nyamuk malaria di indonesia

Pendekatan Ecohealth pada Malaria di Indonesia

Systems thinking:

Mengenali hubungan antara sistem sosio-ekonomi dan ekosistem pada penyakit malaria. Melihat penyakit malaria dari sudut pandang sosial, ekonomi, kebersihan lingkungan, dan akses kesehatan. Malaria harus dipikirkan sebagai penyakit yang harus dihadapi bersama oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya oleh kalangan tertentu.

Baca juga: Proposal Penelitian DBD

translate jasa jurnal fk murah berkualitas

Transdisciplinarity:

Metodologi dan teori epidemiologi, tata ruang, antropologi, entomologi, parasitologi, farmasi, dan lain sebagainya diintegrasikan dalam merumuskan strategi yang akan dipilih. Kolaborasi antara petugas kesehatan, peneliti, pemuka agama, pemerintah dan masyarakat mutlak diperlukan, sehingga perlu sering diadakan rapat koordinasi.

nyamuk malaria di indonesia

Participation:

Rancangan strategi harus mengakar pada masyarakat supaya dapat menghasilkan inovasi dan kerja sama yang luas. Partisipasi masyarakat dapat berupa berbagai aktivitas, terutama bila ada tradisi lokal yang diberi inovasi sehingga masyarakat tidak harus melakukan suatu perubahan yang ekstrim dalam kehidupan keseharian mereka. Petugas kesehatan dan para pemimpin di masyarakat (pemuka agama dan pemerintah) memberikan penyuluhan yang mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat sehingga pemahaman mereka meningkat dan mau ikut serta menanggulangi malaria. Masyarakat diharapkan mau segera memeriksakan diri ke sarana kesehatan bila memiliki gejala malaria, tanpa harus menunggu penyakitnya menjadi parah.

Gender and Social Equity:

Kebersihan lingkungan ditangani secara bersama oleh laki-laki dan perempuan dalam bentuk kerja bakti membersihkan tempat perindukan nyamuk. Semua orang harus mendapat kesamaan akses terhadap sarana kesehatan, tanpa dibedakan berdasarkan jenis kelamin maupun tingkat sosio-ekonomi. Jika penanganan malaria tidak bisa digratiskan maka sebaiknya diberikan subsidi oleh pemerintah atau subsidi silang dari masyarakat.

Sustainability:

Masyarakat harus bertanggung jawab untuk menjaga agar tempat perindukan nyamuk yang sudah dibersihkan tidak muncul lagi, harus ada pengecekan berkala untuk memutus daur kehidupan nyamuk sebagai vektor malaria. Pemerintah melalui dinas kesehatan harus menjaga pasokan reagen untuk pemeriksaan, obat malaria, dan petugas kesehatan yang memadai. Masyarakat yang sudah paham dapat menjadi narasumber untuk mengajar masyarakat lain yang belum memahami malaria. Untuk masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan kelambu saat tidur harus didukung agar terus menggunakannya.

Knowledge-to-Action:

Bila ingin meneliti atau mencoba metode baru, maka juga harus didokumentasikan dengan baik agar jika berhasil dapat diterapkan di tempat lain dalam skala yang lebih besar. Hasil penelitian terbaru yang diterapkan di masyarakat harus logis dan realistis, serta perlu disesuaikan dengan kondisi setempat agar dapat mencapai tujuan jangka panjang yaitu Indonesia bebas malaria.

bantu situs ini tetap online

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s