bayi baru lahir neonatus tidur

Hubungan Zat Besi dengan Berat Badan Bayi

Defisiensi besi adalah kekurangan gizi yang paling umum dijumpai dan penyebab utama anemia defisiensi besi pada kehamilan. WHO melaporkan anemia pada sekira 18% wanita hamil di negara maju, kebanyakan sudah anemia sebelum hamil. Lebih dari 30% wanita usia subur di negara maju memiliki cadangan besi yang rendah.

Defisiensi besi dan anemia defisiensi besi selama kehamilan meningkatkan risiko kelahiran prematur, dan berhubungan dengan berat badan lahir rendah dan maturasi tertunda, serta rendahnya kapasitas motor dan kognitif anak.

WHO dalam konteks ini menyarankan suplementasi besi-folat mingguan pada daerah dimana prevalensi anemia > 20% pada wanita usia subur dan program fortifikasi makanan pokok tidak dapat dilakukan dalam 1-2 tahun.

Baca juga: Diare pada anak (WHO)

Kebutuhan besi selama kehamilan tinggi akibat peningkatan massa eritrosit; terutama pada trimester 2, disertai dengan ekspansi volume plasma 50% dan peningkatan kebutuhan plasenta dan fetus yang bertumbuh. Meskipun terdapat penggunaan cadangan besi dan peningkatan absorbsi besi selama kehamilan, kebutuhan besi sulit dipenuhi oleh diet saja, terutama jika suplemen diberikan terlambat atau sang ibu memulai kehamilan dengan risiko defisiensi besi (serum ferritin <20 μg/l).

Keuntungan pemberian besi pada mereka yang cukup besi masih simpang siur. Beberapa peneliti menyatakan terdapat manfaat positif bagi bayi, yang lain menyatakan bahwa hal ini akan memicu kelebihan besi yang dapat memulai stres oksidatif dan hemokonsentrasi; dua hal ini adalah faktor yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan perkembangan bayi.

Kami akan menganalisis hubungan antara suplementasi besi dini atau lanjut pada kehamilan, parameter biokimia dan hematologi ibu selama kehamilan, dengan berat lahir bayi. Hubungan dinilai sebagai akibat cadangan besi (cukup/kurang) pada saat sebelum kehamilan.

bayi baru lahir neonatus tidur

Material dan metode

Ini adalah penelitian longitudinal dan prospektif pada kelompok sukarelawan wanita sehat yang ingin segera hamil, berusia antara 18 hingga 35 tahun. Mereka tinggal di Reus, Spanyol. Seluruh analisis hematologi dan biokimia dilakukan di laboratorium klinik Rumah Sakit St Joan di Reus (bersertifikat ISO 9001-2008).

Kriteria eksklusi mencakup: jika menderita penyakit kronis (termasuk anemia kronis) yang dapat mempengaruhi status gizi dan inflamasinya, membutuhkan penatalaksanaan diet/nutrisi khusus, dan kehamilan multipel (kehamilan kembar, dengan lebih 1 satu janin). Penelitian ini sudah disetujui oleh komite etik dan seluruh peserta menandatangani surat persetujuan.

Terdapat 141 wanita yang direkrut dan dijadwalkan untuk mengikuti 3 penilaian selama 9 bulan. Terdapat 29 wanita yang tidak hamil dalam periode tersebut dan kemudian dirujuk ke klinik infertilitas; 16 wanita memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian karena berganti dokter kandungan, melahirkan di RS lain atau pindah alamat; 13 wanita dieksklusikan karena data biokimianya tidak lengkap, 1 wanita mengalami kehamilan kembar. Sehingga data lengkap dari sebelum kehamilan hingga kelahiran didapatkan dari 82 wanita. Seluruh wanita memiliki data sosioekonomi yang sama (termasuk mereka yang dieksklusikan), dan tergolong pada “kelas menengah”.

Pada kunjungan pertama sebelum hamil, sukarelawan mengisi riwayat klinis umum. Informasi yang dikumpulkan mencakup obat-obatan yang dikonsumsi, kebiasaan merokok, dan karakteristik sosiodemografis. Mereka juga diminta untuk memberikan riwayat diet selama 7 hari sebelum tiap kunjungan sebelum hamil. Darah diambil untuk analisis biokimia pada semua kunjungan sebelum hamil (tiap 3 bulan hingga hamil, tapi tidak lebih dari 1 tahun) dan pada kunjungan klinis saat usia kehamilan 8, 20, 32 minggu, dan pada saat kelahiran. Riwayat merokok dan data asupan diet dikumpulkan pada minggu kehamilan ke 6, 10, 26, dan 38. Berat lahir bayi dan usia kehamilan dikumpulkan saat kelahiran.

Analisis darah meliputi hemoglobin, mean corpuscular volume (MCV) menggunakan alat Beckman Coulter, serum ferritin (SF) secara immunoassay, serta besi serum dan transferin menggunakan metode standar. Indeks transferrin saturation (TS) juga dihitung.

Seluruh sampel diperiksa dalam dua kali pemeriksaan, rata-ratanya yang digunakan pada analisis secara statistik.

Karena inflamasi dan infeksi dapat meningkatkan kadar SF, maka dilakukan pula pemeriksaan C-reactive protein (CRP) yang dianggap sebagai variabel pengganggu (confounding) pada analisis statistik.

Cadangan besi cukup didefinisikan sebagai kadar SF > 20 μg/L, dan cadangan besi kurang didefinisikan sebagai kadar SF < 20 μg/L. Defisiensi besi didefinisikan sebagai dua atau lebih parameter berikut: cadangan besi sangat rendah (kadar SF <= 12 μg/L), TS rendah (<16%), dan MCV < 80 fl. Anemia didefinisikan sebagai Hb < 12 g/dL saat sebelum kehamilan, Hb < 10,5 g/dL pada minggu ke 20, dan Hb < 11 g/dL pada minggu 8, 32, dan saat melahirkan. Hemokonsentrasi didefinisikan sebagai Hb > 13 g/dL pada trimester 2 dan 3 dan Hb > 13,5 g/dL di akhir kehamilan.

Pada kunjungan minggu kehamilan ke 10, dokter kandungan menanyakan apakah pasein mengkonsumsi suplemen apapun, dan merekomendasikan pada seluruh wanita suplementasi besi antara 60-120 mg/hari dalam bentuk ferrous sulphate. Kepatuhan pada suplementasi besi dinilai pada usia kehamilan 26 dan 38 minggu. Dari kuesioner yang ada dilakukan penghitungan asupan besi (mg per hari) dan asupan besi total selama periode kehamilan.

Suplementasi dini didefinisikan sebagai wanita mengonsumsi suplemen besi sebelum usia kehamilan 20 minggu, dan suplementasi lanjut didefinisikan sebagai wanita mengonsumsi suplementasi besi pada usia kehamilan 20 minggu ke atas. Berdasarkan cadangan besi sebelum hamil (cukup atau kurang) dan mulainya suplementasi besi (dini atau lanjut) para wanita dikelompokkan menjadi 4 kelompok.

Asupan makanan dievaluasi menggunakan metode recall diet 7 hari. Kebiasaan subyek mengonsumsi makanan dihitung menggunakan tabel komposisi makanan Perancis yang dilengkapi dengan tabel komposisi makanan Spanyol.

IMT sebelum kehamilan diukur dengan rumus berat (dalam kg) dibagi tinggi2 (dalam meter). Pertambahan berat badan dalam kehamilan juga diukur selama kehamilan. Edukasi maternal dikodekan berdasarkan klasifikasi Spanish Society of Epidemiology.

Analisis Statistik

Student t-test atau Mann–Whitney U test dengan koreksi Bonferroni digunakan untuk membandingkan data kontinyu, Pearson’s chi-square atau Fisher’s test membandingkan data kategorik.

Untuk menganalisa efek suplementasi besi selama kehamilan, model multiple linear regression (MLR) digunakan pada semua wanita, juga pada masing-masing kelompok berdasarkan cadangan besi sebelum kehamilan. Berat lahir bayi adalah variabel dependen.

Pada semua kasus, tingkat kepercayaan (level of significance) ditetapkan pada p<0,05.

Hasil

Tabel 1 meringkaskan variabel umum, sosial ekonomi, deit dan asupan suplemen besi pada wanita yang dikelompokkan berdasarkan cadangan besi yang dikelompokkan lagi berdasarkan waktu pemberian suplementasi besi (dini/lanjut).

Dari total, 61% adalah primipara. Persentase yang lebih besar dari wanita multipara memulai kehamilan dengan cadangan besi kurang dari pada wanita primipara (44% vs 78%). Dari total 6,1% memiliki hemoglobin sebelum kehamilan < 12 gr/dL: 36% wanita memulai kehamilan dengan resiko defisiensi besi dan 13,4% wanita mengalami defisiensi besi sebelum kehamilan. Juga, seluruh wanita memiliki nilai CRP dalam batas referensi laboratorium (<1,0 mg/L) dan, sehingga tidak ada wanita yang dieksklusikan karena variabel ini.

Tidak ada wanita yang mengkonsumsi suplemen besi sebelum kehamilan dan hingga minggu ke 10 kehamilan, ataupun obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi absorpsi besi selama kehamilan.

Meskipun dosis yang diresepkan oleh dokter kandungan adalah 60-120 mg/hari, jumlah suplementasi besi yang lebih besar ditemukan pada beberapa wanita melalui kuisioner kepatuhan suplementasi besi. Rata-rata suplementasi dini adalah 140,7 mg/hari dan rata-rata suplementasi lanjut adalah 99,01 mg/hari.

Tabel 2 menyajikan data hematologi dan biokimia dari sebelum kehamilan hingga kelahiran, dan juga berat lahir, dipisahkan berdasarkan cadangan besi sebelum hamil dan pemberian suplementasi besi. Suplementasi besi sdini meningkatkan SF pada minggu ke 32 pada kelompok dengan cadangan besi cukup dan meningkatkan TS saat kelahiran pada kelompok dengan cadangan besi rendah.

Suplementasi dengan dosis rata-rata antara 99,01 hingga 140,7 mg/hari memperbaiki berat bayi pada wanita yang memulai kehamilan dengan cadangan besi rendah dibandingkan dengan wanita yang memulai kehamilan dengan cadangan besi cukup (3399,7 gr vs 3122,5 gr), terutama pada kelompok yang mendapat suplementasi dini (3511,7 gr vs 3098,5 gr).

Pada wanita di penelitian ini, 18% mengalami hemokonsentrasi di akhir kehamilan (HB>= 13,5 gr/dL). Kami menemukan tidak ada perbedaan bermakna pada berat lahir bayi antara wanita dengan ataupun tanpa hemokonsentrasi di akhir kehamilan (3114,5 gr vs 3254,3 gr) atau pada persentase bayi berat lahir rendah (9,1% vs 3,9%).

Tabel 3 merangkum hasil model MLR pada berat lahir, model ini diterapkan pada semua wanita dan juga pada masing-masing kelompok berdasarkan cadangan besi sebelum kehamilan. Variabel yang menigkatkan berat bayi pada seluruh wanita adalah usia kehamilan dan paritas. Suplementasi besi memiliki efek posotif pada berat lahir pada kelompok wanita dengan cadangan besi rendah dan tidak mempengaruhi berat lahir pada kelompok wanita dengan cadangan besi cukup.

Diskusi

Kadar hemoglobin sering dipakai sebagai petunjuk defisensi besi di populasi meskipun Hb bukanlah indikator yang spesifik dan sensitif untuk status besi. SF pada wanita yang tidak hamil adalah indikator yang lebih baik untuk cadangan besi, dan karena SF adalah parameter pertama yang terpengaruh oleh defisiensi besi maka kami membuat batasan nilai SF 20 μg/L untuk mengklasifikasikan wanita sebagai memiliki cadangan besi cukup atau kurang sebelum hamil. SF adalah reaktan fase akut dan dapat meningkat pada kondisi inflamasi, sehingga kami juga memeriksa CRP untuk menyingkirkan kemungkinan peningkatan semu nilai SF. Seluruh sampel memiliki nilai CRP yang normal.

MCV eritrosit digunakan untuk menilai status besi. Namun selama penelitian nilainya secara konsisten normal, sehingga tidak berperan dalam menilai status besi.

Asupan makanan menunjukkan asupan energi kurang dari normal bahkan tetap demikian selama kehamilan, namun pertambahan berat badan masih dalam batas normal. Asupan besi, serat, dan kalsium secara signifikan lebih rendah dari rekomendasi, sedangkan asupan protein dan vitamin C ditemukan tinggi, meningkatkan absorpsi besi. Fitat tidak dapat dinilai asupannya karena tabel komposisi bahan makanan yang digunakan tidak mencantukan fitat.

Kebiasaan merokok ditemukan pada banyak wanita sebelum kehamilan dan masih cukup banayak pada wanita hamil, terutama pada mereka yang mendapat suplementasi lanjut.

Dokter kandungan meresepkan suplementasi besi pada minggu ke 10 kehamilan, namun tidak semua langsung mengonsumsinya, sehingga ada kelompok dini dan lanjut.

Sebanyak 36,5% wanita memiliki cadangan besi rendah, sehingga berisiko mengalami defisiensi besi selama kehamilan. Data ini mirip dengan data lain di seluruh dunia.

Secara umum, suplementasi besi dini memperbaiki parameter biokimia ibu selama kehamilan. Seluruh wanita dengan suplementasi dini mengakhiri kehamilan tanpa defisiensi besi, tanpa mempertimbangkan berapa dosis suplementasinya.

Pada kelompok suplementasi dini, wanita dengan cadangan besi rendah mengalami perbaikan parameter biokimia yang lebih tinggi dibandingkan wanita dengan cadangan besi cukup. Mungkin hal ini disebabkan oleh absorpsi besi yang lebih tinggi pada kelompok dengan cadangan besi rendah.

Wanita yang memulai kehamilan dengan cadangan besi rendah cenderung lebih patuh pada rekomendasi suplementasi besi, yaitu kami menemukan bahwa asupan suplementasi besi mereka lebih tinggi dibandingkan wanita dengan cadangan besi cukup.

Pada wanita dengan cadangan besi rendah, kami temukan kenaikan kadar SF dan saturasi trasferin pada minggu ke 8. Mungkin ini disebabkan oleh peningkatan yanglebih tinggi pada absorpsi besi sebagai mekanisme kompensasi akibat dari 2 situasi: rendahnya kadar besi dan peningkatan kebutuhan oleh janin.

Suplementasi lanjut pada kelompok dengan cadangan besi rendah tidak mencukupi untuk mencegah defisiensi besi, dibuktikan dengan 36,4% mengakhiri kehamilan dengan defisensi besi dibandingkan dengan 6,7% wanita suplementasi lanjut yang memulai kehamilan dengan cukup besi. Seluruh wanita memiliki MCV dalam batas normal selama kehamilan, menunjukkan tidak ada defisiensi berat terjadi selama kehamilan.

Terdapat persentase hemokonsentrasi saat kelahiran yang lebih besar pada kelompok yang memulai kehamilan dengan cadangan besi cukup, dan yang mendapatkan suplementasi dini. Namun angkanya tidak signifikan secara statistik akibat kemungkinan jumla sampel yang sedikit. Lebih lanjut, wanita ini memiliki anak dengan berat badan yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan mereka yang memulai kehamilan dengan cadangan besi rendah.

Untuk mengisolasi efek suplementasi besi terhadap berat lahir bayi, kami menggunakan model MLR. Model MLR yang menyesuaikan efek variabel pengganggu mengkonfirmasi manfaat suplementasi besi pada berat lahir bayi hanya pada wanita yang memulai kehamilan dengan cadangan besi kurang.

Dosis suplementasi yang diresepkan pada penelitian ini lebih besar dari rekomendasi terbaru. Institute of Medicine merekomendasikan suplementasi besi dosis rendah (30 mg/hari) pada semua wanita dengan risiko defisiensi besi (FS 12–20 μg/L) tidak hanya saat sebelum kehamilan tetapi juga saat kehamilan (berapapun kadar Hb-nya), dan dosis 60–120 mg/hari untuk penanganan anemia defisiensi besi (Hb<10,9 g/dL dan FS<12 μg/L). Lebih lanjut, di Spanyol, Kementrian Kesehatan merekomendasikan suplementasi 30 mg/hari untuk semua wanita hamil dengan cadangan besi cukup namun asupan besi hariannya tidak mencukupi.

Kontribusi utama penelitian ini adalah mengevaluasi status besi pada wanita sebelum hamil, yaitu pada mereka yang akan segera hamil, sehingga memungkinkan kita untuk melihat peranan status hematologis dan besi mereka selama kehamilan hingga persalinan, serta efek pada bayi mereka.

Suplementasi antenatal (selama kehamilan) besi dengan dosis rutin di atas 100 mg/hari telah diberikan oleh dokter baru-baru ini di Spayol. Ini memungkinkan kami menilai efek dosis ini (saat dikonsumsi sejak dini atau pada fase lanjut kehamilan) dan hubungannya dengan hemokonsentrasi dan berat lahir bayi. Kekurangan mendasar pada penelitian ini adalah kecilnya jumlah sampel.

Kesimpulannya, hasil penilitian ini menekankan hubungan antara cadangan besi sebelum kehamilan pada wanita yang ingin hamil dan variasi pada suplementasi besi antenatal pada hasil akhir kehamilan. Penting diperhatikan untuk menyesuaikan pola suplementasi besi untuk masing-masing wanita. Pada wanita dengan caadangan besi kurang sebelum kehamilan, suplementasi besi dini sesuai dosis yang diresepkan tampak memberikan perbaikan status biokimia dan besi, serta meningkatkan berat lahir bayi. Namun, pada wanita yang memulai kehamilan dengan cadangan besi cukup, suplementasi ini tidak mempengaruhi berat lahir bayi. Penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih banyak dibutuhkan untuk mengklarifikasi kontroversi mengenai pola suplementasi besi salama kehamilan tentang keamanan dan efisiensinya berdasarkan status hematologis dan cadangan besinya.

Sumber:

Pre-pregnancy iron reserves, iron supplementation during pregnancy, and birth weight tulisan Nuria Aranda, Blanca Ribot, Elena Garcia, Fernando E. Viteri, dan Victoria Arija. Terbit dalam Early Human Development 87 (2011) pada halaman 791–797. © 2011 Elsevier Ireland Ltd. All rights reserved.

[PEPO] Diterjemahkan dan dirangkum oleh Vera T dan Yoseph LS.

Perubahan terakhir: 27 Juni 2016.

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s