memori puzzle banyakbaca

Long-term memory (LTM)

Kapasitas dan durasi

Telah diterima luas bahwa LTM memiliki kapasitas yang tak terbatas. Itu dapat disamakan dengan gudang besar yang menyimpan informasi, ketrampilan, kemampuan, dan lain-lain, yang tidak sedang digunakan tetapi berpotensi dapat diambil kembali. Menurut Bower (1975), beberapa jenis informasi yang terkandung dalam LTM mencakup:

  1. Model spasial dari dunia di sekeliling kita;
  2. Pengetahuan mengenai dunia fisik, hukum-hukum fisik, dan sifat-sifat benda;
  3. Kepercayaan tentang masyarakat, diri sendiri, norma sosial, nilai, dan tujuan;
  4. Ketrampilan motorik, ketrampilan pemecahan masalah, dan rencana untuk meraih berbagai hal;
  5. Ketrampilan perseptual dalam memahami bahasa, menerjemahkan musik, dan lain-lain.

Banyak dari hal-hal ini yang oleh Tulving (1972) disebut sebagai ingatan semantik. Informasi dapat dipertahankan selama beberapa menit hingga bertahun-tahun (dan dapat bertahan seumur hidup).

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Pengkodean

Dengan material verbal, pengkodean pada LTM tampaknya banyak menggunakan semantik. Contohnya, Baddeley (1966) memberikan pada partisipan kata-kata yang tergolong:

  • Mirip secara akustik (misalnya ‘caught’, ‘short’, ‘taut’, ‘nought’);
  • Mirip secara semantik (misalnya ‘huge’, ‘great’, ‘big’, ‘wide’);
  • Tidak mirip secara akustik (misalnya ‘foul’, ‘old’, dan ‘deep’); atau
  • Tidak mirip secara semantik (misalnya ‘pen’, ‘day’, ‘ring’).

Ketika recall dari STM diuji, kata-kata yang mirip secara akustik diulang tidak sebaik kata-kata yang tidak mirip secara akustik. Ini menunjang klaim bahwa pengkodean akustik terjadi pada STM. Terdapat perbedaan kecil antara jumlah kata-kata yang mirip dan tidak mirp secara semantik yang diingat kembali (64 persen dan 71 persen). Ini menunjukkan bahwa pengkodean semantik terjadi pada STM, namun tidak dominan. Ketika penelitian yang ekuivalen dilakukan pada LTM, lebih sedikit kata-kata yang mirip secara semantik yang diulang kembali, sedangkan kata-kata yang mirip secara akustik tidak memiliki efek terhadap recall pada LTM. Ini menunjukkan bahwa pengkodean yang dominan pada LTM adalah semantik. Mirip dengan itu, Baddeley (1966) menemukan bahwa recall yang dilakukan segera atas daftar pendek berisi kata-kata tak berkaitan akan sangat terhambat jika kata-katanya mirip secara akustik namun tidak terganggu jika kata-katanya mirip secara semantik. Selang beberapa saat, efek yang terjadi adalah yang sebaliknya.

 

Apakah LTM hanya menggunakan pengkodean semantik?

Temuan seperti yang diperoleh Baddeley tidak menegaskan bahwa LTM hanya menggunakan pengkodean semantik (Baddeley, 1966). Kemampuan kita menggambarkan tempat yang kita kunjungi saat liburan menunjukkan bahwa beberapa informasi dikodekan secara visual. Beberapa tipe informasi pada LTM (misalnya lagu) dikodekan secara akustik. Bebauan dan rasa juga disimpan di LTM, menunjukkan bahwa LTM adalah sistem yang sangat fleksibel, serta besar dan tahan lama.

 

Pengambilan kembali (retrieval)

Terdapat berbagai cara untuk menemukan kembali atau memulihkan informasi yang telah tersimpan; sehingga, ‘mengingat’ dapat memiliki berbagai bentuk. Maka, terdapat pula berbagai cara untuk mengukur ingatan di laboratorium.

 

Bagaimana ingatan diukur?

Investigasi ilmiah yang sistematik tentang ingatan dimulai oleh Ebbinghaus (1885).

Baca juga: Praktik Dokter Zaman Now

 memori puzzle banyakbaca

Ingatan murni (Ebbinghaus, 1885)

Untuk meneliti ingatan dalam bentuknya yang ‘paling murni’, Ebbinghaus menciptakan silabel tiga huruf yang tak memiliki arti (sebuah konsonan diikuti oleh sebuah vokal dan konsonan lainnya, misalnya XUT dan JEQ). Ebbinghaus menghabiskan beberapa tahun menggunakan dirinya sendiri sebagai subyek penelitiannya. Dia membaca daftar silabelnya dengan suara keras, dan ketika dirasa sudah cukup untuk dapat mengingat semuanya, dia menguji dirinya sendiri.

Jika Ebbinghaus dapat mengulang daftarnya secara tepat dua kali berturut-turut, dia menganggap daftarnya sudah berhasil dipelajari. Setelah merekam waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari sebuah daftar, dia memulai dengan daftar yang baru. Setelah beberapa waktu tertentu, Ebbinghaus akan kembali ke daftar tertentu dan mencoba mengingatnya kembali. Dia menghitung jumlah usaha (atau percobaan) yang diperlukan untuk mempelajari kembali sebuah daftar, sebagai persentase terhadap jumlah percobaan yang diperlukannya untuk mempelajari daftar tersebut pertama kali. Dia menemukan bahwa ingatan menurun dengan drastis pada awalnya, namun akan tidak menurun lagi. Temuan ini telah berkali-kali terulang. Ebbinghaus melakukan banyak eksperimen seacam ini dan menunjukkan bahwa ingatan dapat diinvestigasi secara ilmiah menggunakan kondisi yang terkontrol dengan baik.

 

Teknik lain untuk mengukur ingatan mencakup:

  • Rekognisi: Ini melibatkan menentukan apakah bagian tertentu dari informasi telah dikenali sebelumnya (seperti pada tes pilihan ganda, dimana jawaban yang benar disajikan bersama yang tidak benar).
  • Pengulangan kembali (recall): Ini melibatkan partisipan untuk secara aktif mencari di simpanan ingatannya untuk mendapatkan informasi tertentu (seperti pada esai berbatas waktu). Petunjuk untuk mendapatkan informasi tidak ada atau sangat jarang. Materi dapat diulang kembali secara berurutan sebagaimana ketika disampaikan sebelumnya (serial recall) atau tidak berurutan (free recall).
  • Prosedur rentang ingatan: Ini adalah versi dari serial recall, dimana seseorang diberi daftar berisi angka atau huruf yang tak berkaitan, lalu diminta untuk mengulang kembali secara berurutan segera setelah mereka mendengarnya. Jumlah item dalam daftar akan ditambah terus hingga timbul kesalahan dalam mengulang. Jumlah maksimum item yang dapat dengan konsisten diulang kembali adalah ukuran atas rentang ingatan segera (immediate memory span).
  • Recall asosiasi berpasangan: Partisipan diminta mempelajari sebuah daftar berisi item berpasangan (misalnya ‘chair’ dan ‘elephant’). Saat salah satu kata (misalnya ‘chair’) ditampilkan kembali, partisipan harus menyebutkan kata pasangannya (‘elephant’).

Ringkasan

  • Ingatan dapat didefinisikan sebagai retensi pembelajaran atau retensi pengalaman. Pembelajaran dan ingatan adalah proses yang saling tergantung (interdependen).
  • Ebbinghaus memulai penelitian sistematik tentang ingatan, menggunakan silabel tak bermakna. Dia menunjukkan bahwa ingatan akan menurun dengan cepat pada awalnya, lalu penurunannya tidak drastis.
  • Ingatan kini diteliti paling banyak dari pendekatan pemrosesan informasi, yang berfokus pada pengkodean, penyimpanan, dan pengambilan kembali. Penyimpanan berhubungan dengan availabilitas, pengambilan kembali berhubungan dengan aksesibilitas.
  • Teknik mengukur ingatan mencakup rekognisi, recall (serial atau free), recall asosiasi berpasangan, dan prosedur rentang ingatan.
  • Pembedaan oleh James antara ingatan primer dan sekunder berkaitan dengan ingatan jangka pendek (STM) dan ingatan jangka panjang (LTM).
  • Ingatan sensori bersifat spesifik modalitas dan bekerja dalam cara yang mirip dengan simpanan buffer sensori pada model filter atensi menurut Broadbent.
  • Kapasitas STM yang terbatas dapat ditingkatkan dengan chunking, yang mengambil dari LTM untuk dapat mengkodekan informasi baru dalam cara yang memiliki makna. Latihan (rehearsal) adalah cara untuk menahan informasi di STM selama mungkin, dan kode utama yang dipakai di STM adalah akustik. Namun pengkodean semantik dan visual juga digunakan.
  • LTM kemungkinan memiliki kapasitas tak terbatas, dan informasi disimpan dengan cara yang relatif permanen. Pengkodeannya terutama semantik, namun informasinya dapat pula dikodekan secara visual, akustik, dan lain-lain.
  • Model multi-store/dual-memory menurut Atkinson dan Shiffrin memandang ingatan sensori, STM, dan LTM sebagai komponen struktural permanen dari sistem ingatan. Latihan (rehearsal) adalah proses kontrol, yang berperan sebagai buffer antara ingatan sensori dan LTM, dan membantu pemindahan informasi ke LTM.
  • Efek primacy merefleksikan recall dari LTM, sedangkan efek recency merefleksikan recall dari STM. Mereka berdua menyusun efek posisi serial.
  • Penelitian pada pasien amnesia dengan kerusakan otak menunjukkan dukungan terhadap pembedaan STM dan LTM. Ketika STM tetap berfungsi cukup normal, fungsi LTM menjadi terganggu.

situs kedokteran indonesia jurnal ilmiah

[Diterjemahkan dari Psychology: The Science of Mind and Behaviour by Richard Gross]

One thought on “Long-term memory (LTM)

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s