbeda

Masing-masing konstruk menekankan aspek yang berbeda dari morbiditas. Bayangkan ada wanita 60 tahun dengan diabetes melitus, hipertensi, dan depresi, yang berasal dari kelompok etnis minoritas, dengan kemampuan berbahasa Inggris yang rendah, dan sedang merawat suaminya yang perlu banyak bantuan akibat stroke. Psikiaternya akan berfokus pada depresinya, dan menganggap hipertensi dan diabetes melitusnya sebagai komorbiditas. Dokter layanan primernya mungkin menganggapnya mengalami multimorbiditas, memberikan perhatian yang sama untuk ketiga penyakitnya. Beban morbiditasnya akan ditentukan oleh hasil pengukuran masing-masing penyakit yang dideritanya dan tingkat keparahannya. Akhirnya, kompleksitasnya sebagai pasien juga dipengaruhi oleh latar belakang kultural, kemampuan bahasa Inggris, dan situasi kehidupannya secara keseluruhan, mencakup kondisi hidupnya dan perannya sebagai perawat sang suami.

situs kedokteran indonesia jurnal ilmiah

Diterjemahkan oleh Yoseph Samodra

Sumber: Valderas J, Starfield B, Sibbald B, Salisbury C, Roland M. Defi ning Comorbidity: Implications for Understanding Health and Health Services. Ann Fam Med. 2009;(7): p. 357-363.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s