Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Anemia pada Anak Usia Sekolah

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar 25-hidroksivitamin D (25[OH]D) dan risiko anemia pada kohort besar anak-anak dengan mempertimbangkan juga efek jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), kadar hormon paratiroid intak (iPTH), dan status tingkat besi tubuh.

Baca juga: Hati-hati minum suplemen

translate jasa jurnal fk murah berkualitasSejumlah 937 anak (493 laki-laki, 444 perempuan) berusia 9 hingga 12 tahun mengikuti penelitian potong lintang. Anak-anak tersebut menjalani berbagai pemeriksaan yang mencakup pengukuran antropometrik dan pengambilan sampel darah.

Secara keseluruhan, 13,3% anak mengalami anemia serta 64,2% dan 28,1% subyek mengalami defisiensi (<25 nmol/L) dan insufisiensi (25-50 nmol/L) vitamin D. Kira-kira 13% anak mengalami tingkat hipovitaminosis D dan hemoglobin rendah sekaligus. Prevalensi hipovitaminosis D pada kelompok anak dengan anemia sebesar 96,8% dibandingkan dengan 91,6% pada kelompok tanpa anemia (p=0,046). Rata-rata kadar 25(OH)D lebih rendah secara bermakna pada kelompo anak dengan anemia dibandingkan dengan kelompok tanpa anemia (19,6+13,3 vs 24,0+23,1 nmol/L; p=0,003). Setelah mengontrol jenis kelamin dan IMT, kelompok anak dengan defisiensi vitamin D hampir 3,45 kali lebih cenderung menderita anemia dibandingkan dengan kelompok anak dengan sufisiensi vitamin D (95% interval kepercayaan [CI], 1,21-9,81). Peningkatan risiko anemia ditemukan mulai secara signifikan pada kadar 25(OH)D<44nmol/L (17,6 ng/mL; odds rasio: 2,29; 95% CI, 1,07-4,91, p=0,032).

Temuan-temuan ini menegaskan dengan kuat hubungan antara rendahnya kadar 25(OH)D di sirkulasi dengan anemia pada sampel besar anak yang representatif, bahkan setelah disesuaikan berdasarkan jenis kelamin, usia, IMT, dan iPTH.

 

Kata kunci: vitamin D, besi, anemia, anak

vitamin d banyakbaca dokteryoseph

Nutrition 47 (2018) 69–74

Poor vitamin D status increases the risk of anemia in school children: National Food and Nutrition Surveillance

Bahareh Nikooyeh Ph.D., Tirang R. Neyestani Ph.D. *

Laboratory of Nutrition Research, National Nutrition and Food Technology Research Institute and Faculty of Nutrition Sciences and Food Technology, Shahid Beheshti University of Medical Sciences, Tehran, Iran

dukung dokteryoseph.com

Diterjemahkan oleh dokteryoseph

1 thought on “Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Anemia pada Anak Usia Sekolah

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close