Karbohidrat, Lemak, Protein

Terdapat enam kelompok zat gizi pada makanan: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi memiliki 3 fungsi utama: sumber energi, penyusun struktur tubuh, dan mengatur proses-proses yang terjadi dalam tubuh. Meskipun seluruh kelompok zat gizi dapat disebut mempengaruhi proses-proses dalam tubuh, dan banyak kelompok zat gizi yang terlibat dalam menyusun struktur tubuh, hanya karbohidrat, lemak, dan protein yang dapat menjadi sumber energi.

translate jasa jurnal fk murah berkualitasKarena tubuh memerlukan karbohidrat, lemak, dan protein dalam jumlah banyak, maka mereka disebut zat gizi makro (macronutrient). Vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sehingga disebut zat gizi mikro (micronutrient). Sangat jarang dijumpai makanan yang hanya mengandung satu zat gizi. Daging tak hanya mengandung protein dan roti tak hanya mengandung karbohidrat. Makanan mengandung campuran berbagai zat gizi, meskipun biasanya didominasi oleh karbohidrat, lemak, atau protein.

Karbohidrat tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat pangan dalam diet diperoleh dari pati dan gula yang ditemukan pada biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah. Kita juga mendapatkan karbohidrat dari produk olahan susu dan dari serat, suatu jenis karbohidrat yang ada pada tanaman. Tubuh kita mengubah hampir semua karbohidrat pangan menjadi glukosa. Unit monosakarida penyusun serat tidak dapat diuraikan oleh enzim pencernaan manusia. Serat akan melewati usus halus menuju usus besar, di mana sebagiannya akan menjalani proses pencernaan oleh bakteri dan menghasilkan beberapa asam lemak rantai pendek dan gas.

Lipid mengacu pada senyawa-senyawa yang kita kenal sebagai lemak dan minyak serta senyawa menyerupai lemak pada makanan seperti kolesterol dan fosfolipid. Trigliserida adalah lemak yang tersusun atas tiga molekul asam lemak yang terikat pada sebuah molekul gliserol. Trigliserida, kolesterol, dan fosfolipid selain menjadi sumber energi juga memiliki beragam fungsi lain: menyusun struktur tubuh, membawa vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), dan menjadi bahan baku pembuatan hormon. Sumber lipid pada makanan mencakup lemak dan minyak yang kita tambahkan atau kita pakai untuk memasak, lemak yang secara alami ada di daging dan produk olahan susu, serta pada beberapa jenis tanaman misalnya kelapa, zaitun, dan alpukat.

virgin olive oil

Protein adalah molekul organik yang tersusun atas asam amino. Tidak seperti Karbohidrat dan lipid, protein juga mengandung nitrogen selain karbon, hidrogen, dan oksigen. Protein paling tinggi konsentrasinya antara lain ditemukan pada daging dan produk olahan susu. Biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayur menyumbangkan sejumlah protein pada diet, sedangkan buah dapat dianggap tidak menyumbangkan protein karena kandungan proteinnya sangat sedikit. Asam amino yang kita dapatkan dari diet dikombinasikan dengan asam amino yang dibuat sendiri oleh tubuh kita akan membentuk ratusan jenis protein yang berbeda. Protein adalah material struktural utama tubuh kita. Protein juga merupakan komponen penting pada darah, membran sel, enzim, dan faktor imun (kekebalan tubuh).

Ilmu gizi membantu memperbaiki pilihan makanan kita dengan mengidentifikasi jumlah zat-zat gizi yang kita butuhkan, sumber pangan terbaik untuk zat-zat gizi tersebut, serta komponen lain pada makanan kita yang bermanfaat atau berbahaya. Ilmu gizi adalah ilmu pengetahuan mengenai makanan dan komponennya (zat gizi dan substansi lain), mencakup hubungannya dengan kesehatan dan penyakit (aksi, interaksi, dan keseimbangan); proses yang terjadi dalam tubuh (ingesti, digesti, absorbsi, transpor, fungsi, dan ekskresi); dan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan fisiologis dari kegiatan makan.

Faktor terpenting yang mempengaruhi pilihan makanan kita adalah rasa dan faktor sensori lainnya misalnya tekstur, biaya, dan kenyamanan. Rasa dasar klasik ada 4: manis, asam, asin, dan pahit. Namun penelitian menunjukkan ada beberapa sensasi rasa lainnya, salah satunya adalah umami. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pilihan pangan kita mencakup ekonomi, gaya hidup, budaya, dan agama. Geografi dan iklim juga mempengaruhi biaya dan akses terhadap makanan. Salah satu pengaruh terkuat pada pemilihan makanan adalah latar belakang tradisi atau budaya. Pada banyak budaya, makanan memiliki makna simbolis terkait dengan tradisi keluarga, status sosial, dan kesehatan. Beberapa pengobatan tradisional dikenal bertumpu pada bahan pangan.

Sumber:

McMahon, Kimberley. “Food Choices: Nutrients and Nourishment.” In Nutrition, by Paul Insel, Don Ross, Kimberley McMahon and Melissa Bernstein, 2-29. Burlington: Jones & Bartlett Learning, 2017.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close