dokteryoseph psikologi terjemahan

Ingatan dan Melupakan

Belajar dan ingatan bagaikan dua sisi dari sebuah koin: belajar bergantung pada ingatan untuk sifat permanennya, dan ingatan tidak akan memiliki isi tanpa belajar. Karenanya, kita dapat mendefinisikan ingatan sebagai retensi pembelajaran dan pengalaman. Seperti yang disampaikan oleh Blakemore (1988): ‘Dalam pengertian luas, belajar adalah akuisisi pengetahuan dan ingatan adalah penyimpanan salinan internal dari pengetahuan tersebut …’.

Blakemore mengekspresikan pentingnya ingatan sebagai berikut: ‘ … tanpa kapasitas untuk mengingat dan belajar, sulit untuk membayangkan bagaimana kehidupan akan berjalan, apakah bisa disebut sebuah kehidupan atau tidak. Tanpa ingatan, kita akan menjadi pelayan dari momentum, hanya mengandalkan refleks dasar untuk membantu kita menghadapi dunia ini. Tanpa bahasa, seni, ilmu pengetahuan, dan budaya. Peradaban sendiri merupakan hasil penyulingan ingatan umat manusia’.

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Baik belajar maupun ingatan tampil secara mencolok pada tahun-tahun awal perkembangan psikologi sebagai ilmu pengetahuan. William James, salah satu pionir psikologi, bisa disebut sebagai orang pertama yang membuat pembagian formal antara ingatan primer dan sekunder, yang mengacu pada ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Pembagian ini menjadi pusat dari model multi-store yang sangat berpengaruh yang dikembangkan oleh Atkinson dan Shiffrin (1968, 1971).

Seperti proses kognitif lainnya, ingatan menjadi area yang sulit diterima untuk penelitian psikologis hingga revolusi kognitif pada pertengahan 1950an, menunjukkan dominasi behaviourisme hingga masa itu. Namun, beberapa bahaviouris, terutama di Amerika Serikat, mempelajari ‘perilaku verbal’ menggunakan pembelajaran paired-associate. Pendekatan asosiasionis ini telah (dan masih) menonjol dalam teori interferensi, sebuah usaha untuk menjelaskan lupa.

Beberapa penjelasan utama mengenai ingatan muncul dari kritisisme terhadap keterbatasan model multi-store. Ini mencakup pendekatan level-of-processing dari Craik dan Lockhart, model working-memory dari Baddeley dan Hitch, dan usaha-usaha untuk mengidentifikasi berbagai tipe ingatan jangka panjang (misalnya Tulving, 1972). Psikolog makin banyak yang tertarik pada ingatan sehari-hari, bukan hanya mempelajarinya sebagai fenomena laboratoris. Teori melupakan mencakup trace decay, pemindahan (displacement), cue-dependent forgetting, dan represi.

Baca juga: Story-telling dapat membantu karirmu

dokteryoseph psikologi terjemahan

Arti ‘ingatan’

Ingatan, seperti pembelajaran, merupakan konstruk hipotetis yang melibatkan tiga proses berbeda yang saling terkait:

  • Registrasi (atau encoding): transformasi dari input sensori (misalnya suara atau gambaran visual) menjadi sebuah bentuk yang memungkinkan untuk dimasukkan (atau diregistrasi) pada ingatan. Contohnya pada sebuah komputer, informasi hanya dapat diregistrasi jika tampil dalam format yang dikenali oleh komputer tersebut;
  • Penyimpanan: tindakan menahan informasi dalam ingatan. Komputer menyimpan informasi dengan merubah sirkuit elektrik di sistemnya. Pada manusia, perubahan di otak memungkinkan penyimpanan informasi, meskipun bagaimana tepatnya hal ini terjadi masih belum jelas.
  • Pengambilan: proses dimana informasi yang tersimpan diekstraksi dari ingatan.

Registrasi dapat dianggap sebagai kondisi penting untuk dapat melakukan penyimpanan, tetapi tidak semua yang diregister akan disimpan. Mirip dengan itu, penyimpanan adalah kondisi yang penting tapi bukan yang utama untuk pengambilan: kita tidak dapat mengambil data yang tidak kita simpan, tapi fakta bahwa kita mengetahui suatu informasi tidak menjamin kita akan selalu mengingatnya. Terdapat perbedaan krusial antara availabilitas (apakah informasi telah tersimpan) dan aksesibilitas (apakah informasi dapat diambil), yang secara khusus relevan dengan teori melupakan.

bantu situs ini tetap online

[Diterjemahkan dari Psychology: The Science of Mind and Behaviour by Richard Gross]

One thought on “Ingatan dan Melupakan

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s