Ironi Gizi Buruk di Asmat dan Forum Pangan Asia-Pasifik

Agats, 5 Februari 2018

Masa pemulihan kesehatan pasien campak dan gizi buruk yang dirawat di RSUD Agats Kabupaten Asmat, Papua berjalan baik. Penguatan Puskesmas dan kesehatan lingkungan menjadi fokus tindak lanjut Kemenkes berikutnya.

Dokter dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Dimas Dwi Saputro, Sp.A., Fathih Juandi Pohan, Sp.A., dan M. Kurniawan T Kadafi Sp.A(K) yang bergabung dalam Flying Health Care (FHC) gelombang I memastikan, kondisi pasien pulih.

“Terlihat dari keadaan umum seperti keluhan berkurang, asupan makan dan minum bertambah, dan kenaikan berat badan mereka,” jelas Dimas yang bertugas pada 17-25 Januari 2018 lalu.

Dari sisi klinis, menurutnya, respon perbaikan gizi nampak cepat. Asupan makanan untuk akselerasi capaian perbaikan gizi serta kalori untuk mengejar pertumbuhan badan kepada pasien gizi buruk di RSUD Agats, dinilainya sudah sesuai.

Sepanjang pengamatannya di distrik Fumiripits dan Suru-Suru, sebagian besar pasien campak dan gizi buruk memang membaik kondisinya. Namun, ada kecenderungan kembali lagi ke pola hidup alamiahnya di hutan.

Baca juga: Diare pada Anak

“Peran pola makan keluarga berpengaruh besar pada gizi anak. Masyarakat bisa mengubah pola hidup dengan memperhatikan kesehatan keluarga dan lingkungan. Karena yang menjadi penyebab gizi buruk dan campak itu ada banyak faktor seperti pola makan, tidak PHBS (berperilaku hidup bersih dan sehat), dan tidak menjaga kebersihan lingkungan,” papar Dimas.

Pengalaman membantu pemulihan kasus gizi buruk di Asmat memperlihatkan, kondisi pasien sudah bagus dan diperbolehkan pulang, tetapi beberapa waktu kemudian pasien tersebut kembali lagi dengan masalah yang sama.

“Gizi buruk bukan hanya soal makan. Pasien sudah kembali ke kampung, tapi balik lagi ke rumah sakit dengan gizi buruk. Karena orang tuanya tidak memberi pola makan yang benar dan lingkungan tidak bersih,” kata Dimas.

Tim IDAI pun merekomendasikan kepada pemerintah agar pasca pemulangan pasien perlu mengajak kader per distrik untuk datang ke Agats. Tujuannya untuk merawat warga dari distrik yang sama sekaligus dilatih menangani kasus agar tidak terulang dan kader terus dapat melakukan pendampingan perbaikan pola makan anak dan keluarganya.

Diberikan pula antibiotik kepada penderita gizi buruk, vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks serta asam folat. Pemantauan kenaikan berat badan pun dilakukan setiap pagi.

Kepala Badan PPSDM Kesehatan selaku Pembina Wilayah (Binwil) Papua, Usman Sumantri, memastikan ada tahapan tindak lanjut yang ditempuh. Selama 3 bulan masa tanggap darurat tetap mengandalkan FHC dan kebutuhan Nakes disesuaikan lapangan.

“Setelah tanggap darurat selesai 3 bulan kita sweeping ORI sekaligus penguatan Puskesmas dan kader, baru masuk Nusantara Sehat (NS) untuk menetap minimal satu tahun,” jelas Usman.

Persyaratan tenaga kesehatan yang diikutkan menjadi pendamping adalah yang sudah berpengalaman bertugas di Puskesmas. Khusus NS diutamakan yang telah selesai penugasan.

Tahap ketiga pada 2 Februari 2018 lalu dikirim 31 orang tenaga kesehatan dan pendukung operasional, 212 kilogram obat-obatan dan perbekalan kesehatan.

Tenaga kesehatan yang diterjunkan terdiri atas: 2 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anestesi, 1 dokter spesialis gizi klinik, 1 dokter spesialis kebidanan dan kandungan, 7 dokter umum, 10 perawat, 1 apoteker, 1 ahli gizi dan 1 tenaga surveilans. Sementara tambahan obat-obatan yang dikirimkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar antara lain ambroxol, amoksisilin, parasetamol, deksametason dan vitamin.

Pengiriman bantuan pertama kali dilakukan oleh Kemenkes RI pada 15 Januari 2018 lalu. Total bantuan kesehatan yang sudah dikirimkan oleh Kemenkes ke Kabupaten Asmat sampai dengan saat ini mencapai 106 orang tenaga kesehatan dan 589 kilogram obat-obatan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan bermacam perbekalan kesehatan.

Tahapan penanggulangan campak melalui vaksinasi menyasar anak usia 9-59 bulan. Jumlah yang terlayani hingga 18 Januari sebanyak 2.879 anak (70,8%). Total sebanyak 13.337 anak terlayani (31 Januari 2018) dengan 121 anak rawat inap di RSUD Agats dan 57 anak di Aula GPI. Kemudian dilakukan pemenuhan logistik di Puskesmas serta perbaikan penyimpanan vaksin berikut transfer ilmu antar nakes.

Upaya penyehatan kesehatan lingkungan dilakukan melalui penyuluhan Sanitasi Terpadu Berbasis Masyarakat (STBM) dan cuci tangan pakai sabun, penjernihan air cepat dengan koagulan.

dokteryoseph asmat campak gizi buruk kemenkes ri

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(Ind)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH
NIP. 196110201988031013

===

Komentar dokteryoseph:

  • Perlu dijelaskan mengapa pada penderita gizi buruk diberikan antibiotik. “Diberikan pula antibiotik kepada penderita gizi buruk, vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks serta asam folat.” Jangan sampai timbul persepsi bahwa gizi buruk adalah penyakit yang dapat disembuhkan (secara langsung) dengan pemberian obat antibiotik.
  • Jenis antibiotik yang diberikan semoga tepat indikasi, tak hanya satu macam untuk semua penyakit bakterial, karena terkesan hanya satu macam antibiotik (yaitu Amoksisilin) yang dikirimkan. “Sementara tambahan obat-obatan yang dikirimkan untuk mendukung pelayanan kesehatan dasar antara lain ambroxol, amoksisilin, parasetamol, deksametason dan vitamin.” Perlu juga dijelaskan kenapa kortikosteroid (Deksametason) disebutkan sebagai pendukung pelayanan kesehatan dasar di Asmat, seberapa besar kebutuhannya di sana.
  • KLB campak dan gizi buruk ini adalah salah satu contoh akibat korupsi, baik dana kesehatan maupun korupsi secara umum. Dukung terus pemerintah dan penegak hukum untuk memberantas korupsi.
  • Ironis sekali gambar yang disajikan di situs Kementrian Kesehatan. Di sebelah kiri adalah anak gizi buruk (semoga sudah seijin pasien atau keluarganya) dan di samping kanannya adalah flyer Asia-Pacific Food Forum 2017 dengan gambar aneka bahan pangan. Karena toh acaranya sudah selesai, sebaiknya flyer tersebut diganti saja dengan yang lain, agar tidak timbul ironi yang tidak perlu.

===

bantu situs ini tetap online

Sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180205/1724751/klb-campak-dan-masalah-gizi-buruk-cepat-dipulihkan/ accessed Feb 5, 2018, 23:00 WIB.

3 thoughts on “Ironi Gizi Buruk di Asmat dan Forum Pangan Asia-Pasifik

  1. KUMPULAN KEBIJAKAN TERKAIT PENANGGULANGAN NARKOBA 2015 – 2017

    1. PERDA KAB TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2017 ttg Fasilitas Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba
    2. PERDA KAB ROKAN HULU NOMOR 7 TAHUN 2016 ttg Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya
    3. PERDA PROVINSI BALI NOMOR 7 TAHUN 2017 ttg Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
    4. PERDA KAB OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2016 ttg Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya
    5. PERDA KAB MALANG NOMOR 1 TAHUN 2017 ttg Fasilitas Pencegahan Dan Penanggulangan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya
    6. PERDA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 5 TAHUN 2015 ttg Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, Dan Zat Adiktif Lainnya
    7. PERDA KAB BANYUASIN NOMOR 2 TAHUN 2015 ttg Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya
    8. PERMENKES NOMER 3 TAHUN 2015 ttg Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, Dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika Dan Prekursor Farmasi
    9. PERARTURAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL RI NOMOR 24 TAHUN 2017 ttg Standar Pelayanan Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkotika Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika
    10. PERMENKES RI NOMOR 50 TAHUN 2015 ttg Petunjuk Teknis Pelaksanaan Wajib Lapor Dan Rehabilitasi Medis Bagi Pecandu, Penyalahguna, Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika
    11. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 2015 ttg Organisasi Dan Tata Kerja Badan Narkotika Provinsi Dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota
    12. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 17 TAHUN 2016 ttg Tata Cara Peningkatan Kemampuan Lembaga Rehabilitasi Medis Dan Lembaga Rehabilitasi Sosial Bagi Pecandu Dan Korban Penyalahgunaan Narkotika
    13. PERDA PROVINSI GORONTALO NOMOR 1 TAHUN 2015 ttg Pembentukan Organisasi Tata Kerja Sekretariat Pelaksana Harian Badan Narkotika Provinsi Gorontalo
    14. PERDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2017 ttg Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
    15. PERATURAN KEPALA BIDANG NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 7 TAHUN 2015 ttg Rencana Strategis Badan Narkotika Nasional Tahun 2015 – 2019
    16. PERDA KAB LAHAT NOMOR 4 TAHUN 2015 ttg Pemilihan Kepala Desa
    17. PERBUP NOMOR 35 TAHUN 2017 ttg Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika Dan Bahan Adiktif Lainnya Di Kabupaten Sampang
    18. PERPRES NOMOR 51 TAHUN 2017 ttg Tunjangan Jabatan Fungsional Penyuluh Narkoba
    19. PERMENKES NOMOR 2 TAHUN 2017 ttg Perubahan Penggolongan Narkotika
    20. PERDA KOTA BANDUNG NOMOR 12 TAHUN 2015 ttg Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya Dan Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome
    21. BNN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2015 ttg Pembentukan Satuan Tugas Anti Narkoba
    22. BNN PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR : KEP/15/IX/Ka/Cm.01.00/2015/BNNP ttg Pembentukan Kader Edukatif Anti Narkoba(KAREN)
    23. PERDA PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 3 TAHUN 2016 ttg Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya
    24. PERMENKES NOMOR 2 TAHUN 2017 ttg Narkotika
    25. PERMENKES NOMOR 3 TAHUN 2017 ttg Perubahan Penggolongan Psikotropika

    Nama Kelompok
    Yunita Rapun 42160018
    Novi Asiye 42160021
    Wa Ode Dessy J 42160023
    Kadek Dewi APS 42160024

    Like

  2. KUMPULAN KEBIJAKAN TERKAIT BAHAYA MEROKOK 2015-2017

    1. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 147/Pmk.010/2016 TentangPerubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179 /Pmk.011/2012 Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau
    2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok Untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
    3. Walikota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    4. Peraturan Mendikbud Nomor 64 Tahun 2015, Tentang Kawasan Tanpa Rokok Di Lingkungan Sekolah
    5. Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    6. Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 5 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    7. Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    8. Peraturan Daerah KabupatenButonProvinsi Sulawesi Tenggara Nomor 4 Tahun 2017 TentangKawasanTanpaRokok
    9. Peraturan Daerah KabupatenTabalongProvinsi Kalimantan Selatan Nomor 3 Tahun 2017 TentangKawasanTanpaRokok
    10. PeraturanBupatiMusiRawas Utara Provinsi Sumatera Selatan Nomor 72 Tahun 2017 TentangKawasanTanpaRokok
    11. PeraturanGubernur Daerah KhususIbukota Jakarta Nomor 1 Tahun 2015 TentangLaranganPenyelenggaraanReklameRokok Dan ProdukTembakauPada Media LuarRuang
    12. PeraturanWalikota Denpasar Bali Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pembinaan Dan PengawasanKawasanTanpaRokok
    13. Peraturan Daerah Kabupaten Trenggalek ProvinsiJawaTimurNomor 7 Tahun 2016 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok
    14. Daerah Istimewa Yogyakarta Peraturan Bupati Bantul Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Kawasan Sehat Bebas Asap Rokok
    15. PeraturanWalikota Denpasar Bali Nomor 7 Tahun 2016 TentangTempat Lain Yang DitetapkanSebagaiKawasanTanpaRokok
    16. Peraturan Daerah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    17. Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    18. Peraturan Daerah Kota SalatigaProvinsiJawa Tengah Nomor 6 Tahun 2016 TentangPenyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok
    19. PeraturanBupatiKonawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 35 Tahun 2016 TentangPeningkatanPolaHidupBersih Dan Sehat (Phbs) MelaluiSatuanTugas (Satgas) MandaraMendidoha
    20. Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok
    21. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Nomor :63/M- Ind/Per/8/2015. Tentang. Peta Jalan (Roadiwap) Produksi Industri Hasil Tembakau
    22. Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 214 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 244 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame
    23. Peraturan Menteri Keuangan Republik IndonesiaNomor 146/Pmk.010/2017TentangTarif Cukai Hasil Tembakau
    24. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Pajak Rokok Untuk Pendanaan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
    25. Peraturan Daerah Kota LubukLinggauNomor 1 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok.
    26. Peraturan Daerah KabupatenBulelengNomor 2 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok.
    27. Peraturan Daerah KabupatenPolewaliMandarNomor4 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok.

    Violensia chrisianti 42160013
    Vincent exel Susanto 42160017
    Febrian moris 42160019
    Andryawan wahyu P 42160022

    Like

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close