perangko luar negeri

Stamp Collecting

Thank you for a post of personal interest in stamp collecting.

I am a stamp collector. I collect the used or unused (called mint) stamps. Many countries are on my collection, USA and of course Indonesia are the most stamps I have from.

The hobby is introduced to me by my mother. She gave me two stamp stockbooks and some used stamps. Over half of the collections are from abroad (outside Indonesia). When I was in elementary school, I expanded the collection by asking from friends or sometimes we exchanged them. In Junior High School (SLTP) I started collecting unused stamps.

Another opinion: Laptop in Classroom

Some stamp collectors have several items to make them a real-serious stamp collectors. I also tried to be a more serious collector. Most of them have a magnifying glass, so I had one, but the very little one (not one typical magnifying glass with long handle). My magnifying glass also not glass at all, it made of clear plastic, so you can call it magnifying plastic. Serious collector have tweezers to avoid damaging the stamps if we use naked hand to touch the stamps, so I had one. I just get my mother’s medical tweezers as my stamp collecting tools. One is plastic, one is metal, but they are medical tweezers, not stamp collecting tweezers. All of the tools I think are being left on Malang.

Now, I collecting stamps on a slightly different way. For the used stamps usually I just keep them inside an envelope. For the mint stamps I prefer to keep them individually inside plastic cover, then keep them in the stamp album/stockbook.

Yogyakarta, 28 Januari 2014.

14 thoughts on “Stamp Collecting

  1. Diet Dukan merupakan salah satu diet yang sangat populer karena telah terbukti menurunkan berat badan para selebriti internasional. Diet ini dicetuskan oleh dr. Pierre Dukan dan menjadi sangat populer setelah ia menerbitkan bukunya yang berjudul The Dukan Diet pada tahun 2000. Pola makan ini pada dasarnya merupakan diet tinggi protein, rendah lemak dan karbohidrat, yang terdiri atas empat fase.
    Fase pertama dalam diet Dukan adalah fase serangan dimana hanya boleh mengkonsumsi protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, seafood, dan hasil olahan susu bebas lemak, seperti keju cottage atau yoghurt tawar. Makanan harus dipanggang atau dibakar, khusus telur bagian putihnya boleh dimakan sesukanya namun untuk kuning telur dibatasi hanya 3-4 butir per minggu. Dianjurkan juga untuk melakukan olah raga cepat selama 20 menit per hari. Dengan mengkonsumsi protein, tubuh akan merasa kenyang lebih lama, sehingga orang tidak cepat lapar. Fase kedua adalah fase sayuran, mengkonsumsi menu tinggi protein ditambah sayuran seperti tomat, bayam, brokoli, timun, daun bawang, seledri, lobak, asparagus, kubis, jamur, terung, cabai. Wortel dan bit boleh dikonsumsi dalam porsi sedang. Sayuran ini boleh disantap segar atau direbus/dikukus. Selain itu, konsumsi dua sendok makan oat setiap hari dan jalan cepat 25-30 menit per hari. Fase ini dilakukan hingga mencapai berat badan yang diidamkan, tetapi turunnya berat badan sebaiknya maksimal 1 kg per minggu saja. Fase ketiga adalah fase konsolidasi dimana setelah mencapai berat ideal, boleh kembali ke pola makan normal tetapi dilakukan secara perlahan. Perkenalkan kembali makanan yang sebelumnya dihindari, seperti roti, mie, nasi, dan lain-lain. Cara ini akan membiasakan tubuh pada pola makan baru dan berat badan tetap ideal. Lanjutkan mengonsumsi 2 sendok makan oat dan jalan kaki 25-30 menit per hari. Perlu diingat bahwa dalam seminggu, ada satu hari dimana hanya boleh mengkonsumsi protein. Yang terakhir adalah fase stabilisasi, ini adalah fase dimana berat badan telah mencapai kondisi yang stabil. Di fase ini, sudah dibebaskan untuk makan dan minum, namun sama seperti fase konsolidasi, harus ada satu hari dimana hanya boleh mengkonsumsi protein dan pola makan ini harus dilakukan seumur hidup. Jalan cepat 30-45 menit per hari juga harus tetap dipertahankan, karena menurut dr. Dukan olah raga ini merupakan kunci kesuksesan dari diet yang dicetuskannya.
    Diet ini menganjurkan untuk konsumsi protein karena selain dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, protein juga perlu waktu lama untuk dicerna dalam tubuh, bisa membakar banyak kalori (30%) untuk mencernanya, sementera lemak hanya membakar 12% kalori dan karbohidrat hanya 7% kalori. Dalam kondisi normal, tubuh membakar karbohidrat untuk dijadikan bahan bakar atau energi. Ketika asupan karbohidrat dikurangi secara drastis dengan melakukan diet tinggi protein, tubuh akan mulai memasuki proses ketosis yaitu membakar lemak untuk mendapatkan bahan bakar. Ketika lemak dibakar dan menjadi sumber energi utama, berat badan pun akan berkurang. Namun, diet ini mempunyai efek samping yang apabila diabaikan, dapat menjadi permasalahan serius bagi kesehatan orang yang melakukan diet ini. Perlu diketahui bahwa karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi jaringan sistem saraf pusat, mengingat bahwa otak memiliki kemampuan terbatas untuk menggunakan sumber energi lainnya. Kekurangan karbohidrat bisa mengakibatkan konsentrasi seseorang berkurang. Otak juga akan menghentikan proses pengaturan hormon serotonin yang akan menyebabkan seseorang menjadi rentan terhadap mood swing dan depresi. Selain itu, otot-otot pada tubuh manusia memerlukan asupan makanan berupa glikogen yang berfungsi untuk mengoptimalkan dan memperkuat fungsi otot. Jika seseorang kekurangan karbohidrat sebagai penghasil glikogen, makan otot-ototnya tidak akan bisa bekerja optimal karena tidak tersedianya energi, sehingga akan menimbulkan tubuh terasa lemas dan malas untuk melakukan kegiatan apapun. Karbohidrat juga memiliki peran penting dalam membantu penyerapan vitamin dan mineral, sehingga apabila tidak ada asupan karbohidrat ke dalam tubuh, hal ini juga akan berdampak pada proses penyerapan vitami dan mineral yang bisa menyebabkan terjadinya defisiensi vitamin. Selama tidak mengkonsumsi karbohidrat yang berkepanjangan, asetil-CoA dalam hati akan digunakan untuk menghasilkan keton yang dibentuk dari proses pemecahan lemak yang apabila beredar secara berlebihan dalam darah, akan mengganggu proses ekskresi ion natrium dari tubuh. Hal ini akan menyebabkan kram otot, kelemahan dan kelelahan. Proses ketosis juga bukanlah hal yang baik, karena proses ini akan memicu terjadinya dehidrasi sehingga tubuh akan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk membatasi pengeluaran cairan dari dalam tubuh seperti mata kering dan produksi lendir dikompromikan dalam kelenjar air mata, kelenjar ludah, sinus, saluran udara, dan saluran pencernaan. Apabila seseorang mengurangi jumlah asupan makanan yang mengandung karbohidrat, berarti dia akan kehilangan nutrisi lainnya seperti serat dan sebagainya. Maka yang akan terjadi adalah pencernaan mengalami kesulitan untuk mencerna makanan. Bahaya dari diet tanpa karbohidrat akan menyebabkan susah untuk buang air besar. Konsumsi banyak protein akan menyebabkan ginjal bekerja lebih keras lagi untuk mengolah protein yang masuk dalam tubuh dan apabila ini berlangsung lama, akan menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal.
    Jadi, apabila ingin melakukan diet tinggi protein, perlu diperhatikan dampak buruk yang mungkin terjadi pada tubuh apabila tubuh kehilangan asupan karbohidrat. Solusi yang tepat adalah walaupun melakukan diet yang terfokus pada asupan protein, asupan energi lainnya juga harus diperhatikan sehingga tubuh tidak akan mengalami efek samping seperti yang telah disampaikan di atas.
    Daftar Pustaka:
    Katsilambros, Nikolaos, dkk. 2016. Asuhan Gizi Klinik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
    Diet Dukan, Trik Langsing Tanpa Kelaparan oleh http://lifestyle.kompas.com/read/2011/04/29/1106586/diet.dukan.trik.langsing.tanpa.kelaparan. Diakses pada 6 September 2017.
    A Complete Guide to The Dukan Diet oleh http://www.healthline.com/nutrition/dukan-diet-101. Diakses pada 6 September 2017.
    Fakta Tentang Diet Karbohidrat oleh http://www.alodokter.com/fakta-tentang-diet-karbohidrat. Diaksws pada 6 September 2017.
    Sendy Tampubolon – 41150023

    Like

  2. Febrian Rosalinda Nusantari
    41150028

    Diet Mayo Clinic
    Belakang zaman sudah sangat berkembang, modernisasi sudah sangat mempengaruhi berbagai bagian dari kehidupan manusia. Bukan hanya dari teknologi serta industri yang berubah tapi juga dari pola hidup manusia yang semakin modern. Manusia menjadi tidak memiliki waktu yang cukup untuk menerapkan kehidupan yang sehat seperti berolahraga dan makan makanan yang sehat. Hal ini biasanya terjadi karena waktu manusia yang semakin terbatas akibat tuntutan pekerjaan ataupun juga karena teknologi yang mendominasi kegiatan manusia. Salah satu penyebabnya adalah sekarang manusia sudah tidak perlu bergerak untuk dapat membeli makanan. Hal ini karena banyak jasa layanan pesan antar makanan yang bersedia 24 jam untuk mengantarkan makanan yang kita inginkan. Tarifnyapun cukup terjangkau sehingga masyarakat sekarang lebih memilih jasa ini dibandingkan harus keluar rumah untuk makan. Dan mayoritas jenis makanan yang tersedia adalah jenis “fastfood”, dan makanan yang memiliki kalori tinggi. Media sosial juga cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap kenaikan konsumtifitas dari seseorang contohnya, apabila kita tidak merasakan lapar, akan tetapi saat kita membuka suatu akun instagram yang berisi kuliner itu dapat menstimulasi perasaan lapar yang kita miliki. Penyebab lain adalah gadget, gadget juga memiliki peran yang sangat besar mengapa seseorang menjadi malas untuk olahraga bahkan melakukan aktifitas ringan. Hal ini karena berbagai kalangan dari masyarakat mulai dari anak kecil hingga dewasa sekarang sulit lepas dari gadget, lebih dari separuh waktu dalam sehari mereka gunakan untuk bermain gadget. Hal ini membuat manusia malas untuk berolahraga dan beraktifitas di luar ruangan.
    Akibatnya sekarang banyak dari masyarakat yang memiliki berat badan yang tidak ideal, muai dari overweight hingga obesitas. Belakangan karena akses informasi yang lebh mudah, masyarakat menjadi melek akan kesehatan. Hal itu menyebabkan banyak yang berlomba-lomba untuk menurunkan berat badan secara cepat dan mudah karena pengetahuan mereka akan efek buruk dari obesitas. Salah satu caranya adalah melakukan diet atau pengaturan pola makan, minum obat diet, serta sedot lemak. Sekarang sudah banyak sekali jenis diet atau pengaturan pola makanan yang dapat dipilih oleh seseorang contohnya adalah diet mayo, diet OCD, diet GM, diet ketogenik dll. Pemilihan jenis diet ini perlu memperhatikan kondisi fisik serta kemampuan tubuh seseorang. Seperti orang yang meiliki riwayat penyakit maag., pastilah harus memilih jenis diet yang aman untuk kadar asam lambungnya. Karena diet bukan hanya sekedar perihal berat badan, tetapi juga akan kebugaran serta kesehatan tubuh manusia.
    Sekarang kita bahas salah satu diet yang banyak menjadi pilihan dari masyarakat karena dianggap efektif untuk menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang singkat. Diet ini sempat booming pada tahun 2015 yang lalu. Diet tersebut adalah diet mayo. Diet ini memiliki dua jenis yang pertama adalah diet mayo cinic dan diet mayo Diet mayo clinic merupakan jenis pengaturan pola makan dengan tujuan memanagement berat badan serta membangun kembali pola hidup yang baik. Diet ini dibuat oleh para ahli di Mayo Clinc, Amerika Serikat. Tujuan dari diet mayo clinic adalah membuat perubahan pola makan seseorang dalam jangka waktu yang lama. Sehingga diet ini memberikan efek penurunan berat badan serta mempertahankan berat badan ideal seumur hidup. Diet ini menekankan pada perubahan pola makan dar junkfood menjadi sayuran dan buah-buahan, mengubah cara makan sambil mnonton TV dengan fokus pada makanan serta mengharuskan seseorang untuk bergerak selama 30 menit dalam sehari. Kelebihan diet mayo ini adalah tela diuji keamanannya oleh para ahli yang ada di Amerika, diet ini juga harus diawasi oleh dokter sehinga aman dan tidak memberikan efek negatif terhadap tubuh, diet ini juga tidak melarang seseorang untuk memakan makanan yang enak. Akan tetapi lebih fokus kepada merubah atau mmperbaiki kualitas makanan enak tersebut menjadi lebih seimbangang.
    Ada 2 fase dalam diet mayo clinic yaitu lose it dan live it. Apabila lose it merupakan proses yang berfokus pada penurunan berat badan selama 2 minggu. Seseorang dapat kehilangan berat badan hingga 6 sampai 10 pon (2,7-4,5 kilogram) dengan cara yang aman dan sehat. Pada fase ini hasil yang cepat diharapkan menjadi dorongan seseorang untuk konsisten dalam pemilihan menu dan penerapan diet. Hal ini ditinjau dari segi psikologis. Fase kedua adalah fase live it. Fase ini seseorang diharapkan mempertahankan pola hidup sehat hingga seumur hidup. Fase ini adalah seseorang belajar tentang pilihan makanan, ukuran porsi, perencanaan menu, aktivitas fisik, latihan dan menempel kebiasaan sehat. Diet mayo clinic tidak mengharuskan seseorang untuk menghitung serta menakar gram makanan yang masuk. Akan tetapi menggunakan pyramid berat sehat mayo clinic. Pyramid ini berisikan makanan dari dasar pyramid yang berisikan daftar makanan dengan kalori terendah dan puncak yang berisikan makanan dengan kalori tertinggi.
    Diet mayo clinic juga termasuk dalam kategori diet yang tidak menyiksa karena diet ini memfokuskan pada makanan yang padat dan rendah kalori sehingg orang yang menjalankan diet ini tidak akan merasakan kekurangan energi dan kelaparan. Diet ini juga mengajarkan aktivitas yang lebih sederhana seperti merubah kebiasaan memakai lift menjadi memakai tangga. Diet ini sering menganjurkan pasien untuk konsumsi sejumlah 1200 kalori dalam sehari untuk pemenuhan energi dalam tubuhnya. Adapun menu yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
    Sarapan: 1/2 cangkir oatmeal dimasak dengan 1 cangkir susu, 2 sendok makan kismis, 1/4 cangkir mangga, dan minuman bebas kalori.
    Makan siang: Quinoa dan kue ubi jalar, salad dengan saus bebas lemak, minuman bebas kalori.
    Makan malam: 1 pita pizza, 3/4 cangkir dicampur buah, minuman bebas kalori
    Snack: 1 cangkir irisan paprika dan 2 sendok makan hummus.
    Sebagai efek dari penurunan berat badan dan menghindarkan kita dari obesitas secara otomati diet mayo akan berpngaruh pada kesehatan tubuh seorang individu diet ini akan menghindarkan kita dari penyakt-penyakit yang diakibatkan obesitas seperti penyakit kardiovaskuler, DM, dll. Untuk penderita diabetes militus harus konsultasi terhadap dokter apabila ingin melakukan diet ini. Hal ini bertujuan untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Karena diet ini menekankan pada perbanyak konsumsi sayur dan buah, sedangkan kita tahu bahwa buah dapat menaikkan glukosa darah dengan cepat. Hal ini menyebabkan untuk penderita diabetes militus dianjurkan untuk konsumsi lebih banyak sayuran dibandingkan buah-buahan.
    Selain diet mayo clinic ada juga diet mayo yang telah diubah saat masuk di Indonesia. Diet mayo ini sebenarnya adalah adopsi dari diet mayo clinic, akan tetapi aturan yag ada didalamnya sangat berbeda. Diet mayo yang booming di Indonesia bukan merubah pola hidup menjadi sehat akan tetapi melarang konsumsi gula dan garam. Diet ini akan memiliki dampak yang buruk apabila dilakukan dalam jngka waktu yang lama karena dalam tubuh manusia tubuh tetap memerlukan garam dalam jumah tertentu. Penurunan berat badan pada diet ini juga merupakan akibat dari kekurangan garam dalam tubuh.

    Daftar pustaka
    Diet Mayo Clinic: Program Diet Untuk Hasil Seumur Hidup. Sehatly.com. 3 Maret 2017. Web. 7 September 2017.
    Serba-Serbi Diet Mayo, Buat Yang Ingin Langsing dan Sehat. Youth Manual. 12 November 2015. Web. 7 September 2017.
    Jurnal Analisis Komposisi Makronutrien Diet Mayo pada Pogram Pnurunan Berat Badan yang ditulis oleh FARAPTI Departemen Gizi Kesehatan, FKM Universitas Airlangga Surabaya Indonesia

    Febrian Rosalinda Nusantari – 41150028

    Like

  3. Penyakit jantung iskemik dan kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini dilatar belakangi oleh faktor risiko seperti kebiasaan merokok, kurang olahraga, hipertensi, dislipidemia, diabetes, diet tidak sehat, obesitas, dan kebiasaan meminum-minuman beralkohol. Modifikasi faktor risiko terutama gaya hidup yang tidak sehat merupakan upaya pencegahan yang dapat dilakukan dalam menjaga kesehatan jantung dan kardiovaskular. Salah satu modifikasi gaya hidup yang memegang peranan penting adalah perubahan pola diet. Belakangan ini berkembang diet yang dapat mencegah faktor risiko mayor kardiovaskular dan penyakit jantung iskemik, yaitu diet Mediterania.
    Diet Mediterania dapat diterapkan sebagai salah satu pencegahan penyakit jantung dan kardiovaskular. Diet Mediterania diadopsi dari diet tradisional masyarakat Eropa yang tinggal di wilayah Mediterania, angka harapan hidup pada wilayah tersebut merupakan yang tertinggi di dunia. Diet ini memiliki karakteristik konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, sereal, cukup ikan, konsumsi sedang wine dan konsumsi minyak zaitun sebagai satu-satunya sumber lemak. Kandungan asam α-linolenat dalam minyak zaitun berperan dalam menurunkan faktor risiko penyakit jantung iskemik dengan mencegah aterosklerosis. Selain itu, beberapa penelitian telah membuktikan manfaat diet Mediterania dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Manfaat konsumsi minyak zaitun dan anggur merah pada diet Mediterania juga memiliki manfaat yaitu meningkatkan proses antioksidan dan antiinflamasi yang membantu dalam menjaga kesehatan jantung. Minyak zaitun yang murni dapat mempertahankan semua komponen lipofilik pada buah, sebagian kecil tokoferol, dan sebagian besar senyawa fenolik dengan sifat antioksidan yang kuat, sementara minyak zaitun yang sudah mengalami proses penyulingan kehilangan sebagian besar sifat antioksidannya selama penyulingan. Konsumsi kacang-kacangan telah terbukti menurunkan risiko penyakit jantung koroner (PJK). Selain memiliki asam lemak baik, kacang kaya akan sumber nutrisi dan senyawa bioaktif lain yang mungkin mempengaruhi risiko PJK, seperti fiber, pitosterol, asam folat, dan antioksidan.
    Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit iskemik jantung, melalui suatu proses yang relevan dengan komponen inflamasi. Fase awal aterosklerosis melibatkan penarikan sel-sel inflamasi dari sirkulasi yang kemudian melekat ke endotelium dan akhirnya bermigrasi ke ruang subendotel. Proses kompleks yang dimediasi oleh stimulus inflamasi ini melibatkan produksi sitokin dan regulasi molekul adhesi pada sel endotel dan leukosit. Inflamasi yang terus menerus dapat menyebabkan plak ateromatous, tidak stabil,dan pecah sehingga menyebabkan runtutan kejadian iskemik pada penyakit penderita iskemik derajat lanjut. Modifikasi diet dipercaya dapat mencegah proses inflamasi pada patogenesis aterosklerosis. Hasil penelitian cross-sectional dan uji coba pada populasi Mediterania menunjukkan diet Mediterania memiliki efek antiinflamasi. Penelititan terbaru menunjukkan diet Mediterania dapat menurunkan status inflamasi dan/atau meningkatkan fungsi endotel. Penurunan sirkulasi molekul adhesi mendukung efek antiinflamasi diet Mediterania.
    Komponen dasar diet Mediterania antara lain minyak zaitun, anggur merah, buah-buahan, sayur-sayuran dan ikan merupakan makanan yang kaya vitamin, antioksidan, polifenol, phytochemicals, dan asam lemak omega-3. Diet Mediterania tidak hanya berperan dalam reduksi penghancuran endotelial tetapi juga berperan dalam meningkatkan aktivitas degenerasi endotel. Selain memiliki efek kardio-protektif, diet Mediterania juga memiliki efek kardiovaskular protektif. Diet tradisional ini terbukti dapat menurunkan mortalitas penyakit kardiovaskular.
    Diet Mediterania menurunkan jaringan adiposa viseral, meningkatkan produk akhir glikasi, dan
    memodifikasi sirkulasi adipositokin dengan meningkatkan kadar adiponektin. Dengan demikian, diet Mediterania dapat menurunkan insidensi kardiovaskular yang diakibatkan oleh faktor risiko mayor seperti diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
    Pada penderita diabetes mellitus, hiperglikemia akut dapat langsung menghasilkan efek merusak seperti disfungsi endotel dan inflamasi, dan dianggap sebagai kontributor penting dalam pengembangan komplikasi diabetes, terutama komplikasi kardiovaskular. Beberapa penelitian mengonfirmasi bahwa hiperglikemia akut bekerja dengan menghasilkan stres oksidatif. Penelitian lain menunjukkan bahwa diet Mediterania dapat melawan efek hiperglikemia akut dengan meningkatkan pertahanan antioksidan. Hiperglikemia memicu terjadinya resistensi GLP-1 pada penderita diabetes, terutama melalui mekanisme stres oksidatif. Saat ini diet Mediterania telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas GLP-1 dalam sekresi insulin dan disfungsi endotel.
    Suatu meta-analisis menemukan bahwa diet Mediterania memiliki efek yang signifikan terhadap faktor risiko sindrom metabolic dengan menurunkan lingkar pinggang, trigliserida dan kadar glukosa puasa. Selain itu, diet Mediterania memiliki efek positif terhadap faktor risiko sindrom metabolik antara lain kolesterol High Density Lipoprotein (HDL), sistolik tekanan darah, dan diastolik tekanan darah yang bersifat kardiovaskular protektif. Telah diketahui bahwa penggantian karbohidrat dengan diet lemak telah menurunkan triasilgliserid (TAG) dan meningkatkan kolesterol HDL. Sebuah penelitian melakukan uji dengan pemberian diet rendah lemak dan diet Mediterania. Total asupan lemak harian sama tinggi pada keduanya dan setelah tiga bulan terdapat penurunan asam lemak tersaturasi yang sama. Namun, profil lipid tidak berubah pada kelompok dengan diet rendah lemak sedangkan pada kelompok dengan diet Mediterania terdapat penurunan kolesterol LDL (sekitar 4%) dan peningkatan kolesterol HDL (sekitar 6%) terutama ketika diberikan suplemen minyak zaitun.
    Walaupun sekarang ini sudah berkembang banyak jenis-jenis diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan dan mempercantik penampilan fisik, namun ada baiknya lagi untuk tetap mempertimbangkan kesehatan organ-organ penting dalam tubuh. Diet mediterania ini mungkin kurang popular dibandingkan diet lain karena tidak terlalu banyak mengubah penampilan fisik seseorang menjadi lebih berotot atau lebih langsing, namun dengan diet ini maka kesehatan jantung dan pembuluh darah akan terjaga dan mempunyai manfaat jangka panjang terhadap kesehatan.

    Daftar Pustaka
    World Health Organization. Cardiovascular diseases (CVDs) [internet]. USA: WHO; 2015 [diakses tanggal 7 September 2017]. Tersedia dari: http://www.who.int/mediacentre/
    Hatma RD. Sosial determinan dan faktor risiko kardiovaskular. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2012; 2(2):15-22.

    Artikel ini ditulis oleh Ariani Wanti Paluta – 41150027

    Like

  4. Apa yang di maksud dengan diet rawfood?
    Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah gaya hidup. Dalam banyak aspek gaya hidup sangat mempengaruhi keadaan tubuh kita, baik itu aktivitas fisik (olahraga), makanan ataupun keadaan sosial. Salah satu yang menjadi perhatian besar adalah pola makan. Semakin dengan berkembangan jaman pola makan juga ikut berkembang pesat. Orang-orang jaman dahulu sangat dekat dengan alam, apa yang di makan murni hasil dari alam bahkan terkadang tanpa di olah terlebih dahulu. Sedangkan masa kini banyak makanan yang “tidak sehat” bermunculan, bahkan makanan ini menjadi favorit dan makanan sehari-hari banyak orang. Maka tak heran semakin berkembangnya pola makan semakin berkembang juga penyakit terkait gaya hidup yang muncul. Tingginya angka kejadian penyakit seperti obesitas, diabetes mellitus, hipertensi dan lainnya menjadi alarm bahaya bahwa sudah waktunya untuk kembali mengatur gaya hidup terutama pola makan.
    Back to Nature! Istilah ini akhir-akhir ini kembali digalakkan. Orang-orang banyak yang sudah mulai sadar bahwa sudah waktunya untuk kembali bersama alam. Banyak yang berpikiran bahwa semakin dekat dengan alam, semakin alami, semakin tidak ada tambahan lain maka makanan itu akan semakin sehat. Maka munculah suatu program diet yang di namakan diet rawfood. Mungkin beberapa orang terutama orang Indonesia akan berpikir apa itu diet rawfood? Di Indonesia diet rawfood sendiri memang belum seterkenal diet mayo ataupun OCD. Tapi beberapa orang di Indonesia sudah merasakan manfaatnya.
    Rawfood diet merupakan salah satu pola makan yang mengutamakan memakan makanan mentah tanpa di olah terlebih dahulu. Menu diet ini terdiri dari makanan dan minuman yang dikonsumsi secara mentah atau tidak dimasak melebihi sekitar 42-45 derajat Celcius. Makanan dikonsumsi seperti adanya tanpa dimasak dan lebih ideal jika tidak diproses atau dalam keadaan sesegar mungkin. Mengapa harus makan makanan yang tidak diolah dalam kata lain mentah? Penting untuk mengetahui satu fakta yaitu kandungan gizi makanan alami justru menjadi rusak ketika dimasak atau melalui proses pengolahan. Makanan yang sudah dimasak, baik melalui pemanasan ataupun proses-proses lainnya, akan mengalami perubahan yang dapat menurunkan nilai gizinya. Makanan yang dimasak menghilangkan kandungan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral karena panas. Makanan yang dimasak juga
    kandungan enzimnya hilang. Selain itu makanan yang di masak juga akan mengubah komponen-komponen penyusunnya menjadi zat yang berbahaya bagi tubuh. Yang artinya adalah makanan yang telah dimasak tersebut telah mengalami reaksi kimia yang dampaknya tidak baik bagi kesehatan.
    Selain karena alasan di atas yang membuat rawfood menjadi salah satu pilihan diet adalah karena banyaknya manfaat yang di peroleh. Yang pertama adalah rawafood walaupun berasal dari makanan mentah tetapi energi yang di hasilkan lebih banyak ketimbang memakan makanan biasa yang diolah. Efisiensi energi raw food 5-6 kali lebih tinggi daripada
    makanan biasa. Hal ini disebabkan karena makanan mentah kaya akan enzim dan tidak hilang karena tidak diolah. Hal ini menyebabkan tubuh tidak perlu lagi berusaha keras untuk menghasilkan enzim. Selain itu karena makanan ini tidak diolah semakin sedikit lemak dan racun yang masuk ke dalam tubuh. Tidak sampai di situ saja makanan yang sudah diolah membuat tubuh tidak efisien menyerap nutrisi yang dibutuhkan karena sudah hilang ketika proses memasak yang ada tubuh hanya mengolah makanan dengan jumlah nutrisi yang sangat sedikit atau bahkan tidak ada. Ketika mengikuti pola rawfood penyerapan nutrisi akan lebih efisien. Sehingga energy yang tersedia pun lebih banyak.
    Raw food diet tidak banyak mengandung trans fat dan lemak jenuh dibandingkan dengan makanan yang sudah di olah terutama dengan cara di goreng. Raw food diet juga punya ciri tinggi dalam potassium, magnesium, folat, serat serta vitamin mineral dan pastinya rendah sodium. Hal-hal tersebut menyebabkan rawfood diet memiliki manfaat untuk menurunkan resiko terkena penyakit. Contohnya yaitu menurunnya risiko penyakit jantung. Menurunkan indeks massa tubuh yang juga berarti menjaga tubuh dari kemungkinan kelebihan berat badan atau obesitas. Kulit terlihat lebih segar. Fungsi pencernaan akan meningkat karena meningkatnya konsumsi serat. Rawfood diet juga menurunkan jumlah kolestrol jahat dalam tubuh. Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan bahwa konsumsi raw diet food menurunkan total plasma kolesterol dan konsentrasi-konsentrasi trigliserida.
    Yang penting diperhatikan ketika akan memulai rawfood diet adalah pertama memahami tentang manfaat pola makan makanan mentah, juga resiko yang bisa terjadi ketika mencoba ataupun ketika bertahan terlebih lagi ketika pola makan yang sebelumnya bertolak belakang dengan prinsip rawfood diet. Kedua, atur jadwal makan baik itu dari menu ataupun waktunya. Hal ini akan membantu untuk mendisiplinkan diri. Ketiga, penting untuk memperhatikan bagaimana reaksi tubuh. Tubuh juga memerlukan penyesuaian atau beradaptadi dengan pola makan yang baru. Keempat, pola makan makanan mentah adalah seni dan sains. Kita bisa mempelajarinya dan kita juga bisa menikmatinya. Nikmati apa yang terjadi, jangan membuat perubahan pola makan ini merupakan sebuah beban hingga akhirnya membuat stress karena sekalipun tidak mengkonsumsi racun dari makanan, tetapi tubuh memproduksi racun begitu pikiran seseorang negatif atau buruk. Maka jangan takut untuk memulai pola hidup yang sehat. Rawfoods diets merupakan salah satu pilihan yang bisa membantu untuk mengarahkan jalan ke pola hidup sehat.
    Daftar pustaka :
    Koebnick, Corinna et al. 2005. Long-Term Consumption of a Raw Food Diet Is Associated with Favorable Serum LDL Cholesterol and Triglycerides but Also with Elevated Plasma Homocysteine and Low Serum HDL Cholesterol in Humans. Tersedia pada http://jn.nutrition.org/content/135/10/2372.full . . [diakses 7 September 2017]
    Hobbs, Suzanne Havala. 2002. Raw Foods Diets. Tersedia pada http://www.vrg.org/journal/vj2002issue4/2002_issue4_rawfoodsdiet.php . [diakses 7 September 2017]
    http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2014-2-01977-DS%20Bab2001.pdf
    Artikel ini ditulis oleh Ni Putu Divi Swandewi Putri – 41150026

    Like

  5. Brahmastra Megasakti – 41150025

    Diet ketogenik adalah diet tinggi lemak, cukup protein, rendah karbohidrat. Diet rendah karbohidrat merupakan program diet yang membatasi konsumsi karbohidrat. Asupan makanan dengan karbohidrat yang mudah dicerna (seperti gula, roti, pasta) dibatasi atau diganti dengan makanan yang mengandung persentase lemak lebih tinggi dan protein cukup (seperti daging, ikan, kerang, telur, keju, dan kacang-kacangan) dan makanan lain yang rendah karbohidrat (misalnya bayam, kangkung dan biji-bijian). Diet ini memaksa tubuh membakar lemak daripada karbohidrat. Karbohidrat yang terkandung dalam makanan diubah menjadi glukosa, yang kemudian diangkut ke seluruh tubuh dan sangat penting sebagai energi dan menopang fungsi kerja sistem organ tubuh. Namun apabila terdapat sedikit karbohidrat yang disediakan oleh makanan sebagai energi, metabolisme energi akan bergeser oleh hati dengan mengubah lemak menjadi asam lemak dan badan keton. Badan keton akan masuk ke jaringan organ dan menggantikan glukosa sebagai sumber energi. Istilah “diet rendah karbohidrat” umumnya diterapkan pada diet yang membatasi karbohidrat hingga kurang dari 20% total asupan kalori. Diet ketogenik meliputi 80% lemak, 15% protein, dan 5% karbohidrat; rasio lemak terhadap protein dan karbohidrat berkisar antara 2: 1 sampai 4: 1.
    Dalam kepentingan klinis, diet ketogenik umum digunakan sebagai usaha pengobatan kejadian refraktori penyakit epilepsi pada anak-anak. Kenaikan badan keton tubuh dalam darah, keadaan yang dikenal sebagai ketosis, menyebabkan penurunan frekuensi kejang epilepsi. Ketosis adalah proses nutrisi yang ditandai dengan konsentrasi serum benda keton lebih dari 0,5 mM, dengan kadar insulin dan glukosa yang darah rendah dan stabil. Anak-anak dan orang muda yang memiliki penyakit epilepsi telah mencoba beberapa bentuk diet seperti ini berhasil menurunkan frekuensi jumlah kejang turun setidaknya hampir setengahnya dan efeknya tetap ada meskipun setelah menghentikan diet. Epilepsi adalah salah satu gangguan neurologis yang paling umum setelah stroke. Hal ini didiagnosis pada seseorang yang memiliki kejang berulang yang tidak beralasan. Kejadian kejang terjadi ketika ada ketidakseimbangan tiba-tiba antara gaya eksitasi dan inhibisi di dalam jaringan neuron kortikal. Hal ini dapat mempengaruhi, misalnya otot, indera, kesadaran, atau kombinasi. Mekanisme yang mendasari kemanjuran klinis dari diet ketogenik masih tidak diketahui. Beberapa teori mekanisme dari aksi ketosis kronis telah mengacu pada modifikasi siklus asam trikarbosilat untuk meningkatkan sintesis asam γ-aminobutirat di otak, membatasi produksi spesimen oksigen reaktif, dan meningkatkan produksi energi jaringan otak. Sebagai Hasilnya, hiperpolarisasi sel saraf terjadi, menstabilkan fungsi sinaps dan meningkatkan ketahanan terhadap kejang di seluruh otak. Berdasarkan mekanisme asam trikarbosilat, diet ketogenik adalah terapi lini pertama yang tepat untuk pasien dengan kejang yang berhubungan dengan gangguan metabolik seperti defisiensi protein pengangkut glukosa (penyakit De Vivo). Indikasi untuk diet ketogenik adalah epilepsi masa kecil yang sulit diobati.
    Meskipun diet ketogenik mungkin berguna sebagai bagian dari pengobatan berbagai penyakit, terutama pada epilepsi yang farmakoresisten pada anak-anak, situasi yang lebih umum untuk dokter umum menyarankan penggunaan diet ketogenik oleh pasien adalah untuk menurunkan berat badan. Diet ketogenik niscaya terbukti efektif, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah, sebagai alat untuk melawan obesitas, hiperlipidemia dan beberapa faktor risiko kardiovaskular, namun diet ketogenik juga menimbulkan beberapa kekhawatiran. Banyak kekhawatiran tentang penggunaan diet ketogenik dikaitkan dengan kurangnya pengetahuan tentang mekanisme fisiologis yang terlibat. Diet ketogenik menginduksi kondisi metabolik yang disebut “ketosis fisiologis”. Setelah beberapa hari puasa atau makanan karbohidrat yang secara drastis dikurangi (di bawah 20 gram per hari), cadangan glukosa tubuh menjadi tidak mencukupi untuk produksi oksaloasetat untuk oksidasi lemak normal dalam siklus Krebs dan untuk suplai glukosa ke sistem saraf pusat. Masalah pertama yang pertama terjadi adalah oksaloasetat menjadi relatif tidak stabil pada suhu tubuh, oleh karena itu diperlukan (jumlah minimal oksaloasetat diperlukan untuk fungsi optimal siklus Krebs) pasokan siklus asam tricarboksilat dengan oksaloasetat yang berasal dari glukosa melalui karbosilaksi bergantung ATP dari asam piruvat dengan piruvat karboksilase. Masalah kedua adalah, sistem saraf pusat tidak dapat menggunakan asam lemak sebagai sumber energi (karena mereka tidak melewati sawar darah otak), sehingga glukosa biasanya merupakan satu-satunya bahan bakar untuk otak manusia. Setelah tiga sampai empat hari puasa atau diet karbohidrat yang sangat rendah, sistem saraf pusat membutuhkan sumber energi alternatif dan ini berasal dari kelebihan produksi asetil-KoA yang mengarah pada produksi badan keton yang disebut: asetoasetat (AcAc), β- asam hidroksibutirat (BHB) dan aseton. Proses ini disebut ketogenesis dan terjadi terutama pada matriks mitokondria di hati sehingga akhirnya badan keton kemudian digunakan oleh jaringan sebagai sumber energi. Dalam kondisi overproduksi, asam asetoasetat terakumulasi di atas tingkat normal dan bagiannya diubah menjadi dua badan keton lainnya. Kehadiran badan keton dalam darah dan eliminasi mereka melalui urine menyebabkan ketonemia dan ketonuria. Aseton (diproduksi oleh dekarboksilasi langsung setoasetat), menjadi senyawa yang sangat mudah menguap, dihilangkan terutama melalui pernapasan di paru-paru (oleh karena itu bau napas khas, “nafas buah”) dan, walaupun tidak memiliki fungsi metabolik, kejadian ini dapat bermanfaat dari sudut pandang diagnostik klinis. Dengan demikian harus dianggap bahwa “nafas buah” menunjukkan kondisi ketosis yang bisa bersifat fisiologis (puasa, diet rendah karbohidrat, latihan pasca) belum tentu merupakan indeks kondisi patologis.
    Diet ketogenik dapat dianggap sebagai pilihan untuk anak-anak dengan epilepsi yang sulit diobati yang menggunakan beberapa obat antiepilepsi, dan merupakan pengobatan pilihan untuk kejang yang berhubungan dengan defisiensi protein transporter glukosa (yaitu penyakit De Vivo) dan defisiensi kompleks piruvat dehidrogenase. Periode diet ketogenik karbohidrat rendah juga dapat membantu mengendalikan rasa lapar dan dapat memperbaiki metabolisme oksidatif lemak sehingga mengurangi berat badan. Pemahaman yang benar tentang diet ketogenik bisa menjadi alat yang berguna untuk mengobati obesitas dan terapi epilepsi.

    Daftar Pustaka:
    Freeman JM, Freeman JB, Kelly MT. The ketogenic diet: a treatment for epilepsy. 3rd ed. New York, NY: Demos Health; 2000.
    Seo JH, Lee YM, Lee JS, Kang HC, Kim HD. Ef cacy and tolerability of the ketogenic diet according to lipid:nonlipid ratios—comparison of 3:1 with 4:1 diet. Epilepsia 2007;48(4):801-5. Epub 2007 Mar 26.
    Thompson, W.G.; Cook, D.A.; Clark, M.M.; Bardia, A.; Levine, J.A. Treatment of obesity. Mayo Clin. Proc. 2007, 82, 93–101.
    Koh-Banerjee, P.; Wang, Y.; Hu, F.B.; Spiegelman, D.; Willett, W.C.; Rimm, E.B. Changes in body weight and body fat distribution as risk factors for clinical diabetes in US men. Amer. J. Epidemiol. 2004, 159, 1150–1159.
    Yeomans, M.R. Psychological approaches to understanding satiation and satiety. Agro Food Ind. Hi-Tech 2010, 21, 16–19.

    Like

  6. Diet merupakan proses pengaturan pola makan baik dari segi porsi , ukuran , maupun dari kandungan gizi pada makanan yang kita makan. Di jaman yang serba modern ini orang sangat mudah untuk menemukan banyak informasi mengenai diet mulai dari informasi makanan , pola diet , dan macam – macam diet. Salah satu diet yang popular di jaman ini adalah diet vegetarian . Alasan mengapa diet ini menjadi popular karena banyak manfaat yang di dapatkan dari diet vegetarian, beberapa diantaranya adalah diet vegeb dapat meningkatkan kesehatan tubuh , mengurangi resiko terkena penyakir jantung , diabetes dan beberapa penyakit kanker. Di samping manfaat tersebut, ternyata orang yang melakukan diet vegetarian ini biasanya terlalu mengandalkan makanan oalahan yang banyak mengandung kalori , lemak dan sodium dan mungkin tidak cukup kalsium sehingga mereka kekurangan beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun dengan sedikit perencanaan dan beberapa informasi , diet vegetarian dapat memenuhi kebutuhan gizi orang – orang dari segala umur, termasuk anak – anak , remaja, maupun wanita yang sedang hamil. Kuncinya adalah orang yang melakukan diet vegetarian ini harus menyadari kebutuhan nutrisi mungkin dapat dilakukan dengan bantuan ahli gizi sehingga perencanaan diet vegetarian sesuai dengan kebutuhan nutrisi dari orang yang melakuan diet tersebut.

    Balik ke diet vegetarian , ketika orang mendengar kata vegetarian pasti , yang mereka pikirkan adalah diet tanpa mengkonsumsi daging, tapi sebenarnya diet vegetarian itu banyak sekali variasinya. Yang pertama ada diet lacto vegetarian. Seseorang yang melakukan diet lacto lebih mengkonsumsi makanan yang berasal dari susu seperti yogurt dan beberapa produk olahan susu. Namun mereka tidak mengkonsumsi produk susu yang dibuat dengan gelatin , karena kebanyakan gelatin mengandung bubuk hewan , tulang maupun sumsum tulang. Vegetarian lakto juga menghindari produk susu yang mengandung rennet berbasis hewan , yaitu kumpulan enzim yang dibuat dari betis hewan. Kemudian setelah diet lacto ada diet ovo . Sama seperti diet lacto , orang yang melakukan diet ovo ini lebih banyak mengkonsumsi telur dan susu . Namun walaupun banyak mengkonsumsi susu dan telur mereka juga masih mengkonsumsi buah , sayuran , dan beberapa kacang – kacangan. Walaupun sebernarnya orang yang melakukan diet lacto ovo vegetarian terkesan seperti memiliki kolesterol yang tinggi karena mengkonsumsi banyak telur namun berdasarkan “ American Journal of Clinical Nutrition “, dengan melakukan diet lacto ini dapat meningkatkan kesehatan jantung , mendorong penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan disbanding orang yang mengkonsumsi daging – dagingan . Kemudian setelah diet lacto da n ovo, ada juga pescatarian dan diet vegan . Diet pescatarian in sebenarnya merupakan diet yang sangat unik karena sesorang yang melakukan diet pescatarian ini memang tidak mengkonsumsi daging sama seperti seorang vegetarian tetapi mereka masih mengkonsumsi ikan dan semua jenis makanan seafood. Kelebihan dari diet pescatarian ini adalah mereka masih mendapatkan asupan protein hewani walaupun mereka tidak mengkonsumsi daging yang berasal dari hewan darat. Oleh karena itu diet pescetarian ini dapat membantu pengaturan berat badan , mengurangi resiko terkena kanker, serangan jantung, dan kekurangan zat besi, serta dapat meningkatkan daya ingat karena omega 3 yang mereka konsumsi yang berasal dari ikan. Kemudian yang terahkir adalah diet vegan dimana diet vegan ini sebernarnya hampir sama dengan diet lacto ovo . mereka tidak mengkonsumsi makanan seperti daging termasuk ungags dan ikan , namun mereka masih mengkonsumsi telur . Diet vegan juga tidak cuma menghindari makan yang mengandung daging hewan, mereka juga menghindari semua produk makanan yang mengandung unsur hewan, seperti margarin yang dibuat dengan whey, apapun yang mengandung gelatin, tulang hewan, dll. Manfaat dari melakukan diet vegan ini adalah dapat menurunkan berat badan , karena orang yang melakukan diet vegan ini cenderung memasukan sedikit kalori kedalam tubuh , kemudian menjaga kesehatan kardiovaskular dan mencegah resiko dari diabetes. Kekurangan dari diet vegan ini biasanya tidak mendapatkan cukup kalsium sehingga cenderung beresiko untuk terkena osteoporosis untuk itu orang yang melakukan diet vegan tetap dianjurkan untuk mengkonsumsi susu .

    Kunci untuk melakukan diet vegetarian yang sehat sebenarnya adalah untuk memasukkan berbagai makanan karena dengan satu jenis makanan tidak dapat memberi semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Perlu diingat bahwa semakin ketat seseorang melakukan diet , semakin ketat pula untuk mendapatkan semua nutrisi yang di butuhkan oleh tubuh. Salah satu cara yang baik untuk beralih ke diet vegetarian adalah secara bertahap mengurangi daging dalam makanan sambil meningkatkan konsumsi buah dan sayuran. berikut adalah beberapa tip untuk membantu memulai melakukan diet vegetarian :

    – Ramp up = Meningkatkan konsumsi jumlah makanan tanpa daging setiap minggu dan mengganti dengan mengkonsumsi sayuran hijau, seperti bayam, kangkung,dll dalam makanan sehari-hari.
    – Pengganti = mengganti resep masakan . Misalnya, membuat menu cabai vegetarian dengan meninggalkan daging sapi dan lebih menambahkan kacang hitam .
    – Cari informasi mengenai diet vegetarian sesuai sumber yang valid dan memiliki testimony yang banyak misalnya . lakukan dengan teratur kalau perlu mintalah bantuan ahli gizi untuk menyusun menu diet.

    Sumber :
    Katsilambros, Nikolaos, dkk.2016.Asuhan Gizi Klinik.Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC
    http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/vegetarian-diet/art-20046446?pg=2. Diakses pada tanggal 6 September 2017

    Artikel ini di susun oleh Alexander Mahesa – 41150024

    Like

  7. Diet Alkaline

    Di zaman seperti sekarang, banyak orang mulai menganggap penampilan adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan. Menjamurnya klinik-klinik aesthetic centre, mulai dari sekedar perawatan kulit dan rambut hingga perawatan tubuh dalam hal body slimming ataupun body toning. Tingginya minat untuk memiliki bentuk tubuh yang proporsional menjadikan masyarakat rela untuk melakukan apa saj. Mulai dari berolahraga ringan hingga membayar pelatih personal, mengonsumsi obat-obatan penurun berat badan hingga operasi. Hingga berbagai metode diet pun mulai bermunculan, yang tak jarang menimbulkan persepsi yang salah akan diet. Mulai dari tidak mengonsumsi nasi, menjadi vegetarian, bahkan sampai tidak makan sama sekali. Bagi sebagian orang, diet adalah tidak makan, namun definisi diet yang sesungguhnya adalah pengaturan pola makan. Pengaturan pola makan ini diharapkan tetap dapat mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh namun tetap bisa menjaga berat badan. Banyaknya metode diet yang diperkenalkan menjadikan masyarakat bertanya-tanya metode yang aman untuk menurunkan berat badannya tanpa harus menjadi sakit karenanya.
    Salah satu jenis diet yang mulai ramai diperbincangkan adalah diet makanan alkaline. Diet makanan alkaline adalah suatu pola makan yang menekankan pada konsumsi makanan yang bersifat alkali seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh (wholegrains) yang lebih baik untuk dikonsumsi daripada makanan olahan dikarenakan bukan saja mengandung lebih banyak nutrisi, tetapi juga dapat mempertahankan seratnya, yang akan memperlambat pelepasan glukosa, sehingga dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Inilah alasan mengapa diet ini termasuk aman untuk dijalankan karena pada dasarnya adalah mengubah pola makan dan menghindari makanan yang bersifat asam yang cenderung mengandung gula dan kalori yang tinggi.Dalam diet ini, adapun teori yang digunakan adalah bagaimana makanan dengan tinggi asam akan mengandung kalori yang lebih tinggi (misal minum minuman bersoda, dan memakan makanan gorengan, berlemak atau junk food), dan diet yang sehat melibatkan keseimbangan antara makanan yang bersifat asam (acidifying foods) dan makanan yang bersifat alkali (alkalizing foods). Diet alkaline bertujuan untuk mengatasi kelebihan asam harian tubuh, membantu dalam mengurangi beban yang dilakukan oleh sistem detoksifikasi asam tubuh, seperti contohnya kinerja ginjal.

    pH yang tepat sangat penting bagi kesehatan dan ketidakseimbangan pH yang ekstrem bisa berakibat fatal. Alkalosis terjadi saat darah dan cairan lainnya menjadi terlalu basa. sebaliknya, asidosis ditandai dengan tingginya kadar asam dalam cairan tubuh. Asidosis metabolik yang dipicu diet terjadi bila terlalu banyak produk hewani, dan tidak cukup buah dan sayuran, dikonsumsi. Asidosis metabolik meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pernafasan, diabetes, dan batu ginjal. Ini menyebabkan kerusakan ginjal, yang berkontribusi terhadap asidosis metabolik. Oleh karenanya, diet ini sangat menekankan keseimbangan antara konsumsi makanan alkali dan asam.

    Adapun manfaat dari diet ini antara lain :
    1. Membantu dalam proses pencernaan serta menghindari perut menjadi kembung.
    2. Menjadikan kulit lebih indah dikarenakan makanan yang bersifat alkali seperti biji-bijian dan kacang-kacangan tertentu mengandung minyak lemak esensial yang membantu meningkatkan kecantikan kulit.
    3. Meningkatkan kemampuan memori, fokus dan konsentrasi, dikarenakan level gula darah cenderung yang lebih teratur.
    4. Meningkatkan energi, dikarenakan banyak makanan yang bersifat alkali merupakan jenis slow release carbohydrates (melepaskan karbohidrat secara perlahan-lahan) dan memiliki kandungan protein vegetarian, dimana hal ini akan membantu menyeimbangkan gula darah.
    5. Mengurangi keinginan untuk mengkonsumsi gula, alkohol, kopi dan lainnya.

    Dalam diet ini, perlu kembali diingat bahwa penting untuk menjaga keseimbangan antara makanan alkaline dengan makanan asam. Cara untuk menyeimbangkan konsumsi makanan antara alkaline dengan asam yakni mengikuti aturan 80/20. Aturan 80/20 ini adalah perbandingan makanan bersifat alkali dan makanan bersifat asam yang disarankan untuk konsumsi setiap harinya, seperti contohnya banyak memasukkan sayur-sayuran, dengan biji-bijian sebagai makanan dasarnya kemudian pada bagian paling atas (20%-nya) barulah ditaruh protein daging-dagingan. Dengan cara ini maka sebagian besar diet akan bersifat alkali, di lain pihak lain juga tidak mengorbankan kesempatan untuk konsumsi daging-dagingan. Oleh karenanya, dalam diet ini tidak perlu takut untuk tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh protein hewani.

    Contoh dari makanan yang bersifat alkaline adalah :
    1. Lemon, jeruk nipis, jeruk bali
    2. Kurma, ara dan apricot (yang dikeringkan)
    3. Tomat, apel, pear, mangga, pepaya, alpukat
    4. Selada air, fennel, asparagus, seledri dan kembang kol
    5. Bawang putih, bawang merah, jahe (segar) dan beetroot
    6. Bayam, parsley / peterseli dan ketumbar
    7. Minyak dan biji bunga matahari, labu dan biji wijen
    8. Kacang almond, walnut dan pecan
    9. Quinoa, millet, buckwheat, oats dan beras coklat
    10. Susu almond, susu dari beras coklat
    11. Ground coconut (kelapa parut) dan air kelapa

    Dan beberapa makanan yang sebaiknya di kurangi atau di hindari adalah :
    1. Daging merah
    2. Daging Unggas
    3. Sereal sarapan yang diproses (dikarenakan rendah nutrisi, tinggi kadar gula dan garam)
    4. Biskuit, kue dan roti-rotian (tinggi kadar ragi-nya, tepung putih, garam, gula dan pengawet dimana semuanya merupakan komponen pembentuk sifat asam)
    5. Minuman bersoda, cola, diet cola dan alkohol
    6. Teh, Kopi, coklat (terutama coklat susu yang kaya akan gula dan produk susu padat)

    Tubuh manusia memiliki kebutuhan yang luar biasa untuk menjaga keseimbangan pH darah dengan mekanisme kompensasi utama adalah melalui ginjal dan pernafasan. Mengonsumsi makanan alkaline tentu akan meningkatkan pH darah yang pada akhirnya akan memicu urin yang lebih basa. Peningkatan konsumsi buah dan sayuran dalam diet alkali akan memperbaiki rasio ion K / Na dan dapat bermanfaat bagi kesehatan tulang serta mengurangi penyakit kronis lainnya seperti hipertensi dan stroke. Peningkatan magnesium yang diperlukan untuk fungsi enzim, merupakan manfaat tambahan dari diet alkali. Magnesium yang tersedia, yang diperlukan untuk mengaktifkan vitamin D. Alkalinitas dapat menghasilkan manfaat tambahan untuk beberapa agen kemoterapi yang membutuhkan pH yang lebih tinggi. Namun, salah satu pertimbangan pertama dalam diet alkali, adalah untuk mengetahui jenis tanah tempat sayuran dan buah- buahan ini tumbuh karena hal ini dapat mempengaruhi kandungan mineral secara signifikan. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap mencoba mengingat begitu banyak manfaat yang bisa di dapatkan dari metode diet ini selama dilakukan dengan benar.

    Sumber :
    acidalkalinediet.com/listofalkalinefoods.pdf diakses pada 7 September 2017 pukul 08.00 WIB
    astutenews.com/2016/10/21/understanding-the-alkaline-diet-and-its-benefits/ diakses pada 7 September 2017 pukul 08.00 WIB
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3195546/ diakses pada 7 September 2017 pukul 09.30 WIB
    http://melangsingkantubuh.info/diet-alkaline-sehat-dan-cepat-turunkan-berat-badan# diakses pada 7 September 2017 pukul 09.40 WIB

    Artikel ini ditulis oleh Ni Nengah Ayu Petra Steffiasih-41150021

    Like

  8. Ba-ba-banana~ (ala minion)
    Ya, banana alias pisang kesukaan para minion ini dapat digunakan untuk diet menurunkan berat badan, yaitu Diet Pisang, bisa disebut juga Asa Banana Diet atau Morning Banana Diet yang merupakan suatu cara diet yang berawal dari seorang farmakologi yang bernama Sumiko Watanabe untuk menguruskan suaminya, Hitoshi Watanabe. Program diet ini akan membuat anda memakan buah, lebih menyadari tingkat rasa lapar dan rasa kenyang, dan memakan malam pada pukul 20.00 tanpa dessert.1
    Sarapan pagi pada program ini akan diawali dengan pisang dan minum air putih bertemperatur suhu ruangan. Pisang yang dimakan pun juga harus matang, tanpa di masak atau dibekukan. Bila masih lapar, anda dapat kembali mengonsumsi makanan dalam waktu 15-30 menit ke depan. Untuk makan siangnya, anda dapat makan secara normal namun direkomendasikan makan ala Jepang dengan pepatah “Hara hachibu ni isha irazu” yang berarti “kita tidak membutuhkan dokter bila makan 80% kenyang”, terutama nasi. Anda diperbolehkan mengonsumsi snack satu kali di siang hari dimana cemilannya boleh yang manis-manis seperti coklat atau makanan manis lainnya, tetapi harus menghindari susu dan es krim.1
    Diet ini cukup efisien dalam menurunkan berat badan, namun meski berat badan menurun, hampir bisa dipastikan bahwa anda dapat menderita kondisi kurang nutrisi (malnourishment) dan kehilangan otot dimana kehilangan otot tersebut dapat diartikan menjadi metabolisme yang melambat. Selain itu, dengan memakan satu jenis makanan saja seperti pisang, anda “merampas” nutrisi penting dari tubuh anda. Padahal diet yang sehat seharusnya mengandung 3 jenis makronutrient, yaitu protein, lemak, dan karbohidrat. Lantas apa saja yang terkandung dalam pisang?2
    Satu porsi pisang mengandung berat sebesar kurang lebih 126 gram, 110 kalori, 30 karbohidrat, dan 1 gram protein. Pisang juga bebas dari lemak, kolestrol, dan sodium. Selain itu, pisang juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B6 (5mg), Manganese (3mg), vitamin C (9mg), Potassium (450mg), serat makanan (3g), Mg (34mg), vitamin B12 (25 mcg), vitamin B2 (1mg), vitamin A (81 IU), dan zat besi (3mg). Rekomendasi untuk konsumsi potasium maksimal adalah 4700 mg perhari untuk orang dewasa. Bila potasium dikonsumsi berlebih akan dapat menimbulkan berbagai dampak terutama yang ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan normal sehingga tidak dapat mengeluarkan kelebihan potasium yang kemudian akan berujung pada hiperkalemia atau high potassium (potasium tinggi).3
    Hiperkalemia atau high potassium merupakan kondisi dimana terlalu banyak potasium dalam darah karena ginjal tidak mampu menoleransi kelebihan potasium untuk dibuang, sehingga kadar potasium dalam darah mencapai angka > 5,5 mmol/L dalam darah dimana normalnya, jumlah potasium dalam darah adalah 3,6-5,2 mmol/L. Selain itu, potasium yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, diabetes melitus tipe 1, Addison’s disease, dan perdarahan internal. Dalam kasus yang extreme, dapat menyebabkan paralisis atau gagal jantung. Bila tetap tidak diobati, maka akan dapat menyebabkan jantung berhenti.4 Tidak hanya hiperkalemia yang memiliki dampak buruk, terlalu banyak mengonsumsi pisang juga dapat menyebabkan berbagai dampak buruk seperti :
    – Dapat menyebabkan berat badan meningkat. Bukannya turun, melainkan meningkat. Hal ini desebabkan oleh kandungan pisang yang sempat terbahas sebelumnya, yaitu 110 kalori dan 30 gram karbohidrat. Meski kalorinya lebih sedikit daripada nasi (175 kalori), namun kita tidak bisa mengeyampingkan jumlah karbohidratnya yang cukup tinggi. Sehingga bila terlalu banyak dikonsumsi, maka berat badan akan meningkat, bukan menurun.
    – Pisang juga merupakan salah satu pemicu migrain.
    – Potasium yang merupakan kandungan pisang dapat menyebabkan hiperkalemia.
    – Pisang juga dapat merusak gigi, bahkan lebih parah daripada coklat dan permen karet.
    – Dapat menyebabkan kantuk karena kandungan pisang, yaitu tryptophan yang mengurangi kemampuan mental dan waktu reaksi, yang kemudian berujung pada rasa kantuk. Selain itu juga ada magnesium yang dapat merilekskan otot. Sehingga pisang baik dikonsumsi pada saat sebelum tidur.
    – Pisang juga dapat menyebabkan masalah saraf dikarenakan kandungan vitamin B6 yang bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan hal tersebut.
    – Ragweed alergi
    – Menjadi hipersensitif pada pasien yang alergi latex.
    – Masalah pernapasan. Masalah ini masih berkaitan dengan ragweed alergi.
    – Nyeri abdominal dapat terjadi bila pisang yang dimakan tidak cukup matang.
    – Beberapa orang yang alergi pisang juga dapat mengalami anaphylactic shock.
    – Pisang yang tidak cukup matang juga dapat menyebabkan konstipasi.
    – Serat dan fruktosa dalam pisang, bisa menyebabkan gas bila dikonsumsi berlebihan.
    – Beresiko terkena diabetes melitus tipe 2 juga karena pisang mengandung banyak karbohidrat dan bila di konsumsi berlebih, akan menaikkan berat badan dan memicu obesitas yang dapat berakhir pada diabetes melitus tipe 2.5
    Namun, diantara banyaknya hal negatif dari pisang, pisang juga mengandung banyak hal positif seperti :
    – Dapat menurunkan tekanan darah meski meningkatkan intake dari potassium karena efek vasodilatasi.
    – Satu buah pisang dapat menurunkan resiko asma sebesar 34%.
    – Konsumsi pisang dapat menurunkan resiko terkena kanker leukemia. Sedangkan intake tinggi dari seratnya dapat menurunkan resiko kanker colorectal.
    – Serat, potassium, vitamin C, dan vitamin B6 dapat menurunkan resiko cardiovaskular disease. Dan bila potassium dikopnsumsi sebanyak 4069 mg perhari dapat menurunkan resiko kematian akibat ischemic heart disease, juga bisa menurunkan resiko stroke, melindungi kehilangan massa otot, menjaga kepadatan mineral tulang, dan mengurangi pembentukan batu ginjal.
    – Meski terdapat resiko diabetes melitus tipe 2 bila di konsumsi berlebih, namun dapat juga menurunkan resiko tersebut dengan mengonsumsi jumlah yang tepat dimana 21-25 g perhari untuk wanita dan 30-38 g perhari untuk pria.
    – Pisang sangat bagus untuk penderita diare.
    – Menjaga daya ingat dan meningkatkan mood.3
    Dari data diatas, dapat saya simpulkan bahwa Diet Pisang bagus untuk kesehatan bila tidak dikonsumsi berlebih atau dikonsumsi secukupnya.

    Daftar Pustaka :
    1. Lisa Scheitzer.2017. The Morning Banana Diet. WebMD. Diakses di http://www.webmd.com/diet/a-z/morning/banana/diet
    2. Krissy brady. 2017. WTH Is The Mono Diet And Can It Help You Drop Pounds?. WomensHealthMag. Diakses di http://www.womenshealthmag.com/weight-loss/monodiet?amp
    3. Megan Ware RDN LN. 2017. Bananas : Health benefits, Facts, Research. MedicalNewsToday. Diakses di http://www.medicalnewstoday.com/articles/271157.php
    4. Carmella Wint dan Kristeen Cherney. 2017. High Potassium. Healthline. Diakses di http://www.healthline.com/health/high-potassium-hyperkalemia
    5. Karishma Sehgal. 2017. 14 Serious Side Effects of Bananas. StyleCraze. Diakses pada http://www.stylecraze.com/articles/serious-side-effects-of-bananas/?amp=1#Hyperkalemia

    Artikel ini ditulis oleh Julia Elfreda Chandra – 41150022

    Like

  9. ANALISA KEBIJAKAN KESEHATAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN MASA SEBELUM HAMIL, MASA HAMIL, PERSALINAN, DAN MASA SESUDAH MELAHIRKAN, PENYELENGGARAAN PELAYANAN KONTRASEPSI, SERTA PELAYANAN KESEHATAN SEKSUAL
    1. Konten Kebijakan
    Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan pada perempuan sejak saat remaja hingga saat sebelum hamil dalam rangka menyiapkan perempuan menjadi hamil sehat. Pelayanan Kesehatan Masa Hamil adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga melahirkan. Pelayanan Kesehatan Masa Melahirkan, yang selanjutnya disebut Persalinan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan pada ibu sejak dimulainya persalinan hingga 6 (enam) jam sesudah melahirkan. Pelayanan Kesehatan Masa Sesudah Melahirkan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan ditujukan pada ibu selama masa nifas dan pelayanan yang mendukung bayi yang dilahirkannya sampai berusia 2 (dua) tahun. Pelayanan Kesehatan Seksual adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan pada kesehatan seksualitas. Pengaturan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual bertujuan untuk:
    a. menjamin kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas;
    b. mengurangi angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi baru lahir;
    c. menjamin tercapainya kualitas hidup dan pemenuhan hak-hak reproduksi; dan
    d. mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang bermutu, aman, dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    2. Proses
    ​a. Penyusunan
    Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18, Pasal 25, dan Pasal 28 Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual;
    Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN TENTANG PELAYANAN KESEHATAN MASA SEBELUM HAMIL, MASA HAMIL, PERSALINAN, DAN MASA SESUDAH MELAHIRKAN, PENYELENGGARAAN PELAYANAN KONTRASEPSI, SERTA PELAYANAN KESEHATAN SEKSUAL.
    ​b. Pelaksanaan
    Berdasarkan peraturan menteri tersebut makan Pemerintah daerah provinsi, Pemerintah daerah Kabupaen, tenaga kesehatan, tenaga nonkesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, dan penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, merupakan tenaga yang terlatih, peran serta masyarakat baik secara perseorangan maupun terorganisasi, kemitraan antara bidan dan dukun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dilakukan pada daerah tertentu dengan mempertimbangkan kendala sosial budaya. Kemitraan antara bidan dan dukun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam kesepakatan secara tertulis antara kedua pihak dan sekurang-kurangnya diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat.
    ​c. Pengawasan
    – Menteri melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan program pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual, berupa standarisasi, bimbingan teknis, serta monitoring dan evaluasi.
    – Pemerintah daerah provinsi melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan Kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual di kabupaten/kota melalui koordinasi, advokasi, monitoring dan evaluasi.
    – Pemerintah daerah kabupaten/kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan Kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual diwilayahnya dengan melakukan pelatihan tenaga kesehatan dan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan. 3. Aktor
    a. meteri : melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan program pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual.
    b. pemerintah daerah provinsi : melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan Kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual di kabupaten/kota melalui koordinasi, advokasi, monitoring dan evaluasi.
    c. pemerintah daerah kabupaten : melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan Kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual diwilayahnya dengan melakukan pelatihan tenaga kesehatan dan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan.
    d. tenaga kesehatan
    4. Konteks
    Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang ditujukan pada perempuan sejak saat remaja hingga saat sebelum hamil dalam rangka menyiapkan perempuan menjadi hamil sehat. Pelayanan Kesehatan Masa Hamil adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga melahirkan.
    ​Pengaturan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual bertujuan untuk:
    a. menjamin kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas
    b. mengurangi angka kesakitan dan angka kematian ibu dan bayi baru lahir
    c. menjamin tercapainya kualitas hidup dan pemenuhan hak-hak reproduksi
    d. mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang bermutu, aman, dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    ​Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan pada: a. remaja; b. calon pengantin; dan/atau c. pasangan usia subur.
    ​Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota menjamin ketersediaan sumber daya kesehatan, sarana, prasarana, dan penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual. Kegiatan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
    a. pemeriksaan fisik : pemeriksaan tanda vital dan status gizi
    b. pemeriksaan penunjang :
    1. pemeriksaan darah rutin
    2. pemeriksaan darah yang dianjurkan
    3. pemeriksaan penyakit menular seksual
    4. pemeriksaan urin rutin
    5. pemeriksaan penunjang lainnya.
    c. pemberian imunisasi : Pemberian imunisasi sebagaimana dimaksud dilakukan dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit Tetanus.
    d. suplementasi gizi : Pemberian suplementasi gizi untuk pencegahan anemia gizi sebagaimana dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi gizi seimbang dan tablet tambah darah.
    e. konsultasi kesehatan : berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi.
    Oleh tenaga kesehatan ( dokter, bidan ), dan tenaga non kesehatan (guru usaha kesehatan sekolah, guru bimbingan dan konseling, kader terlatih, konselor sebaya, dan petugas lain yang terlatih.)
    Materi pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi untuk remaja meliputi :
    a. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    b. tumbuh kembang Anak Usia Sekolah dan Remaja
    c. kesehatan reproduksi
    d. imunisasi
    e. kesehatan jiwa dan NAPZA
    f. gizi
    g. penyakit menular termasuk HIV dan AIDS
    h. Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
    i. kesehatan intelegensia.
    f. pelayanan kesehatan lainnya.

    Disusun oleh :
    Andryawan Wahyu P (42160022)
    Kadek Dewi Armitha PS (42160024)

    Like

  10. Analisis kebijakan kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang petunjukan teknis Jaminan Persalinan
    Content / Isi Kebijakan
    Tingginya Angka kematian ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) di Indonesia dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, menjadi perhatian bagi Pemerintah. Pertumbuhan penduduk merupakan hal penting dalam suatu negara sebab tingkat kematian (mortalitas) merupakan salah satu indikator utama dari penentuan derajat kesehatan masyarakat di suatu negara. Kesehatan sendiri merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia yang harus dipenuhi. Sehingga pemenuhan atas kesehatan masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab negara. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2562/MENKES/PER/XII/2011 Tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan, Jampersal merupakan produk kebijakan publik yang diciptakan oleh pemerintah sebagai bentuk dari tanggung jawab pemerintah dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan untuk mencapai target MDGs (Millennium Development Goals). Oleh karena itu, Jampersal dimaksudkan untuk memberikan pembiayaan persalinan serta penjarangan kehamilan dan pembatasan kehamilan menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari Jampersal sehingga pengaturan mengenai Keluarga Berencana yang selanjutnya disingkat KB dapat berjalan. Lewat program tersebut diharapkan hambatan biaya bagi ibu untuk mengakses fasilitas dan tenaga kesehatan terpecahkan sehingga angka kematian ibu dan anak menurun.
    Pelaku Kebijakan
    Pembuat Kebijakan Jampersal adalah Menteri Kesehatan dengan payung hukum Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 2562/Menkes/ Per/XII/2011, yang isinya berupa petunjuk teknis bagi pelaksana kebijakan Jampersal di lapangan. Pemerintah kabupaten-kota mempunyai kewenangan mengurus masalah kesehatan di daerahnya, termasuk hal-hal yang secara teknis tercantum dalam PMK No 2562/Menkes/ Per/ XII/2011. Pelayanan Jaminan Persalinan yang baik dan maksimal sangat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti tenaga kesehatan. Menurut hasil penelitian, pelayanan jampersal sudah dilakukan sesuai dengan Permenkes Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. Namun, masih ada kendala dalam memberikan pelayanan jampersal berupa dana, pelayanan kebidanan, jumlah bidan, obat, dan tempat. Dalam kenyataannya, masih terdapat pelayanan kebidanan yang tidak sesuai dengan tindakan misalnya pada diagnosa kebidanan. Selain itu, masih terdapat tenaga kesehatan yang kurang aktif berpartisipasi dalam melaksanakan program Jampersal dan masih melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerjasama maupun kesepakatan di luar perjanjian kerjasama tersebut dengan Dinas Kesehatan. Sehingga menyulitkan masyarakat yang ingin mendapatkan fasilitas dari program Jampersal karena banyak tenaga kesehatan yang tidak mengikuti program tersebut secara sukarela dan konsekuen.
    Konteks
    Dampak kebijakan desentralisasi di sektor kesehatan belum banyak diperhitungkan. Di berbagai daerah anggaran untuk Jampersal masih rendah. Selama ini rumah sakit pemerintah yang ditunjuk menjadi pelaksana Jampersal banyak yang kebingungan dalam memberikan layanan kesehatan kepada para penerima Jampersal karena tidak adanya standar pelayanan medis yang harus diberikan. Pelayanan kesehatan yang diberikan menjadi berbeda antar rumah sakit. Tidak jarang terjadi kebimbangan pada tenaga kesehatan ketika mereka harus melayani pasien Jampersal. Mereka jelas tidak mungkin memberikan pelayanan dengan kelas eksekutif misalnya, sementara pasien hanya menggunakan biaya dari Jampersal. Mereka juga tidak mungkin memberikan pelayanan minimalis sementara pasien dalam kondisi yang sangat membutuhkan perawatan lebih. Kondisi ini menyebabkan tenaga kesehatan menjadi ragu mengambil tindakan. Padahal seharusnya tindakan segeralah yang diterima.
    Proses
    Kebijakan Pemerintah dimulai dari Undang- Undang Dasar 1945 kemudian menjadi Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional Nomor 40 Tahun 2004 dan Pemerintah mengeluarkan Permenkes Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan yang tujuannya untuk menurunkan AKI dan AKB dan khususnya bagi ibu yang melahirkan dengan dilatarbelakangi oleh keterbatasan biaya, sehingga melalui kebijakan ini setiap ibu melahirkan diberi bantuan sosial melalui progam Jaminan Persalinan. Untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan persalinan yang dilakukan oleh bidan atau dokter dalam rangka menurunkan AKI dan AKB untuk angka kematian ibu ditargetkan turun menjadi 120/100.000 kelahiran hidup, maka pemerintah membuat Permenkes Nomor 515/ MENKES/ SK/ III/2011 tentang penerimaan dana penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Jaminan Persalinan di pelayanan dasar tiap Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2011. Adapun dalam memberikan jaminan pembiayaan untuk pelayanan persalinan (Jampersal), maka pemerintah menetapkan program ini dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor Permenkes Nomor 2562/ Menkes/ Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan. tapi disini masih kurang adanya turunan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota untuk memperkuat implementasi Jampersal di lapangan, misalnya dengan menetapkan peraturan walikota untuk menyelaraskan besaran tarif dengan peraturan daerah, membuat petunjuk teknis turunan, serta membuat kesepakatan dengan para pihak terkait dalam penyelenggaraan Program Jampersal. Karena saat ini pelaksanaan Jampersal khususnya pada fasilitas kesehatan tingkat pertama swasta yang melalui bidan praktik mandiri, hanya berdasar pada perjanjian kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota yang pada perjanjian tersebut tidak memiliki ketegasan dalam hal pemberian sanksi apabila ada bidan yang melanggar kesepakatan tersebut. Sehingga Pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) membutuhkan komitmen pemerintah daerah. Baik dalam hal mengupayakan kelancaran pembayaran klaim agar tepat waktu, penyediaan fasilitas dan tenaga persalinan, maupun sosialisasi ke masyarakat. Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa mengurus Jampersal itu susah dan berbelit-belit. Serta adanya anggapan bahwa Jampersal sama dengan Jamkesmas yang diperuntukan hanya untuk masyarakat yang kurang mampu. Sehingga menimbulkan asumsi terhadap pelayanan yang akan diterima mengenai pembedaan pelayanan yang akan didapatkan oleh peserta pengguna program Jampersal ini. Mereka menganggap bahwa penanganan pelayanan persalinan akan kurang optimal jika menggunakan Jampersal. Sehingga banyak masyarakat memilih untuk tidak menggunakan program Jampersal.

    violensia chrisianti (42160015)
    febrian moris (42160019)

    Like

  11. Analisa kebijakan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 18 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial.
    A. Konten kebijakan :
    Pemahaman mengenai lingkungan jasmaniah memiliki peran penting dalam proses perkembangan penyakit sudah diketahui sejak lama secara biologis kaitan mikroorganisme yang hidup disekitar kita dapat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia dan dapat berimplikasi terhadap kesehatan seperti infeksi. Begitu juga dengan faktor-faktor sosial yang dapat pula mempengaruhi kesehatan manusia itu sendiri, dan saat ini faktor-faktor sosial juga merupakan salah satu faktor yang diperhitugkan oleh tenaga kesehatan karena pengaruhnya terhadap kesehatan manusia itu sendiri.
    Dalam peraturan ini terdapat 3 pembahasan:
    1. Administratif
    Peraturan ini dibuat dengan menimbang:
    a) Bahwa setiap perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan perlindungan atas hak asasinya, bebas dari penyiksaan, ancaman, tekanan, serta mendapat kemudahan, perlakuan, kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai keadilan dan kesejahteraan hidup;
    b) Bahwa terjadinya konflik sosial, perempuan dan anak cenderung lebih rentan terhadap bentuk-bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, serta belum optimal dalam memperoleh perlindungan dan pemberdayaan;
    c) Bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial mengamanatkan pemerintah, pemerintah daerah untuk melakukan penyelamatan, perlindungan, rehabilitasi dan pemenuhan dasar dan spesifik terhadap perempuan dan anak dalam penanganan konflik sosial;
    Peraturan ini juga dibuat dengan mengingat beberapa peraturan/kebijakan yang telah ditetapkan, beberapa diantaranya adalah:
    a) Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
    b) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women), (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3277);
    c) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886);
    d) Dan peraturan yang telah ditetapkan lainnya
    Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
    a) Konflik Sosial yang selanjutnya disebut Konflik adalah perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.
    b) Perlindungan perempuan dan anak adalah upaya pencegahan dan penanganan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak, serta memberikan layanan kebutuhan dasar dan spesifik perempuan dan anak dalam penanganan konflik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penanganan konflik.
    c) Pemberdayaan perempuan dan anak adalah upaya penguatan hak asasi, peningkatan kualitas hidup, dan peningkatan partisipasi perempuan dan anak dalam membangun perdamaian.
    d) Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
    e) Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah setiap tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, mental, psikologis, termasuk intimidasi, pengusiran paksa, ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan, penelantaran serta menghalangi kemampuan perempuan dan anak untuk menikmati semua hak dan kebebasannya.
    Didalam kebijakan ini, yang melakukan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak adalah pemerintah daerah setempat dan kementerian/lembaga terkait sesuai dengan kewenangannya.
    2. Peraturan
    – Kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dalam melakukan upaya pencegahan yang dilakukan dengan
    a) menyediakan data dan kajian mengenai perempuan dan anak dalam konflik;
    b) Meningkatkan kesadaran masyarakat, lembaga adat (pranata adat dan sosial), forum komunikasi umat beragama untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak dalam konflik;
    c) Meningkatkan peran media massa memberikan diseminasi dan informasi perlindungan perempuan dan anak dalam konflik;
    d) Meningkatkan peran unit pelayanan perempuan dan anak untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak dalam konflik;
    e) Mengadakan pelatihan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam konflik;
    f) Memfasilitasi penambahan penyediaan ruang publik/ruang terbuka hijau kota untuk perempuan dan anak.
    – Adapun layanan yang diberikan oleh kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya terhadap perempuan dan anak berupa pengaduan, rehabilitasi kesehatan, kesehatan reproduksi, rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial, bantuan hukum dan pendampingan.
    – Terdapat layanan khusus bagi anak dalam konflik sosial berupa pengasuhan, sarana bermain anak yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dan rekreasi.
    – Kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya memberdayakan perempuan dan anak dalam konflik sosial yang meliputi peningkatkan ketahanan hidup; peningkatkan usaha ekonomi dan peningkatanpartisipasi perempuan sebagai pembangun, penengah dan perunding perdamaian. Dalam konteks meningkatkan usaha ekonomi yang berwenang memberikan pelatihan keterampilan kerja, pelatihan usaha ekonomi produktif, pendampingan dalam pengembangan usaha ekonomi produktif, bantuan permodalan, kemudahan akses informasi dan promosi pemasaran hasil produk usaha ekonomi produktif.
    Dalam mewujudkan kebijakan ini, telah dibentuk tim koordinasi. Tim koordinasi memiliki tugas berupa:
    a) melakukan koordinasi pelaksanaan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik
    b) melakukan advokasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan; dan
    c) melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Presiden.
    Tim koordinasi juga bekerjasama dengan masyarakat, dimana masyarakat memiliki peran untuk:
    a) memberikan informasi mengenai terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam konflik;
    b) menyelenggarakan pelatihan bagi perempuan;
    c) membantu pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak;
    d) membantu penyelamatan dan evakuasi perempuan dan anak;
    e) memberikan bantuan hukum dan pendampingan;
    f) menyediakan air bersih dan sanitasi untuk perempuan dan anak; dan
    g) mengurangi dampak konflik bagi perempuan dan anak.
    3. Sanksi
    Tidak terdapat suatu sanksi yang tertulis dalam kebijakan ini.

    B. Proses kebijakan :
    1. Tahap Penyusunan
    Presiden mengeluarkan peraturan ini dengan pertimbangan bahwa terjadinya konflik sosial, perempuan dan anak cenderung lebih rentan terhadap bentuk-bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, serta belum optimal dalam memperoleh perlindungan dan pemberdayaan padahal perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan perlindungan atas hak asasinya, bebas dari penyiksaan, ancaman, tekanan, serta mendapat kemudahan, perlakuan, kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai keadilan dan kesejahteraan hidup.
    Dalam penyusunan, ditetapkan untuk dilakukan perlindungan dan pemberdayaan. Perlindungan perempuan dan anak meliputi upaya pencegahan dan penanganan dari segala bentuk tindak kekerasan dan pelanggaran hak asasi perempuan dan anak, serta memberikan layanan kebutuhan dasar dan spesifik perempuan dan anak, sedangkan pemberdayaan meliputi upaya penguatan hak asasi, peningkatan kualitas hidup, dan peningkatan partisipasi perempuan dan anak dalam membangun perdamaian. Perlindungan dan pemberdayaan dilakukan oleh kementerian/lembaga terkait sesuai dengan kewenangannya dan pemerintah daerah dengan memperhatikan kondisi, situasi, permasalahan, dan penanganan konflik di daerah.
     Pada tahap ini (perencanaan) termasuk perencanaan dengan sistem “TOP-DOWN PLANNING”
    Karena penyusunan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden berpedoman pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial sehingga mengamanatkan pemerintah, pemerintah daerah untuk melakukan penyelamatan, perlindungan, rehabilitasi dan pemenuhan dasar dan spesifik terhadap perempuan dan anak dalam penanganan konflik sosial
    2. Tahap Pelaksanaan
    Kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya dalam melakukan :
    Upaya pencegahan dilakukan dengan :
    a. menyediakan data dan kajian mengenai perempuan dan anak dalam konflik
    b. meningkatkan kesadaran masyarakat, lembaga adat (pranata adat dan sosial), forum komunikasi umat beragama untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak dalam konflik
    c. meningkatkan peran media massa memberikan diseminasi dan informasi perlindungan perempuan dan anak dalam konflik
    d. meningkatkan peran unit pelayanan perempuan dan anak untuk memberikan perlindungan perempuan dan anak dalam konflik
    e. mengadakan pelatihan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam konflik
    f. memfasilitasi penambahan penyediaan ruang publik/ruang terbuka hijau kota untuk perempuan dan anak
    Upaya penyediaan layanan terhadap korban dilakukan dengan :
    a. memberikan perlindungan khusus
    b. memberikan layanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan
    c. memberikan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar spesifik bagi perempuan dan anak korban akibat terjadinya konflik
    d. perbaikan fasilitas yang dibutuhkan perempuan dan anak (pengasuhan dan sarana bermain anak, rekreasi, rumah layak huni, aman, responsif gender)
    Upaya penyediaan layanan untuk pencegahan terhadap kekerasa dilakukan dengan :
    a. pengaduan
    b. rehabilitasi kesehatan
    c. kesehatan reproduksi
    d. rehabilitasi sosial
    e. reintegrasi sosial
    f. bantuan hukum dan pendampingan
    Upaya pemberdayaan dilakukan dengan :
    a. meningkatkan ketahanan hidup
    b. meningkatkan usaha ekonomi
    c. meningkatkan partisipasi perempuan sebagai pembangun, penengah dan perunding perdamaian.
    Alur pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan :
    Presiden membentuk tim koordinasi pusat untuk menangani konflik di tingkat pusat, kemudian tim koordinasi pusat dibantu kelompok kerja dalam pelaksanaan tugas. Kelompok kerja bertugas melakukan advokasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota secara bertahap. Sampai akhirnya pada unit yang lebih kecil yaitu peran serta masyarakat dalam memberikan informasi mengenai terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam konflik, menyelenggarakan pelatihan bagi perempuan, membantu pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, membantu penyelamatan dan evakuasi perempuan dan anak, memberikan bantuan hukum dan pendampingan, menyediakan air bersih dan sanitasi untuk perempuan dan anak, dan mengurangi dampak konflik bagi perempuan dan anak.
     Pada tahap ini (pelaksanaan) termasuk perencanaan dengan sistem “TOP-DOWN PLANNING”
    Karena pemerintah berperan lebih dominan dalam mengatur jalannya program dari presiden, menteri, gubernur, bupati/walikota sampai masyarakat, tanpa melakukan diskusi terbuka kepada masyarakat mengenai apa yang dibutuhkan dan dirasakan efektif untuk kondisi masyarakat yang mungkin lebih memahami konflik dan dampaknya, terutama korban konflik tersebut.
    3. Tahap Pengawasan
    Alur pengawasan kebijakan perlindungan dan pemberdayaan :
    bupati/walikota mengawasi dan melaporkan ke gubernur, gubernur ke tim koordinasi pusat, dan pada akhirnya tim koordinasi pusat melaporkan hasil pelaksanaan tugas ke presiden. Dengan begitu setiap konflik dalam semua lapisan masyarakat dapat terdeteksi.
     Pada tahap ini (pengawasan) termasuk perencanaan dengan sistem “TOP-DOWN PLANNING”
    Karena pembuatan rencana pengawasan merupakan dari pemerintah. Tidak tertulis dalam peraturan bahwa ide pengawasan ini merupakan pemikiran dari masyarakat, walaupun masyarakat memang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya pengawasan ini.

    C. Aktor kebijakan :
    1. Penyusun
    a. Instansi
    – Kementerian yang membidangi koordiasi urusan kesejahteraan rakyat
    – Kementerian yang membidangi koordinasi urusan politik, hukum dan keamanan
    – Kementerian yang membidangi urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
    b. Individu
    – Peraturan Presiden disingkat Perpres adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden (Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono)
    – Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Amir Syamsudin)
    2. Pelaksana
    a. Instansi
    – Dalam pelaksanaan tugas, Tim Koordinasi Pusat dibantu oleh kelompok kerja perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik
    – Kelompok kerja yang dibentuk oleh bupati/walikota untuk melakukan advokasi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perlindungan dan
    pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik di kabupaten/kota, terdiri dari unsur dinas terkait, instansi vertikal, penegak hukum, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, peneliti/akademisi dan para tokoh agama, adat, masyarakat, dan penggiat perdamaian di kabupaten/kota termasuk lembaga yang berhubungan dengan rehabilitasi kesehatan, kesehatan reproduksi, rehabilitasi sosial, kesehatan lingkungan (dalam hal penyediaan air bersih dan sanitasi), instansi ekonomi dalam memberi pelatihan usaha ekonomi dan bantuan permodalan
    b. Individu
    – Menteri yang terkait sesuai dengan kewenangannya
    • Menteri yang membidangi urusan dalam negeri
    • Menteri yang membidangi urusan pertahanan
    • Menteri yang membidangi urusan agama
    • Menteri yang membidangi urusan hukum dan hak asasi manusia
    • Menteri yang membidangi urusan pendidikan dan kebudayaan
    • Menteri yang membidangi urusan kesehatan
    • Menteri yang membidangi urusan sosial
    • Menteri yang membidangi urusan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian
    • Menteri yang membidangi urusan perdagangan
    • Menteri yang membidangi urusan komunikasi dan informatika
    • Menteri yang membidangi urusan koperasi, usaha kecil dan menengah
    • Menteri yang membidangi urusan perumahan rakyat
    • Menteri yang membidangi urusan pembangunan daerah tertinggal
    • Menteri yang membidangi urusan pekerjaan umum
    • Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
    • Jaksa Agung Republik Indonesia
    • Panglima Tentara Nasional Indonesia
    – Peran masyarakat dilaksanakan pada tahap pencegahan, tahap pelayanan dan tahap pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik.
    – Petugas pembuat hunian yang layak dan aman, sarana dan prasarana umum, sarana bermain anak
    3. Pengawas
    a. Instansi
    – Kementerian/lembaga terkait sesuai dengan kewenangannya
    – Pemerintah daerah
    – Tim Koordinasi Pusat
    b. Individu
    – Gubernur dalam mendapatkan laporan hasil pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik di tingkat provinsi
    – Bupati/walikota dalam mendapatkan laporan hasil pelaksanaan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dalam konflik di tingkat kabupaten/kota

    D. Konteks kebijakan :
    Pemahaman mengenai lingkungan jasmaniah memiliki peran penting dalam proses perkembangan penyakit sudah diketahui sejak lama secara biologis kaitan mikroorganisme yang hidup disekitar kita dapat mempengaruhi kondisi kesehatan manusia dan dapat berimplikasi terhadap kesehatan seperti infeksi. Begitu juga dengan faktor-faktor sosial yang dapat pula mempengaruhi kesehatan manusia itu sendiri, dan saat ini faktor-faktor sosial juga merupakan salah satu faktor yang diperhitugkan oleh tenaga kesehatan karena pengaruhnya terhadap kesehatan manusia itu sendiri.
    Dalam konteks interaksi, seorang pasien menyampaikan keluhan-keluhannya kepada dokter, namun demikian, mereka pada dasarnya kurang memahami batas yang jelas antara patologis organis, psikologis dan patologi sosial, akan tetapi gangguan fisiklah yang mendorong mereka mencari pertolongan medis. Pada umumnya penyakit-penyakit medis yang ditangani oleh dokter umum di Puskesmas tidak dapat dipisahkan dari masalah sosial dan emosional itu sendiri. Dibandingkan dengan ilmu sosial lainnya, sosiologi memiliki ruang lingkup yang sangat luas. seseorag dapat melakukan kajian terhadap fenomena sosial sepanjang mampu menunjukkan kemampuan riset ilmiah sesuai dengan pengembangan ilmu sosiologi, hal ini termasuk dalam kajian fenomena sosiologi berupa konflik sosial yang terjadi pada masyarakat tertentu.
    Menurut kementerian kesehatan Republik Indonesia, perempuan haruslah memiliki kesehatan yang baik. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki peran yang penting dalam menyehatkan keluarganya, bukan hanya mengenai masalah kesehatannya sendiri saja. Menurut Menkes, ada lima hal dasar yang harus dimiliki seorang perempuan. Pertama, pengetahuan tentang bagaimana kita bisa mendidik, memberikan makan dan menjaga kesehatan anak. Kedua, perempuan harus sehat agar bisa menyehatkan keluarga. Ketiga, mampu memanage rumah tangga, menentukan berapa anak yang diinginkan dan mampu kita cukupi kebutuhannya. Keempat, mampu efektif dan efisienkan pendapatan keluarga. Kelima, perempuan harus mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi keluarganya.
    Perempuan memiliki peran sebagai ibu dalam keluarga, sebagai istri yang mendampingi suami dan sebagai anggota masyarakat. Namun, perlu digarisbawahi bahwa perempuan merupakan cerminan dari gaya hidup sehat keluarganya, misalnya dengan tidak merokok, menjaga kebugaran tubuhnya dengan rajin beraktifitas fisik, mampu menyediakan makanan yang sehat, serta berpola asuh yang baik. Sebagai ibu dan pendidik anak-anak, perempuan juga perlu mengetahui porsi yang tepat dalam memberikan apa yang dibutuhkan anak-anaknya, yang disesuaikan dengan tahap perkembangannya. Gaya hidup sehat ini tentunya harus terus diterapkan di keluarga meskipun seorang perempuan memiliki peran ganda sebagai ibu bekerja.
    Sumber:
    Artikel Kementerian Kesehatan Republik Indonesia http://www.depkes.go.id/article/view/18020700006/kemenkes-pekerja-perempuan-harus-sehat-untuk-sehatkan-keluarga.html
    Momon Sudarma. (2008). Sosiologi Untuk Kesehatan. Penerbit Salmba Medika
    Disusun oleh :
    Jesisca (42160013)
    Vincent Exel Susanto (42160017)

    Like

  12. Analisis kebijakan kesehatan peraturan pemerintah nomor 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduktif

    Kesehatan reproduktif merupakan peraturan yang mengatur tentang kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan. Setiap orang berhak untuk mendapatkan keturunan, termasuk juga hak untuk tidak mendapatkan keturunan, hak untuk hamil, hak untuk tidak hamil, dan hak untuk menentukan jumlah anak yang diinginkan (Pasal 71 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009).
    Ruang lingkup pengaturan Kesehatan Reproduksi dalam Peraturan Pemerintah ini meliputi:
    1. Pelayanan kesehatan ibu;
    2. Indikasi kedaruratan medis dan perkosaan sebagai pengecualian atas larangan aborsi; dan
    3. Reproduksi dengan Bantuan atau Kehamilan di Luar Cara Alamiah.
    Penetapan peraturan ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat atas pemberian informasi dan pelaksanaan edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi masyarakat khususnya generasi muda. Diantaranya informasi dan edukasi mengenai keluarga berencana dan metode kontrasepsi sangat perlu ditingkatkan. Dengan informasi dan edukasi tersebut, diharapkan dapat menurunkan kejadian premarital seks, seks bebas serta angka kehamilan yang tidak diinginkan yang dapat menjurus ke aborsi dan infeksi menular seksual termasuk penularan HIV dan AIDS.
    KAJIAN KRITIS
    1.AKTOR
    a. Pembuatan atau penyusunan Kebijakan
     Lembaga
    • Kementerian Kesehatan: Mengidentifikasi status kesehatan masyarakat sebagai bahan perumusan kebijakan
    • Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri: Program intervensi pengentasan kemiskinan, PNPM Generasi dan PKH
    • Pemerintah Pusat (Presiden Republik Indonesia) : Yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
    • LSM nasional dan internasional: Berperan dalam penyusunan kebijakan public termasuk pengalokasian anggaran yang bersumber dari APBD.
    • Dinas Kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota
    • Kelompok intersektoral dipimpin oleh Bappenas di tingkat pusat dan Bappeda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota

    b. Sumber Daya Keuangan
    • Pemerintah
    • Masyarakat
    • Sektor Swasta
    c. penyediaan layanan
    • Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta, Klinik, dan Praktek perorangan
    • LSM, yang bekerja sebagai promotif dan preventif.

    2. KONTEKS
    Dampak Kebijakan Desentralisasi di sektor kesehatan belum banyak diperhitungkan. Isu program Kesehatan Reproduksi belum diperhatikan di daerah, khususnya di kabupaten. Pemerintah pusat sudah mempunyai perhatian besar untuk Kesehatan Reproduksi, namun tidak mampu mengajak pemerintah propinsi dan kabupaten untuk memperhatikannya. Di berbagai daerah anggaran untuk Kesehatan Reproduksi masih rendah terutama di pulau jawa.
    a. Konteks Situasional
    Secara kontekstual terlihat bahwa Kebijakan Desentralisasi di sektor kesehatan belum banyak dipergunakan untuk kepentingan pelaksanaan kebijakan Kesehatan Reproduksi. Isu program Kesehatan Reproduksi belum diperhatikan di daerah, khususnya di kabupaten. Pemerintah pusat sudah mempunyai perhatian besar untuk Kesehatan Reproduksi, namun tidak mampu mengajak pemerintah propinsi dan kabupaten untuk memperhatikannya. Di berbagai daerah anggaran untuk Kesehatan Reproduksi masih rendah. Kebijakan Kesehatan Reproduksi terlihat hanya satu di seluruh Indonesia. Belum terlihat banyak program yang khas daerah. Hal ini terjadi karena tingkat ekonomi yang rendah, kesadaran masyarakat yang masih rendah akan pentingnya kesehatan reproduksi.
    b. Konteks Struktural
    Kebijakan desentralisasi dipicu oleh tekanan politik selama masa reformasi. Dalam sebuah situasi yang tidak siap, desentralisasi membawa dampak negative pada sektor kesehatan seperti kegagalan system, kurangnya koodinasi, sumber daya yang tidak mencukupi, jenjang karir sumber daya manusia yang buruk, dan pengaruh politik yang berlebihan. Dengan adanya Peraturan Kementrian Kesehatan ini telah menyatukan seluruh peraturan – peraturan sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan tepat sasaran. Dan Peraturan Menteri Keuangan yang disusun dengan lintas kementrian ini menunujukkan bahwa pentingnya sistem rujukan.
    c. Konteks Budaya
    Budaya memegang peranan penting sebagai faktor penentu peningkatan derajat kesehatan khususnya kesehatan reproduksi dan kualitas sumber daya manusia. Misalkan dukungan desa yang kurang terhadap program kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat terutama ibu serta kader kesehatan sehingga tidak maksimal dalam upaya perbaikan program, faktor budaya dalam membuat keputusan selalu melibatkan keluarga besar sehingga untuk melakukan tindakan cepat terkendala. tidak meratanya pelatihan terhadap bidan, fasilitas kesehatan yang kurang memadai, penguasaan bahasa dan budaya setempat yang masih kurang oleh petugas kesehatan, kurang adanya info kesehatan yang ada bagi bidan didesa, dan kurangnya akses informasi kesehatan.
    d. Konteks Internasional
    Peraturan – peraturan ini muncul adalah bagian dari keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan dan meningkatkan derajat kesehatan dunia melalui kerjasama lintas Negara dan ikut dalam organisasi WHO sebagai organisasi yang fokus terhadap permasalahn kesehatan dunia.
    3. PROSES
    Setelah mengidentifikasi masalah dan isu mengenai pentingnya kesehatan reproduksi maka pemerintah dan pihak – pihak yang terlibat dapat merumuskan kebijakan mengenai Kesehatan Reproduksi tersebut. Kebijakan ini dirumuskan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014 yang mengacu pada:
    Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063)
    a. Identifikasi Masalah dan Isu
    Publik Indonesia kembali kecolongan. Euforia masyarakat yang menanti calon presiden terpilih, dimanfaatkan pemerintah untuk mengeluarkan peraturan pro aborsi. Secara diam-diam pada tanggal 21 Juli 2014 lalu SBY telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi. Peraturan itu disahkan demi melaksanakan ketentuan Pasal 74 ayat (3), Pasal 75 ayat (4), Pasal 126 ayat (3), dan Pasal 127 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
    Kontroversi timbul karena pasal 31 ayat (2) PP itu mengatur kebolehan aborsi bagi perempuan hamil yang diindikasikan memiliki kedaruratan medis dan atau hamil akibat perkosaan, sesuai materi pasal 75 ayat (1) UU Kesehatan. Yang dimaksud indikasi kedaruratan medis meliputi kehamilan yang mengancam nyawa dan kesehatan ibu dan/atau janin, termasuk yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan. Sedangkan aborsi akibat perkosaan dibolehkan dengan alasan dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban.
    Rasa religiusitas publik Indonesia belum bisa menerima aborsi, sekalipun terhadap korban perkosaan. Bahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak menjalankan PP itu. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, Zaenal Abidin, menyatakan, “Berdasarkan Sumpah Dokter butir 6 dan Kode Etik Kedokteran pasal 11, tindakan aborsi untuk indikasi selain medis jelas bertentangan dengan Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan nyawa, namun ada beberapa kondisi yang juga dilonggarkan. Alasan tersebut bisa dimanfaatkan oleh perempuan yang stres karena kehamilan yang tidak direncanakan untuk melakukan aborsi. Di sisi lain, aturan itu bakal mempidanakan dokter yang menjalankan praktek aborsi sesuai pasal 349 KUHP karena menghilangkan nyawa orang lain.
    Bahaya Legalisasi Aborsi. Keresahan seorang dokter setidaknya telah mewakili ketidakpercayaan masyarakat terhadap produk hukum Indonesia yang penerapannya seringkali menyimpang dari makna tekstualnya. Dalam kasus perkosaan, keutuhan barang bukti korban perkosaan amat sulit ditemukan. Setelah kejadian yang mengerikan itu biasanya korban akan merasa jijik dan segera mencuci dirinya bersih-bersih. Sehingga aparat akan sulit membuktikan permintaan aborsi apakah dikarenakan perkosaan atau pergaulan bebas.
    Apalagi realitas di Indonesia menunjukkan aborsi bukan lagi perkara tabu untuk dilakukan pelaku pergaulan bebas. Pada sebuah seminar yang dilakukan BKKBN dan Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi (PU-ATKIB), Universitas Indonesia pada 9 Agustus 2014, Direktur PU-ATKIB, Prof Biran Affandi SpOG (K), FAMM menyajikan data sekitar 2,1-2,4 juta perempuan setiap tahun diperkirakan mela kukan aborsi, 30 persen di antaranya remaja. Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, dr Julianto Witjaksono SpOG, KFER, MGO juga mengungkapkan sebuah realitas yang cukup mengejutkan. Sekitar 46 persen remaja berusia 15-19 tahun belum menikah sudah berhubungan seksual.
    b. Perumusan Kebijakan
    Pemerintah memang telah melakukan kekeliruan yang sangat besar. Realitas pergaulan bebas yang merebak di kalangan kaum muda, justru disikapi dengan melegalisasi aturan yang makin memperparah keadaan. Sebenarnya penerbitan PP no 61/2014 bukan melulu tentang aborsi. Namun esensi PP ini adalah komitmen pemerintah untuk memberikan perangkat hukum terhadap kesehatan reproduksi, termasuk berkaitan dengan hak perempuan untuk menentukan kehamilan yang terjadi dirinya. Tentu saja dampaknya akan jauh lebih besar dibandingkan dengan “hanya sekedar aborsi”.
    Pemerintah memang berada dalam posisi ‘dipaksa’ untuk mengadopsi kepentingan global, sehingga hilang kedaulatannya untuk berkata “tidak” pada hal-hal yang bertentangan dengan prinsip hidup sebagai bangsa beragama. Melalui mekanisme hubungan politik Global Governance, ‘aktor transnasional’ (negara/pemerintahan, lembaga, korporasi atau individu lintas negara) tak henti-hentinya bekerja bersama untuk mem-format Indonesia masa depan. Semua berawal dari potensi sumber daya dan geostrategis Indonesia yang sungguh luar biasa. Penjajahan gaya baru yang sudah berlangsung sejak Indonesia merdeka, belum berhasil mengeksploitasi potensi Indonesia secara habis-habisan. Karena itu berbagai strategi baru harus dijalankan agar mampu menguasai seluruh potensi itu. Namun kemusliman mayoritas penduduk Indonesia masih menjadi penghalang yang cukup signifikan untuk melakukan penjajahan, terutama dalam menerima nilai-nilai universal kapitalis sekuleris. Problem ini harus ditangani secara teliti, agar tidak menjadi ancaman namun sebaliknya akan menjadi kekuatan yang akan menguntungkan program-program imperialisme.
    Imperialisme politik-ekonomi makin menemukan muaranya dalam sistem demokrasi. Mengatasnamakan rakyat, berbagai regulasi disusun pemerintah dan legislator untuk mengokohkan agenda penjajahan Barat. Dalam arus inklusifitas yang menuntut keterlibatan setiap orang dalam proses pembangunan, program yang menjadikan perempuan sebagai sasaran utama masih menjadi menu andalan Barat. Sebagaimana program keadilan dan kesetaraan gender (KKG) dan pemberdayaan ekonomi perempuan (PEP), program kontrol populasi menjadi strategi unggulan untuk menanamkan nilai-nilai kapitalis sekularis yang liberal.
    Dalam kebijakan kontrol populasi, secara khusus pemerintah mengacu pada Programme of Action (PoA) yang diputuskan dalam International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo pada 5–13 September 1994. Konferensi yang dipandu United Nations Population Fund (UNFPA) itu memang membahas secara khusus topik perlindungan bagi perempuan dari aborsi yang tidak aman, selain masalah pengendalian kelahiran, keluarga berencana, pendidikan perempuan, dan berbagai masalah kependudukan. PoA didasari oleh gagasan bahwa perlu dilakukan upaya peningkatan status sosial, ekonomi, politik dan kesetaraan bagi perempuan, termasuk dalam hak kesehatan seksual dan reproduksi (sexual and reproductive health and rights /SRHR). Konsep SRHRdipandang sebagai salah satu kemajuan ICPD, mengingat pembahasan tentang aborsi telah menuai kritik pedas dari negara-negara muslim dan Vatikan.
    Rekomendasi itu diterjemahkan dalam Pasal 26 Ayat (2) PP dengan penyesuaian terhadap kondisi Indonesia. Pasal itu menegaskan bahwa setiap perempuan berhak menjalani kehidupan seksual yang sehat secara aman, tanpa paksaan dan diskriminasi, tanpa rasa takut, malu, dan rasa bersalah. Kehidupan seksual yang sehat sebagaimana dimaksud meliputi kehidupan seksual yang: (a). Terbebas dari infeksi menular seksual; (b). Terbebas dari disfungsi dan gangguan orientasi seksual; (c). Terbebas dari kekerasan fisik dan mental; (d). Mampu mengatur kehamilan; dan (e). Sesuai dengan etika dan moralitas.
    c. Pelaksanaan Kebijakan
    Setelah ditetapkannya Perpres No 61 Tahun 2014, Komunikasi, informasi, dan edukasi diberikan sesuai kebutuhan berdasarkan siklus kehidupan manusia karena setiap tahapan kehidupan membutuhkan penanganan sistem reproduksi yang khas, dimulai dari masa remaja dan usia subur. Dengan melakukan beberapa penanganan, yaitu salah satunya adalah Yang dimaksud dengan “rehabilitasi psikososial” merupakan penanganan terhadap korban untuk dapat kembali ke masyarakat dengan cara memulihkan status mental ke kondisi semula melalui konseling, pendampingan, kunjungan rumah, dan penyediaan rumah aman (shelter). Sehingga dengan kerja sama dari pihak pihak yang terkait maka bangsa Indonesia sedikit demi sedikit akan meningkatkan derajad kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.
    4. ISI (KONTEN)
    Dalam rangka memberikan kepastian hukum, perlindungan hukum, serta menata konsep-konsep yang berhubungan dengan hukum yang mengatur penyelenggaraan reproduksi dengan bantuan, aborsi berdasarkan indikasi kedaruratan medis dan perkosaan pada tindakan aborsi, pelayanan kesehatan ibu serta penyelenggaraan kehamilan di luar cara alamiah agar berjalan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat Indonesia yang berketuhanan Yang Maha Esa baik dari segi agama, moral, etika, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu mengatur penyelenggaraan Kesehatan Reproduksi dengan Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah ini mengatur : (1) Tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah; (2) Pelayanan kesehatan ibu; (3) Indikasi kedaruratan medis dan perkosaan sebagai pengecualian atas larangan aborsi; (4) Reproduksi dengan bantuan atau kehamilan di luar cara alamiah; (5) Pendanaan; dan (6) Pembinaan dan pengawasan.
    Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat bertanggung jawab atas pemberian informasi dan pelaksanaan edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi masyarakat khususnya generasi muda. Diantaranya informasi dan edukasi mengenai keluarga berencana dan metode kontrasepsi sangat perlu ditingkatkan. Dengan informasi dan edukasi tersebut, diharapkan dapat menurunkan kejadian premarital seks, seks bebas serta angka kehamilan yang tidak diinginkan yang dapat menjurus ke aborsi dan infeksi menular seksual termasuk penularan HIV dan AIDS.
    Perilaku berisiko lain yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi antara lain penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dan perilaku gizi buruk yang dapat menyebabkan masalah gizi khususnya anemia. Huruf b Upaya mempersiapkan remaja untuk menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggungjawab meliputi persiapan fisik, psikis, dan sosial untuk menikah dan hamil pada usia yang matang.

    kelompok :
    1. yuliana triwardhani / 42160014
    2. Ovie Christy K.S /42160020

    Like

  13. ANALISIS KEBIJAKAN KESEHATAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIC INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR TABLET TAMBAH DARAH BAGI WANITA USIA SUBUR DAN IBU HAMIL
    1. Konten kebijakan
    Salah satu faktor penyebab anemia gizi karena kurangnya asupan zat bezi pada makanan yang dikonsumsi tiap hari yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dibawah normal. Wanita usia subur cenderung memnderita anemia diakrenakan wanita mengalami menstruasi setiap bulan, dan ini akan diperberat jika asupan zat besi dari mkanan sehari – hari rendah. Wanita usia subur yang mengalami anemia zat besi akan mudah sakit karena daya tahan tubuh yang rendah sehingga produktivitas kerja rendah.
    Pada ibu hamil anemia akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, lahir sebelum waktunya, risiko perdarahan sebelum dan/atau pada saat persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya. Pada bayi dalam kandungan dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan, tidak dapat mencapai tinggi optimal dan anak menjadi kurang cerdas. Sumber makanan kaya zat besi dan asam folat umumnya terdapat pada sumber protein hewani seperti hati, ikan dan daging yang harganya relatif mahal dan belum sepenuhnya terjangkau oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia. Pemberian tablet tambah darah sebagai salah satu upaya penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia yang merupakan cara yang efektif karena dapat mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi dan atau asam folat. Tablet tambah darah merupakan tablet yang diberikan kepada wanita usia subur dan ibu hamil. Bagi wanita usia subur diberikan sebanyak 1 (satu) kali seminggu dan 1 (satu) kali sehari selama haid dan untuk ibu hamil diberikan setiap hari selama masa kehamilannya atau minimal 90 (sembilan puluh) tablet.
    Saat ini banyak produk tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil yang beredar dimasyarakat dengan nama dagang dan komposisi yang beragam. Beberapa diantaranya tidak memenuhi standart tambah darah seperti yang disarankan oleh WHO terutama terkandung elemental besi dan asam folatnya. Oleh karena itu dirasa perlu dibuat standart minimal kandungan tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil , agar tablet tambah darah unutk bagi wanita usia subur dan ibu hamil yang beredar dapat lebih berkualitas dan efektif dalam mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi.
    2. Proses
    a. Penyusunan
    Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia.
    Menetapkan : PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIC INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR TABLET TAMBAH DARAH BAGI WANITA USIA SUBUR DAN IBU HAMIL
    b. Pelaksanaan
    Pembinaan terhadap standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil dilaksanakan oleh Menteri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai dengan tugas dan kewenangan masing – masing secara terpadu.
    Pihak yang menyediakan tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil wajib mengacu dan menyesuaikan dengan ketentuan Peraturan Menteri ini paling lama 2 tahun terhitung sejak Peraturan Pemerintah ini diundangkan
    Apabila dalam jangka waktu 2 tahun produk tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil masih beredar di masyarakat, pihak yang menyediakan tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil wajib menarik produk tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil
    c. Pengawasan
    Pembinaan standart tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil dilaksanakan melalui :
    • Komunikasi, informasi, dan edukasi
    • Pemberdayaan masyarakat
    • Monitoring, evaluasi, bimbingan teknis
    • Supervise
    Pengawasan terhadap standart tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hami dilaksanakan oleh kepala badan badan yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab dibidang pengawasan obat dan makanan.
    D. Aktor
    Pembinaan terhadap standar tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil dilaksanakan oleh :
    1. Menteri, dalam hal ini menteri kesehatab tidak hanya bertidak sebagai aktor pembuatan peraturan melainkan juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tentang standar pemberian tablet tambah darah ini.
    2. Kepala dinas kesehatan provinsi, Sebagai kepala pemerintahan di suatu daerah maka kepala dinas kesehatan provinsi melakukan dan memberdayakan sumberdaya manusia yang ada di daerahnya untuk melaksanakan, mengevaluasi dan mengawasi secara langsung ke daerah pimpinannya sendiri tentang standar pemberian tablet tambah darah ini.
    3. Kepala dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing secara terpadu.
    4. Puskesmas
    Pemberian tablet besi pada ibu hamil secara rutin sebanyak 90 tablet untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. Tablet besi untuk ibu hamil sudah tersedia dan telah didistribusikan ke seluruh provinsi dan pemberiannya dapat melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandu dan Bidan di Desa. Dan secara teknis diberikan setiap bulan sebanyak 30 tablet.
    E. Konteks
    Standar tablet tambah darah dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi Pemerintah, pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota serta semua pihak yang akan menyediakan tablet tambah darah. Adapun tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan tablet tambah darah yang berkualitas dan memenuhi standar dalam rangka mencegah dan menanggulangi terjadinya anemia gizi besi pada wanita usia subur dengan prioritas pada ibu hamil.
    II. Spesifikasi Teknis Tablet Tambah Darah
    A. Deskripsi Tablet Tambah Darah Bagi Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil
    Tablet tambah darah berbentuk bulat/lonjong warna merah tua.
    B. Komposisi
    Setiap tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil sekurangnya mengandung :
    a. Zat besi setara dengan 60 mg besi elemental (dalam bentuk sediaan Ferro Sulfat, Ferro Fumarat atau Ferro Gluconat); dan
    b. Asam Folat 0,400 mg.
    C. Spesifikasi Produk
    1. warna : Merah tua
    2. bentuk : Bulat atau lonjong
    3. Tablet salut gula
    D. Kemasan
    Kemasan: sachet, blister, strip, botol dengan dimensi yang proporsional dengan isi tablet. Kemasan harus dapat menjamin stabilitas dan kualitas tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil.
    E. Registrasi dan Pelabelan
    Registrasi dan pelabelan tablet tambah darah bagi wanita usia subur dan ibu hamil dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai registrasi obat.
    Disusun oleh :
    Novi Asiye (42160021)
    Wa Ode Dessy J Y (42160023)

    Like

  14. ANALISA KEBIJAKAN KESEHATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK

    1. KONTEN
    Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, akan mempengaruhi pula peningkatan kebutuhan pelayanan dan pemerataan yang mencakup tenaga, sarana dan prasarana baik jumlah maupun mutu, oleh karena itu diperlukan pengaturan untuk melindungi pemberi dan penerima jasa pelayanan kesehatan.

    Kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak merupakan salah satu faktor utama bagi kehidupan keluarga, karena tingkat derajat kesehatan keluarga dapat diukur dari angka kematian ibu, bayi baru lahir dan anak penderita gizi buruk dan lain-lain.

    Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak perlu dikembangkan jaminan dan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal, menyeluruh dan terpadu melalui program-program pembangunan kesehatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    *SANKSI*
    Bagi penyelenggara kesehatan dan tenaga kesehatan yang melanggar atau tidak memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensi dan Standar Pelayanan Minimum kesehatan akan dikenakan sanksi administrasi. Sanksi tersebut dapat berupa peringatan lisan, peringatan tertulis, denda, penutupan sementara, pencabutan izin dan penutupan kegiatan.

    2. PROSES

    PENYUSUNAN
    Penyusunan Peraturan Daerah ini menimbang bahwa bahwa:
    a. Kesadaran masyarakat akan hidup sehat, mempengaruhi meningkatnya kebutuhan pelayanan dan pemerataan yang mencakup tenaga, sarana dan prasarana baik jumlah maupun mutu, oleh karena itu diperlukan pengaturan untuk melindungi pemberi dan penerima jasa pelayanan kesehatan.
    b. Kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak merupakan salah satu faktro utama bagi kehidupan keluarga, karena tingkat derajat kesehatan keluarga dapat diukur dari angka kematian ibu, bayi baru lahir dan anak penderita gizi buruk
    c. Dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak perlu dikembangkan jaminan dan kualitas pelayanan kesehatan yang optimal, menyeluruh dan terpadu melalui program-program pembangunan kesehatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Azas (Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) adalah memberikan kepastian jaminan pelayanan kesehatan terhadap Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak untuk mendapatkan pelayanan yang optimal dari Pemerintah Daerah
    (TOP-DOWN)

    PELAKSANAAN
    Pelaksanaan pelayanan KIBBLA diselenggarakan oleh Lembaga Pemerintah Daerah dan/atau swasta meliputi :
    1. rumah sakit Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit Swasta;
    2. puskesmas dan jaringannya;
    3. POSYANDU;
    4. rumah sakit bersalin;
    5. rumah bersalin;
    6. dokter praktek swasta; dan
    7. bidan praktek swasta.
    (TOP-DOWN)

    PENGAWASAN
    Bupati melalui pejabat yang ditunjuk melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan KIBBLA yang dilakukan oleh Pemerintah wajib memberikan laporan pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui pejabat yang ditunjuk. Pemerintah Daerah dan/atau swasta. Pengawasan sebagaimana dimaksud meliputi:

    a. penyelenggaraan pelayanan kesehatan terhadap ketentuan perizinan;
    b.ketentuan tata laksana standar pelayanan;
    c.standar kinerja tenaga pelayanan kesehatan;
    d.standar sarana dan prasarana kesehatan; dan
    e. standar operasional prosedur pelayanan kesehatan
    Setiap tenaga kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan diwajibkan melaporkan pelaksanaan kegiatannya setiap 1 (satu) bulan sekali dan sewaktu-waktu jika diperlukan (ejadian yang dikategorikan mendesak dan/atau wabah yang memerlukan penanganan segera. Contoh : Kejadian kematian maternal dan perinatal)
    (TOP-DOWN)

    3. AKTOR
    Dengan menggunakan prinsip tata pemerintahan para pelaku kebijakan dikelompokkan menjadi:
    A. Pelaku yang terlibat dalam penyusunan kebijakan.
    Penyusunan kebijakan sektor kesehatan dan peraturan diselenggarakan oleh :
    – Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan
    – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan
    – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur
    – Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan
    – Kelompok intersektoral dipimpin oleh Bappenas di tingkat pusat dan Bappeda di tingkat provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Bulungan

    B. Pelaku yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan.
    Pelayanan Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak (KIBBLA) diselenggarakan oleh Lembaga Pemerintah Daerah dan swasta.

    – Pelaku pada fungsi penyediaan layanan. Berbagai institusi dan perorangan
    menyediakan layanan KIBBLA seperti : Rumah Sakit Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit
    Swasta, dalam hal ini Rumah Sakt Umum, RSU Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency
    Konprehensif (PONEK), Puskesmas dan jaringannya; Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal
    Emeregency Dasar (PONED), Puskesmas keliling, Posyandu; rumah sakit bersalin; rumah
    bersalin; dokter praktek swasta; bidan praktek swasta.

    – Sarana pelayanan kesehatan lain yang dipergunakan untuk menyelenggarakan upaya
    kesehatan yaitu Balai Pengobatan, Puskesmas Pembantu (Pustu), Pos Kesehatan Desa
    (Poskesdes/Polindes), Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA), Praktek Berkelompok Dokter,
    Praktek Perorangan Dokter Spesialis Kandungan, Praktek Perorangan Dokter, Apotek, Toko
    Obat, Laboratorium, Instansi Penguji Alat Kesehatan, serta sarana kesehatan lainnya.

    – Dalam intervensi preventif dan promotif, beragam organisasi bekerja di KIBBLA seperti LSM,
    organisasi swasta, pemimpin formal dan informal.

    – Pelaku pada fungsi keuangan. Sumber daya keuangan KIA bisa dari pemerintah,
    masyarakat, dan sektor swasta. Pembiayaan atas penyelenggaraan pelayanan KIBBLA bagi
    masyarakat miskin dan/atau masyarakat tidak mampu dibebankan pada Anggaran
    Pendapatan dan Belanja Daerah

    C. PENGAWAS
    – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan
    – Bupati Kabupaten Bulungan melalui pejabat yang ditunjuk

    4. KONTEKS
    Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal , dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Selanjutnya pada pasal 34 ayat (3) ditegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

    Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 5 ayat (1) menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Untuk menjamin terpenuhinya hal hidup sehat bagi seluruh penduduk termasuk ibu, bayi baru lahir serta anak, maka pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan sumber daya dibidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

    Angka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih cukup tinggi begitu juga berbagai daerah-daerah di Indonesia. Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah persalinan yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infkesi (11%), dan lain-lain 11%. Kematian ibu juga diakibatkan beberapa faktor resiko keterlambatan (Tiga Terlambat), diantaranya terlambat dalam pemeriksaan kehamilan, terlambat dalam memperoleh pelayanan persalinan dari tenaga kesehatan, dan terlambat sampai difasilitas kesehatan pada saat keadaan emergensi. Oleh karena itulah penting untuk membuat kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak yang optimal, menyeluruh serta terpadu melalui program-program pembangunan kesehatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat mengingat ibu, bayi baru lahir dan anak merupakan salah satu faktor utama bagi kehidupan keluarga.

    *FAKTOR SITUASIONAL*
    Peningkatan kesehatan ibu di Indonesia yang merupakan Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) kelima berjalan lambat dalam beberapa tahun terakhir. Rasio kematian ibu, yang diperkirakan sekitar 228 per 100.000 kelahiran hidup, tetap tinggi diatas 200 selama decade terakhir, meskipun telah dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu. Di lain sisi, Indonesia telah melakukan upaya yang jauh lebih baik dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita, yang merupakan MDG keempat. Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini terjadi pada masa baru lahir (neonatal), bulan pertama kehidupan. Kemungkinan anak meninggal pada usia yang berbeda adalah 19 per seribu selama masa neonatal, 15 per seribu dari usia 2 dingga 11 bulan dan 10 per seribu dari usia satu sampai lima tahun. Seperti di negara berkembang lainnya yang mencapai status pendapatan menengah, kematian anak karena infeksi dan penyakit anak lainnya telah mengalami penurunan, seiring dengan peningkatan pendidikan ibu, kebersihan rumah tangga dan lingkungan, pendapatan dan akses ke pelayanan kesehatan.

    *FAKTOR BUDAYA*
    Disadari atau tidak, faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan, hubungan sebab-akibat antara makanan dan kondisi sehat-sakit, kebiasaan dan ketidaktahuan, seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak. Pola makan, misalnya, pada dasarnya merupakan salah satu selera manusia dimana peran kebudayaan cukup besar. Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu, termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu

    Sumber :
    https://www.unicef.org/indonesia/id/A5_-_B_Ringkasan_Kajian_Kesehatan_REV.pdf
    Wishnu, Nyoman. 2012. Persepsi Sosial Dan Budaya Kesehatan Ibu Dan Anak. https://www.scribd.com/doc/95625145/Persepsi-Sosial-Dan-Budaya-Kesehatan-Ibu-Dan-Anak (diakses tanggal 12 Maret 2018)
    https://kupdf.com/embed/analisis-kebijakan-kia-menurut-segitiga kebijakan_58aada356454a7e739b1eb1e.html?sp=0

    Oleh :
    DIka Christiyanti P (42160016)
    Yunita Rappun (42160018)

    Like

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s