minum susu stroberi

Kerusakan Hati Akibat Produk Herbalife yang Terkontaminasi

Banyak orang yang menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer yang lebih cocok disebut sebagai “pelanggan/customer” daripada disebut dengan “pasien” karena alasan mereka menggunakan produk tersebut adalah untuk meningkatkan kesehatan secara umum, bukan untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Mayoritas menggunakan suplemen makanan dan herbal dengan jumlah pengeluaran biaya yang tergolong besar tanpa sepengetahuan dokternya. Namun, muncul beberapa masalah:

(1) laporan berbagai efek samping, termasuk kerusakan liver, menunjukkan bahwa sediaan herbal tidak seaman yang disangka;

(2) suplemen dan sediaan herbal tidak melewati prosedur seketat obat-obatan sebelum dipasarkan, mereka hanya disetarakan dengan produk makanan;

(3) pengguna membeli pada pihak tidak dikenal, tanpa berkonsultasi dulu dengan ahli farmasi atau dokter;

(4) komposisi produk suplemen herbal tidak jelas, kadang tidak ditulis lengkap, dan efeknya juga tidak dirinci dengan pasti;

(5) produsen mengklaim bahwa hasil nyata akan tampak setelah penggunaan rutin jangka panjang, yang tidak didasarkan atas bukti klinis, serta tentu akan menyedot uang pelanggan dalam jumlah banyak;

(6) tingkat pengetahuan dokter tentang suplemen makanan dan herbal sering kali kurang memadai, sehingga kurang waspada akan kemungkinan suplemen tersebut menjadi sumber masalah kesehatan di kemudian hari;

(7) produk pengobatan alternatif dan komplementer sering kali ditampilkan dengan kemasan yang meyakinkan, informasi pendukung yang banyak dijumpai di internet lebih cenderung advertorial, sehingga penggunanya menganggap mereka memiliki produk yang tepat dan berharap banyak tanpa dasar ilmiah yang benar.

Kombinasi herbal yang dipakai untuk menurunkan berat badan telah dikenali sebagai penyebab potensial kerusakan hati pada beberapa laporan kasus yang menunjukkan hepatitis akut setelah penggunaan LipoKinetix, sediaan yang mengandung efedrin, dan ekstrak teh hijau. Pada jurnal edisi ini, dua laporan kasus dari Swiss dan Israel untuk pertama kalinya menjelaskan kejadian kerusakan hati parah terkait penggunaan beberapa jenis produk Herbalife.

minum susu stroberi

Dari 22 kasus kerusakan liver setelah mengonsumsi Herbalife, dua pasien mengalami gagal hati yang memerlukan transplantasi hati sesegera mungkin yang akhirnya hanya satu yang bisa selamat, sedangkan pasien lainnya meninggal akibat komplikasi pascaoperasi. Hubungan sebab-akibat antara penggunaan produk Herbalife dengan timbulnya kerusakan hepar diperiksa dengan teliti menggunakan sistem penilaian kausalitas yang sudah diterima secara internasional. Pada lima pasien, hubungan sebab-akibat digolongkan sebagai “certain”, dan pada 13 pasien lainnya hubungannya tergolong “probable”.

Para pasien kerusakan hati mengonsumsi 3-17 macam produk Herbalife, yang membuatnya rumit untuk mengetahui komponen mana dari produk herbalife yang berbahaya bagi kesehatan. Upaya penulis untuk menganalisis komposisi dari masing-masing produk Herbalife gagal karena pihak perusahaan produsen Herbalife menolak memberikan rincian komposisi mendetail mengenai produk terkait.

Penjelasan lain mengenai kerusakan hepar terkait Herbalife dapat melibatkan kontaminasi lokal produk Herbalife dengan beberapa bahan kimia yang dengan sengaja ditambahkan dalam proses produksi atau yang terkandung dalam bahan bakunya. Perlu diingat bahwa suatu senyawa kimia dapat memberikan tanda dan gejala yang berbeda-beda. Jadi ketika terdapat kasus kerusakan liver setelah minum Herbalife, dokter dan peneliti harus memeriksa produk Herbalife yang dikonsumsi untuk dilakukan screening untuk mencari mikroba, toksinnya, dan kandungan kimia berbahaya.

Herbalife dijual di lebih dari 60 negara, menimbulkan dua kemungkinan, banyak kasus yang tak terlaporkan, atau hanya di Swiss dan Israel saja yang produknya tercemar/terkontaminasi. Penulis laporan dari Swiss menyatakan bahwa ancaman terhadap kesehatan masyarakat masih tergolong ringan jika dibandingkan dengan kerusakan liver yang disebabkan oleh obat-obatan lain yang dijual bebas seperti obat-obatan anti inflamasi non-steroid. Laporan kasus dalam jurnal ini mengingatkan kembali akan pentingnya untuk mempertimbangkan kembali keuntungan dan risiko dari penggunaan Herbalife.

 

Judul asli: Slimming at all costs: Herbalife(R)-induced liver injury

Penulis: Felix Stickel, dari Institute of Clinical Pharmacology, University of Berne, Murtenstrasse 35, CH-3010 Berne, Switzerland

Publikasi: Journal of Hepatology 47 (2007) 444–446

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s