dokteryoseph waspadai peredaran obat palsu

Prosedur Melakukan Pemeriksaan Tanda Vital

Pemeriksaan Tanda-tanda Vital (TNRS)

 

Persiapan

  1. Mengucapkan salam, memperkenalkan diri, memastikan identitas pasien, menjelaskan, dan meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan.
  2. Memeriksa ketersediaan alat.
  3. Mencuci tangan.
  4. Meminta pasien berbaring terlentang atau duduk.

Baca juga: Awas obat palsu

Penilaian Keadaan Umum

  1. Menentukan derajat kesadaran pasien dengan cara memberikan pertanyaan tentang keadaan sekeliling pasien (contoh: nama, waktu, atau tempat pasien berada).
  2. Menilai kondisi sakit secara umum: tidak tampak sakit, ringan, sedang, atau berat.
  3. Menilai taksiran usia sesuai/tidak.
  4. Menilai bentuk tubuh, habitus, gizi, cara berjalan/berbaring, dan mobilitas.

contoh soal cbt ukmppd

Pengukuran Tekanan Darah

  1. Memasang manset dengan kriteria:
  • Posisikan lengan atas sejajar dengan jantung.
  • Lengan baju tidak terlilit manset.
  • Tepi bawah manset 2-3 cm di atas fossa cubiti.
  • Balon dalam manset harus menutupi lengan atas di sisi ulnar (di atas a. brachialis).
  • Pipa karet tidak menutupi fossa cubiti (manset diikat cukup ketat tetapi tidak membendung vena).
  1. Palpasi denyut a. brachialis untuk menentukan tempat meletakkan membran stetoskop.
  2. Memompa manset sambil meraba a. brachialis atau a. radialis hingga denyut hilang. Kemudian menaikkan tekanan manset 30 mmHg + 5 mmHg.
  3. Meletakkan corong/membran stetoskop di atas a. brachialis dengan cermat:
  • Seluruh permukaan membran menempel pada kulit.
  • Tidak terlalu keras.
  • Tidak disisipkan di antara kulit dan manset.
  1. Menurunkan tekanan manset secara lancar dengan kecepatan tetap (2-4 mmHg/detik) sambil mendengarkan bunyi aliran darah.
  2. Melaporkan hasil pengukuran tekanan darah.

Baca juga: Cara Menulis Resep Dokter dengan Benar

Penilaian Denyut Nadi (Arteri) Perifer

Arteri Brachialis

  1. Mencari denyut a. brachialis pada fossa cubiti lengan kanan dan kiri pasien dengan palpasi menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Menilai frekuensi, kekuatan, dan irama denyut a. brachialis selama 1 menit.
  3. Melaporkan hasil penilaian frekuensi, kekuatan, dan irama denyut a. brachialis.

 

Arteri Radialis

  1. Mencari denyut a. radialis pada pergelangan tangan kanan dan kiri pasien dengan palpasi menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Menilai frekuensi, kekuatan, dan irama denyut a. radialis selama 1 menit.
  3. Melaporkan hasil penilaian frekuensi, kekuatan, dan irama denyut a. radialis.

Baca juga: Bahaya Rokok Elektrik (Vape) bagi Manusia

Arteri Dorsalis Pedis

  1. Mencari denyut arteri dorsalis pedis pada punggung kaki kanan dan kiri pasien dengan palpasi menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Menilai frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri dorsalis pedis selama 1 menit.
  3. Melaporkan hasil penilaian frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri dorsalis pedis.

 

Arteri Tibialis Posterior

  1. Mencari denyut arteri tibialis posterior pada posterior maleolus medial kanan dan kiri pasien dengan palpasi menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Menilai frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri tibialis posterior selama 1 menit.
  3. Melaporkan hasil penilaian frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri tibialis posterior.

 

Arteri Poplitea

  1. Mencari denyut arteri poplitea pada fossa poplitea kanan dan kiri pasien dengan palpasi menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
  2. Menilai frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri poplitea selama 1 menit.
  3. Melaporkan hasil penilaian frekuensi, kekuatan, dan irama denyut arteri poplitea.

Baca juga: Bahaya Sate dan Durian

Penilaian Pernapasan

  1. Melihat gerakan naik turun dari dinding dada dan perut, untuk menentukan frekuensi, irama, jenis, dan kedalaman pernapasan pasien selama 1 menit.
  2. Melaporkan hasil penilaian pernapasan.

dokteryoseph waspadai peredaran obat palsu

Pengukuran Suhu Tubuh

  1. Memeriksa suhu tubuh melalui aksila.
  2. Meletakkan termometer digital pada aksila.
  3. Menunggu hingga terdengar suara “bip” dari termometer, mengangkat termometer dari aksila, lalu baca dan catat hasilnya.
  4. Membersihkan kembali termometer yang telah digunakan sebelum dimasukkan ke dalam tempatnya.
  5. Merapikan alat.
  6. Mencuci tangan.

dukung dokteryoseph.com

Sumber: Kolegium Ilmu Penyakit Dalam. 2017. Panduan Teknik Pemeriksaan dan Prosedur Klinis Ilmu Penyakit Dalam. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s