minum susu stroberi

Kerusakan Hati Akibat Produk Herbalife yang Terkontaminasi

Banyak orang yang menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer yang lebih cocok disebut sebagai “pelanggan/customer” daripada disebut dengan “pasien” karena alasan mereka menggunakan produk tersebut adalah untuk meningkatkan kesehatan secara umum, bukan untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Mayoritas menggunakan suplemen makanan dan herbal dengan jumlah pengeluaran biaya yang tergolong besar tanpa sepengetahuan dokternya. Namun, muncul beberapa masalah:

(1) laporan berbagai efek samping, termasuk kerusakan liver, menunjukkan bahwa sediaan herbal tidak seaman yang disangka;

(2) suplemen dan sediaan herbal tidak melewati prosedur seketat obat-obatan sebelum dipasarkan, mereka hanya disetarakan dengan produk makanan;

(3) pengguna membeli pada pihak tidak dikenal, tanpa berkonsultasi dulu dengan ahli farmasi atau dokter;

(4) komposisi produk suplemen herbal tidak jelas, kadang tidak ditulis lengkap, dan efeknya juga tidak dirinci dengan pasti;

(5) produsen mengklaim bahwa hasil nyata akan tampak setelah penggunaan rutin jangka panjang, yang tidak didasarkan atas bukti klinis, serta tentu akan menyedot uang pelanggan dalam jumlah banyak;

(6) tingkat pengetahuan dokter tentang suplemen makanan dan herbal sering kali kurang memadai, sehingga kurang waspada akan kemungkinan suplemen tersebut menjadi sumber masalah kesehatan di kemudian hari;

(7) produk pengobatan alternatif dan komplementer sering kali ditampilkan dengan kemasan yang meyakinkan, informasi pendukung yang banyak dijumpai di internet lebih cenderung advertorial, sehingga penggunanya menganggap mereka memiliki produk yang tepat dan berharap banyak tanpa dasar ilmiah yang benar.

Kombinasi herbal yang dipakai untuk menurunkan berat badan telah dikenali sebagai penyebab potensial kerusakan hati pada beberapa laporan kasus yang menunjukkan hepatitis akut setelah penggunaan LipoKinetix, sediaan yang mengandung efedrin, dan ekstrak teh hijau. Pada jurnal edisi ini, dua laporan kasus dari Swiss dan Israel untuk pertama kalinya menjelaskan kejadian kerusakan hati parah terkait penggunaan beberapa jenis produk Herbalife.

minum susu stroberi

Dari 22 kasus kerusakan liver setelah mengonsumsi Herbalife, dua pasien mengalami gagal hati yang memerlukan transplantasi hati sesegera mungkin yang akhirnya hanya satu yang bisa selamat, sedangkan pasien lainnya meninggal akibat komplikasi pascaoperasi. Hubungan sebab-akibat antara penggunaan produk Herbalife dengan timbulnya kerusakan hepar diperiksa dengan teliti menggunakan sistem penilaian kausalitas yang sudah diterima secara internasional. Pada lima pasien, hubungan sebab-akibat digolongkan sebagai “certain”, dan pada 13 pasien lainnya hubungannya tergolong “probable”.

Para pasien kerusakan hati mengonsumsi 3-17 macam produk Herbalife, yang membuatnya rumit untuk mengetahui komponen mana dari produk herbalife yang berbahaya bagi kesehatan. Upaya penulis untuk menganalisis komposisi dari masing-masing produk Herbalife gagal karena pihak perusahaan produsen Herbalife menolak memberikan rincian komposisi mendetail mengenai produk terkait.

Penjelasan lain mengenai kerusakan hepar terkait Herbalife dapat melibatkan kontaminasi lokal produk Herbalife dengan beberapa bahan kimia yang dengan sengaja ditambahkan dalam proses produksi atau yang terkandung dalam bahan bakunya. Perlu diingat bahwa suatu senyawa kimia dapat memberikan tanda dan gejala yang berbeda-beda. Jadi ketika terdapat kasus kerusakan liver setelah minum Herbalife, dokter dan peneliti harus memeriksa produk Herbalife yang dikonsumsi untuk dilakukan screening untuk mencari mikroba, toksinnya, dan kandungan kimia berbahaya.

Herbalife dijual di lebih dari 60 negara, menimbulkan dua kemungkinan, banyak kasus yang tak terlaporkan, atau hanya di Swiss dan Israel saja yang produknya tercemar/terkontaminasi. Penulis laporan dari Swiss menyatakan bahwa ancaman terhadap kesehatan masyarakat masih tergolong ringan jika dibandingkan dengan kerusakan liver yang disebabkan oleh obat-obatan lain yang dijual bebas seperti obat-obatan anti inflamasi non-steroid. Laporan kasus dalam jurnal ini mengingatkan kembali akan pentingnya untuk mempertimbangkan kembali keuntungan dan risiko dari penggunaan Herbalife.

 

Judul asli: Slimming at all costs: Herbalife(R)-induced liver injury

Penulis: Felix Stickel, dari Institute of Clinical Pharmacology, University of Berne, Murtenstrasse 35, CH-3010 Berne, Switzerland

Publikasi: Journal of Hepatology 47 (2007) 444–446

30 thoughts on “Kerusakan Hati Akibat Produk Herbalife yang Terkontaminasi

  1. Diana Teresa 41170147

    DNA Topoisomerase, Solusi Baru dalam Penyembuhan Kanker

    DNA topoisomerase telah menjadi pusat perhatian dalam bidang klinis. Sebelumnya diketahui bahwa DNA topoisomerase diidentifikasikan sebagai suatu enzim yang penting dalam sistem bakteri, namun penelitian baru baru ini menemukan bahwa DNA topoisomerase dapat menjadi target unik untuk obat anti kanker. Terdapat dua tipe enzim dalam hal ini, yaitu topoisomerase 1 dan topoisomerase 2. Fungsi dari kedua enzim tersebut adalah untuk mengatalisis perubahan topologi isomer dari DNA. Mereka membantu dalam membentuk DNA menjadi bentuk heliks, menjalin DNA membentuk cincin, mengikat dan membuka simpul DNA. Selain itu juga dapat berperan dalam mengurangi tekanan torsi ketika DNA ditranskripsikan oleh RNA polimerase. DNA topoisomerase menghentikan struktur double helix DNA yang mengikat dirinya saat harus dibagi menjadi dua untai tunggal. Mereka dapat membuat pemutusan pada salah satu untai (topoisomerase 1) ataupun pada kedua untai (topoisomerase 2), sehingga memungkinkan satu atau kedua untai melewati celah. Setelah itu untai tersebut dikatalisis oleh DNA topoisomerase itu sendiri.

    Topoisomerase 1 tidak terlalu penting untuk bakteria dan sel, sedangkan topoisomerase 2 sebaliknya. Oleh karena itu, sebagian besar perhatian ditujukan kepada kemungkinan interaksi obat dengan topoisomerase 2, dan hal tersebut dapat diperkuat yaitu bahwa interaksi tersebut merupakan target beberapa agen interkalasi DNA, seperti doxorubicin, elliptocines, amsacrine, dan epipodophyllotoxins – teniposide dan etoposide. Teniposide akan berikatan dengan topoisomerase 2 dan membentuk suatu kompleks antara topoisomerase 2 dan untai DNA. Kompleks ini berhubungan dengan kematian sel. Alasan mengenai terjadinya kematian sel belum dketahui dengan pasti, namun beberapa penelitian mendapatkan bahwa sitotoksisitas obat berhubungan dengan terjadinya pemutusan untai ganda. Topoisomerase tampaknya mampu memediasi sitotoksisitas obat yang diinduksi secara independen dari produksi radikal bebas.

    Selektifitas obat sitotoksik yang bekerja melalui topoisomerase sebagian dapat dijelaskan oleh enzim yang hadir dalam konsentrasi rendah pada sel istirahat dan peningkatan konsentrasi pada jaringan yang berkembang biak sebagai respons terhadap faktor pertumbuhan. Konsentrasi meningkat pada sel leukemia manusia saat memasuki silus sel dan konsentrasi tinggi pada tumor padat seperti aldokarsinoma prostat. Temuan lainnya yaitu bahwa sel eritroleukemia pada tikus memiliki konsentrasi isomerase tinggi. Oleh karena itu ditemukan bahwa mungkin beberapa onkogen aktif adalah target obat yang bekerja melalui topoisomerase 2.

    Resistensi sel tumor terhadap obat sitotoksik memiliki kepentingan klinis yang jelas, dan garis sel tumor dalam kultur jaringan menunjukkan jenis resistensi terhadap penghambat topoisomerase yaitu garis sel dari pasien dengan leukemia limfatik kronis yang resisten terhadap adriamisin memiliki konsentrasi topoisomerase manusia rendah. Sementara sel hamster Cina tahan terhadap etoposida menunjukkan bentuk mutan enzim. Faktor lain mungkin penting dalam resistensi – misalnya, serapan obat dan perubahan katabolisme komplek ploisoisase yang membelah. Studi prospektif saat ini sedang berjalan terhadap pasien dengan leukemia myeolid untuk mencoba memprediksikan kemungkinan respon terhadap amsacrine melalui penyaringan topoisomerase konsentrasi rendah, enzim mutan, maupun keduanya.

    Sumber
    http://www.bmj.com/content/296/6630/1145

    Like

  2. MENGKONSUMSI PROTEIN TUMBUHAN/NABATI YANG BANYAK MENGURANGI RISIKO KEMATIAN

    Untuk bisa memiliki umur yang panjang, tubuh yang bugar dan sehat serta jauh dari berbagai penyakit pada dasarnya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara terpentingnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dengan gaya hidup faktor risiko seperti merokok atau kelebihan berat badan dapat meningkatkan jumlah kematian dimasyarakat, penelitian ini dipublikasikan dalam JAMA Internal Medicine telah dibuktikan. 1 studi kohort prospektif termasuk 131.342 peserta dari Nurses’ Heatlh Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Dimana data peserta yang diet dan gaya hidup peserta lainnya dikumpulkan setiap dua tahun, dan peserta ini didata selama tiga puluh dua tahun. Mereka yang menjaga pola makan yang sehat dengan baik dan tidak terlalu banyak konsumsi protein hewani memiliki panjang usia yang mengesankan. Sebalikya, mereka yang sering kali konsumsi protein hewani dan jarang konsumsi sayur, buah , dan protein nabati cenderung sakit-sakitan. Mudah terserang virus dan usianya lebih pendek.
    Makanan yang mengandung protein nabati dapat mengurangi risiko kematian dan membuat kita memiliki tubuh yang sehat. Dan, disarankan juga untuk mengurangi konsumsi makanan yang mengandung protein hewani. Penelitian menemukan mereka yang mengurangi dan membatasi asupan protein hewani dan menggantinya dengan asupan protein nabati akan memiliki pencegahan risiko kematian dini. Dan menariknya lagi, mereka yang senantiasa mengganti asupan protein hewani menjadi asupan protein nabati mereka akan menurunkan risiko serangan jantung.
    Sebaiknya lebih banyak konsumsi protein nabati akan lebih baik. Diharapkan temuan ini mengajarkan semua orang untuk lebih peduli dengan kesehatannya dan lebih mempertimbangkan buat memilih protein nabati dibandingkan protein hewani. Tidak hanya itu saja, agar tubuh semakin sehat, terbebas dari risiko penyakit mematikan dan berbahaya, dan juga agar memiliki usia yang panjang disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dengan baik. Pastikan juga untuk berolahraga secara teratur dan penuhi kebutuhan air yang cukup bagi tubuh agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

    Like

  3. Nama : Mega Silvia I. C. B
    NIM : 4117175

    Sumber makanan protein pada awal masa dewasa dan pengaruhnya terhadap kanker payudara: prospective cohort study

    “Diet protein memiliki pengaruh terhadap risiko kanker payudara” hal ini telah menarik perhatian para ilmuan. Asupan protein yang tinggi dapat mempengaruhi risiko kanker payudara dengan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin yang memiliki peran cukup penting dalam pertumbuhan jaringan dan perkembangan tumor. Namun, sumber protein utama dengan keragamannya mungkin memiliki efek berbeda – beda pada risiko kanker payudara. Dikatakan pula asupan daging merah pada awal masa dewasa dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara pada wanita pramenopause.
    Dalam analisis yang dilakukan oleh Nurses’ Health Study II Menggatakan adanya keterkaitan positif antara asupan daging merah dan kanker payudara pada wanita pramenopause, Namun, masih tidak jelas apakah hasil dari penelitian tersebut positif karena penilaian diet protein yang dilakukan pada usia dini atau usia seorang wanita yang relatif muda saat terkena diagnosis kanker payudara.
    Dalam analisi ini kami memperbaharui analisis ini dengan menambahkan kasus lain dalam penyelidikan pengaruh terhadap kanker payudara. Anataranya adalah hubungan asupan total daging merah yang diproses ( sosis, kornet, dll) dan tidak diproses( daging sapi, daging kambing, dll) seorang wanita dengan risiko kanker payudara secara terpisah di antara wanita pramenopause dan pascamenopause. Selain itu kami meneliti hubungan antara kanker payudara dan makanan kaya protein lainnya seperti unggas, ikan, telur, kacang polong, dan kacang-kacangan.
    Hasil penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi daging merah yang banyak pada wanita pada awal masa dewasa dapat dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Mengkomsumsi daging merah perharinya berhubungan dengan meningkatnya 13% resiko kanker payudara dan hal ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dalam penelitian ini juga dinyatakan bahwa tidak ada keterkaitan mengkomsumsi makanan dengan sumber protein selain daging merah seperti unggas, kacang polong, kacang- kacangan pada wanita pramenopause. Namun menjadi hal yang cukup penting bagi wanita pascamenopause karena mengkonsumsi sumber protein lain selain daging merah untuk wanita yang berada pada masa pascamenopause seperti contohnya daging unggas, kacang – kacangan, dll memiliki keterkaitan dengan penurunan dari resiko kanker payudara. Selain itu, menggantikan sumber protein kita dari daging merah yang diproses maupun tidak diproses menjadi daging unggas, kacang polong dan kacang kacang lain nya juga dapat mempengaruhi penurunan resiko kanker payudara pada wanita dewasa.

    Like

  4. I Gusti Ngurah Bagus Sulaksana Putra – 41170142
    PRINSIP KLONING DNA
    Kloning adalah metode dimana masing-masing molekul DNA dapat menghasilkan banyak molekul atau klon yang identik. Molekul DNA yang mengandung urutan ketertarikan dapat diisolasi dari campuran dan disebarkan dalam sel inang yang sesuai. Ini menghasilkan pasokan molekul ini tanpa batas dan memungkinkan gen atau gen yang terkandung di dalamnya atau produk protein untuk dipelajari. Keuniversalan DNA sebagai genetik (kecuali retrovnus m, yang mengandung RNA) berarti bahwa DNA dari satu organisme dapat disalin secara akurat dan dipelihara di tempat lain.
    Molekul DNA linier dari sumber yang sesuai dicampur dengan DNA vektor dan digabungkan (ligated) dengan enzim spesifik (DNA ligase). Prosedur ini menghasilkan sebuah perpustakaan molekul DNA rekombinan. Rekombinan hanya berarti bahwa DNA dari satu sumber telah digabungkan ke DNA dari sumber lain. Vektor contais urutan DNA yang memungkinkan dan DNA yang menyertainya untuk disalin (direplikasi) setelah memasuki sel host yang sesuai. Sel inang yang paling umum adalah strain laboratorium (non-patogenik) dari bakteri usus Eschescha coli, meskipun ragi roti (Saccharomyces ceresuae) dan organisme niicro lainnya juga digunakan. Sel inang menyediakan mesin enzimatik yang diperlukan untuk menghasilkan salinan molekul DNA rekombinan. Vektor biasanya berupa plasmid (molekul DNA melingkar yang dapat bereplikasi secara independen dari kromosom bakteri dasi dan selanjutnya dapat hadir dalam banyak salinan di setiap sel) atau bakteriofag, yang pada dasarnya adalah virus bakteri. Sel tuan rumah, masing-masing mewakili perwakilan tunggal dari perpustakaan rekanan, tumbuh dan berlipat ganda di piring. Vektor plasmid mengandung gen yang mengkodekan protein yang memberi antibiotik resstance yang digunakan sehingga sel inang E coli tumbuh sebagai koloni pada media selektif (medium yang mengandung antibiotik). Di sisi lain, bacteriohageinfection menghasilkan pembersihan (plak) di halaman sel inang bakteri saat virus bereproduksi, melisis sel, dan menginfeksi kursor di sekitarnya. Setiap koloni bakteri atau plak bakteriofag mengandung ribuan salinan dari satu molekul DNA rekombinan tunggal. Bila sel bakteri yang mengikat DNA yang dipikat telah dipilih oleh satu atau lebih dari prosedur yang dijelaskan lebih rinci di bawah ini, maka dapat ditumbuhkan, dan quatt besar (jumlah terukur dalam mg) dapat diisolasi dengan cukup mudah. DNA ini bisa digunakan langsung untuk eksperimen. Lebih umum lagi ditransfer (subcloned) ke vektor lain yang telah dirancang untuk tujuan khusus, seperti sekuensing DNA atau produksi probe DNA.
    KESIMPULAN :
    Urutan DNA kloning menyediakan alat yang dengannya banyak proses biologis dapat dipelajari, dan pemahaman kita tentang biologi sel dan molekuler telah berkembang dengan pesat oleh penggunaannya. Ekspresi gen kloning telah memungkinkan banyak protein farmakaktif yang berbeda misalnya, insulin, hormon pertumbuhan, dan faktor VIII untuk diproduksi dalam skala dan kemurnian yang tidak terlihat sebelumnya. Teknologi DNA rekombinan akan menjadi lebih penting secara farmasi karena protein terapeutik baru dan molekul peptida tersedia.

    Like

  5. Gabriel Btara Yudhitia Pramono
    41170163

    Pengaruh Diet terhadap Kesehatan

    Diet yang berat pada makanan yang tinggi protein dan rendah karbohidrat dapat meningkatkan risiko batu ginjal dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium setelah hanya enam minggu.

    Temuan ini didapat dari sebuah studi baru yang muncul saat meningkatnya jumlah orang Amerika yang mengalami penurunan berat badan akibat dari diet rendah karbohidrat dan protein tinggi. Dr Robert Atkins menjelaskan bahwa diet ini mengalami peningkatan setelah sebuah berita baru-baru ini di New York Times Magazine yang mengatakan bahwa dengan melakukan diet yang berat dalam mengonsumsi karbohidrat dan produk rendah lemak telah menyebabkan orang menjadi tidak berani mengonsumsi lemak, hal ini juga menjelaskan meningkatnya kejadian obesitas dan mungkin diabetes.

    Meski diet rendah karbohidrat, diet protein tinggi menyebabkan penurunan berat badan dalam jangka pendek, namun kurang berhasil dalam jangka panjang dan bahkan berbahaya bagi kesehatan. Makanan kaya protein dan tinggi lemak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Diet yang berat pada makanan dengan kadar karbohidrat rendah, seperti buah dan sayuran, juga bisa membuat tubuh lapar akan vitamin dan mineral esensial. Kurangnya glukosa yang mencukupi dari karbohidrat sebagai sumber energi dapat menyebabkan kelelahan dan pusing.

    Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr Shalini Reddy dari University of Chicago, menemukan bahwa enam minggu mengkonsumsi karbohidrat rendahdan diet protein tinggi dapat meningkatkan beban asam ke ginjal yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Protein hewani telah terbukti dapat meningkatkan ekskresi oksida urin yaitu senyawa yang dikombinasikan dengan kalsium dan senyawa lainnya yang membentuk batu ginjal.

    Studi baru ini melibatkan 10 orang dewasa sehat berusia 21 hingga 52 tahun yang mengonsumsi makanan biasa selama dua minggu dan kemudian melakukan diet rendah karbohidrat dan protein tinggi selama dua minggu, dan akhirnya diet yang membatasi makan karbohidrat hanya bertahan selama empat minggu. Relawan studi kehilangan rata-rata 9 lb (4 kg), namun senyawa keton yang paling baik terbentuk saat tubuh menggunakan lemaknya sendiri sebagai energi dan mengalami peningkatkan kadar asam dalam darah.

    Meskipun tidak jelas dari penelitian apakah massa tulang terpengaruh, dari hasil temuan menunjukkan bahwa diet tersebut dapat meningkatkan risiko keropos tulang dalam jangka panjang.

    Judul Asli : High protein diet brings risk of kidney stones
    Penulis : Scoot Gottlieb

    Like

  6. Hansen Evandore – 41170154
    Dampak Konsumsi Suplemen Energi Protein Secara Rutin

    Malnutrisi adalah masalah umum dan kurang diketahui pada pasien rumah sakit. Penyakit dan rawat inap sering dikaitkan dengan keseimbangan energi negatif dan penurunan status gizi lebih lanjut. Survei baru-baru melaporkan ke rumah sakit umum bahwa prevalensi pendaftaran malnutrisi 27 % sampai 46% di berbagai spesialisasi di rumah sakit. Artikel ini mengevaluasi bukti yang ada mengenai efektivitas suplemen energi oral atau enteral yang diresepkan secara rutin dalam meningkatkan berat badan, antropometri, dan kelangsungan hidup pasien dewasa.
    Penelitian untuk menentukan apakah penyediaan rutin suplemen energi oral atau enteral meningkatkan hasil pada pasien dewasa, kami menetapkan kriteria inklusi berikut untuk uji coba: uji coba terkontrol secara acak, suplementasi energi protein oral atau enteral, kelompok kontrol yang menerima plasebo atau tanpa intervensi, dan subyek dewasa orang dewasa (termasuk semua kelompok usia dan status gizi awal namun tidak termasuk uji coba pada kehamilan).
    Uji coba utama melaporkan berat badan dan tindakan antropometri dengan beberapa cara. Agar kami dapat menyusun informasi terstandardisasi mengenai perubahan berat badan selama masa percobaan, kami memilih “mean” dan “SD” dari persentase perubahan berat. Strategi ini digunakan karena kami percaya itu memiliki relevansi klinis, mencerminkan tingkat perubahan berat badan dan kemungkinan akan tersedia dari banyak percobaan. Bila persentase perubahan berat badan tidak tersedia, kami menghitung selisih antara berat awal dan akhir, dinyatakan sebagai persentase berat awal, dan disimpulkan sebesar 10%. Nilai “SD” adalah nilai konservatif yang berada di batas atas hasil pengamatan. Jika berat awal tidak dilaporkan, kami mengasumsikan nilai standar 60 kg, yang berlaku untuk semua pasien tanpa memperhatikan status gizi awal mereka. Kami memilih lingkar otot mid-arm sebagai antropometri. Bila hal ini tidak dijelaskan dalam percobaan, kami memperolehnya dari lingkar lengan atas dan ketebalan kulit trisep dengan formula standar. Delapan belas data antropometri kemudian dikumpulkan sesuai data berat.
    Kami mengidentifikasi 94 uji coba yang berpotensi memenuhi syarat dari abstrak, dan ini tidak termasuk: 24 (25,5%) bukan uji coba terkontrol secara acak, 13 (13,8%) menganggap nutrisi parenteral total, 19 (20,2%) tidak menggunakan kelompok kontrol seperti yang didefinisikan oleh kriteria inklusi kami, dan enam (6,4%) adalah percobaan perinatal. Oleh karena itu 32 (34%) uji coba memenuhi semua kriteria masuk. Dua (6,2%) dari uji coba ini 22 23 tidak melaporkan hasil bunga (tabel B di situs web), sehingga 30 (32%) uji untuk analisis (tabel 1). Tidak ada uji coba yang tidak diumumkan yang memenuhi kriteria inklusi kami. Dua puluh enam (86,6%) percobaan memberikan data tentang perubahan berat badan untuk 1607/1648 (97,5%) pasien. Perubahan berat badan absolut cenderung negatif terutama pada penelitian yang melibatkan intervensi bedah atau pengobatan keganasan. Tujuh belas (56,7%) percobaan melaporkan perubahan ukuran antropometri untuk 1209/1230 (98,3%) pasien.
    Suplementasi nutrisi energi oral dan enteral dapat dikaitkan dengan peningkatan penambahan berat badan dan antropometri dan penurunan yang signifikan dalam kasus kematian. Namun, tetap ada ketidakpastian tentang kesimpulan ini. Kami menyimpulkan bahwa uji coba terkontrol acak pragmatik yang besar terhadap suplemen gizi oral atau enteral oral dapat dibenarkan.
    Artikel : Routine protein energy supplementation in adults: systematic review

    Like

  7. BRENDA MIRIANE RUSTAM
    41170167
    Mengkonsumsi protein berhubungan dengan rendahnya resiko kematian

    Berdasarkan penelitian oleh JAMA Internal Medicine mengkonsumsi protein yang berasal dari tumbuhan dapat memberikan resiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan protein dari hewan pada orang yang memiliki gaya hidup beresiko seperti merokok atau obesitas.
    Setelah para peneliti menyesuaikan dengan gaya hidup dan pola makan kebanyakan orang, mereka menemukan setiap 10% protein hewani memiliki 2% resiko kematian untuk segala penyebab dan 8% meningkatkan resiko sakit jantung.
    Sebaliknya, mengkonsumsi protein nabati 10% penurunan resiko kematian dengan 3% meningkatkan kalori dan 7 % penurunan resiko penyakit jantung.
    Bagaimanapun, persatuan ini sudah membatasi partisipan dengan kebiasaan merokok, minum alcohol, dan obesitas , tetapi mereka tidak menjelaskan tentang orang-orang yang tidak memiliki kebiasaan buruk tersebut.
    Penelitian ini juga menunjukan mengubah protein hewani menjadi nabati berhubungan dengan rendanya angka kematian. Peneliti mengatakan bahwa mengubah protein hewani ke nabati khusunya pada daging merah yang memberi kebaikan yang besar dan rekomendasi untuk kesehatan masyarakat yang berfokus pada meningkatkan sumber dari proteinnya.
    Tim kunci dari professor of epidemiologi and deputy director of the cancer epidemiologi unit di universitas Oxford mengatakan “ ini adalah kualitas analisa yang tinggi dari 2 istilah dalam penelitian belajar. Kasus ini sangat penting untuk memeriksa hasil yang mungkin tejadi selama didukung oleh factor diet dan tidak diet. Contohnya, dalam kasus ini kebanyakan orang yang mengkonsumsi banyak protein nabati lebih langsing dan kurang merokok dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi sedikit protein nabati, dan itu diduga memberikan resiko kematian yang lebih kecil.
    “Penulis membuat peluang besar untuk factor pendukung meskipun beberapa tingkat perkembangan dari perkumpulan itu penting, penyesuaiannya cenderung memperlemah perkumpulan tersebut.
    Dia menyimpulkan “secara keseluruhan, penelitian ini menyatakan pola makan sehat lebih mengutamakan pada makanan dari tumbuhan dan konsumsi makanan dari hewan harus dikurangi.
    Ian Johnson, peneliti nutrisi dan dan pesiunan doctor di institute of food research mengatakan “ketertarikan dan ketahanan terlihat mendukung pertumbuhan persetujuan umum tentang pola makan dengan porsi besar dari tumbuhan jauh lebih baik daripada makanan dari produk hewan.
    “ini masih tidak jelas apakah protein nabati melidungi atau protein hewani merusak untuk kesehatan, atau bahkan apakah tingkat protein ini adalah penyebab dari sesuatu yang lain.”
    sumber : http://doi.org/10.1136/bmj.i4243

    Like

    1. Selamat siang dok, maaf saya mengambil artikel yang telah digunakan teman saya. ini artikel baru yang sudah saya terjemahkan
      nama : BRENDA MIRIANE RUSTAM
      nim : 41170167
      sumber : https://doi.org/10.1136/bmj.j845

      PERCOBAAN TERAKHIR MERCK MENGENAI OBAT ALZHEIMER (VERUBECESTAT)

      Obat besar Merck telah mendorong munculnya uji coba pada obat Alzheimer, verubecestat, setelah awalnya ditunjukan data “ tidak ada kesempatan” bahwa itu akan bekerja. Tetapi percobaan kedua pada obat yang sama terus menerus diberikan pada pasien pada permulaan penyakit.
      Verubecestat terlihat sebagai kandidat yang menjanjikan kegagalan, setelah dipublikasikan data pada November menyatakan obat tersebut menurunkan kadar amiloid protein pada cairan tulang belakang pasien dan kontrol kesehatan yang melihat dalam jangka waktu pendek. Pembentukan amiloid adalah salah satu tanda dari Alzheimer dan beberapa obat telah tersusun untuk menurunkan kadar amiloid pada tulang belakang dengan hasil yang berbeda. Verubecestat adalah molekul kecil yang didapat secara oral yang memiliki target berupa enzim , BACE-1(sisi beta dari amiloid yang merupakan pelopor dari pembelahan enzim -1) yang terbawa saat pembentukan amiloid. Dengan menempelkan dirinya pada enzim, verubecestat menghambat kemampuan enzim untuk mencerna pelopor dari protein amiloid, kuncinya ada pada tahap produksi dari amiloid.
      Merck telah memulai dua percobaan besar : satu pada pasien dengan sakit yang terkontrol dan tidak terkontrol selama 18 bulan dan yang kedua pada pasien stadium awal dari pembentukan amiloid selama 2 tahun. Yang pertama hasilnya telah terhimpit setelah adanya data terbaru dari komite menyimpulkan bahwa itu tidak akan menimbulkan hasil yang positif. Bagaimanapun, efek dari sakit yang tidak terkontrol cukup untuk membenarkan kelanjutan dari percobaan kedua pada pasien stadium awal pembentukan amiloid. Diharapkan hasil dari percobaan tersebut pada februari 2019 jika percobaan tersebut berjalan sepenuhnya.
      Kekecewaan baru muncul sebagai ketertinggalan Lily pada November 2016 dengan obat anti-amiloid nya, Solanezumab. Obat itu memiliki cara operasi yang berbeda tetapi dengan hasil yang hampir sama suram. Sejak tahun 2000 sekitar 250 desain gabungan sebagai perawatan terhadap Alzheimer sudah dilakukan, dan hanya satu yang mendapatkan ijin.
      Sementara para ahli sekarang mempercayai bahwa percobaan pada amiloid menimpulkan malapetaka, tetapi harapan mereka masih ada pada kandidat lainnya yaitu, obat Biogen Aducanumab. Pada percobaaan yang menyertakan 165 pasien dengan Alzheimer yang tidak terkontrol atau bukti permulaan adanya amiloid pada hasil scan otak, Aducanumab mengurangi level dari amiloid dan menunjukan perlambatan dalam penolakan memori dan kemampuan berpikir, tetapi percobaan ini sangat kecil untuk menghasilkan hasil yang besar. Percobaan yang lebih besar sedang dalam proses.
      Menurut Bryce Vissel, direktur dari Center for neuroscience and regenerative medicine di unversitas teknologi Sydney, Australia, kegagalan dari verubecestat itu menimbukan kekecewaan.
      Meskipun itu bukan akhir dari teori amiloid dia berkata “ itu adalah sisi kekuatan saya bahwa akan ada pencapaian baru yang harus dikembangkan dan tujuan baru dari penelitian yang harus mendapat dukungan.”

      Like

  8. Nama: Florival José Ximenes Pereira Da Conceição
    NIM: 41170144

    DIET RENDAH KARBOHIDRAT – TINGGI PROTEIN
    Diet rendah karbohidrat – protein tinggi telah menjadi populer di seluruh dunia dan sering digunakan untuk pengendalian berat badan oleh orang awam
    Diet ini juga telah disarankan untuk orang yang ingin menurunkan kadar lemak, berdasarkan hasil dari studi intervensi jangka pendek
    Manfaat ini termasuk pengurangan trigliserida plasma, hemoglobin terglikasi dan konsentrasi insulin serta tekan darah sistolik, dengan perbaikan terhadap penyakit yang lain seperti diabetes tipe 2 dan steatohepatitis non-alkohol. Namun, efek kesehatan jangka panjang dari diet rendah karbohidrat – tinggi protein tinggi tidak jelas, terutama karena kepatuhan terhadap mereka dikaitkan dengan kematian yang secara meningkat di penyakit jantung oleh studi kohor(adalah studi observasi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan memilih dua atau lebih kelompok studi berdasarkan status paparan kemudian diikuti hingga periode tertentu sehingga dapat diidentifikasi dan dihitung besarnya kejadian penyakit).Hasil yang saling bertentangan ini telah mendorong perdebatan mengenai manfaat dan risiko diet tersebut
    Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh 3 peneliti studi kohor terhadap diet rendah karbohidrat – tinggi protein jangkau panjang pada penyakit jantung di Swedia, menujukan bawah:

    Bahaya Diet Tinggi adalah meningkatkan LDL. Lemak jenuh yang terdapat di dalam daging merah serta produk susu juga akan meningkatkan LDL dan HDL yang bisa menimbulkan penyakit jantung. Asupan lemak jenuh ini akan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan bisa menyebabkan stroke. Diet tinggi protein ini akan menghasilkan asam amino sulfur 4 kali lebih tinggi dari protein nabati yang diperoleh dari tumbuhan sehingga akan menimbulkan efek yang tidak baik untuk tubuh.
    Makanan tinggi protein yang terlalu banyak di konsumsi juga akan meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah dan ini akan memicu timbulnya penyakit jantung. Dari penelitian yang sudah dilakukan mereka telah ditemukan jika seseorang mengonsumsi protein hewani yang mengandung lemak jenuh, maka risiko jantung akan meningkat secara tajam yakni hingga mencapai 34% pada pria.

    Sumber: http://www.bmj.com/content/344/bmj.e3801

    Like

  9. Nama: Ceny Gloria Larope
    NIM: 41170149

    Dosis Tinggi Statin Menurunkan Reaksi C Protein

    Pertanyaan: Apakah tingkat protein reaktif C yang lebih rendah setelah perawatan dengan statin terkait dengan risiko kejadian kencing berulang yang lebih rendah?
    Sinopsis: Ini adalah analisis post hoc dari uji coba secara acak yang membandingkan atorvastatin (Lipitor) 80 mg dengan pravastatin (Pravachol) 40 mg pada 4162 pasien dengan sindrom koroner akut. Dari jumlah tersebut, 3745 memiliki tingkat lipoprotein densitas rendah (LDL) dan C reactive protein (CRP) yang diukur 30 hari setelah keluar dari rumah sakit. Ada hubungan linier antara penurunan LDL dan risiko kejadian koroner berulang (kematian kardiovaskular atau infark miokard non-fatal) dan hubungan yang serupa antara pengurangan CRP dan risiko kejadian koroner berulang. Efek LDL dan CRP secara statistik independen. Pasien dibagi menjadi kuartil dengan CRP terakhir mereka; kuartil terendah (<0,9 mg / l) memiliki risiko relatif 1,0, dibandingkan dengan 1,5 untuk mereka dengan tingkat CRP antara 0,9 dan 4,2 mg / l, dan 1,9 untuk mereka dengan tingkat CRP lebih besar dari 4,2 mg / l. Penulis melakukan berbagai analisis subkelompok. Yang paling relevan adalah untuk pasien yang tidak diberi resep statin; Artinya, mereka yang memiliki LDL <70. Pada kelompok ini, perbedaan kejadian koroner berulang secara statistik signifikan, namun secara klinis kecil: 3,1 v 2,4 kejadian per 100 orang tahun, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk pengobatan 140 per tahun. Studi lain dalam edisi yang sama (N Engl J Med 2005; 352: 29-38 menemukan bahwa pengurangan tingkat CRP oleh statin dikaitkan dengan penurunan tingkat lesi yang diukur dengan ultrasonografi endovaskular. Namun, hanya dosis statin yang sangat tinggi (atorvastatin 80 mg) menurunkan CRP sama sekali.
    Intinya Analisis post hoc ini memberi dukungan pada hipotesis bahwa statin memiliki efek pada pencegahan sekunder penyakit kardiovaskular yang melampaui kemampuan mereka menurunkan tingkat lipoprotein densitas rendah. Namun, manfaat absolut sangat kecil pada pasien dengan LDL rendah yang sebaliknya tidak akan menjadi kandidat statin bahkan pada populasi berisiko tinggi ini adalah pasien dengan sindrom koroner akut. Kami sekarang memerlukan uji coba prospektif pencegahan primer pada pasien yang tidak akan menjadi kandidat statin, dan membandingkan pendekatan ini untuk memodifikasi peradangan dengan obat kandidat lainnya. Percobaan semacam itu (JUPITER) sedang berlangsung. Sampai saat itu, keseimbangan manfaat dan bahaya skrining untuk CRP sepenuhnya dieksplorasi, kita seharusnya tidak memperpanjang kebijakan screening CRP ini kepada semua pasien kami, dan tentu saja tidak bagi mereka yang tidak memiliki penyakit koroner.

    sumber artikel: http://www.bmj.com/content/330/7497/0.6

    Like

  10. Virgina Glory Brillianti
    41170151

    Protein dapat Memprediksi Kelangsungan Hidup Kanker Payudara

    Para ilmuwan telah mengidentifikasi protein yang dapat memprediksi kemungkinan jangka panjang wanita untuk bertahan dari kanker payudara. Karena tingkat protein dapat dengan mudah diukur pada awal perjalanan penyakit, penemuan tersebut akan membantu dokter untuk menentukan wanita mana yang memerlukan perawatan lebih agresif, menurut periset.
    Dr. Bruce Turner dari Thomas Jefferson University di Philadelphia, Pennsylvania, dan rekannya melihat 122 wanita dengan kanker payudara stadium awal. Mereka menemukan bahwa 82% wanita yang memiliki tumor yang mengandung protein tingkat tinggi yang disebut BAG-1 masih hidup 10 tahun setelah didiagnosis menderita kanker, dibandingkan dengan 42% wanita yang tumornya mengandung kadar protein rendah. BAG-1 adalah protein yang terlibat dalam pembelahan sel dan kelangsungan hidup (Journal of Clinical Oncology 2001; 19: 992-1000).
    “Temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa BAG-1 merupakan prediktor penting untuk bertahan hidup pada pasien yang memiliki kelenjar getah bening negatif dan berisiko terkena penyakit metastasis,” ungkap Dr. Turner.

    Dia menambahkan: “Seringkali sulit membuat keputusan mengenai terapi untuk wanita-wanita ini. Sekarang kita tahu bahwa wanita dengan kelenjar getah bening negatif dan tingkat BAG-1 yang rendah berisiko terkena penyakit metastatik dan mungkin kandidat yang baik untuk perawatan kanker agresif. Biomarker ini bukan hanya merupakan penanda untuk bertahan hidup pada pasien kanker payudara, namun yang lebih penting, ini adalah penanda untuk kelangsungan hidup wanita dengan kelenjar getah bening negatif. Ini tidak tergantung pada status kelenjar getah bening. ”

    Para ilmuwan menguji jaringan tumor dari masing-masing wanita dalam kelompok tersebut, mengukur kadar BAG-1, protein yang menghambat apoptosis (kematian sel terprogram). Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan penanda kanker potensial lainnya – seperti p53, reseptor estrogen, Her2 / Neu, stadium penyakit, dan Bcl-2 (gen anti-apoptosis lain yang merupakan prediktor untuk bertahan hidup) -BAG-1 adalah yang terbaik. mampu memprediksi kelangsungan hidup setelah 10 tahun.

    “Kami terkejut melihat indikator ini lebih baik daripada spidol lainnya, dan didorong oleh implikasi potensial dari hasil ini dalam hal mengobati pasien kanker payudara tahap awal, terutama mereka yang memiliki kelenjar getah bening negatif, karena bagi pasien tersebut penggunaan dosis tinggi. Kemoterapi dan terapi lainnya tetap kontroversial, ” ungkap Dr. Turner.

    Dengan mengukur kadar BAG-1, dokter mungkin dapat menentukan wanita dengan kanker lokal yang berisiko tinggi terkena kanker. Wanita dengan kadar protein rendah mungkin kandidat yang baik untuk perawatan yang lebih agresif, sedangkan wanita dengan tingkat tinggi mungkin terhindar dari efek samping dari terapi ini.

    sumber artikel: http://www.bmj.com/content/322/7285/510.5

    Like

  11. Konjungasi protein vaksin pneumokokus

    Nama: Jonathan Dave NIM:41170168

    Mengingat beban global yang besar dari penyakit pneumokokus invasif, pengenalan vaksin pneumokokus konjugasi protein dapat memberikan pilihan yang berguna untuk melindungi individu yang berisiko. Optimisme berasal dari penelitian prospektif besar yang menunjukkan bahwa vaksin pneumokokus konjugasi protein mencegah 94% penyakit invasif pada anak-anak muda.1 Efektivitas klinis vaksin ini sekarang perlu ditetapkan antara anak-anak dan orang dewasa lainnya yang berisiko. Ini termasuk orang dengan paparan yang meningkat terhadap Streptococcus pneumoniae, cacat imunologis karena infeksi HIV, transplantasi sumsum tulang, multiple myeloma, sindrom nefrotik, asidosis anatomis atau fungsional, dan orang tua dengan kondisi kronis. Khasiat vaksin tidak dapat diprediksi karena cacat kekebalan tubuh berbeda pada masing-masing kelompok.

    Kebutuhan akan penilaian vaksin yang ketat dan obyektif semakin ditingkatkan oleh kekhawatiran serius yang diangkat baru-baru ini ketika vaksin ini ditemukan secara tidak terduga untuk meningkatkan tingkat pneumonia pada orang yang terinfeksi HIV.2 Kurangnya pengetahuan tentang mekanisme dasar yang mendasari kegagalan vaksin pneumokokus mengindikasikan bukti yang memadai harus di lakukan penyuluhan terhadap kelompok yang beresiko tentang vaksin ini, jika vaksin ini berhasil akan berdampak apa dan jika vaksin ini gagal akan berdampak apa.

    Jadi dari arikel tentang penelitian ini membahas bagaimana beban global yang besar terhadap penyakit pneumokokus invasif, dengan memberikan vaksin pneumokokus konjungasi protein dapat memberikan bantuan kepada kelompok yang berisko terkena penyakit ini. Optimism untuk membuat vaksin ini berasal dari penelitian prospektif besar yang menunjukkan bahwa vaksin ini mencegah hampir 100% yaitu 94% penyakit invasif pada golongan muda mudi. Untuk orang dewasa dan anak-anak yang beresiko terkena penyakit ini, vaksin ini harus segera di tetapkan agar melindungi mereka dari kerugian akan penyakit Ini dan mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. Kasiat vaksin ini tidak dapat di prediksi karena cacat kekebalan tubuh pada masing-masing orang berbeda untuk orang-orang yang terkena penyakit penurunan daya tahan tubuh seperti HIV, transplantasi sum-sum tulang belakang, dan sindrom nefrotik.

    sumber : https://doi.org/10.1136/bmj.324.7344.1002

    Like

  12. Gusti Ayu Agung Indra Sari Putri – 41170152

    Ulasan Buku: Metabolisme Asam Amino
    Volume ini berisi makalah dari 80 kontributor yang membahasnya, mempresentasikan simposium mengenai metabolisme asam amino yang diadakan di Universitas John Hopkins, yang disponsori oleh lembaga McCollum – pratt, pada 14 – 17 Juni, 1954. Sebuah fitur dalam perencanaan dan publikasi dari kontribusi ini adalah pemilihan satu atau beberapa peserta yang akan merangkum keadaan terkini pengetahuan tentang metbolisme yang terkait erat dengan asam amino. Buku ini disusun sesuai dengan berbagai macam grup yang sesuai dengan bagaimana amino acid dipresentasikan dama simposium tersebut. Yang ada di bawah ini adalah,pada bagian 1 adalah tentang pertimbangan umum tentang metabolisme asam amino. Di bagian 2 mencakup tentang metabolisme asam glutamat, prolin, ornithine,citrulline. Bagian 3 adalah metabolisme dari histidin, leusin, isoleusin, valin, dan lisin. Bagian 4 adalah metabolisme dari metionin, sistein, threonine. Bagian 5 adalah metabolisme glisin, dan serin. Bagian 6 mencakup tentang asam amino aromatik, dan pada bagian akhir terdapat terdapat ringkasan dari Dr. Bentley Glass.
    Pemahaman kami tentang hubungan timbal balik dari beberapa kelompok asam amino mungkin merupakan kemajuan terkini dalam metabolisme asam amino. Dari awal hingga akhir tekanan besar simposium telah diletakan pada banyak transminasi yang terjadi pada kolam asam amino, yang setidaknya mengandung enam belas asam amino. Tetapi bentuk ini hanya merupakan bagian dari glutamat dan asam aspartat yang berada di persilangan, sebagaimana yang dikatakan Bentley Glass, “di sana memancarkan hubungan antara siklus asam tricarboxy dan siklus ornithine- citruline- arginine; dan proyek jalan proline hidroxyproline dari asam glutamat ke arah lain.” Kemudian histidin terhubung satu sisi dengan metabolisme pentosa, dan dalam kematiannya sendiri berpartisipasi dalam sintesis nukleotida dan kelompok metil yang baru yang dibutuhkan dalam pembentukkan metionin, kolin, dan lain – lain. Sementara pada ikatan ketiga, ia mengubungkan jalan silang dimana terdapat asam glutamat. Valin leusin dan isoleusin disintesis oleh jalur paralel dan interkoneksi, dan melalui degradasi mereka menghentikan aseto – asetat, metabolisme asam lemak, dan Siklus Krebs. Dalam sintesisnya, valin dan isoleusin dihubungkan dengan threonin dan kelompok homoserine. Metabolisme lisin juga berpusat pada asam glutamat sebagai titik nodal. Asam amino aromatik melacak kembali karbohidrat dan dalam degradasi metabolismenya mereka dirakit untuk menjadi pigmen, hormo, auksin, dan vitamin. Jadi sesorang dapat terus berjalan, sekarang jumlah dari asam amino lebih dari 50 tanda. Simposium ini juga mendemostrasikan bahwa sekarang kita memiliki wawasan yang lebih dalam tentang mekanisme kerja bagi koenzim, khususnya asam folat derivatif. Salah satu penemuan yang paling penting adalah jenis enzim sulphydryl ferrous.
    Buku ini ditulis untuk ahli biokimia ditulis oleh kelompok ahli internasional namun disajikan dalam bentuk yang sangat gampang dibaca. Para editor dan penerbit harus diberi selamat untuk produk yang luar biasa.

    D. P. CUTHBERTSON

    sumber: http://www.bmj.com/content/2/4987/287.2

    Like

  13. Brian Ardya Indrajat (41170143)

    RNA INTERFERENCE (Intervensi RNA)

    RNA Interfence muncul sebagai mekanisme alami untuk menghentikan ekspresi gen. Bisa dimanfaatkan untuk menghambat ekspresi gen secara spesifik. RNA interference efektif untuk penelitian, tapi apakah efektif untuk pengobatan ?
    Keberadaan RNA interference sebagai mekanisme untuk menghentikan ekspresi gen muncul pada tahun 1980an. Tapi istilah RNA interference baru ada pada 1998, dan peneliti menemukan RNA rantai ganda bisa memicu degradasi mRNA.
    RNA interference disimpulkan untuk menjadi metode untuk melindungi organisme dari virus akhir-akhir ini. Hal ini karena dalam struktur genetiknya, virus lebih banyak mengandung RNA daripada DNA, dengan RNA rantai ganda. Sementara itu, organisme mampu mengenali RNA rantai ganda tersebut. Sel organisme akhirnya mengeluarkan enzim untuk memecah rantai ganda RNA itu menjadi RNA rantai tunggal. Semua hal ini terjadi pada invertebrata.
    Pada vertebrata (manusia), upaya awal untuk menginduksi RNA Interference tidak berhasil, karena tubuh mengeluarkan antibodi berupa antiferon. Namun, ada RNA interference tidak sepenuhnya hilang. Saat upaya induksi nampak gagal, RNA interference (siRNAs) nampak mampu untuk memicu degradasi rangkaian spesifik homologus mRNA.
    Jauh sebelum RNA interference diterapkan pada sel mamalia, peneliti telah menerapkannya kepada cacing. Perangkaian genom manusia dan studi terbaru tentang model organisme membawa orang pada keadaan dimana banyak gen ditemukan, tanpa diketahui fungsinya. RNA interference saat ini dipakai dalam penelitian biologis dan biomedis untuk mempelajari efek dari pengeblokan ekspresi pada gen yang ditentukan. Penelitian pada mamalia menjadi lebih sulit, karena terkonsentrasi pada pengenalan RNA interference kepada sel dalam pembiakan jaringan. Cara yang populer sudah membuat proses ini terjadi secara in vitro. Cara lainnya adalah dengan menggunakan vektor ekspresi gen, seperti virus. Namun, tidak seluruh percobaan mengenai ini sukses.
    Teknologi penggabungan mikro DNA telah memungkinkan untuk penentuan level ekspresi gen. Hal ini menyebabkan akumulasi informasi yang luas mengenai gen yang ekspresinya berubah saat ada penyakit. Kemampuan RNA interference untuk menyediakan ablasi ekspresi gen yang relatif mudah telah membuka peluang penggunaan siRNAs untuk menganalisis ribuan gen berbeda yang ekspresinya ditentukan oleh penyakit. Hal ini berarti bahwa koleksi molekul RNA interference telah dikonstruksi untuk memungkinkan analisis fungsi gen dalam skala genom yang luas.
    Dalam hal klinis, RNA interference dapat dipakai untuk pengobatan penyakit yang berhubungan dengan peningkatan ekspresi gen, seperti kanker, hepatitis, dan penyakit inflamasi. Tantangan untuk menjadikan RNA interference menjadi metode pengobatan yang efektif adalah penghantaran agen RNA interference. Tapi di samping itu, RNA interference telah diterapkan dan efektif pada tikus. Pemberian penelitian yang cukup terhadap metode penghantaran RNA interference memperkuat kemungkinan penyakit-penyakit di atas diobati dengan baik oleh RNA interference.

    SUMBER : http://www.bmj.com/content/350/bmj.h2367

    Like

  14. Dampak Protein terhadap Metabolisme

    Metabolisme Asam Amino begitu berdapak bagi semua asam amino yang terkait dengan sintesis protein telah terlibat dalam satu gangguan metabolisme atau penyakit.
    Dari mekanisme transportasi asam amino, hubungan kompleks hubungan asam organik glycine dari defisiensi siklus urea dengan lysinemia , dan asosiasi menarik intoleransi dengan lainnya.
    Charles Scriver dan Leon Rosenberg, yang sudah mapan di kalangan medis dan ilmiah, menjadikan buku ini sebagai pengenalan semua asam amino (asam organik) dalam kaitannya dengan penyakit. Memungkinkan pengobatan penyakit yang terkait dengan metabolisme asam amino atau ekskresi asam amino abnormal dan cakupan metabolisme asam amino dan asam amino ini merespons
    terapi vitamin
    ( walaupun dalam dosis farmakologis ) pengembangan untuk memilikinya sama pentingnya dengan daftar stigma awal sebelum perawatan yang diperlukan untuk diagnosis yang tepat dalam pandangan yang kompleks ini adalah untuk mengetahui dosis vitamin tertentu yang akan diberikan.
    Perhatian juga tertarik pada efek kehamilan dan “pil pada fenilalanin dan tirosin meta- Anami ino-ncid yang mendapat sedikit ion penglihatan.Pentingnya metionin terhadap plasma bayi yang diuji sekitar 3 minggu adalah methodiemia yang merupakan asosiasi penyakit hati yang menonjol, dan mungkin dalam kejadian homocystinuria diketahui dan kehadirannya di tirosinosis telah menyebabkan klasifikasi metioninemia turun-temurun.
    Tidak semua siap untuk menerima diagnosis ini dalam pandangan berbeda tiap orang terhadap masalah kompleks ini dan harus kritis menangapinya untuk mengetahui dosis khusus dalam pengobatannya.
    Membantu menentukan lebih lanjut untuk apa yanh harus diberikan.
    Tirosinosis yang diperlukan apakah genetik atau etiologi yang benar di buku ini jelas di sampaikan.

    Efeknya terhadap kehamilan bergantung pada jenis Pil pada fenilalanin dan tirosin metablolisme.

    Sumber : https://doi.org/10.1136/bmj.3.5925.266-A

    Nama : Iraweri Yunita Mandowen
    NIM : 41170174

    Like

  15. Ade Novita Plaikol
    41170156
    Keakuratan diagnosa protein urinspot dan albumin terhadap rasio kreatinin untuk mendeteksi proteinuria signifikan atau hasil kehamilan yang merugikan pada pasien dengan dugaan preeklampsia:tinjauan sistematis dan meta analisis
    Pre-eklampsia adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan perinatal yang menyulitkan 2-8% dari semua kehamilan. Ini adalah penyakit endotel multisistem yang menyebabkan glomeruloendotheliosis,pada kasus yang parah menyebabkan kerusakan ginjal dan kegagalan. “Permeabilitas” membran dasar glomerulus pada protein, termasuk albumin, adalah kunci diagnosis.Proteinuria yang signifikan (selain hipertensi) membuat predisposisi wanita hamil terhadap koagulopati, penyakit hati, dan stroke. Morbiditas perinatal serius terjadi dalam bentuk kelahiran prematur (sering iatrogenik) dan pembatasan pertumbuhan janin. Diagnosis pre-eklampsia (International Societyfor Study ofHypertension in Pregnancy) ditentukan oleh adanya tekanan darah tinggi yang dikombinasikan dengan proteinuria signifikan (≥ 0,3 g / 24 jam) setelah minggu ke 20 kehamilan pada normotensi, non Pasien pranainatal.Salah satu “pilar” perawatan antenatal mencakup program skrining yang ditujukan untuk mendeteksi preeklampsia dengan pengukuran tekanan darah dan urinalisis proteinuria secara teratur (sering menggunakan tusukan urinalisis) . Analisis dipstick, Menggunakan strip reagen visual, cepat, portabel, dan mudah dilakukan. Namun, sampel urin diambil pada waktu yang bervariasi sepanjang hari. Tes ini diperumit dengan tingkat falsepositive dan falsenegative yang relatif tinggi,sehingga hampir selalu ditindaklanjuti dengan tes “goldstandard” dari koleksi urine 24 jam. Tes ini sendiri bukan tanpa masalah. Pengumpulannya tidak praktis, memakan waktu, tidak nyaman (untuk pasien maupun staf rumah sakit), dan mengalami kesalahan seperti pengumpulan yang tidak lengkap yang menyebabkan ketidakakuratan (dalam 13-68% dari koleksi) . Penundaan dapat terjadi di institusi manajemen Rencanakan sementara hasilnya ditunggu, dan verifikasi diagnosis preeklampsia mungkin tidak mungkin dilakukan jika pasien mengantarkan sebelum pengumpulan urin selesai. Metode uji laboratorium yang digunakan juga sangat bervariasi, dan kejadian proteinuria signifikan telah ditunjukkan bervariasi tergantung pada uji yang digunakan.
    Oleh karena itu diperlukan adanya tes yang cepat dan akurat untuk mengidentifikasi proteinuria kencing yang signifikan. Hal ini dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tepat waktu, yang cenderung mengurangi kecemasan pasien, mempersingkat masa tinggal rumah sakit dengan penghematan biaya terkait, dan “menargetkan” wanita dengan patologi yang benar untuk perawatan. Rasio protein spot terhadap kreatinin dan rasio albumin terhadap kreatinin telah dipelajari secara ekstensif di luar kehamilan (kerusakan ginjal, diabetes, dan transplantasi ginjal). Rasio pertama juga telah dipelajari pada gangguan hipertensi pada kehamilan.Beberapa penelitian yang relatif sedikit telah memeriksa keakuratan diagnostik rasio albumin terhadap kreatinin pada kehamilan.Bukti yang cukup dari penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara rasio protein acak terhadap kreatinin dan protein 24 jam. Ekskresi, dan Masyarakat Internasional untuk Studi Hipertensi dalam Kehamilan telah menerima tes ini sebagai metode untuk identifikasi proteinuria yang signifikan.Namun, sebuah konsensus belum dicapai pada ambang yang paling tepat untuk digunakan dalam praktik klinis,khususnya di populasi dengan dugaan pre-eklampsia atau penggunaannya dalam prediksi hasil buruk ibu dan bayi. Kami melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur dan meta analisis multivariat dengan tujuan menentukan keakuratan diagnostik rasio protein terhadap kreatinin dan rasio albumin terhadap kreatinin dibandingkan dengan pengumpulan urin 24 jam untuk mendeteksi proteinuria signifikan pada pasien dengan dugaan pra- eklampsia dan untuk melihat kemampuan mereka untuk memprediksi hasil buruk ibu dan bayi.

    Like

  16. Nama: Muhammad Fikri Mujtahid
    NIM : 41170157

    Penghapusan Protein Abnormal

    untuk beberapa pasien dengan paraproteinemia pertukaran plasma dengan cara terus menerus aliran pemisah sel darah. Prosedur menghasilkan hasil klinis yang baik terkait dengan penurunan signifikan protein abnormal tingkat sementara penggunaan freeze dry plasma mempertahankan tingkat normal dan mendekati normal immunoglobulin dan faktor pembekuan. Namun, pasien dengan paraproteinemia Sering membutuhkan pengulangan berulang pada sel darah pemisah, dan sekali manfaat mencolok dari Pertukaran plasma yang dilakukan dengan cara ini adalah sepenuhnya menyadari fasilitas yang sangat terbatas Tersedia di Inggris akan kewalahan. Penyediaan granulosit (dan mungkin platelet di mana ini tidak dapat diperoleh di tempat lain) dari HL-A donor sehat yang cocok untuk diobati pasien dengan aplasia sumsum dan penglihatan sel blast dari leukemia akut pasien untuk imunoterapi aktif dan menerima penyelidikan. Saya sadar akan keberadaan hanya sel pemisah sel di Indonesia Inggris, dan selama periode yang wajar Waktu maksimal sekitar lima pasien aminggu bisa diakomodasi oleh satu tim. Dengan demikian penting untuk menilai kemungkinannya jumlah pasien yang bisa masuk akal diperlakukan dengan metode yang digariskan oleh Dr. Powles dan rekannya jadi tambahan mesin bisa disediakan

    Poin kedua, dan ini ditekankan oleh Dr. Powles dan rekan-rekannya, adalah masalah penularan serum hepatitis, yang risikonya merupakan akelemahan teoritis utama penggunaan membekukan plasma kering tipe pasien biasanya dimasukan ke dalam pemisah sel darah tersebut, karena berkurangnya daya ingat imunologisnya, dengan risiko yang cukup besar dari serum hepatitis. Menggunakan plasma pooled adalah untuk menguji antigen Australia dan satu Oleh karena itu harus mendapatkan plasma dari “aman donor “dengan kerjasama daerah layanan transfusi darah Dalam beberapa hal masalah pasien seleksi dan penularan hepatitis mirip dengan yang ditemui selama hemodialisis Nampaknya terus menerus aliran pemisah sel darah akan menjadi lebih penting dalam menghilangkan dengan cepat volume plasma yang relatif besar selama prosedur pertukaran dan dalam pengadaan jumlah berguna terapeutik terbentuk elemen. Oleh karena itu penting bahwa masalah logistik yang terkait dengan penggunaan hemodialisis harus dipelajari secara ketat oleh mereka yang terlibat dengan pemisah sel darah.

    Like

  17. Claudius Pasco Y.S.M.
    (41170159)

    Antibodi Rubella dalam Imunoglobulin

    Karena kemungkinan kelainan kongenital pada awal kehamilan ibu, imunoglobulin manusia diberikan secara profilaksis pada wanita hamil yang berisiko. Baru-baru ini, diperkirakan mengestimasi antibodi rubella pada imunoglobulin manusia, namun titer tampaknya sangat bervariasi. Stewart, Parkman, Hopps, Douglas, Hamilton, dan Meyer (1967) menemukan titer antibodi hemaglutinasi yang menghambat imunoglobulin berada pada kisaran 1 / 1.024 sampai 1 / 4.096. Dalam penyelidikan sekarang dilaporkan kandungan antibodi rubella dari sejumlah batch imunoglobulin manusia yang digunakan untuk profilaksis rubela diuji dengan metode penghambatan netralisasi dan hemaglutinasi. Spesifisitas tes diperiksa dengan menggunakan batch globulin manusia yang dipersiapkan secara khusus tanpa antibodi rubella. Penurunan dan hilangnya antibodi terukur pada sukarelawan rentan yang disuntik dengan imunoglobulin juga dipelajari.
    Selama sekitar 14 tahun immunoglobulin atau gammaglobulin manusia telah digunakan dalam profilaksis rubella, McDonald dan Peckham (1967) telah mengemukakan bukti yang mendukung kegunaannya. Baru-baru ini menjadi mungkin untuk mengukur kandungan antibodi rubella dalam serum manusia dan globulin yang berasal darinya. Uji netralisasi dan uji hemaglutinasi telah digunakan. Dari bukti yang sudah dipaparkan lebih dari 80% orang dewasa di suatu negara ternyata telah beredar antibodi rubella. Globulin ini dibuat dari kolam plasma dewasa. Itu tidak mengherankan dari tes pada sejumlah batch untuk menemukan bahwa semua mengandung antibodi rubella. Dengan pemilihan contoh plasma negatif sebelumnya, bagaimanapun, adalah mungkin untuk mendapatkan batch khusus tanpa antibodi untuk memeriksa spesifisitas tes. Masalah yang ditemui dalam tes netralisasi dilaporkan.
    termasuk kesulitan mendapatkan titik akhir yang tajam. Pada bagian ini mungkin karena tidak adanya faktor labil hadir dalam serum yang tidak dipanaskan dan sebagian dapat dipengaruhi oleh sitotoksisitas bahan pengawet tambahan (thiomersal). Kemungkinan alasan variasi yang cukup besar dalam titer dalam laporan yang diterbitkan juga disertakan. Penggunaan imunoglobulin untuk profilaksis rubella telah diikuti oleh munculnya sementara antibodi yang memiliki ikatan rendah. Pada dosis standar globulin ini belum ditunjukkan, namun tesnya belum tentu sangat sensitif dan keadaan tidak mendukung pengumpulan sampel darah berulang dari ibu hamil pada interval waktu yang ideal. Hal ini jelas tidak perlu memberi imunoglobulin pada sebagian besar orang yang terpapar rubella, karena mereka sudah kebal. Pada tahap ini imunisasi aktif terhadap rubella perempuan dewasa muda yang masih rentan nampaknya menjadi alternatif yang lebih menjanjikan.

    Like

  18. Ormy Abiga Mahendra ( 41170155)
    Diet Protein dan Perkembangan Ginjal Kronis

    Orang-orang pada umumnya mempertimbangkan makanan berdasarkan rasanya bukan komponen biokimia yang terkandung didalamnya. Dengan pola pikir seperti itu, hanya beberapa orang saja yang memenuhi pedoman pola makan(diet) yang benar. Hasil dari eksperimen penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa mengurangi sumber protein pada makanan dapat menghindarkan dari penurunan kinerja ginjal dan resiko terkenanya penyakit ginjal. Namun penelitian terbaru pada manusia menunjukkan bahwa hanya ditemukan sedikit efek pada kerja ginjal, yaitu 0,58 g/kg berat badan pasien dengan angka filtrasi glomerulus 0,28 g/kg ditambah suplemen asam keto dengan angka filtrasi glomerulus 13-24 ml/menit. Studi kasus pada hewan juga menunjukkan, pertumbuhan gagal ginjal stadium ahkir disebabkan karena adanya glomerulosclerosis, yang disebabkan oleh meningkatnya haemodynamic pada glomeruli,yang menstimulasi diproduksinya sitokinin pada sel mesangial dan produksi kolagen.
    Jika perbatasan protein dilakukan maka asupan nitrogen dan energi harus seimbang untuk memastikan nutrisi tetap terjaga. Asupan energi yang kuat sama pentingnya dengan aspek diet lainnya;Pembatasan protein sederhana (0,6 g protein/kg berat badan/hari) meminimalkan keseluruhan muatan produk protein yang harus diekskresikan ginjal.Secara alami mengurangi proporsi protein rendah asam amino esensial tampaknya dinilai lebih baik.
    Karena asupan protein berkurang,maka asupan fosfat juga menjadi berkurang,sehingga kenaikan konsentrasi fosfat plasma diminimalkan. Hal ini memiliki manfaat dalam hal memastikan bahwwa kalsium fosfat tidak diletakkan dalam bentuk kristal dalam jaringan tubuh dan juga dapat mengurangi sekresi hormon paratiroid.
    Karena beberapa subfraksi lipid dapat merusak glomerulus secara langsung,pengendalian diet asupan lemak mungkin menjadi satu hal yang penting pula. Jika demikian, intervensi diet mungkin terbukti sebagai alat yang berharga untuk mengubah tingkat fungsi ginjal dalam penyakit progresifnya.
    Sumber : http://www.bmj.com/content/309/6962/1101.full

    Like

  19. YEHESKIEL MATTHEW AXEL MANARIANGKUBA (41170140)

    Teknik blotting untuk mempelajari DNA, RNA, dan protein

    Mengidentifikasi dan mengukur protein spesifik dalam campuran biologis yang kompleks,seperti darah,memiliki tujuan penting dalam praktik ilmiah dan diagnostik.Baru-baru ini identifikasi gen abnormal dalam DNA genom menjadi semakin penting dalam penelitian linikal dan konseling genetik.Teknik blotting digunakan untuk mengidentifikasi protein unik atau telah di kembangkan ke urutan asam nukleat.Mereka telah dikembangkan menjadi sangat spesifik dan sensitif dan menjadi alat penting dalam biologi molecular dan penelitian klinis.

    PRINSIP UMUM
    Metode ini cukup sederhana dan biasanya terdiri dari empat tahap terpisah:pemisahan elektroforesis protein atau fragmen asam nukleat dalam sampel:transfer ked an imobilisasi pada bantuan kertas;pengikatan analitis probe ke target di atas kertas;dan dipisahkan oleh elektroforesis dan kemudian di transfer ke media pendukung yang mudah di tangani atau membran.

    Melumpuhkan fragmen protein atau DNA,memberikan replica pemisahan yang asli dengan memfasilitasi analisis biokimia berikutnya.Setelah dipindahkan ke media pendukung,protein imobilisasi atau fragmen asam nukleat dilokalisasi dengan probe,seperti antibody atau DNA,yang secara khusus mengikat molekul yang diminati.Kemudian,posisi probe yang terikat pada molekul target yang di imobilisasi,di visualisasikan menggunakan autoradiografi.
    Tiga Teknik bloting utama telah dikembangkan dan umumnya disebut blot southern,northern,dan western.Blot Southern dinamai sesuai dengan penggagasnya,memungkinkan fragmen DNA,yang dihibridasi oleh hydrogen yang terikat pada fragmen DNA kromosom komplementer.Blot Northern memungkinkan molekul RNA pembawa(mRNA)individu diidentifikasi dan diukur setelah hibridasi ke urutan DNA yang sesuai (urutan DNA dari mana mRNA di transkripsikan).Sebaliknya,Blot Western memungkinkan protein tertentu diidentifikasi dengan antibody spesifik.Digunakan sebagai probe analitis.

    METODE
    Sebuah Prasyarat untuk Blot Southern dan Western adalah tersedianya DNA cloning atau urutan DNA sintetis yang dapat digunakan sebagai probe untuk gen yang diminati.Blot Southern adalah Teknik hibridasi DNA-DNA yang sering digunakan untuk mengidentifikasi.Misalnya,lokasi gen tunggal pada DNA kromosom.

    APLIKASI
    Kurang dari 10 tahun yang lalu ,polimorfisme DNA pertama kali diidentifikasi pada β gen globin untuk hemoglobin,sejak saat itu probe DNA telah digunakan semakin banyak dalam penelitian medis khusunya untuk mengidentifikasi gen yang terkait dengan penyakit menular secara genetis sehingga polimorfisme fragmen,sekarang telah ditemukan di Korea huntington.

    PERKEMBANGAN MASA DEPAN
    penerapan teknik blot dipastikan akan meningkat dalam masa selanjutnya.
    Kemungkinan pekerja yang dilekerjakan dlm isolasi mereka, akan melengkapi bidang teknologi maju lainnya. Contoh dari ini adalah reaksi berantai polimerase, di mana enzim polimerase yang khusus tahan panas/resisten panas digunakan untuk menduplikasi segmen DNA yang sangat kecil. Setelah diperkuat, segmen DNA tersebut diidentifikasi oleh blot southearn. Teknik ini telah digunakan untuk mengidentifikasi infeksi HIV beberapa bulan sebelum antibodi dapat dideteksi pada serum pasien.

    https://doi.org/10.1136/bmj.299.6705.965

    Like

  20. Nama : Daniel Eka Raenata
    NIM : 41170170

    KEBUTUHAN PROTEIN

    Di banyak belahan dunia pasokan protein yang tidak tercukupi dalam makanan adalah penyebab penyakit yang manjur, terutama pada anak-anak. Di Afrika, kondisi yang dikenal sebagai kwashiorkor disebabkan oleh efek ini, intinya sindrom yang sama telah diamati di tempat-tempat yang luas seperti indies barat dan eropa tengah, maka diharapkan badan internasional yang peduli dengan promosi kesehatan seharusnya mendorong reserach fundamental pada persyaratan protein, dan harus memfasilitasi pertukaran informasi antara pihak berwenang di bidang ini. Metode untuk menilai kecukupan persediaan protein suatu negara, bagaimanapun, dijelaskan dengan jelas. Pertama, perlu memilih protein stadard yang dapat ditempatkan pada daftar teratas untuk nilai gizi. Albumin telur memenuhi peran ini.
    Definisi persyaratan minimum selanjutnya diinginkan, dan dikonsumsi sebagai asupan harian yang diperlukan untuk memperkirakan keseimbangan nitrogen positif, sehingga jumlah nitrogen yang berasal dari makanan hanya melebihi jumlah dalam urin dan kotoran. Kesamaan protein yang benar-benar dikonsumsi harus diperhitungkan. Dua sistem, yang setuju hanya cukup baik dalam penilaian protein berbeda yang digunakan. Sistem “nilai biologis” bergantung pada jumlah berbagai protein yang diperlukan untuk mengganti sejumlah albumin telur standar dalam percobaan keseimbangan nitrogen pada subyek manusia, atau dalam eksperimen pertumbuhan pada tikus. Percobaan biologis Laborius diperlukan untuk menilai protein dalam basis ini. Sistem “nilai protein” yang lebih sederhana bergantung pada analisis protein, mungkin dengan cara kimia, untuk menunjukkan kandungan asam amino esensialnya: inilah asam – yaitu, isoleusin, leusin, lisin, fenilalanin, metionin, treonin , trytophan, dan valin – yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain di tubuh hewan. “Nilai protein” mengikuti prinsip lama bergantung pada asam amino tunggal yang jatuh paling jauh dari jumlah yang dibutuhkan oleh pola sementara.

    Jika untuk keperluan ilustrasi skor protein di negara yang bersangkutan adalah 81, angka yang sudah dihitung cemara persyaratan protein minimum 31.1 g harus dikalikan dengan 100 dan dibagi dengan 81, memberikan 38.9 g. Akhirnya, 10% lagi harus ditambahkan untuk pemborosan makanan di “tingkat ritel” sehingga menghasilkan sekitar 43g. Dengan membandingkan angka ini dengan jumlah protein yang benar-benar dikonsumsi, seperti yang dipastikan dalam survei makanan, dietiti dapat menentukan apakah persediaan protein memadai. Jika tidak, saran dapat dibuat untuk meningkatkan persediaan protein yang sama atau untuk mengimpor protein baru yang akan membuat kekurangan asam amino yang paling dibutuhkan. Ini diet yang kurang lysine dapat diperbaiki dengan diperkenalkannya kacang atau kacang polong, yang kaya akan asam amino ini.

    Judul asli : Protein Requirements
    sumber : http://www.bmj.com/content/2/5095/554

    Like

  21. Pekerja Seks Komersial Gasglow dan Infeksi Penyakit HIV
    Pekerja Prostitusi sering dipresentasikan sebagai sumber utama infeksi HIV. Citra ini berasal Sebagian besar dari situasi di negara-negara tertentu di subSahara Afrika, tempat prostitusi terbesar. Hal ini memainkan peran kunci dalam transmisi heteroseksual Infeksi HIV Ada bahaya yang jelas dalam ekstrapolasi dari apa yang mungkin terjadi ke daerah lain. Penelitian seroprevalensi HIV tentang pelacur wanita di Eropa dan Amerika Utara, misalnya, jarang mengidentifikasi prevalensi HIV lebih dari 5% .2 Angka ini cenderung lebih tinggi bila Wanita yang disurvei adalah pelacur dan menyuntikkan narkoba. Kami melaporkan prevalensi infeksi HIV di antara contoh psk di Glasgow dan pada tingkat penggunaan narkoba suntik di antara itu
    wanita. Kami juga memperkirakan jumlah psk yang masih dalam keadaan normal dan jumlah psk HIV-positif bekerja di jalan-jalan di kota. Metode Dari Januari 1991 sampai September 1991 yang utama penulis makalah ini (NM dan MB) melakukan penelitian lapangan pada 53 malam (total lebih dari 156 jam) di Area lampu merah utama Glasgow. Pekerjaan ini diselenggarakan
    sesuai dengan prosedur sampling waktu yang ketat meliputi setiap hari dalam seminggu dan waktu perempuan pelacur diamati bekerja (kira-kira 8: 00-2: 00). Dengan menyebarkan datanya
    Selama tujuh bulan kami berusaha mengurangi bias apapun terkait dengan variasi musiman dalam bekerja. Penelitian lapangan untuk penelitian ini melibatkan para peneliti Berulang kali berjalan mengelilingi keseluruhan jalan terdiri dari area lampu merah di kota dan mendekat sebanyak mungkin wanita selama setiap dua jam periode kerja lapangan Kami secara konsisten dapat menghubungi sekitar 90% dari semua wanita terlihat bekerja selama masing-masing periode kerja lapangan Meski semua wanita ini menghabiskan a proporsi setiap malam jauh dari jalanan, di mobil atau flat klien, mereka tetap kembali ke daerah tersebut berulang kali selama malam kerja mereka. Meskipun beberapa sauna dan panti pijat beroperasi di dalam Area lampu merah, penelitian ini hanya berhubungan dengan wanita bekerja di jalanan Dengan persetujuan Dewan Kesehatan Greater Glasgow semua wanita dihubungi masuk Studi ini ditawarkan berbagai kondom, steril peralatan suntik, dan leaflet nasihat tentang risiko HIV pengurangan yang termasuk nomor telepon agen lokal Kami menghubungi rata-rata 21-6 wanita setiap malam; Sebanyak 206 wanita dihubungi di atas 53 malam kerja lapangan Wawancara singkat dilakukan dengan wanita, yang mencakup aspek pekerjaan mereka dan pekerjaan mereka kehidupan pribadi yang mungkin terkait dengan penyebarannya infeksi HIV. Sampel saliva dianalisis untuk antibodi
    untuk HIV-1 dan HIV-2 menggunakan imunoglobin A
    antibodi menangkap enzyme linked immunosorbent assay, Sampel yang berulang kali
    Tes ini selanjutnya dianalisis oleh barat yang dimodifikasi heterogenitas menunjukkan bahwa wanita terlihat bekerja Pada suatu malam ada sampel yang diambil dari suatu populasi sekitar 200. Selama masa studi populasi ini secara konsisten berubah pada tingkat rata-rata sekitar 8% (19 wanita seminggu); perkiraan persamaan dari Proses imigrasi dan emigrasi berarti itu Ukuran populasi tetap cukup konstan yaitu, di sana tampaknya tidak ada fluktuasi musiman. Menggabungkan Angka di atas, kita harapkan akan ada sekitar tahun 1150 pelacur streetworking di kota lebih dari 12 bulan periode. Ada juga dukungan untuk pola wanita bergerak masuk dan keluar dari prostitusi secara relatif periode singkat. Ada sedikit bukti bahwa wanita berhenti pelacuran di Glasgow dan pindah bekerja di tempat lain kota.

    Like

  22. Nama : Gregorius Daniel Gokasi Ambarita
    NIM : 41170172

    Protein Anabolis

    Norethandrolone tidak ada lagi anabolis dibanding testoteron propionat walaupun hal ini baru diketahui sekitar 20 tahun terakhir ini ,itu biasanya diabaikan dalam hal ini untuk laki-laki. tentunya itu lebih jauh masuk akal untuk memberi derivat testoteron kepada laki-laki tua (selama keberadaan prostatik karnikonma sudah dihilangkan) Apa yang akan terjadi jika pada faktanya terjadi efek androgonik yang signifikan ? itu mungkin bisa meningkatkan aktivitas moralitas mereka. Bagaimana mungkin untuk menyatakan bahwa tidak efek androgenik yang diobservasi setelah penggunaan norethandrolone pada laki-laki? , kecuali subjek yang eunosoid ?
    Saya rasa dengan artikel yang dipublikasi di BRITISH MEDICAL JOURNAL yang umumnya dibaca oleh orang-orang yang tidak sepenuhnya sadar kerja anabolis dari testoteron atau metiltestoteron mungkin bisa menjadi kerugian yang fatal dari norethandrolone itu untuk pria dewasa ,dan tidak diperlukan biaya yang tinggi pada pelayanan kesehatan nasional . Dosis harian 50 mg untuk norethandrolone dengan biaya 10s. 6d dan 75 mg dari metiltestoteron atau 20 mg dari fluoksimesteron yang memproduksi protein anabolisme yang berharga ,nilai penting dari adanya steroid baru seperti norethandrolone adalah kegunaan terapi untuk wanita dan anak-anak sebelum pubertas. Walaupun pemisahan dari efek androgenik dan anabolis mempunyai rasio 1:15 ditemukan pada tikus yang di beri norethandrolone ,jadi bisa dikatakan dengan tepat bahwa tidak ada steroid anabolis yang tersedia untuk kegunaan klinis yang sepertinya belum ada dampak pada wanita dan anak-anak , jikapun diberikan dosis dalam jangka panjang.

    Judul asli : Protein Anabolizers
    Sumber : http://www.bmj.com/content/1/5113/48.1

    Like

  23. Maxima Aditya Prabowo (41170148)

    Pencernaan Protein
    Pada 1963, Kongres Internasional ke-6 mengenai nutrisi yang diselenggarakan di Edinburgh. Sebuah kesempatan muncul untuk mengadakan pertemuan bersama di Glasgow, pertemuan yang diadakan tersebut merupakan pertemuan yang berada dibawah naungan dewan International Orgaization of Medical Sciences. Organisasi tersebut adalah organisasi yang berisi para ahli metabolisme protein dan alat pencernaan. Di belakang penulisan karangan ini, terdapat banyak jenis disiplin ilmu–fisiologis, biokimia, nutrisi, patologi, dan obat klinis—dan terdapat juga pekerja yang bekerja pada bidang pengobatan serta medis dan kedokteran hewan. Pengarang buku ini berasal dari berbagai negara, seperti Britania, Perancis, India, Israel, Mexico, Afrika Selatan, dan Arab Saudi. Pada karangan ini, sudah mencakup pembahasan tentang pencernaan protein, seberapa besar dan seberapa signifikannya dari penambahan protein pada saluran pencernaan oleh getah pencernaan (digesti), ciri khas istimewa pada pencernaan protein pada makhluk hidup pemamah biak, mekanisme penyerapan asam amino pada pencernaan proteindan nutrisi, dan metabolisme protein pada pasien yang menderita penyakit enteropathies dan kelainan – kelainan lainnya pada saluran atau alat pencernaan.
    Karangan ini ditulis karena adanya ketertarikan pada tenaga medis (dokter) yang bernama A. S. Truswell yang membahas masalah tentang infantil yang disebabkan oleh gastro-enteritis. Pembahasan tentang masalah tersebut masih menjadi suatu masalah yang serius yang terjadi pada negara-negara berkembang. Pada kasus umum yang terjadi, hal ini tidak dapat disangkutpautkan dengan organisme pathogen pada feses, meskipun virus-virus tersebut tidak terlihat. Malnutrisi protein saat ini masih saja terjadi. Para penulis karangan ini percaya bahwa infantil gastro-entritis yang sudah parah merupakan salah satu masalah yang paling penting tentang penyakit defisiensi nutrisi. R. J. C. Stewart dan mitra kerjanya sudah mencatat bahwa kelainan pada jejunum menyerupai penyakit pada babi yaitu gluten-sensitivity enteropathy yang diperlakukan dan diberi pangan rendah protein dan rendah kalori. R. H. Girdwood membahas tentang penyerapan asam amino pada penyakit dan efek dari bakteri pencernaan pada hal tersebut. Dan C. W. Crane membahas tentang penyerapan isotopik protein.

    Like

  24. Karena setau kami di goodcare99.com , herbalife tidak murni 100% herbal , dan ini yang membahayakan bagi dunia herbal. Padahal herbal adalah solusi dan Indonesia memiliki varietas herbal yang sangat banyak yang sayang bila tidak di kembangkan

    Like

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s