Bahaya Suplementasi Vitamin dan Mineral

Vitamin dan mineral dipasarkan dalam berbagai bentuk untuk (katanya) menjaga kesehatan kita. Beberapa vitamin dan mineral dikemas bersama-sama dan dikenal sebagai suplemen multivitamin dan mineral. Banyak yang merasa lebih bugar setelah mengonsumsi suplemen tertentu. Tetapi beberapa malah menimbulkan risiko gangguan kesehatan melebihi manfaat yang diberikan, terutama ketika kita mulai menua.

Baca juga: Cara mengukur tanda vital

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Memang beberapa kondisi kekurangan vitamin atau mineral sering ditemukan pada mereka yang asupannya tidak lengkap. “Suplemen vitamin dan mineral paling berguna ketika suplementasi ini dapat menutupi kekurangan dari asupan makanan,” kata Marvin Lipman. “Makanya, sebagian besar dari kita sesungguhnya tidak membutuhkan produk suplemen vitamin dan mineral apapun. Penggunaan tambahan vitamin dan mineral saat tubuh kita tidak memerlukannya dapat berbahaya, terutama jika disertai dengan minum obat-obatan lain yang diresepkan oleh dokter.”

salad sehat murah

Sebagai tambahan, bukti-bukti yang mendukung produk-produk suplemen kadang-kadang tidak begitu kuat, bahkan kita tak bisa benar-benar yakin apa yang sebenarnya terkandung dalam suatu produk suplemen. Jika anda berusia 50 tahun ke atas, mengonsumsi empat suplemen ini dapat berbahaya bagi anda.

[1] Asam Folat

Asam folat atau vitamin B9 telah dikenal (meskipun belum terbukti secara meyakinkan) dapat mengatasi gejala depresi dan penyakit jantung, serta mengurangi gejala penyakit Alzheimer. Namun penelitian baru-baru ini yang terbit di American Journal of Clinical Nutrition menemukan hubungan kelebihan folat dengan gejala kebas dan rasa panas di ujung-ujung tangan dan kaki. “Gejalanya dapat timbul 7 kali lipat lebih sering pada kelompok yang mengonsumsi asam folat lebih dari 800 mikrogram per hari,” kata Ligi Paul dari Tufts University.

Baca juga: Bahaya Asap Vapor

Jika mengonsumsi asam folat setidaknya 300 mikrogram per hari efeknya dapat menutupi gejala kekurangan vitamin B12, padahal defisiensi vitamin B12 ini sering dijumpai pada populasi lanjut usia, ujar Orly Avitzur. “Jika tidak terdiagnosis, kekurangan vitamin B12 dapat merusak saraf, menimbulkan gangguan kognitif, dan bahkan dapat memicu masalah psikiatris,” tambahnya. Asam folat juga dapat menurunkan efektifitas obat kejang fosfenitoin dan obat kanker metotreksat.

Siapa yang sebenarnya memerlukan suplementasi asam folat? Hanya ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Folat diperlukan untuk mencegah cacat bawaan pada janin.

[2] Kalsium

Anda mungkin terpikat oleh iklan suplemen kalsium (baik dalam bentuk pil atau susu dll) untuk memperkuat tulang anda yang memang makin rapuh seiring pertambahan usia. Namun konsumsi secara rutin dapat meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal dan mungkin dapat memicu penyakit jantung.

Baca juga: Kandungan gizi minuman coklat Cadbury

Sebuah penelitian di Journal of the American Heart Association pada bulan Oktober 2017 menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi suplemen kalsium dalam periode 10 tahun lebih mungkin mengalami pengerasan pembuluh darah arterinya dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi suplemen kalsium. Pengerasan yang dikenal dengan plak arteri dapat mengarah pada kejadian serangan jantung. Suplementasi kalsium juga dapat berinteraksi dan menimbulkan efek negatif jika dikonsumsi bersama dengan beberapa obat untuk penyakit jantung atau gangguan fungsi kelenjar tiroid.

Siapa yang sebenarnya memerlukan suplementasi kalsium? Mereka yang kekurangan kalsium, yang harus dibuktikan dahulu oleh pemeriksaan penunjang tertentu.

[3] Besi

Anemia, atau rendahnya kadar besi dalam darah, makin sering dijumpai seiring pertambahan umur. Namun mengonsumsi terlalu banyak besi dapat menutupu gejala anemia, yang dapat disebabkan oleh pendarahan organ dalam atau penyebab lain, sehingga malah mempersulit dokter untuk dapat mendiagnosis dengan tepat.

Baca juga: Anemia dan Berat Badan Bayi

Suplemen yang mengandung besi juga dapat menghambat penyerapan antibiotik tertentu dan obat penurun darah tinggi (misalnya kaptopril). Dan jika anda penderita hemokromatosis (suatu penyakit genetik), jangan mengonsumsi suplemen besi sembarangan karena dapat memicu penimbunan besi di organ-organ vital, dann berpotensi menyebabkan gejala diabetes, gangguan jantung, dan kerusakan hati/liver.

Yang benar-benar membutuhkan suplementasi besi adalah penderita anemia akibat kekurangan besi.

Baca juga: Anemia Menyebabkan Tuli

[4] Vitamin E

Beberapa orang mengatakan bahwa suplementasi vitamin E dapat mencegah kanker, demensia (pikun), dan penyakit jantung, tapi bukti-buktinya masih sangat sedikit, dan banyak alasan untuk menghindari suplementasi vitamin E. Penelitian telah menemukan hubungan penggunaan rutin suplemen vitamin E dengan peningkatan risiko gagal jantung hingga 13 persen pada populasi tertentu. Sebuah penelitian tahun 2011 yang terbit di JAMA menemukan bahwa mengonsumsi 400 IU per hari dapat meningkatkan risiko seorang pria untuk menderita kanker prostat hingga 17%. Konsumsi suplemen vitamin E juga menurunkan efektifitas beberapa obat kemoterapi.

pizza bergizi

Intinya adalah gunakan suplemen vitamin atau mineral sesuai dengan kebutuhan kita. Jika tidak mengalami kekurangan vitamin atau mineral maka lebih baik tidak menggunakan suplemen apapun. Makan saja yang makanan yang lengkap zat gizinya. Jangan lupa yakini, lakukan, dan syukuri setiap pilihan makanan dalam diet kita sehari-hari. Salam sehat dari saya.

dukung dokteryoseph.com

Sumber:

Some vitamins and minerals may carry more risks than benefits. The Washington Post, 14 April 2017. washingtonpost.com/national/health-science/some-vitamins-and-minerals-may-carry-more-risks-than-benefits/2017/04/14/01ed4166-c2f0-11e6-9a51-cd56ea1c2bb7_story.html?utm_term=.320c72e2813f

4 thoughts on “Bahaya Suplementasi Vitamin dan Mineral

  1. Hal-hal umum dari kebijakan tertulis berdasarkan Peraturan Daerah Lubuklinggau Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok adalah bahwa peraturan ini berlaku untuk seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau. Dasar penyusunan Peraturan Daerah ini adalah UU No 36 tahun 2009 pasal115 ayat 2. Peraturan Daerah ini dibuat agar terciptanya Kawasan Tanpa Rokok. Kawasan Tanpa Rokok memiliki arti bahwa tidak adanya kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, memberikan perlindungan dan mencegah dampak buruk dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan/atau perokok pasif, dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta bebas dari asap rokok. Setiap orang berhak atas udara bersih dan menikmati udara yang bebas dari asap rokok. Jika masyarakat tidak mendapatkan haknya, setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran yang disebabkan oleh asap rokok. Setiap Lembaga/Badan pada tempat umum dan tempat kerja mampu menyediakan tempat khusus merokok, yang telah diatur oleh Peraturan Walikota. Kawasan Tanpa Rokok sebagaimana yang dimaksud meliputi: fasilitas pelayanan kesehatan (RS, PUSKESMAS, rumah bersalin, POSYANDU, balai pengobatan), lingkungan tempat proses belajar mengajar (sekolah perguruan tinggi, balai pelatihan, kursus, bimbingan belajar), tempat bermain dan/atau berkumpulnya anak-anak (kelompok bermain, TK, PAUD, TPA), tempat ibadah, kendaraan angkutan umum, tempat kerja, tempat umum (pasar, hotel, restoran, taman kota, tempat rekreasi, stasiun, halte), dan prasarana olahraga. Walikota melakukan pembinaan umum agar terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok serta perlindungan masyarakat dari bahaya rokok. Pembinaan umum dilakukan melalui penyebarluasan informasi dan sosialisasi melalui media cetak dan elektonik, koordinasi dengan seluruh instansi, elemen organisasi masyarakat, kalangan pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta tokoh pemuka. Selain itu Walikota membentuk tim untuk melaksanakan pembinaan. Pembinaan dilakukan dalam upaya mengarahkan pimpinan lembaga dan/ atau badan pada Kawasan Tanpa Rokok untuk mengefektifkan tempat yang dimiliki atau dikelola oleh dan/ atau badan agar bebas dari asap rokok dilakukan dengan kunjungan ke lokasi Kawasan Tanpa Rokok. Setiap pimpinan lembaga dan/ atau badan wajib melaksanakan pengendalian di lingkungan Kawasan Tanpa Rokok sesuai kewenangannya. Tiap orang ikut memiliki rasa tanggung jawab dan berperan aktif dalam rangka terbentuknya dan terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok dengan keikutsertaan dalam bimbingan dalam penyuluhan, penyebarluasan informasi kepada masyarakat, mengingatkan atau menegur perokok untuk tidak merokok di Kawasan Tanpa Rokok, memberitahu pemilik, pengelola dan penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok serta melaporkan kepada pejabat berwenang jika terjadi pelanggaran. Selain itu Pemerintah Kota bertanggung jawab dan wajib menyebarluaskan informasi yang berkenaan dengan keterlibatan masyarakat dalam terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok. Setiap orang dilarang merokok dan setiap Lembaga dan/ atau Badan dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan/ membeli produk rokok di fasilitas pelayanan kesehatan (RS, PUSKESMAS, rumah bersalin, POSYANDU, balai pengobatan), lingkungan tempat proses belajar mengajar (sekolah perguruan tinggi, balai pelatihan, kursus, bimbingan belajar), tempat bermain dan/atau berkumpulnya anak-anak (kelompok bermain, TK, PAUD, TPA), tempat ibadah, kendaraan angkutan umum, tempat kerja, tempat umum (pasar, hotel, restoran, taman kota, tempat rekreasi, stasiun, halte), dan prasarana olahraga. Apabila setiap Lembaga dan/atau Badan melanggar ketentuan tersebut dikenakan sanksi berupa pemberian teguran tertulis pertama, pemberian teguran tertulis kedua disertai pemanggilan, pemberian teguran tertulis ketiga, penindakan dan/atau pelaksanaan sanksi polisional dan/atau pencabutan izin bahkan dikenakan denda administratif. Selain itu juga, jika setiap orang merokok di Kawasan Tanpa Rokok yang sudah disebutkan diatas maka diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)
    Anggota Kelompok :
    1. Veronika Devi Irawan (42160049)
    2. Silvia Dewi (42160050)
    3. Meilina (42160051)

    Like

  2. Maria Anasthasya Tangkilisan May 7, 2018 — 10:28 pm

    ADMINISTRASI
    Peraturan daerah kabupaten tapin nomor 11 tahun 2016 tentang pengendalian minuman beralkohol dan penyalahgunan obat oplosan serta zat adiktif lainnya di kabupaten Tapin. Peraturan ini dibuat dikarenakan maraknya minuman beralkohol dan penyalahgunaannya, penyalahgunaan minuman bersuplemen yang dicampur alcohol, maupun obat-obatan medis yang dicampur dengan obat-obatan medis lainnya tanpa resep serta penyalahgunaan zat adiktif lainnya. Dalam peraturan daerah ini, hanya mengatur daerah Tapin. Dan untuk kepala daerah yang mengatur peraturan ini adalah bupati Tapin. Bupati ditetapkan sebagai penyelenggara pemerintahan daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi daerah otonom. Dinas merupakan satuan kerja perangkat daerah yang memiliki wewenang untuk mengendalikan minuman minuman beralkohol dan penyalahgunaan obatr oplosan, zat adiktif lainnya.
    Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung ethanol (C2H5OH) yang diproses daro bahan hasil dari pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi. Zat adiktif adalah zat Obat oplosan merupakan hasil dari pencampuran obat-obatan medis tanpa resep medis yang dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat menimbulkan efek mabuk ataupun kecanduan.
    Dibentuknya peraturan ini memiliki maksud untuk memberikan kepastian hukum terhadap pengendalian minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat oplosan serta zat adiktif lainnya yang terjadi ke generasi muda atau masyarakat lainnya.
    Untuk tujuan diciptakannya peraturan daerah ini pada dasarnya adalah untuk mencioptakan keamaanan bagui masyarakat serta untuk menhafa masyarakat agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meruksa fisik maupun raganya. Tujuan lain dari adanya peraturan daerah ini adalah untuk memberantas kriminalitas yang diakibatkan oleh masyarakat yang mabuk, memberantas kegiatan yang merugikan masyarakat lainnya serta mengendalikan peredaran dari minuman beralkohol dan penyalahgunaan obat oplosan atau zat adiktif lainnya di daerah Tapin.
    PERINTAH/LARANGAN
    Pada peraturan daerah kabupaten tapin nomor 11 tahun 2016 ini, terdapat larangan dan juga perintah yang harus dilaksanakan. Larangan yang di maksud adalah setiap orang dilarang memproduksi, memiliki, mengedarkan, menjual, mengimpor, menyimpan, membawa, mempromosikan, mengkonsumsi baik itu minuman beralkohol maupun obat-obatan oplosan yang dapat menciptakan efek mabuk serta menyediakan sarana dan prasarananya dalam Wilayah Hukum Kabupaten Tapin. Jika terdapat sebuah keramaian, maka penyelenggara harus mencegah adanya kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal tersebut. Tetapi, khusus untuk alkohol, bagi yang menjual diharuskan memiliki ijin yang telah diatur pada pasal awal dari peraturan ini.

    Warga masyarakat juga memiliki kewajiban untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan aturan ini, dengan cara melaporkan kepada aparat penegak hukum, serta menjadi saksi dari setiap tindakan yang melibatkan obat oplosan maupun alkohol. Selain itu, Pemerintah Daerah berserta tokoh masyarakat, tokoh agama, guru dan orang tua dapat mendidik, memberi bimbingan dan pembinaan terkait bahaya dari alcohol dan obat oplosan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan apparat hukum yang membidangi permasalahan tersebut.

    SANKSI
    Bagi setiap orang yang melakukan perbuatan seperti meminum obat – obatan oplosan maupun minuman oplosan, menghirup maupun menghisap zat adiktif lainnya dengan tujuan untuk dapat menimbulkan efek mabuk atau diketahuinya dapat menimbulkan efek mabuk akan direhabilitasi. Rehabilitasi tersebut akan dikoordinasikan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait dengan segala biayanya akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait.
    Bagi setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan larangan (memproduksi, memiliki, mengedarkan, menjual, mengimpor, menyimpan, membawa, mempromosikan, mengkonsumsi minuman beralkohol serta obat dan/atau minuman oplosan, menghirup maupun menghisap zat adktif lainnya) akan mendapatkan ancaman dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
    Bagi setiap orang yang menyelenggarakan atau menjadi panitia penyelenggara yang membiarkan adanya kegiatan minuman beralkohol, obat oplosan, minuman oplosan, dan/atau menghirup atau menghisap zat adiktif lainnya di tempat umum akan mendapatkan ancaman dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah).

    Nama Kelompok :
    Iratiara M. Panjaitan (‭42160058‬)
    Maria Anasthasya Tangkilisan (‭42160059‬)
    Meilianawati Limawan (‭42160060‬)

    Like

  3. Maria Chrisna Indrasari May 8, 2018 — 5:59 am

    Ringkasan Konten Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Kesejahteraan Lanjut Usia
    A. Administrasi
    Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 8 tahun 2016 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dibentuk oleh pemerintah daerah Kabupaten Kampar yang dipimpin oleh Bupati, untuk seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Kampar. Peraturan ini dibentuk demi tercapainya kesejahteraan hidup pada warga lanjut usia yang selanjutnya disebut lansia. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas, yang dibedakan lagi menjadi lansia potensial dan tidak potensial. Lansia potensial adalah lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang dan/ atau jasa. Lansia potensial yang tidak atau belum mampu mencukupi kebutuhan dasar hidupnya disebut juga lansia potensial yang tidak mampu. Sedangkan lansia yang sudah tidak dapat mencari nafkah dan rentan atau bergantung pada orang lain, disebut lansia tidak potensial. Kesejahteraan yang dimaksud di peraturan ini adalah tata kehidupan dan penghidupan sosial baik material maupun spiritual yang diliputi rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentaraman lahir batin. Kondisi tersebut memungkinkan setiap warga untuk mengadakah kebutuhan jasmani, rohani, dan social yang sebaik – baiknya bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat dengan menjunjung tinggi hak dan kewajiban yang berdasarkan Pancasila.
    Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia bertujuan untuk memperpanjang usia harapan hidup dan masa produktif lansia, mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan lansia, memelihara sistem nilai budaya dan kekerabatan masyarakat di daerah untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, meningkatkan dukungan dan komitmen dari Pemerintah daerah serta masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan lansia, dan meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku keluarga lansia dalam peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Keluarga lansia yang dimaksud adalah keluarga yang memiliki salah satu atau lebih anggota lansia.
    Lansia memiliki hak untuk meningkatkan kesejahteraanya yang meliputi, pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, pelayanan kesempatan kerja,pelayanan pendidikan dan pelatihan, kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana umum, kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana dan prasarana umum, kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum serta perlindungan sosial. Pemberdayaan Lansia ditujukan kepada seluruh kategori lansia yang telah disebutkan. Tujuan pemberdayaan adalah agar Lansia tetap dapat melaksanakan fungsi sosial dan berperan aktif secara wajar di kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
    B. Perintah dan Larangan
    Mengenai perintah dan larangan dalam peraturan daerah ini tertulis sebagai kewajiban dari kedua belah pihak.Mencakup kewajiban bagi lansia dan juga kewajiban bagi petugas penyelenggaraan kesejahteraan lansia.
    Kewajiban bagi masyarakat lansia secara umum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah sama. Sebagaimana yang telah disebutkan diatas yang dimaksud diantaranya adalah lansia potensial, lansia potensial yang tidak mampu, dan lansia yang tidak potensial. Selain yang telah disebutkan diatas sesuai peran dan fungsinya lansia juga berkewajiban untuk : membimbing dan menasehati secara arif dan bijaksanan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya terutama terhadap keluarga untuk menjaga martabat dan meningkatkan kesejahteraan; mengamalkan dan mentranformasikan ilmu pengetahuan, keahlian keterampilan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki kepada generasi penerus; serta memberi keteladanan dalam segala aspek kehidupan.
    Sebagaimana dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai masyarakat lansia pemerintah daerah juga memiliki tugas dan tanggung jawab terhadapnya berupa: pemerintah daerah bertugas mengarahkan, membimbing dan menciptakan suasanan yang menjunjung bagi terlaksannya upaya peningkatan kesejahteraan lansi;selain itu Pemerintah daerah bersama dengan dunia usaha, masyarakat dan keluarga bertanggung jawab atas terwujudnya upaya penigkatan kesejahteraan lansia
    B. Sanksi
    Didalam peraturan daerah ini setiap orang atau badan atau organisasi atau lembaga memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial bagi para warga lanjut usia / Lansia di wilayah Kabupaten Kempar. Dalam upaya pemenuhan kesejahteraan bagi seluruh lansia terdapat beberapa sanksi administratif bagi setiap orang atau badan atau organisasi atau lembaga yang dengan sengaja tidak menyediakan aksesibilitas bagi lansia, yaitu dikenai sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, pencabutan izin operasional dan atau penghentian pemberian bantuan yang diatur lebih lanjut dalam peraturan Bupati. Selain itu bagi setiap orang atau badan ataupun organisasi ata lembaga yang telah mendapat izin untuk melakukan pelayanan terhadap lansia dan mendapat penghargaan pemerintah namun menyalagunakan izin dan atau penghargaan yang diperoleh akan mendapatkan sanksi berupa teguran lisan, teguran, teguran tertulis, pencabutan penghargaan, penghentian pemberhentian bantuan, dan pencabutan izin operasional, yang juga lebih lanjut diatur dalam peraturan Bupati.

    Anggota Kelompok
    Pindo Galih Prakoso ( 42160055)
    Maria Chrisna Indrasari ( 42160056)
    Jessica Natasya Tanjung ( 42160057)

    Like

  4. RADHA GOVINDA PADMA May 8, 2018 — 6:27 am

    RINGKASAN KONTEN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK
    PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NO 3 TAHUN 2017 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DAN KAWASAN TERBATAS MEROKOK

    Pengamanan rokok bagi kesehatan perlu dilakukan, salah satu caranya dengan penetapan kawasan tanpa rokok. Kawasan tanpa rokok atau KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau. Kawasan tanpa rokok tersebut seperti pada fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, dan tempat kerja. Kawasan Terbatas Merokok atau KTM adalah tempat atau area dimana kegiatan merokok hanya boleh dilakukan di tempat khusus yang disediakan.
    Upaya penanggulangan bahaya akibat merokok perlu dilakukan. Implementasi upaya tersebut harus lebih efektif, efisien, dan terpadu. Upaya tersebut memiliki acuan yang dipakai yakni untuk melaksanakan ketentuan Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 188/MENKES/PB/I/2011 serta Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, maka perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok yang dituang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 3 Tahun 2017. Adapun tujuan yang dimaksud adalah untuk melindungi kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung karsinogen dan zat adiktif dalam produk tembakau yang dapat menyebabkan penyakit, kematian, dan menurunkan kualitas hidup, baik langsung maupun tidak langsung, melindungi penduduk usia produktif, anak, remaja, dan perempuan hamil dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau, meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya merokok dan manfaat hidup tanpa merokok, menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Dalam peraturan daerah ini menetapkan beberapa peraturan dan larangan terkait Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok. Dalam bab III memuat larangan merokok di Kawasan Tanpa Rokok kecuali ditempat khusus yang disediakan oleh pimpinan/penanggung jawab untuk merokok. Kegiatan yang dilarang dalam KTR adalah memproduksi atau membuat rokok, menjual rokok, menyelenggarakan iklan rokok dan mempromosikan rokokiatur tempat-tempat tertentu sebagai KTR yang meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, dan angkutan/kendaraan umum. Selanjutnya diatur secara khusus untuk setiap tempat-tempat KTR. Misalnya pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, tempat praktik dokter, klinik, tempat praktik bidan dan apotek dilarang melakukan kegiatan merokok, mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan membeli rokok. Hal tersebut juga berlaku pada tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah dan kendaraan umum.
    Telah diatur mengenai kawasan terbatas merokok. Bupati berwenang menetapkan tempat-tempat tertentu sebagai KTM meliputi tempat kerja dan tempat umum. Tempat kerja meliputi perkantoran pemerinta, perkantoran swasta, dan industri. Tempat umum meliputi pasar tradisional/pasar modern, terminal, tempat wisata, hotel, halte, gedung pertemuan, pertokoan, fasilitas olah raga, tempat hiburan, dan restoran. Tempat khusus untuk merokok harus memenuhi persyaratan ruang terbuka atau ruang yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik.terpisah dari gedung/tempat/ruang utama dan ruang lain yang digunakan untuk beraktivitas; dan dilengkapi dengan alat penghisap udara.
    Adapun usaha pengendalian yang dilakukan pada media luar ruang yaitu tidak diletakkan di KTR, tidak diletakkan dijalan utama atau protokol harus diletakkan sejajar dengan bahu jalan dan tidak boleh memotong jalan atau melintang dan tidak boleh melebihi ukuran 72 m2. Masyarakat memiliki kesempatan untuk bertanggungjawab dan berperan dalam terbentuknya dan terwujudnya KTR. Pembinaan oleh bupati, pimpinan lembaga dan atau badan KTR.
    Dalam upaya melindungi kesehatan baik kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat serta lingkungan dari bahaya bahan- bahan yang mengandung karsinogen dan zat adiktif dalam produk tembakau sehingga dapat melindungi usia produktif, anak, remaja, dan perempuan hamil terhadap ancaman dari pengaruh iklan dan promosi bahan-bahan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai maka pimpinan dan/atau pengelola/penanggung jawab wajib mengupayakan hal-hal tersebut.
    Dalam mengupayakan tujuan tersebut, pimpinan dan/atau pengelola/penanggung jawab pada Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok yang melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan sebagaimana yang telah dijelaskan diatas maka dapat dikenai sanksi teguran, peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan dan/atau pencabutan izin.
    Selain itu kepada setiap perorangan atau indivudu yang melanggar kewajiban yakni menghormati hak orang lain dalam upaya memperoleh lingkungan yang sehat, baik fisik, biologi, maupun sosial selaligus memelihara lingkungan yang bersih dan sehat yang bebas dari asap rokok di ruang atau area yang ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok namun melakukan pelanggaran maka dapat dikenai sanksi berupa teguran dan peringatan tertulis.

    Nama anggota kelompok:
    Devin Elsya Praditama (42160052)
    Angela Rosalia Mete (42160053)
    Radha Govinda Padma (42160054)

    Like

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close