meja periksa dokter

Cara Membuat Resep Dokter

Banyak orang yang menganggap menulis resep dokter adalah hal yang mudah. Padahal kenyataannya dokter harus melewati banyak hal untuk dapat dengan mantap menulis resep. Kadang-kadang dokter pun harus mencari lagi cara menulis resep dokter yang benar untuk penulisan yang spesifik dan jarang dilakukan. Tak ada yang spesifik memang mengenai penulisan resep dokter, semuanya bisa dipelajari, namun harus diingat bahwa yang berhak menulis resep dokter hanyalah dokter.

Penulisan resep dokter dilaksanakan setelah dokter melakukan rangkaian tindakan berupa anamnesis (wawancara), pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang jika diperlukan, dan menentukan diagnosa klinis (baik berupa diagnosis kerja maupun diagnosis definitif). Sebelum menulis resep sebagai awal dari terapi farmakologis untuk pasien, maka sebagai dokter tentunya sudah menguasai ilmu tentang penyakit (etiologi, patogenesis, epidemiologi, dll) dan tentang obat (farmakologi).

Baca juga: Permenkes 75/2014

Dalam menentukan pengobatan dan penulisan resep, seorang dokter hendaknya mengacu pada prinsip terapi rasional yang meliputi tepat diagnosis atau indikasi, tepat pemilihan dan bentuk sediaan obat, tepat cara pemberian dan dosis, manjur dan aman serta ekonomis atau terjangkau oleh kemampuan pasien. Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada tahun 2012, juga disebutkan tentang penulisan resep, yaitu pada area 7 tentang pengelolaan masalah kesehatan. Dalam area tersebut tertulis: “Menulis resep obat secara bijak dan rasional (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian, serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap, dan dapat dibaca”. Dalam daftar lampiran keterampilan SKD 2012, keterampilan menulis resep mempunyai level kompetensi 4A, yang artinya lulusan dokter harus mampu melakukan secara mandiri atau tuntas. Keterampilan ini juga diujikan dalam OSCE (Objective Structured Clinical Examination) Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) pada beberapa station (5 hingga 6) dari 12 station meskipun bobot nilainya tidak tinggi.

Penulisan resep yang lengkap harus terdiri dari:

Inscriptio : nama dokter, alamat, SIP, kota, tanggal, R/

Prescriptio : nama obat, bentuk obat, jumlah obat, cara pembuatan (jika berupa racikan), dll

Signatura : cara pemakaian, jumlah obat, waktu minum

Pro : nama pasien, umur, BB (terutama anak2), alamat (kalau obat mengandung narkotika)

Subscriptio : paraf atau tanda tangan.

penulisan resep dokter dan copy

Teknis yang perlu diperhatikan dalam menuliskan resep adalah tulisan harus jelas terbaca untuk menghindari kekeliruan baca pihak apotek dan berakibat keliru pemberian obat yang dapat berakibat fatal bagi pasien. Sehingga diwajibkan menggunakan pena atau pulpen dan tidak menggunakan pensil, serta seiring kemajuan zaman kini juga ditemukan resep obat digital, baik yang dicetak maupun yang online. Nama obat ditulis dalam bentuk nama kimia atau generik atau nama dagang, namun untuk kepentingan pendidikan tidak dianjurkan menggunakan nama paten atau nama dagang. Obat jadi baik yang berbentuk tablet, kapsul, sirup, salep, tetes, dll penulisan resepnya akan lebih mudah dibandingkan obat racikan atau puyer karena membutuhkan sedikit perhitungan sehingga perlu ketelitian yang lebih tinggi agar tidak terjadi kekeliruan. Dalam hal ini pengetahuan tentang dosis obat perlu dikuasai baik itu dosis terapi, dosis maksimal, dosis toksis baik pada anak maupun dewasa serta pemberiannya apakah dalam bentuk dosis bagi atau dosis tunggal.

Penulisan resep puyer (pulveres)

Penulisan resep untuk puyer sedikit berbeda, karena kita minta petugas farmasi untuk meracikkan. Kalau obat penyusun puyernya lebih dari 1, masing-masing obat itu ditulis dalam baris yang terpisah-pisah, lalu di bawahnya dituliskan cara peracikannya.

Contoh resep dokter untuk membuat puyer:

R/ Amoksisilin 100mg

s. lact q.s.

m.f. pulv. dtd. no. XXI

S 3dd pulv I p.c

s. lact q.s. = tambahkan s. lactis secukupnya.

m.f. pulv. dtd. No. XXI = buat dan campurlah dalam bentuk pulveres (puyer), masing-masing dengan dosis di atas sebanyak 21 buah.

 

Obat kumur

Contoh kasus:

Resepkan obat kumur berikut untuk pasien faringitis: Solusio povidon iodin 1% dikumur 2x sehari.

Penyelesaian:

R/ Sol Povidon iodin 1% fls No. I

S 2 dd garg

Obat tetes

Obat tetes untuk mata dan telinga tidak berbeda banyak dalam peresepannya. Cuma penulisan cara pemakaiannya yang berbeda istilahnya. Dan pastikan tulis dengan benar agar tidak terjadi kesalahan yang dapat membahayakan indra penglihatan atau indra pendengaran pasien.

Telinga = auric

Mata = oculo

Contoh penulisan resep tetes telinga:

R/ Sol H2O2 3% 5cc

S 2dd gtt X auric dex

R/ Sol Ofloxacin fls No.I

S 2dd gtt II auric dex setelah dicuci

 

Contoh penulisan resep tetes mata:

R/ Gentamycin eyedrops fls No.I

S omnihora gtt I o.d.s

 

R/ Sulfas atropin eyedrops fls No.I

S 3dd gtt I o.d.s

 

Contoh penulisan resep salep mata:

 

R/ Gentamycin eye ointment 5g tube No.I

S 1dd applic o.d.s a.n.

 

Catatan tambahan mengenai bahasa Latin yang sering dipakai dalam resep dokter dan artinya:

p.c = post coenam = setelah makan

d.c = durante coenam = saat makan

a.c. = ante coenam = sebelum makan

a.n. = ante noctem = sebelum tidur

p.r.n = pro re nata (apabila diperlukan)

da in caps = masukkan ke dalam kapsul

omnihora = tiap jam

o.m. = omni mane = tiap pagi

m.et.v = mane et vespere = pagi dan malam

u.e = usus externum = untuk obat luar

applic part dol = oleskan pada daerah yang sakit

o.d.s = oculo dextra sinistra = mata kanan kiri

Diringkas dan disarikan oleh Yoseph LS dari file presentasi PowerPoint “Menulis Resep” tulisan Hendra T’ Hartono dan Dwi Diandini dan file PDF “Prinsip Penulisan Resep Dokter” tulisan Wiwik Kusumawati yang tersedia online. Sumber gambar: m-rifqi-rokhman.staff.ugm.ac.id/files/2014/03/Salinan-Resep.png.

Perubahan terakhir: 06 Desember 2017.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s