susu sapi revolusi putih

Industri Susu Sapi dan Kaitannya dengan Gas Rumah Kaca

Australia termasuk salah satu negara penghasil susu dan produk turunannya yang cukup terkemuka di dunia. Emisi gas CO2, CH4, dan gas rumah kaca lainnya sebagai salah satu penyebab perubahan iklim cukup besar dari usaha peternakan sapi. Sumber utama emisi gas rumah kaca dari produksi susu adalah:

  • Fermentasi di saluran cerna sapi. Fermentasi akan menghasilkan gas CH4 dan mencakup 38% dari total emisi dari produksi susu. Hal ini dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi sapi.
  • Kotoran sapi. Emisi dari kotoran sapi akan lebih tinggi jika kotoran sapi ditampung dalam kolam penampungan. Namun emisinya akan jauh berkurang jika ditampung di dalam sumur atau dibiarkan di padang rumput saat sapi buang kotoran sambil merumput.
  • Emisi terkait produksi pakan, dan aktivitas peternakan maupun pascapeternakan. Emisi dapat timbul dari penggunaan energi selama produksi pakan (aktivitas di lahan, transportasi dan pengolahan pakan, dan produksi pupuk), namun karena luasnya lahan yang bisa dipakai sapi merumput membuat emisi dari produksi pakan dapat ditekan di Australia. Mekanisasi pada peternakan sapi akan meningkatkan emisi dari energi yang digunakan. Emisi yang lebih tinggi ditemukan pada aktivitas pascapeternakan (pemrosesan susu dan transportasi) yang banyak menggunakan energi.

susu sapi revolusi putih

Intervensi yang dapat dilakukan perusahaan susu di Australia untuk melakukan pengurangan/mitigasi emisi antara lain:

  • Penggunaan suplementasi lipid pada pakan. Penggunaan minyak linseed ataupun minyak biji kapas pada pakan sapi dapat menurunkan fermentasi di saluran cernanya. Tetapi harga kedua minyak ini relatif mahal untuk dijadikan pakan. Penambahan minyak hingga 8% pada pakan dapat menurunkan produksi CH4 dari fermentasi di saluran cerna sebanyak 10-30%.
  • Perbaikan pengelolaan kotoran sapi. Peningkatan penggunaan penguraian anaerob menghasilkan emisi CH4 yang lebih rendah dan menghasilkan biogas yang dapat dipakai untuk menggantikan sumber energi lain dalam proses produksi susu. Namun hal ini lebih cocok untuk peternakan yang menampung kotoran sapi dalam bentuk cair di kolam penampungan.
  • Penggunaan teknologi yang lebih efisien dalam penggunaan energi dan penggunaan sumber energi yang rendah karbon. Hal ini akan mengurangi emisi terkait energi yang digunakan dalam produksi pakan, pengelolaan peternakan, dan aktivitas pascapeternakan.

Sumber:

Gerber, P.J., Steinfeld, H., Henderson, B., Mottet, A., Opio, C., Dijkman, J., Falcucci, A. & Tempio, G. 2013. Tackling climate change through livestock – A global assessment of emissions and mitigation opportunities. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), Rome.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s