pemulihan memori pasca trauma otak

Penelitian Psikologi Kognitif pada Pasien dengan Kerusakan Otak

Amnesia anterograd dan sindrom amnesik

Jika STM dan LTM benar-benar berbeda, maka harus ada jenis kerusakan otak tertentu yang mempengaruhi salah satunya tanpa mengganggu yang lain. Salah satu bentuk kerusakan otak tersebut adalah amnesia anterograd.

 

H.M. (Milner dkk., 1968)

H.M. telah menderita epilepsi dalam frekuensi yang amat sering sejak berusia 16 tahun. Pada usia 27 tahun dia menjalani pembedahan untuk mengangkat hipokampus di kedua sisi otaknya. Ketika hal ini menyembuhkan epilepsinya, dia menderita amnesia anterograd berat. Dia memiliki ingatan yang mendekati normal tentang apapun yang dipelajarinya sebelum pembedahan, namun defisit ingatan berat untuk kejadian-kejadian paskaoperasi.

STM-nya tergolong normal. Dia dapat menahan informasi verbal selama sekitar 15 detik tanpa latihan, dan lebih lama lagi jika disertai latihan. Namun dia tidak bisa memindahkannya ke LTM atau, jika dia bisa memindahkannya, dia tidak dapat mengambilnya kembali. Dia tampaknya tidak mampu mengingat fakta atau kejadian baru apapun. Dia hampir tidak mengetahui berita yang sedang hangat karena dia melupakannya segera setelah dia membacanya. Dia tidak tahu perkiraan waktu kecuali saat dia baru saja melihat jam, dia tidak ingat bahwa ayahnya meninggal atau keluarganya baru saja pindahan rumah, dan dia membaca kembali majalah yang sama tanpa menyadari bahwa dia sudah pernah membacanya.

Orang-orang yang dijumpainya paskaoperasi menjadi orang yang benar-benar asing dan dia perlu untuk berkenalan lagi setiap kali berjumpa dengan mereka. Brenda Milner telah mengenalnya selama 25 tahun, namun dianggap sebagai orang asing setiap kali bertemu dengannya.

Dia mampu belajar dan mengingat ketrampilan perseptual dan motorik, meskipun dia harus diingatkan setiap hari tentang ketrampilan apa saja yang dimilikinya. Namun: ‘ … kejadian, wajah, nomor telepon, atau tempat yang baru bertahan hanya beberapa detik atau menit dalam pikirannya sebelum mengalir, seperti air melalui lubang, dan hilang dari kesadarannya’. (Blakemore, 1988)

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Kisah yang sama dramatisnya, bahkan lebih tragis adalah kasus Clive Wearing.

 

Clive Wearing (berdasarkan Blakemore, 1988; Baddeley, 1990)

Clive Wearing adalah master chorus London Sinfonietta dan pakar dunia tentang musik Renaisans, serta produser radio BBC. Pada Maret 1985 dia menderita infeksi otak langka yang disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus menyerang dan merusak hipokampusnya, bersama sebagian korteksnya. Seperti H.M., dia menjalani hidupnya dalam kerangka waktu yang sangat pendek, secara konstan mempercayai bahwa dia baru saja sadar kembali setelah tidak sadar bertahun-tahun. Contohnya, ketika istrinya, Deborah, memasuki kamar rumah sakit untuk ketiga kalinya di suatu pagi, dia menyapanya seolah-olah mereka sudah terpisah sangat lama, bertkata, ‘Saya baru saja sadar’ dan ‘Ini baru pertama kalinya saya melihat orang lain’.

Awalnya kebingungannya menyeluruh dan sangat menakutkan baginya. Suatu kerika dia memegang coklat di telapak tangannya, menutupinya dengan tangannya yang lain selama beberapa detik hingga gambarannya hilang dari ingatannya. Ketika dia mengangkat tangan yang menutupi coklatnya, dia berpikir dia telah melakukan suatu trik sulap, memunculkan coklat itu begitu saja. Dia terus mengulanginya, dengan kekaguman dan ketakutan yang terus membesar setiap kali dia melakukannya.

Seperti H.M., dia masih dapat berbicara dan berjalan, mendengarkan musik, memainkan organ, dan menjadi konduktor. Faktanya, kemampuan musiknya terjaga dengan baik. Juga sama dengan H.M., dia dapat mempelajari ketrampilan baru (misalnya membaca melalui cermin). Selama beberapa hari menjalani pengujian, kecepatan membacanya berlipat ganda, dan dapat dilakukan dengan baik tiga bulan kemudian. Namun bagi Clive itu adalah hal baru setiap kali dia melakukannya. Tetapi tidak seperti H.M., kapasitasnya mengingat kehidupannya sebelum kerusakan otak sangat buruk. Contohnya, ketika ditunjukkan gambar Cambridge (dimana dia berkuliah selama empat tahun dan sering mengunjunginya) dia hanya mengenali Kapel King’s College (bangunan yang paling khas di Cambridge) namun tidak mengenali bangunan kampusnya. Dia tidak ingat siapa yang menulis Romeo dan Juliet, dan dia mengira bahwa Ratu dan Duke of Edinburgh adalah penyanyi yang dikenalnya di gereja Katolik.

Menurut Deborah, ‘tanpa kesadaran dia dapat disebut telah meninggal’. Menurut Clive sendiri, hidupnya adalah ‘neraka di bumi, seperti mati, sepanjang waktu yang berdarah-darah’.

Baca juga: Bahaya Asap Vape

pemulihan memori pasca trauma otak

Atkinson dan Shiffrin menganggap defisit ingatan yang ditunjukkan H.M. dan Clive Wearing sebagai ‘mungkin satu-satunya demonstrasi meyakinkan atas dikotomi pada sistem ingatan’. Menurut Parkin (1987), sindrom amnesik bukanlah penurunan fungsi ingatan secara umum, namun kerusakan selektif dimana beberapa fungsi, (misalnya mempelajari informasi baru) mengalami kerusakan berat, sedangkan kemampuan lainnya (termasuk rentang ingatan dan bahasa) tidak terganggu. Jika penderita amnesia memiliki STM yang tidak terganggu, mereka seharusnya menunjukkan efek recency (berdasarkan STM) yang sama namun memiliki efek primacy (berdasarkan LTM) yang lebih buruk dibandingkan kontrol yang normal. Inilah tepatnya yang sudah ditemukan (misalnya Baddeley dan Warrington, 1970). Hasil-hasil ini membuat kebanyakan psikolog menerima bahwa pada sindrom amnesik, fungsi STM tetap terjaga tetapi fungsi LTM-nya terganggu.

Bagaimanapun, perbedaan fungsi STM dan LTM dapat berarti bahwa:

  • Masalah untuk penderita amnesia adalah pemindahan dari STM ke LTM, yang konsisten dengan model multi-store; atau
  • Terdapat kesulitan pada pengambilan kembali (retrieval) dari LTM (Warrington dan Weiskrantz, 1968, 1970). Interpretasi ini lebih konsisten dengan pendekatan tingkat pemrosesan Craik dan Lockhart (1972).

Implikasi utama lainnya dari kasus seperti H.M. dan Clive Wearing adalah bahwa adanya ‘unit’ LTM pada model multi-store adalah penyederhanaan yang berlebihan.

 

Amnesia retrograd

Pada amnesia retrograd, pasien gagal mengingat apa yang terjadi sebelum operasi atau kecelakaan yang menyebabkannya. Ini dapat disebabkan oleh cedera kepala, terapi elektrokonvulsif, keracunan karbonmonoksida, dan stres berat. Seperti pada amnesia anterograd, terdapat sedikit atau tanpa gangguan pada STM, dan rentang waktu seseorang tidak memiliki ingatan bisa beberapa menit, hari, bahkan tahun. Ketika amnesia retrograd disebabkan oleh kerusakan otak, biasanya disertai juga dengan amnesia anterograd. Mirip dengan itu, penderita sindrom Korsakoff (disebabkan alkoholisme kronis yang melibatkan kerusakan hipokampus) biasanya mengalami kedua jenis amnesia sekaligus.

Amnesia retrograd tampaknya melibatkan gangguan konsolidasi, ketika informasi baru masuk ke LTM, dibutuhkan waktu untuk dapat tersimpan secara fisik di otak.

 

Alternatif untuk model multi-store

Berbagai bentuk LTM

Ingatan episodik dan semantik

Meskipun otaknya rusak, H.M. dan Clive Wearing mempertahankan banyak ketrampilan, baik umum maupun spesifik (misalnya berbicara, membaca, berjalan, memainkan organ). Mereka juga mampu mempelajari (dan mempertahankan) ketrampilan baru, meskipun mereka tidak mengetahui kalau mereka memilikinya! Ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa terdapat berbagai bentuk LTM. Tetapi selama hanya mempertimbangkan model multi-store, hanya terdapat “LTM’, yaitu LTM sebagai satu unit.

 

Ingatan episodik dan semantik (Tulving, 1972)

Ingatan episodik (episodic memory, EM) adalah ingatan ‘autobiografis’ yang bertanggung jawab untuk merekam pengalaman lampau kita – kejadian, orang-orang, obyek, dan lain-lain yang kita jumpai secara personal. EM biasanya mencakup detail mengenai waktu dan tempat dimana obyek dan kejadian tersebut dialami (mereka memiliki konteks spasio-temporal: misalnya ‘Dimana kamu menghabiskan liburan tahun lalu?’ dam ‘Apa yang kamu makan saat sarapan tadi pagi?’). Terdapat realitas subyektif (berfokus pada diri sendiri), namun sebagian besarnya, secara prinsipil, dapat diverifikasi oleh orang lain.

Ingatan semantik (semantic memory, SM) adalah simpanan kita mengenai pengetahuan umum dan faktual mengenai dunia, termasuk konsep, aturan, dan bahasa, ‘… sebuah tesaurus mental, pengetahuan terorganisir yang dimiliki seseorang mengenai kata-kata atau simbol verbal lainnya, maknanya dan acuannya …’ (Tulving, 1972). SM dapat digunakan tanpa referensi mengenai kapan dan dimana pengetahuan itu pertama kali diperoleh. Contohnya, kita tidak ingat kapan ‘bejalar berbicara’ – kita tiba-tiba ‘tahu Bahasa Inggris’ (atau bahasa ibu lainnya). Tetapi SM juga dapat menyimpan informasi mengenai diri kita sendiri. Contohnya, jika kita ditanya berapa saudara yang kita miliki, atau seberapa kita menyukai psikologi, kita tak perlu mengingat pengalaman spesifik tertentu di masa lampau untuk menjawabnya.

 

Pengetahuan ‘umum’ kita mengenai, misalnya, komputer (bagian dari SM kita) terbentuk dari pengalaman lampau kita dengan komputer tertentu (bagian dai EM), melalui abstraksi dan generalisasi. Ini menunjukkan bahwa, daripada menganggap EM dan SM sebagai dua sistem terpisah di otak (seperti yang awalnya dimaksudkan oleh Tulving), mungkin lebih valid jika kita melihat SM sebagai kumpulan EM (Baddeley, 1995).

 

EM autobiografis vs eksperimental

Tulving menyatakan bahwa EM bersinonim dengan ingatan autobiografis (autobiographical memory, AM). Contohnya, melupakan kata-kata pada tugas free-recall dapat dianggap sebagai kegagalan EM kita, karena kita telah tahu kata-kata tersebut sebagai bagian SM kita, namun kita gagal mengingat bahwa mereka muncul dalam daftar yang ditunjukkan pada kita. Namun, Cohen (1993) berpendapat bahwa mempelajari daftar kata-kata bukanlah apa yang dipahami banyak orang dengan AM. AM adalah jenis khusus dari EM, berkaitan dengan kejadian spesifik yang memiliki kemaknaan personal. Selanjutnya, dia membedakan antara EM autobiografis dan EM eksperimental; mengikuti ekperimen yang meminta kita mempelajari daftar kata-kata adalah contoh dari EM eksperimental.

 

Ingatan bola lampu (flashbulb memories)

Ingatan bola lampu adalah jenis khusus EM, dimana kita dapat memberikan rekoleksi yang jelas dan detail mengenai dimana kita berada dan apa yang kita lakukan saat kita mendengar mengenai suatu kejadian nasional atau internasional besar (Brown dan Kulik, 1977).

Menurut Brown dan Kulik (1982), terdapat mekanisme neural yang dipicu oleh kejadian yang membangkitkan emosi, tidak diharapkan, atau sangat penting, dengan hasil berupa seluruh kejadian menjadi ‘tercectak’ di ingatan kita. Namun, Neisser (1982) berpendapat bahwa durabilitas ingatan bola lampu berasal dari seringnya latihan dan memikirkan kembali mengenai kejadian tersebut. Detail dan kejelasan ingatan seseorang belum tentu menjamin akurasinya – kita bisa sangat yakin akan sesuatu dan ternyata keliru!

 

Ingatan prosedural vs deklaratif

Ingatan prosedural (procedural memory, PM) mengacu pada informasi dari LTM yang tidak dapat diinspeksi secara sadar (Anderson, 1985; Tulving, 1985). Contohnya, mengendarai sepeda adalah ketrampilan rumit yang bahkan lebih sukar untuk menjelaskannya. Penutur asli suatu bahasa tidak selalu bisa menerangkan aturan gramatikal rumit yang mereka ucapkan dengan tepat (mungkin karena awalnya mereka tidak mempelajarinya secara sadar). Sebaliknya, EM dan SM dapat dengan mudah diinspeksi secara sadar, dan konten keduanya dapat disampaikan ke orang lain.

Cohen dan Squire (1980) membedakan antara PM dan ingatan deklaratif, yang berkaitan dengan pembedaan oleh Ryle (1949) mengenai mengetahui bagaimana (knowing how) dan mengetahui hal itu (knowing that). Anderson (1983) berpendapat bahwa ketika kita mulai mempelajari sesuatu, hal tersebut dipelajari dan dikodekan secara deklaratif, tetapi dengan latihan hal tersebut menjadi tersusun sebagai bentuk prosedural dari pengetahuan.

 

Pada kasus H.M. dan Clive Wearing banyak aspek dari PM tampaknya tidak terganggu (dan mereka dapat mempelajari ketrampilan baru), namun EM dan SM mereka terganggu. Contuhnya, H.M. diberi pelatihan ekstensif (oleh Gabrieli dkk, 1983) dengan tugas mempelajari makna kata-kata yang tidak familiar yang menjadi populer sejak operasinya. Dia membuat sangat sedikit kemajuan, meskipun berlatih ekstensif setiap hari selama sepuluh hari.

Banyak penderita amnesia lainnya yang gagal memperbarui SM-nya sesuai perkembangan dunia sejak awal kejadian disfungsi mereka (Eysenck dan Keane, 1990). Contohnya, banyak yang tidak tahu nama presiden atau perdana menteri yang sedang menjabat, dan memiliki rekognisi yang buruk akan wajah seseorang yang baru saja menjadi terkenal (Baddeley, 1984).

Ketika pembelajaran berhasil dilakukan pada pasien amnesia (yang dapat berupa ketrampilan psikomotor, pemecahan masalah, atau pembelajaran verbal dengan petunjuk), mereka umumnya menyangkal pernah mengerjakan tugas terkait sebelumnya meskipun pada saat yang sama menunjukkan bukti yang jelas bahwa mereka telah mempelajarinya. Ini semua adalah bukti PM, yang melibatkan lebih banyak proses otomatis, dan memungkinkan pasien menunjukkan proses belajar tanpa perlu secara sadar melakukan rekoleksi prosesnya. Tetapi ingatan deklaratif melibatkan rekoleksi sadar akan hal yang telah terjadi. Kerusakan sejumlah area kortikal dan subkortikal (termasuk lobus temporal, hipokampus, dan badan mamilaria) secara serius mengganggu ingatan pada pasien amnesia. PM tidak tampak terganggu oleh kerusakan di area-area ini (Baddeley, 1995).

bantu situs ini tetap online

[Diterjemahkan dari Psychology: The Science of Mind and Behaviour by Richard Gross]

One thought on “Penelitian Psikologi Kognitif pada Pasien dengan Kerusakan Otak

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s