alat vaping murah impor

Bahaya Penggunaan Rokok Elektrik alias Vape

Kini rokok elektronik atau nama kerennya electronic nicotine delivery systems (ENDS) banyak ditemui. Alatnya memiliki komponen elektronik untuk memanaskan cairan yang mengandung nikotin dan aneka aroma. Sebagian besar rokok elektrik melibatkan mekanisme menghisap untuk memicu pemanas bertenaga baterai untuk menguapkan cairan sehingga yang dihirup adalah uap, bukan asap. Tujuan penggunaan rokok elektronik tentu untuk memasukkan nikotin pada tubuh, yang kita ketahui bahwa nikotin merupakan senyawa yang sangat adiktif.

bahaya vape aneka rasa

Dari hasil Riskesdas 2013, ada peningkatan proporsi penduduk Indonesia usia sekitar 15 tahun yang merokok setiap tahunnya. Pemerintah mulai berupaya menurunkan jumlah perokok dengan memberikan pernyataan mengenai kenaikan harga rokok konvensional pada tahun 2016. Pernyataan tersebut membuat sebagian perokok konvensional beralih ke rokok elektrik (vapor) yang dianggap lebih aman. Karena tidak menghasilkan asap konvensional adalah alasan banyak orang yang menganggap bahwa vape lebih aman, padahal tidak. Berikut ini hal-hal penting terkait keamanan rokok elektronik:

  • Nikotin pada cairan vape bersifat adiktif dan merusak otak.
  • Cairan vape juga mengandung senyawa berbahaya lain, antara lain dietilen glikol dan nitrosamin (karsinogen alias pemicu kanker).
  • Uap rokok elektrik dari orang lain dapat membahayakan paru-paru.
  • Cairan vape dapat memicu keracunan nikotin jika disentuh, dihirup, atau diminum.
  • Rokok elektrik dapat meledak, menimbulkan kebakaran atau luka bakar.

alat vaping murah impor

Penelitian mahasiswa Unair untuk mengetahui seberapa kerusakan paru melalui jumlah makrofag alveolar dan karakter histopatologis pada tikus putih, dibagi dalam empat kelompok. Hasil penelitian yang diuji menggunakan uji Brown-Forsythe dan Games-Howell menunjukkan bahwa asap rokok konvensional dengan kadar nikotin 2,4 mg dapat menyebabkan peningkatan jumlah makrofag alveolar dan karakter kerusakan histopatologis paru terbesar, namun tidak berbeda signifikan dengan pengaruh yang disebabkan oleh asap rokok elektrik dengan kadar nikotin 3 mg. Pada kelompok pemaparan asap elektrik dengan kadar nikotin 0 mg, ditemukan makrofag alveolar sebagai indikasi kerusakan paru dan karakter histopatologis dengan skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jadi rokok elektrik maupun rokok konvensional dapat menyebabkan kerusakan pada tikus putih yang menjadi model eksperimen tersebut. Hal ini juga berlaku untuk rokok elektrik dengan kadar nikotin 0 mg yang selama ini dianggap aman oleh masyarakat.

Sumber: jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/2657308; news.unair.ac.id/2017/07/26/mahasiswa-unair-teliti-bahaya-asap-rokok-elektrik-dan-asap-rokok-konvensional/

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s