Meme

16 thoughts on “Meme”

  1. Fakta Mengejutkan Dibalik Diet Mayo Versi Indonesia

    Pada era globalisasi ini, pengaruh gaya hidup modern sangat memberi dampak pada pola makan seseorang. Kebiasaan makan yang tidak teratur ataupun konsumsi dalam porsi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, kini sangat banyak terjadi dalam menjaga pola makan. Pola makan tidak sehat yang berlangsung terus-menerus bisa mengakitbatkan berat badan yang tidak seimbang dan gangguan kesehatan lainnya. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat memiliki tubuh yang sehat dengan berat badan yang seimbang?

    Diet…! Diet merupakan salah satu cara agar kita dapat menjaga ataupun menurunkan berat badan agar tetap seimbang. Diet berfokus pada pengaturan pola makan harian, jenis makan, dan jumlah makanan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh dan juga dapat mempertahankan status kesehatan dengan memperhatikan asupan nutrisi dalam tubuh.

    Salah satu jenis diet yang sedang populer di Indonesia saat ini adalah diet mayo. Diet Mayo adalah pengaturan pola makan yang dilakukan dalam jangka waktu 13 hari dengan konsumsi makanan tanpa garam, makanan rendah kalori, dan tidak boleh minum es. Diet Mayo ini juga mewajibkan kita untuk minum 8 gelas sehari. Jika kita gagal mengikuti program diet ini sebelum hari ke 13, maka kita harus mengulang diet lagi mulai dari hari pertama. Bahkan saat ini, telah banyak jasa catering yang menawarkan menu diet mayo ini.

    Diet Mayo yang sedang menjadi trend di Indonesia ini, sebenarnya berasal dari salah satu diet resmi yang dikembangkan oleh salah satu klinik kesehatan di Amerika Serikat yang bernama Mayo Clinic dengan berdasarkan penelitian dan pengalaman klinis. Oleh karena itu program diet tersebut diberi nama Diet Mayo Clinic. Tujuan dari Diet Mayo Clinic adalah untuk membantu kita menjaga pola makan, menurunkan berat badan berlebih dan menemukan cara makan yang dapat dipertahankan untuk seumur hidup dengan menambahkan dan menghancurkan kebiasaan buruk yang dapat membuat perbedaan pada berat badan kita.

    Prinsip dari diet mayo ini sendiri adalah mengkonsumsi makanan sesuai dengan Mayo Clinic Healthy Weight Pyramid. Piramida makanan ini sendiri berisi makanan sesuai levelnya, dimana untuk level yang paling dasar adalah makanan yang dianjurkan dan baik untuk dikonsumsi, dan untuk makanan yang berada di level atas adalah makanan yang harus kita kurangi untuk dikonsumsi. Dasar dari Mayo Clinic Healthy Weight Pyramid berfokus pada jumlah makanan sehat yang mengandung sejumlah kecil kalori dalam jumlah besar makanan, terutama buah dan sayuran. Prinsip ini melibatkan makan makanan padat energi rendah dan dapat membantu menurunkan berat badan dengan merasa kenyang dengan kalori lebih sedikit.

    Jika membandingkan dengan prinsip diet mayo clinic dengan diet mayo versi Indonesia. Maka kita akan menemukan beberapa perbedaan, dimana dapat dikatakan bahwa diet mayo yang ada di Indonesia tidak sama atau melenceng dari versi asli nya (Diet Mayo Clinic – US). Pada diet mayo versi Indonesia, program diet ini dilakukan selama 13 hari dan mewajibkan kita untuk makan tanpa garam, mengkonsumsi air minimal 8gelas/hari dan dilarang untuk minum es. Faktanya, diet mayo selama 13 hari ini memberikan efek yang luar biasa dalam penurunan berat badan, dimana bisa terjadi penurunan berat badan sebanyak 3-5kg dalam 13 hari. Tapi apakah kamu yakin dengan penurunan berat badan itu kita juga kehilangan lemak dalam tubuh? Jawabannya adalah..tidak! Penurunan berat badan tersebut sebenarnya disebabkan karena kewajiban untuk makan tanpa garam yang telah dilakukan selama 13 hari. Perlu kita ketahui, bahwa komponen tubuh kita terdiri atas 70% cairan dan garam itu sendiri memiliki sifat osmosis atau mengikat air. Oleh karena itu jika kita hanya fokus pada penurunan berat badan, maka berat badan yang hilang tersebut hanya air dan otot tanpa kehilangan lemak.

    Pada Diet Mayo Clinic (US), kita akan lebih difokuskan pada pembentukan kebiasaan gaya hidup dengan prinsip yang sehat. Makanan yang akan kita makan dapat kita pilih berdasarkan Mayo Clinic Healthy Weight Pyramid. Dengan menerapkan Diet Mayo Clinic, kita akan diarahkan untuk menerapkan 5 kebiasaan sehat, yaitu : sarapan sehat dengan porsi yang tidak terlalu banyak, konsumsi buah dan sayur secara rutin, konsumsi “whole grains”(beras merah, gandum, dan roti gandum), konsumsi lemak sehat dan olahraga secara teratur. Jauhi juga 5 kebiasaan buruk, seperti : hindari nonton tv saat makan ( atau aktivitas lain), hindari mengkonsumsi gula terutama camilan pabrik, hindari mengkonsmsi snack selai buah dan sayur, konsumsi daging dan low fat diary secukupnya, hindari konsumsi makanan yang tidak sesuai dengan piramida the mayo clinic diet. Dan untuk menunjang penerapan kebiasaan gaya hidup yang sehat, lakukanlah 5 kebiasaan bonus, seperti : memiliki jurnal latihan, lebih banyak beraktivitas dan olahraga selama 60 menit, mengkonsumsi “real food”, menulis target harian dalam perubahan kebiasaan hidup.

    Jika kita amati, diet mayo versi Indonesia memiliki aturan dengan menjalankan program diet selama 13 hari, dan mengharuskan kita untuk mengulang ke hari pertama diet, jika dalam 13 hari tersebut kita ‘kecolongan’atau melanggar aturan dietnya. Aturan tersebut, pada kenyataannya tidak ada dituliskan pada sumber buku The Mayo Clinic Diet, karena sesungguhnya pola makan yang diterapkan oleh Mayo Clinic memang tidak untuk jangka pendek saja, melainkan untuk dilakukan dalam jangka panjang. Kita yang menerapkan Diet Mayo Clinic ini berarti akan mengubah kebiasaan hidup kita dalam jangka panjang. Fakta mengejutkan lainnya, dalam Diet Mayo Clinic juga tidak terdapat larangan untuk menghilangkan asupan garam, seperti yang dilakukan pada program diet mayo versi Indonesia. Pada buku “The Mayo Clinic Diet” disampaikan bahwa dalam dua pekan pertama, kita akan mengalami penurunan berat berat badan dengan cara menjalankan 5 kebiasaan baik dan menghilangkan 5 kebiasaan buruk tadi.

    Diet Mayo Clinic mengajarkan kita bagaimana memperkirakan ukuran porsi dan merencanakan makanan. Diet tidak mengharuskan Anda untuk menghilangkan makanan apapun. Diet ini berfokus pada makan makanan sehat yang dan meningkatkan aktivitas fisik. Ini menekankan bahwa cara terbaik untuk menjaga berat badan adalah mengubah gaya hidup kita dan menerapkan kebiasaan yang sehat. Diet ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan riwayat kesehatan kita sendiri. Diet Mayo Clinic memiliki dua fase utama. Lose It! Fase dua minggu ini dirancang untuk mengurangi berat badan dan akan memfokuskan kita untuk membentuk kebiasaan baik dengan cara menerapkan 5 kebiasaan baik, menghindari 5 kebiasaan buruk dan menjalankan 5 kebiasaan bonus. Live it! Fase ini merupakan pendekatan jangka panjang untuk pengatuan pola makan. Sehingga nantinya pada fase ini kita akan fokus pada pemilihan makanan, porsi makan, perencanaan menu, dan pembentukan kebiasaan sehat.

    Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa diet mayo yang sedang berlangsung di Indonesia sebenarnya telah melenceng dari versi aslinya, yakni Diet Mayo Clinic (US). Dan dapat dipelajari juga bahwa diet itu tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan yang dilakukan selama 13 hari, namun diet ataupun pengaturan pola makan dapat dilakukan seumur hidup dengan cara menerapkan 5 kebiasaan baik, menghindari 5 kebiasaan buruk, dan menjalankan 5 kebiasaan bonus (seperti prinsip dari Diet Mayo Clinic). Dengan menjalankan prinsip tersebut kita akan membiasakan diri kita untuk hidup sehat, dan percayalah jika kita ingin menurunkan berat badan, maka tidak hanya air saja yang terbuang tapi lemak dalam tubuh juga akan dapat dikurangi. Dan yang paling penting dalam menjalankan diet adalah program diet harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan status kondisi kesehatan kita.

    Artikel ini ditulis oleh Angela – 41150069

    Sumber :

    Mayo Foundation for Medical Education and Research. The Mayo Clinic Diet: Eat Well, Enjoy Life, Lose Weight . Intercourse, PA: Good Books, 2010.

    Referensi Web :

    http://akg.fkm.ui.ac.id/wp-content/uploads/2014/12/MAGI-edisi-4-size-kecil.pdf
    http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/mayo-clinic-diet/art-20045460

    Like

  2. Volumetrics Diet

    Salah satu kebutuhan utama di dalam kehidupan manusia adalah makan dan jika seseorang diberikan pilihan untuk makan dalam jumlah banyak atau sedikit, sebagian besar memilih jumlah makanan yang banyak. Tidak seperti kebanyakan program diet yang didasari oleh pengurangan jumlah makanan, Volumetrics diet tidak melawan naluri alami manusia tersebut. Pendekatan diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan ini dibuat oleh seorang ahli nutrisi dan peneliti, Dr. Barbara Rolls. Dr. Rolls berpendapat jika orang merasa kenyang karena jumlah makanan yang dikonsumsi, bukan karena jumlah kalori atau lemak yang masuk sehingga mengurangi jumlah makanan secara sekaligus untuk menurunkan berat badan tidak akan menghindari rasa lapar dan dapat menurunkan mood.
    Sesuai namanya, Volumetric diet mengutamakan volume atau porsi besar dalam menu makan dengan memilih makanan yang rendah kalori. Penelitian membuktikan bahwa jumlah makanan yang kita makan memiliki efek lebih besar pada perasaan kenyang yang dirasakan dibanding jumlah kalori yang terkandung dalam makanan. Jenis diet ini sangat cocok untuk orang yang hobi makan dan tidak suka terlalu banyak aturan saat makan.
    Metode yang digunakan dalam diet ini yaitu membatasi makanan dengan volume rendah dan makan dengan makanan yang memiliki volume tinggi. Akan tetapi ‘volumizing’ makanan yang akan dikonsumsi tidak semudah menambahkan tomat atau sayuran ekstra pada makanan kita. Ini juga merupakan bagaimana menyusun resep makanan yang akan kita konsumsi dengan bahan-bahan rendah kalori. Untuk menyusun resep makanan, Dr. Rolls tidak membagi makanan menjadi makanan yang baik dan buruk tetapi Ia meminta orang-orang untuk mengevaluasi makanan berdasarkan densitas energinya. Konsep ini sangat penting dalam keseluruhan Volumetric diet.
    Densitas energi merupakan jumlah kalori yang terkandung dalam sejumlah makanan. Beberapa makananan, khususnya makanan berlemak, memiliki densitas energi yang sangat padat dan biasanya berada dalam makanan dengan ukuran yang kecil. Kebalikannya, air tidak memiliki densitas energi sama sekali. Sehingga metode ini mengandalkan makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti kebanyakan sayur dan buah-buahan. Selain mengamati bahan-bahan yang harus dikonsumsi, terdapat beberapa trik lain dalam menerapkan metode diet ini. Trik yang pertama yaitu makanlah sebelum makan, maksudnya adalah membiasakan diri untuk mengkonsumsi makanan pembuka dahulu sebelum mengkonsumsi makanan menu utama. Menu makanan pembuka yang sederhana seperti sup rendah kalori atau salad dapat menjadi pilihan. Trik selanjutnya yaitu dengan memuaskan mata kita. Piring makanan yang penuh akan secara tidak sadar memuaskan mata sehingga otak menyatakan kepuasan. Untuk membuat tampilan penuh pada piring atau mangkok tanpa menambah kalori, kita dapat memilih bahan-bahan makanan yang memiliki kandungan air tinggi atau mengolah makanan dengan direbus. Tak lupa juga dalam menerapkan metode diet ini, kita disarankan untuk tidak menyisakan makanan setiap kali kita makan sehingga kita akan benar-benar merasa kenyang dengan lambung yang terisi.
    Metode Volumetrics diet memiliki tujuan yang sederhana. Ini bukanlah metode diet yang akan membantu kita untuk menurunkan berat badan secara drastis dalam seminggu, malahan Dr. Rolls menyatakan bahwa kita seharusnya bertujuan untuk sesuatu yang masuk akal dan mampu dilakukan. Berikut merupakan langkah penting dalam menerapkan Volumetric diet, yang pertama adalah makan makanan dengan densitas energi rendah. Tidak mudah untuk beberapa orang menentukan kalori dalam asupan sehari-harinya. Maka diperlukan usaha untuk menambah pengetahuan mengenai makanan yang tinggi dan rendah kalori agar dapat membuat pilihan makanan yang tepat. Terdapat berbagai sumber yang menyediakan resep-resep atau saran menu makanan untuk membantu menyusun rencana diet misalnya buku berjudul The Volumetrics Eating Plan yang disusun oleh Dr. Rolls sendiri, atau dapat pula mencari melalui internet. Langkah selanjutnya adalah menyimpan catatan atau mengingat makanan yang kita makan dan jumlah aktivitas fisik yang kita lakukan. Hal ini penting untuk mengontrol asupan yang kita konsumsi dan keseimbangan antara asupan nutrisi dengan energi yang kita keluarkan. Aktivitas fisik juga perlu ditingkatkan secara pelan-pelan. Dr. Rolls meyarankan untuk berolahraga sekitar 30 hingga 60 menit dengan rutin. Langkah yang tidak kalah penting yaitu belajar bagaimana untuk menghitung densitas energi di dalam makanan yang kita konsumsi. Dalam menghitung asupan energi jangan lupakan kandungan protein karena protein adalah kunci pada perasaan kenyang. Akan tetapi utamakan pilihan pada protein rendah lemak, seperti susu skim pada sereal, kacang-kacangan pada salad, tahu, atau potongan tipis dari daging sapi, ayam, maupun ikan.
    Setiap metode diet pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga metode Volumetric diet ini juga tidak luput dari pro dan kontra. Beberapa kelebihan dari metode ini ialah metode yang didasari oleh sains atau ilmu pasti dengan adanya perhitungan kalori yang tepat di dalam volume asupan makanan. Selain itu, metode ini juga menitik beratkan pada bagaimana kita belajar untuk mengkonsumsi water-rich foods, seperti sayur dan buah-buahan yang cenderung lebih sehat. Makanan dengan kandungan air yang tinggi juga mengarahkan pengikut metode diet ini untuk mengolah makanan dengan cara direbus, sehingga akan mengurangi penggunaan minyak goreng pada makanan yang akan meningkatkan kandungan lemak dalam makanan. Kekurangan dari metode diet ini yaitu tidak praktis karena mengharuskan kita untuk memasak makanan sendiri maka pendekatan ini mungkin tidak dapat cocok untuk semua orang. Kemudian rasa kenyang jangka pendek juga merupakan salah satu kekurangan dari metode ini. Hal ini disebabkan karena rencana makan dalam jumlah banyak tetapi berkalori rendah mungkin akan membantu kita dalam merasakan kenyang akan tetapi efeknya tidak berlangsung lama.
    Artikel ini ditulis oleh I Gusti Ayu Sherlyta Revania Ranuh – 41150072

    Refrensi
    1. Rolls, B. And Barnett, R. The Volumetrics Weight-Control Plan, Harper Collins, 2000. Gaynor Bussell, dietitian and spokesperson for the Britis Dietetic Association
    2. Craymer, Christian. 2012. Eat More and Weigh Less With Volumetrics. [online] Health.com. available at: http://www.health.com/health/article/0,,20578539,00.html [Accessed 5 Sep 2017]
    3. Hicks, R. 2016. The Volumetrics Eating Plan. [online] Webmd.boots.com. Available at: http://www.webmd.boots.com/diet/volumetrics-eating-plan?page=3 [Accessed 5 Sep 2017]

    Like

  3. MASTER CLEANSE DIET, DIET SEDERHANA MULTIFUNGSI

    Bentuk, ukuran, dan kesehatan tubuh yang ideal merupakan impian semua orang.. Tubuh yang tidak ideal atau tidak sehat dapat dikarenakan pola hidup yang tidak seimbang seperti kurangnya olahraga, kurangnya istirahat, dan pola makan yang tidak baik. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Pengobatan modern cenderung lebih mengurangi atau fokus pada gejala dan menghilangkan segala sesuatu yang “dirasa” tidak perlu. Sehingga seseorang perlu mengatur pola makan atau diet untuk membentuk pola hidup dan keseimbangan tubuh yang lebih ideal.

    Diet menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan biasanya dilakukan atas petunjuk dokter atau konsultan. Diet sendiri terbagi menjadi diet untuk menambah badan, menurunkan berat badan, diet untuk menyehatkan tubuh, dan diet untuk keadaan khusus seperti pasien penderita kanker, diabetes, hipertensi dan lain lain. Sudah banyak diet penurunan berat badan yang popular dunia. Mulai dari Atkins diet, very low calorie diet, diet mayo, dan masih banyak lagi tergantung melalui cara mengurangi atau menambahkan apa seseorang ingin menurunkan berat badannya.

    Salah satu diet yang cukup popular yang bisa dipakai dalam banyak keadaan adalah “Master Cleanse” atau “Lemonade Diet”. Diet ini dapat dilakukan oleh orang yang underweight, overweight, bahkan normal sekalipun. Seperti namanya, metode ini adalah metode diet yang menggunakan dominansi air lemon sebagai media untuk ‘membersihkan tubuh’ tanpa mengkonsumi makanan yang lain dalam prosesnya. Lemonade diet mulanya dikembangkan oleh Stanley Burrough. Stanley Burrrough adalah seorang spesialis pengobatan alternative, menemukan Diet Lemonade sudah lebuh dari 60 tahun yang lalu. Dalam biografinya, beliau sendiri mengatakan tidak pernah berpikir bahwa rejimennya akan bertahan dalam waktu ujian danmenjadi begitu sukses dalam waktu yang lama. Diet ini sangat efektif hanya dengan mencakup 3 bahan dasar yang ketika digabungkan Bersama-sama menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa.

    Prinsip sederhana dari diet ini adalah melakukan pembersihan dan pemeliharaan pada tubuh secara bersamaan dengan menggunakan detoksifikasi. Berbeda dengan diet air putih yang hanya membersihkan tubuh, lemonade diet ini juga memberikan asupan mineral-mineral, vitamin dan juga energi. Stanley mengasumsikan pada dasarnya semua penyakit hanyalah satu penyakit yang sama, yaitu keadaan tubuh yang tidak bersih, yaitu tubuh yang penuh dengan racun atau toxin. Bila kita mengatasi atau menangani fokus pada satu penyakit tersebut (tubuh yang mengandung banyak racun) makan tubuh akan menjadi bersih dan sehat dari semua penyakit yang ada.

    Jeruk buah dan jeruk nipis merupakan sumber mineral dan vitamin yang sangat baik. Buah buah tersebut selalu ada sepanjang tahun dan mudah dicari di manapun. Dalam prosesnya, diet ini juga menggunakan maple syrup yang juga tinggi mineral serta gula, dan cabai cayenne yang menstimulasi tubuh untuk melakukan cleansing dan melarutkan lemak serta mukus yang menyumbat atau menghambat pencernaan dalam tubuh.Ketika tubuh kekurangan sodium organik dan mineral lainnya, tubuh akan kehilangan keseimbangan pH dan menjadi lemah. Pada titik ini tentu banyak penyakit dapat masuk kedalam tubuh.

    Beberapa keadaan yang menjadi indikasi untuk melakukan diet ini antara lain ketika tubuh mulai merasa sakit, seseorang mengalami overweight, dan ketika tubuh dirasa membutuhkan rebuilt dan asupan pola nutrisi yang lebih baik. Pada keadaan normal, disarankan diet ini dilakukan tiga sampai 4 kali dengan lama minimal 10 sampai 40 hari dalam satu tahun, lalu bisa lebih sering dilakukan pada keadaan-keadaan terentu seperti overweight.

    Bahan dari master cleanse adalah dengan mencampur 2 sendok makan air buah jeruk segar(bukan air jeruk kemasan) dengan 2 sendok makan maple sirup tanpa gula, 1/10 sendok the cabai cayenne dan 250 mL air dengan suhu ruangan (tidak dingin maupun panas). Dianjurkan dalam proses diet ini mengkonsumsi campuran tersebut sebanyak 6 sampai 12 gelas sehari dan tidak mengkonsumi makanan yang lain selama diet. Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas dapat mengurangi jumlah maple syrup, dan sebaliknya bila mengalami kekurangan berat badan. Dianjurkan juga meminum air garam dengan komposisi 2 sendok teh garam ditambah dengan air hangat secukupnya pada pagi hari dengan keadaan perut yang masih kosong.

    Bagi orang yang keadaan tubuh nya normal, tidak akan merasakan efek yang terlalu signifikan ketika melakukan lemonade diet. Berbeda dengan orang yang “banyak racun”, seperti peminum alcohol, obat-obatan terlarang, perokok dan peminum kopi yang rutin akan merasa pegal pegal, pusing, muntah dan juga diare. Hal ini dikarenakan orang dengan kadar toxic yang tinggi dalam tubuhnya akan mengalamai kebocoran toxic, yaitu racun racun yang ada dalam tubuhnya akan keluar dari tubuh sehingga menimbulkan efek tersebut . Perlu dilakukan pengurangan aktivitas pada awal diet bila terjadi efek efek tersebut. Bukti nyata seseorang yang berhasil melakukan diet ini adalah Beyonce Knowles penyanyi papan atas yang berhasil menurunkan 10 kg berat badan tubuhnya dalam 10 hari.

    Namun seperti halnya diet atau suplemen diet, anda terlebih dahulu perlu berkonsultasi dengan dokter Anda. Terutama jika anda memiliki kondisi medis. Meskipun lemonade diet atau master cleanse ini terbuat dari bahan bahan alami, akan lebih bijaksana untuk memeriksa dengan dokter atau apoteker untuk memastikan obat yang kita pakai tidak akan berintetaksi negative denga diet ini.

    Daftar pustaka: Burrough, Stanley. 2013. The Master Cleanser: Original Edition. United Kingdom: Amazon

    Artikel ini ditulis oleh Andreas Philip Avianto Wicaksono – 41150073

    Like

  4. Dengan berkembangnya informasi dalam berbagai bidang termasuk salah satunya mengenai makanan beserta gizi yang terkandung dalam makanan tersebut, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. Sehingga muncul banyak macam – macam diet yang tersedia dan di tujukan kepada segala macam kebutuhan orang, bisa untuk kepentingan kesehatan (menjaga kesehatan tubuh, mengatasi penyakit yang mengancam, dan proses pemulihan) bisa juga untuk kecantikan (menjaga berat badan ideal, menjaga kondisi kulit)
    Banyak diet yang di gunakan dan di terapkan dalam orang di berbagai dunia contohnya seperti diet rendah karbohidrat, diet protein, dan macam – macam diet lainnya. Ada salah satu diet yang mulai di coba yaitu diet mayo. Diet mayo ini pertama kali diprakarsai oleh sebuah klinik yang berada di Amerika Serikat, Mayo Clinic. Cara kerja dari program diet ini cukup berbeda dari metode diet lainnya, yaitu dengan puasa garam selama 13 hari penuh, garam disini dapat diartikan sesungguhnya dan juga makanan lainnya yang mengandung garam (rasa asin)
    Alasan mengapa garam yang “diperangi”, Mayo Clinic beranggapan garam bersifat menahan air di dalam tubuh, sederhananya ketika terlalu banyak garam di dalam tubuh maka banyak air tidak bisa keluar dari tubuh, sehingga menyebabkan berat tubuh orang tersebut semakin bertambah. Selama proses 13 hari tersebut, nantinya seluruh garam beserta air akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin dan feses. Dengan tubuh yang tidak mendapatkan asupan garam otomatis akan membuat berat badan menurun
    Tujuan Mayo Clinic membuat program diet mayo ini adalah berharap orang – orang yang mengadopsi program diet ini dapat memperbaikin kebiasaan lama yang buruk, seperti jarang sarapan, kurang konsumsi serat, kurang konsumsi air, dan kurang serta lalai dalam olahraga. Diet mayo ini dapat juga di terapkan dalam jangka waktu yang lama
    Pelaku diet mayo bisa dilakukan berbagai kalangan usia, baik remaja, dewasa maupun lansia. Penerapan diet ini bukan hanya untuk bertujuan menurunkan berat badan namun diet ini juga baik diterapkan oleh anda yang memiliki penyakit jantung, displidemia, stroke, hipertensi, diabetes melitus dan penyakit lainnya. Keuntungan dari diet mayo ini tidak perlu menahan lapar dan tetap menjaga pola makan yang teratur.
    Untuk menunjag keberhasilan diet mayo ini dan mendapatkan hasil yang memuaskan maka ada beberapa aturan yang harus di petuhi selama program diet ini berlangsung:
    1. Stop mengkonsumsi garam.
    Seperti yang sudah di jelaskan di atas bahwa diet ini benar benar tidak mengkonsumsi garam selama 2 minggu penuh, maka peraturan ini mutlak untuk di lakukan, jika melanggar sedikit saja maku program diet ini harus di jalani dari awal lagi
    2. Perbanyak Konsumsi air
    Di karenakan dengan pengeluaran garam(natrium) dari tubuh yang menyebabkan banyak air yang akan keluar dari tubuh, karena sifat natrium yang “mengikat” air. Maka mengkonsumsi air mineral dapat membantu tubuh untuk mencegah dehidrasi
    3. Target Yang Realistis dan berkomitmen penuh
    Sebelum memulai program diet ini harus memiliki target yang dapat di capai seperti contohnya menurunkan berat badan hingga 5kg, jika menargetkan yang tidak realistis maka akan membuat patah semangat, apa lagi program diet ini berjalan cukup lama yaitu 13 hari maka diperlukan juga komitmen dalam menjalaninya
    4. Tetap berolahraga
    Diet yang di jalani harus diimbangi dengan olahraga untuk mendapatkan hasil yang optimum dan efektif, selain itu juga olahraga juga dapat meningkatkan fatique seseorang dan membantu tubuh mengeluarkan natrium dari tubuh dalam bentuk keringat. Olahraga di sarankan minimal 30 menit setiap hari.
    5. Memakan masakan rumah
    Tujuan dari peraturan ini hanya untuk memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi bebas dari kandungan garam.
    Dalam diet mayo ini memiliki semacam piramida makanan untuk membantu program diet dengan cara menentukan berapa banyak kalori atau porsi makanan yang dimakan setiap harinya, seperti:
    1. Buah dan sayur
    Buah dan sayur merupakan jenis makanan yang paling disarankan dalam program diet ini, sehingga tidak ada batasan yang berlaku untuk mengkonsumsi jenis makanan ini, bahkan di sarankan untuk mengkonsumsi 3 porsi buah dan 4 porsi sayur setiap harinya, hal ini juga membantu meningkatkan intake serat ke tubuh yang dapat menghambat kita untuk cepat lapar.
    2. Karbohidrat.
    Karbohidat tetap perlu di konsumsi sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas, oleh karena itu diizinkan memakan karbohidrat 4-8 porsi setiap harinya.
    3. Protein
    Protein juga di butuhkan tubuh untuk membantu proses metabolisme serta membantu tubuh dalam mengganti sel sel yang terlah mati, oleh karena ini di perbolehkan mengkonsumsi protein 3-7 porsi
    4. Lemak
    Lemak disini diperbolehkan hanya lemak baik/ tidak jenuh, sehingga lemak jenuh dan transfat tidak disarankan selama program diet berlangsung untuk mendapatkan hasil optimum, jumlah porsi lemak yang diperbolehkan di makan adalah 3-5 porsi/hari
    5. Makanan Manis
    Merupakan hal penghibur dalam program diet ini, membantu agar tidak bosan dengan pola konsumsi yang berbda, namun makanan manis ini di batasi hanya 75 kalori setiap harinya.
    Namun, program diet mayo ini ternyata juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan. :
    1. Kadar Gula Dalam Darah Naik
    Bahaya yang paling menonjol ini adalah adanya kadar gula yang naik drastis pada tubuh. Hal ini dikarenakan adanya kewajiban untuk mengkonsumsi buah dengan waktu yang sama, harus mengurangi asupan makanan lainnya. Saat ini sudah banyak orang yang pola makan buahnya tidak teratur, sehingga konsumsi buah pun dilakukan secara berlebihan. Di sinilah letak resiko diet mayo yang memungkinkan adanya kenaikan kadar gula dalam tubuh.

    2. Dehidrasi
    Metode mayo, diwajibkan untuk mengurangi makanan yang mengandung garam. Padahal garam merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh. Jika seseorang yang kekurangan garam, maka orang tersebut akan mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Karena garam mengandung osmosis yang mampu menyerap air dalam tubuh. Hal inilah yang menyebabkan tubuh Anda akan berkurang secara signifikan. Namun, Anda akan mengalami penurunan kadar air yang berlebih, padahal air merupakan unsur terbesar dalam tubuh.

    3. Kelelahan
    Dengan adanya efek samping yaitu dehidrasi, maka Anda kelelahan akan sering di alama karena kurangnya energi di dalam tubuh.

    Oleh karena itu sebaiknya dalam menjalani diet mayo ini dikonsultasikan kedokter terlebih dahulu untuk menentukan pola dietnya, makanan apa yang dimakan dan tidak dimakan, dan di pantau oleh dokter, untuk mengecilkan efek samping dari diet mayo ini.

    Daftar Pustaka :
    Bulan Ayu, Habibah Arsinah.2016.Diet Mayo lose Weight in 13 Days with Healthy life.

    Artikel ini ditulis oleh Nigel Boeky – 41150062

    Like

  5. Diet Ketogenik

    Obesitas adalah salah satu masalah utama didalam faktor resiko dari banyak penyakit seperti gangguan kardiovaskular, diabetes tipe 2, dislipidemia, aterosklerosis dan jenis-jenis kanker tertentu. Salah satu cara dari mengatasi obesitas sering kali adalah dalam pengaturan berat badan dan pola makanan karbohidrat dan lemak, tapi cara ini juga sering kali gagal melihat ada banyak faktor resiko yang melatarbelakangi obesitas misalnya dalam hal genetik. Banyak studi mengatakan bahwa dengan melakukan aktivitas fisik dengan olahraga dan pengaturan makanan yang rendah kalori untuk mencapai berat badan yang ideal, namun hal tersebut masih dalam perdebatan banyak kalangan. Belakangan ini banyak penelitian mengenai salah satu diet yang bisa mengatasi masalah obestias yaitu diet ketogenik. Banyak penelitian telah mengatakan bahwa dengan pendekatan diet ketogenik memiliki dasar biokimia dan fisiologis yang solid dan mampu menginduksi dalam proses penurunan berat badan. Namun juga banyak yang mengatakan hal kontradiktif karena hal ini bisa menyebabkan tubuh dalam posisi ketoasidosis.

    Mekanisme dari diet ini adalah dengan menggunakan konsumsi rendah karbohidrat, namun dengan menggunakan lemak yang tinggi. Kenapa sering disebut diet keto, karena dalam diet ini tubuh kita dipaksa untuk mengalami pengurangan konsumsi karbohidrat sebagai sumber makanan utama dan menggunakan lemak sebagai pengganti energi. Dalam keadaan fisiologis, karbihidrat akan diolah menjadi glukosa dan glukosa sendiri adalah sumber energi dari seluruh mekanisme tubuh kita, namun dalam diet ini, jumlah karbohidrat dikurangi dan mengandalkan lemak sebagai sumber energi. Dan sebagai kompensasi, pemecahan lemak menjadi energi ini menjadikan suatu produk sampingan yaitu benda keton.yang menumpuk dan menyebabkan tubuh dalam kondisi ketosis. Sebenarnya ketosis ini adalah sebuah proses menuju penyakit ketoasidosis.

    Diet ini pertama dikenalkan oleh dr. Gianfranco Cappello seorang profesor di Unniversitas Sapienza Italia dengan penelitian sebanyak lebih dari 19.000 peserta diet keto yang mengalami penurunan berat badan yang drastis dengan keadaan minim pada efek samping. Selain menurunkan berat badan, diet ini juga efektif terhadap anak yang sedang terapi epilepsi namun hal ini masih dalam penelitian. Hipotesis dari Atkins mengatakan bahwa penurunan berat badan utama yang dialami oleh pengguna diet ini adalah dari kehilangan energi oleh karena ekskresi benda keton dari proses pemecahan lemak. Namun, penurunan berat badan juga dikarenakan penggunaan energi yang cukup besar yaitu 400-600 Kkal/hari dari proses glukoneogenesis yaitu proses pembentukan glukosa tanpa menggunakan produk karbohidrat, misalnya dengan asam laktat atau dari asam amino di hati.

    Selain itu, rasa kenyang juga cepat terjadi dan jarang merasakan lapar karena diet ini menggunakan tinggi lemak dimana lemak itu membutuhkan proses lebih yang lebih panjang daripada penggunaan karbohidrat. Selain itu juga konsumsi protein juga memperlambat proses rasa lapar sendiri. Dan tentunya penurunan berat badan karena terjadi peningkatan lipolisis dan penurunan lipogenesis. Selain itu, saat ini telah dilakukan penelitian pada hewan uji yaitu tikus yang melakukan diet keto, terbukti meningkatkan enzim AMPK dalam tubuh tikus. AMPK sendiri adalah suatu enzim utama yang mengontrol metabolisme didalam sel sehingga dapat menghambat proses destruktif dalam sel tersebut dan bisa disebut enzim penghambat proses degeneratif sel. Lalu diet ini juga dapat meningkatkan ekspresi PGC1-α, yaitu suatu regulator metabolik dalam mitokondria, yang meningkatkan biogenesis mitokondria sendiri.

    Namun, ada juga yang mengatakan kekurangan diet ini. Menurut Lisa Cimperman, seorang ahli nutrisi dari Cleveland, mengatakan kurang setuju dengan diet ini karena dengan diet ini maka tubuh akan dalam kondisi ketosis dan menggunakan cadangan lemak dan otot untuk mendapatkan energi. Hal ini akan menjadikan manusia dalam fase kelaparan dan menjadikan tubuh menjadi lemas dan kehilangan masa otot yang berlebihan bila melakukan diet ini secara terus menerus. Dan menurutnya, diet ini juga harus diawasi secara ketat dengan ahli gizi dan hanya boleh dilakukan dalam waktu yang singkat karena memang diet ini dapat membahayakan nyawa kalau sampai mencapai tahap ketoasidosis. Bahkan seseorang dapat mengalami koma dan komplikasi lain jika tidak diawasi secara serius oleh seorang ahli.
    Dalam diet ini, penurunan angka karbohidrat mencapai hanya 10% dari kebutuhan total kalori, sedangkan 90% lainnya dialihkan pada substansi yang lain dan diprioritaskan untuk konsumsi lemak yang tinggi. Tapi mengingat di indonesia konnsumsi karbohidrat rata-rata sampai 60-70% dalam sehari maka disarankan untuk menaikan kandungan karbohidrat sampai 45-50%. Karena bila langsung menggunakan diet yang 10% karbohidrat, maka seseorang bisa tidak siap dan merasakan efek samping yang tidak menguntungkan seperti kejang, pingsan, dan gangguan metabolik lainnya.

    Namun pertanyaan yang sering muncul adalah dimana kita konnsumsi lemak, maka akan menyebabkan kadar lemak dalam darah akan naik drastis dan akan menyababkan penyakit. Namun, dengan diet keto ini malah menjadikan peningkatan volume LDL-C yang dapat menurunkan potensi penyakit kardiovaskular karena LDL yang memiliki volume kecil malah akan meningkatkan aterogenitas dan menyebabkan penyakit kardio. Untuk durasi diet ini minimal adalah 2-3 minggu yaitu angka minimal untuk menjadikan tubuh kita menjadi keadaan ketosis dan menginduksi penurunan berat badan sampai dengan jangka panjang yaitu 6-12 bulan.
    Makanan yang dianjurkan untuk diet ini adalah yang tinggi lemak seperti daging merah, ham, ikan, keju olahan. Namun perlu diperhatikan juga untuk konsumsi lemak trans atau lemak jenuh juga harus dibatasi karena juga akan meningkatkan kadar LDL. Namun diet ini juga perlu pertimbangan lebih lanjut guna meminimalisir efek samping dan mencapai berat badan ideal dengan bantuan ahli gizi dan pengawasan yang ketat karena efek samping dari diet ini juga ada.

    Daftar Pustaka :
    -Paoli, Antonio, Februari 2014, “Ketogenic Diet for Obesity: Friend or Foe?”. Int. J. Environ. Res. Public Health 2014, 11, 2092-2107; doi:10.3390/ijerph110202092

    – “Manfaat dan Risiko Menjalani Diet Keto”. Manfaat dan Risiko Menjalani Diet Keto. 6 september 2017. 6 september 2017.

    -“ The Keto Diet Is Gaining Popularity, but Is It Safe? “. Keto Diet Dangers You Should know about. Juni 2016. 6 september 2017.

    Artikel ini ditulis oleh Yohanes Windu – 41150066

    Like

  6. Diet berarti sebagai pengaturan pola dan konsumsi makanan serta minuman yang dilarang, dibatasi jumlahnya, dimodifikasi, atau diperoleh dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita, kesehatan, atau penurunan berat badan (Sandjaja, 2009). Kata diet sangat popular di kalangan wanita dan seringkali di salah artikan sebagai upaya untuk mengurangi konsumsi makanan untuk memperoleh berat badan yang ideal. Padahal kata diet sebenarnya berarti mengatur pola makan, baik itu untuk meningkatkan berat badan maupun untuk menurunkan berat badan. Selain untuk mencapai berat badan ideal, diet juga biasanya berupa pantangan terhadap suatu makanan tertentu yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang dialami seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan adalah jumlah asupan nutrisi serta aktivitas fisik. Jika kita ingin menurunkan berat badan, maka kita perlu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan aktivitas fisik kita.
    Belakangan ini, banyak jenis-jenis diet yang mulai dikenal termasuk diet yang menawarkan penurunan berat badan tanpa perlu berolahraga. Salah satunya adalah OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier. Diet ini sangat menarik karena diet ini tidak membatasi makanan yang bisa dimakan oleh pelaku diet. Beberapa program diet lain menganjurkan kita untuk menghitung jumlah kebutuhan kalori kita lalu menyusun menu makanan yang sesuai dengan kebutuhan kalori kita, dan makanan-makanan tersebut bisanya tidak sesuai dengan selera kita sehingga komitmen kita untuk diet akan mudah gagal. Dalam program diet OCD ini, kita diberi kebebasan untuk mengonsumsi makanan apapun yang kita sukai asalkan kita makan sesuai dengan jendela makan yang telah ditentukan dan tidak makan diluar dari jendela makan tersebut. Prinsip utama dari OCD adalah puasa. Puasa yang dimaksud adalah puasa dalam waktu singkat karena kondisi puasa atau tanpa makanan dapat meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak). Dalam kondisi puasa, tubuh tetap butuh kalori akan tetapi tidak ada kalori yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh akan memecah lemak untuk menjadi sumber energi. Dalam diet ini juga disarankan untuk tidak makan pagi (sarapan) dibanding tidak makan malam karena makan pagi dianggap akan menimbulkan perasaan mengantuk dan perasaan mengantuk ini akan menyebabkan aktivitas kita di siang hari berkurang sehingga pembakaran lemak juga berkurang. Selain itu, jika kita makan pagi maka kita akan mendapat asupan kalori dan aktivitas kita di siang hari akan menggunakan kalori yang kita dapatkan dari makan pagi sehingga tidak akan terjadi pembakaran lemak. Sementara jika kita makan malam, maka kalori yang kita dapatkan dari makan malam akan tetap terpakai meskipun kita tidur karena ada kebutuhan kalori basal sehingga ketika kita bangun pada keesokan harinya dan tidak makan pagi, kalori dalam tubuh akan berkurang atau bahkan habis sehingga aktivitas kita di siang hari akan melibatkan pembakaran lemak untuk memperoleh energi. Jadi kesimpulannya, tidak makan pagi lebih baik daripada tidak makan malam.
    Dalam diet ini, terdapat dua jendela makan yaitu puasa dengan membatas waktu makan dengan makan apa saja tanpa memikirkan kalori serta puasa 24 jam. Makan apa saja bukan berarti kita tiba-tiba menjadi rakus dan memakan semua yang kita inginkan, melainkan kita tetap memakan makanan sebagaimana yang kita makan sehari-hari tanpa batasan jenis makanan. Puasa disini berarti kita tidak mendapat asupan kalori apapun dalam masa puasa. Akan tetapi kita tetap bisa mengonsumsi apapun yang tidak mengandung kalori misalnya air. Waktu puasa (waktu tidak makan) yang diberikan adalah 16, 18, dan 20 jam, sehingga jendela makan (waktu makan) adalah 8 jam, 6 jam, atau 4 jam. Hal ini berarti kita boleh memakan apa saja seperti biasa dalam jendela makan selama 8, 6, atau 4 jam sehari. Misalnya jika kita menggunakan jendela makan 6 jam, maka kita boleh memakan apa saja dalam 6 jam tetapi diluar itu kita harus puasa. Rentang waktunya bisa kita atur sendiri, misalnya kita mulai makan jam 12 siang maka kita boleh memakan apa saja sampai jam 6 sore, atau jika kita mulai makan jam 2 siang maka kita boleh memakan apa saja sampai jam 8 malam. Frekuensi makan juga tidak dibatasi selama kita merasa lapar asalkan tetap berada dalam jendela makan dan jangan sampai menjadi rakus.
    Jendela makan yang kedua adalah puasa 24 jam. Puasa 24 jam berarti dalam sehari kita hanya sekali makan dalam sehari tanpa batasan jenis dan jumlah makanan. Jika kita mulai makan jam 12 maka kita hanya boleh makan lagi pada keesokan harinya di jam yang sama. Puasa 24 jam ini mungkin akan terasa berat pada awalnya tetapi lama-kelamaan kita akan mulai terbiasa dengan jendela makan ini.
    Kedua jendela makan ini dapat dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, akan tetapi kita juga tidak boleh terlalu memberatkan diri dengan puasa 24 jam setiap hari. Puasa 24 jam dapat diselingi dengan jendela makan 8, 6, atau 4 jam agar tubuh kita juga tidak menanggung beban yang terlalu berat karena jika terlalu berat maka tubuh kita juga akan mengalami kerusakan.

    Daftar Pustaka :
    Corbuzier, Deddy. 2015. OCD 2.0. Jakarta: Buana Ilmu Populer.
    Sandjaja. 2009. Kamus Gizi: Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

    Artikel ini ditulis oleh Yudi Andika – 41150071

    Like

  7. Diet bagi Olahragawan

    Pangan dan gizi , adalah sesuatu gabungan kata yang tidak bisa dipisahkan, karena berbicara masalah pangan tentunya menyangkut gizi dan bahan makanan, dan bukan berarti bahwa bahan makanan yang tidak bergizi tidak penting artinya bagi tubuh. Pentingnya pemeliharaan gizi juga bukan hanya ditujukan untuk anak dan ibu, melainkan juga perlu dilakukan pada seorang olahragawan. Selain perlu mendapatkan perhatian khusus, pemeliharaan gizi dan makanan pada olahragawan akan meningkatkan kemampuan dan stamina yang lebih yang digunakan aktivitas sehari-hari ataupun saat perlombaan. Beban kegiatan fisik dan lama kegiatan pun berbeda disetiap cabang olahraga. Energi yang digunakan oleh tubuh juga berbeda. Ada beberapa pengaturan makan untuk olahragawan, yaitu:

    1. Pengaturan waktu makan dan porsi makanan
    Paling tidak sebaiknya para atlet memperoleh makanan tiga kali sehari, khususnya bagi cabang olahraga yang memakan waktu lama seperti sepakbola, bulutangkis, lari maraton, akan lebih baik jika diberi makanan lima kali sehari. Bagi atlit yang tidak memperoleh sarapan, kemempuan mereka akan menurun dan atlet menjadi lesu, mual, dan terjadi tremor otot. Kadar kalori, misalnya dapat diberikan 30% saat sarapan, 40% saat makan siang, dan 30% saat makan malam. Baik makan pagi, ataupun makan siang atau malam,baiknya diberikan 3 jam sebelum latihan atau pertandingan. Untuk mencegah timbulnya rasa gugup pada atlet yang akan mempengaruhi pencernaan dan penyerapan makanan dalam tubuh atlet.

    2.Susunan makanan olahragawan
    Tujuan dari pengaturan makanan yaitu untuk membina kemampuan fisik atlet, menciptakan komposisi tubuh yang sesuai, dan menyiapkan cadangan tenaga yang diperlukan sesuai berat ringannya latihan. Untuk mencapai tujuan, setiap makanan memiliki peranan masing-masing sebagai sumber zat gizi, yaitu:

    a. Makanan sebagai sumber tenaga , unsur gizi yang merupakan sumber tenaga yang paling utama bagi tubuh, yaitu hidrat arang dan zat lemak. Hidrat aranglah yang paling penting artinya, karena merupakan sumber tenaga untuk kegiatan otot, oleh karena jumlah tenaga yang dihasilkan pada waktu pembakaran dalam tubuh per liter oksigen jauh lebih besar dan juga jumlah tenaga yang dihasilkan dari pembakaran zat lemak. Dalam keadaan tubuh tidak dipaksa menghasilkan tenaga dalam waktu yang pendek, penggunaan hidrat arang dan lemak akan seimbang, namun saat seseorang harus mengeluarkan tenaga dalam jumlah banyak, tubuh akan lebih dahulu mengangkut hidrat arang sebagai sumber tenaga.
    b. Makanan sebagai sumber vitamin , beberapa jenis vitamin, contohnya B kompleks, memang memiliki peran dalam metabolisme hidrat arang dan lemak untuk menghasilkan tenaga. Vitamin E pada atlit juga mempunyai pengaruh baik terhadap daya tahan atau kemampuan atlit (endurance work performance), seperti pembalap sepeda dan pelari jauh. Namun sebenarnya tubuh tidaklah memerlukan zat gizi khusus untuk meningkatkan daya guna jasmaniah, latihan teratur akan lebih berguna karena tubuh dapat dilatih dalam menggunakan tenaga secara berdaya guna.

    3.Pengaturan makanan menjelang dan selama pertandingan

    a. Menjamin kecukupan persediaan energi , bahwa dalam tubuh olahragawan harus selalu tersedia cadangan energi yang sewaktu-waktu dapat dimobilisasi untuk menghasilkan energi. Penurunan cadangan glikogen dapat terjadi pada olahragawan yang berlatih terlalu lama tanpa disertai masukan energi dalam jumlah yang cukup. Jika rendahnya cadangan glikogen berlangsung lama, akan terjadi “kelelahan kronis”, dan bisa diperbesar melalui teknik yang disebut “Carbo Loading” , yaitu memberikan masukan karbohidrat sebanyak mungkin untuk mendorong terbentuknya cadangan glikogen. Carbo-loading dilakukan melalui dua tahap:
    – Tahap pengosongan glikogen tubuh -> akan diberikan komposisi makanan berupa 20% untuk lemak, 15% untuk protein, dan 65% untuk karbohidrat dari total kalori. Seminggu menjelang pertandingan, beban latihan fisik diperberat. Diet yang diberikan diubah menjadi diet rendah karbohidrat, yaitu sekitar 80-90 gram, namun tidak boleh tiga hari menjelang pertandingan, beban latihan fisik diturunkan hingga batas minimal, lalu diberikan diet tinggi karbohidrat, sedangkan lemak dan protein tidak boleh >20%. kandungan karbohidrat tinggi digunakan agar terbentuk cadangan glikogen yang banyak dalam tubuh (mencapai 700 gram atau setara 2800 kalori).

    b. Menjaga keseimbangan air -> menjelang pertandingan bisa diperiksa dengan pemberian cairan bouillon satu atau setengah jam sebelum pertandingan. Jika diberi bouillon menjadi haus, masih ada kesempatan untuk minum, dan jika setelah minum terjadi kelebihan cairan, masih dapat membuang melalui kencing sebelum pertandingan.
    c. Menghindari makanan berprotein tinggi -> ternyata protein setelah termetabolisme akan menghasilkan zat sisa berupa ureum, yang dikeluarkan bersama urine. Menyebabkan atlit yang diberi makanan berprotein tinggi merasa kantong kencingnya selalu penuh dan ingin kencing. Sebaiknya diet menjelang pertandingan tidak mengandung protein berlebih.
    d. Hindari makanan bervolume besar -> bahan makanan yang volumenya besar terutama karena kandungan seratnya tinggi, akan membuat atlit merasa lambungnya penuh dan berpotensi menghasilkan gas. Sebaiknya tidak diberikan makanan bervolume besar 48 jam menjelang pertandingan.
    e. Minuman beralkohol, teh, kopi -> teh dan kopi memang minuman yang mengandung zat stimulans, tetapi dua atau tiga jam setelahnya akan menimbulkan efek depresi yang bisa memberi dampak buruk saat bertanding.
    f. Porsi makanan menjelang pertandingan ->porsi jangan terlalu besar, namun padat energi. American Association for Health menganjurkan menu ringan (500-700 kalori) diberikan 2-3 jam menjelang pertandingan. Contoh makanannya berupa kentang 150 gr, susu nonfat 200cc, kue 50 gr, dll.

    4.Pengaturan makanan di pusat latihan
    Penentuan kalori rata-rata bagi olahragawan tergantung pada jenis latihan dan jenis tangkai olahraga yang diikuti. Jika berdasar standard BB dan tingkat kegiatan fisik, contohnya olahraga berat (tinju, marathon) kebutuhan kalori per hari pria 65 kg= 3500 kal, sedangkan wanita 55 kg=2600 kal. Semakin berat olahraga dan BB meningkat, maka kalori yang dibutuhkan juga meningkat.
    Jika berdasarkan kebutuhan kalori dan protein, contoh: kalori 3000-3200 kal, protein 70-75 gram. Maka kebutuhan bahan makanan per orang buah 200 gram, beras 500 gram, biskuit 50 gram, gula 30 gram, sirup 50 cc, mentega 25 gram, telur 2 butir, daging 150 gram, sayuran 200 gram.
    Selama pembinaan fisik, penambahan berat badan dengan penambahan kadar kalori makanan harus bertahap. Misal minggu pertama kalori 3000 kal/hari, minggu kedua 3500 kal/hari, berangsur hingga 4000 kal/hari (maksimal).
    Pembagian makanan harus diatur agar pembagian kalori merata. Namun porsi makan malam hari jangan terlalu besar untuk menghindarkan gangguan sukar tidur. Ada contoh dengan kebutuhan 3000-3500 kalori, yaitu diberikan snack pagi (pukul 5.00), sarapan (pukul 7.00), snack berupa sirup + biskuit (pukul 10.00), makan siang (pukul 13.00), snack berupa sirup + biskuit (pukul 16.00), makan malam (pukul 19.00), dan snack malam berupa teh dan buah (pukul 21.00)

    Daftar Pustaka

    Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama.
    Budiyanto, Moch Agus Krisno. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press. Malang.

    Artikel ini ditulis oleh : Soviasti Carissa Grace – 41150063

    Like

  8. Diet Mediterania

    Diet Mediterania berasal dari suatu bagian daerah yang boleh dikatakan unik, yaitu berasal dari Laut Mediterania, yang dikatakan oleh sejarawan sebagai “the cradle of society”. Tepatnya, diet ini berasal dari daerah di sekitar Laut Mediterania, seperti Spanyol, Perancis, Italia, Mesir, Moroko, Siria, Malta, Yunani, Tunisia, Israel, Kroasia, Libia, Lebanon, Turki, Algeria, dan Albania. Cikal bakal Diet Mediterania pernah seakan-akan terhilang dari sejarah karena diet ini tenggelam dalam kebiasaan makan Abad Pertengahan, yaitu pada jaman tradisi Roma yang mengidentifikasi bahwa roti, minuman anggur, dan produk minyak merupakan simbol dari budaya pemerintahan dan agrikultural, yang ditambah dengan keju dari domba, sayur-mayur, sedikit daging, serta preferensi kuat terhadap ikan dan makanan laut. Mereka yang kaya lebih menyukai ikan segar (yang dikonsumsi dengan digoreng menggunakan minyak zaitun atau dibakar) dan makanan laut seperti tiram, dimakan kondisi mentah atau digoreng. Kaum hamba di Roma hanya mengkonsumsi roti dan setengah pon buah zaitun serta minyak zaitun dalam sebulan, ditambah sedikit ikan yang digarami serta sedikit daging. Tradisi Roma kemudian mengalami suatu bentrokan atau ketidakserasian dengan makanan yang diimpor dari budaya Jerman, yaitu menggunakan lemak dari babi, menggunakan gandum untuk membuat bir bukan untuk membuat roti. Peristiwa ini memunculkan triad dari Diet Mediterania yaitu roti, minyak, dan anggur yang merupakan elemen dari liturgi Kristiani. Budaya makanan ini sebenarnya merupakan penggabungan dan fusi antara pola diet 2 pemerintahan yang berbeda, yaitu antara Pemerintahan Roma Kristen dan Jerman. Budaya Islam nantinya juga membawa perubahan dan transformasi budaya Mediterania tersebut, sehingga beberapa makanan akan berasal dari tradisi Muslim atau Latin, baik dari resep maupun persiapannya.

    Temuan manfaat kesehatan dari Diet Mediterania merupakan karya seorang ilmuwan Amerika, yang disebut juga Bapak Diet Mediterania, Ancel Keys dari Universitas Minnesota School of Power, yang menunjukkan suatu hubungan antara penyakit kardiovaskular dan diet untuk pertama kalinya. Keys membuat suatu studi “Seven Countries Study” yang dilakukan di Finlandia, Belanda, Italia, Amerika Serikat, Yunani, Jepang, dan Yugoslavia untuk mendokumentasikan hubungan antara gaya hidup, nutrisi, dan penyakit kardiovaskular antara populasi yang berbeda, melalui studi cross-sectional. Studi ini menjelaskan bahwa populasi yang mengkonsumsi diet berbasis Diet Mediterania memiliki konsentrasi kolesterol sangat rendah dan presentase minimal penyakit jantung koroner. Hal ini dikarenakan lebih banyaknya sayur mayur, buah, roti dibandingkan daging.

    Guideline yang dikembangkan oleh seorang ahli gizi untuk memperbaiki kebiasaan makan dari konsumen bisa direpresentasikan dalam bentuk piramida makanan, yang didesain oleh Departemen Agrikultur Amerika Serikat pada tahun 1992 yang menunjukkan keseimbangan dari makan, termasuk porsi dan frekuensi, jenis makanan yang harus dimakan.

    Piramida makanan Diet Mediterania terdiri dari 5 tingkatan. Tingkat paling bawah merepresentasikan frekuensi terbanyak atau terpenting, sementara tingkat teratas berarti sesuatu yang presentasenya paling minimal. Aktivitas fisik sehari-hari berada pada tingkat paling bawah. Aktivitas fisik yang dimaksud meliputi olahraga intensitas berat seperti lari dan aerobik, serta olahraga intensitas ringan hingga sedang seperti berjalan, mengerjalan pekerjaan rumah/pekerjaan kebun, dan memilih untuk menaiki tangga daripada menggunakan elevator setiap harinya. Tingkat kedua dari bawah meliputi inti dari diet ini, yaitu mengkonsumsi gandum utuh, buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, dan lemak jenuh seperti pada minyak zaitun. Seperti yang mulai banyak diterapkan oleh berbagai negara, minyak zaitun sebagai sumber utama lemak digunakan untuk hampir semua proses memasak dan pemanggangan, juga sebagai dressing salad dan sayur mayur. Tingkat ketiga merupakan makanan yang berupa ikan dan makanan laut karena merupakan sumber protein yang penting. Makanan seperti ikan tuna, herring, salmon, dan sarden kaya akan asam lemak omega-3. Makanan laut seperti kerang-kerangan juga memiliki efek yang sama. makanan ini diperbolehkan dikonsumsi minimal 2 kali dalam seminggu. Tingkat keempat dari bawah yang semakin menyempit dari piramida ini merujuk pada makanan seperti produk susu, yogurt, keju, unggas, dan telur. Makanan ini hanya dimakan pada porsi sedang dan hanya sedikit waktu saja dalam seminggu. Misalnya, keju boleh dikonsumsi asalkan hanya dalam jumlah sangat sedikit saja. Pada tingkat teratas atau paling sempit dari piramida ini merupakan konsumsi daging serta permen atau produk yang manis. Makanan atau minuman ini hanya disarankan dimakan saat ada perayaan atau sesekali saja. Minuman wine boleh dikonsumsi dalam jumlah sedikit bersamaan dengan makanan.

    Diet ini telah dibuktikan mampu mencegah penyakit asma, memproteksi dari diabetes, mematikan sel kanker, mengurangi tingkat depresi, mencegah munculnya penyakit kronik, mencegah munculnya penyakit Parkinson dan Alzheimer, membantu menurunkan berat badan dan menurunkan resiko penyakit jantung serta hipertensi. Diet ini akan menurunkan resiko kardiometabolik seperti profil lipid darah (menurunkan trigliserida, menurunkan LDL, meningkatkan HDL), memperbaiki sensitivitas insulin, mengubah resistensi terhadap oksidasi, inflamasi, dan vasoreaktivitas, juga menurunkan lingkar perut karena penurunan berat badan. Namun, untuk mencapai efek maksimal dari diet ini dibutuhkan juga untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur.

    Sebenarnya, diet ini mengandung makanan yang sebagian besar sudah dikonsumsi oleh masyarakat seperti halnya diet Amerika. Namun yang membedakan ialah frekuensi setiap makanan yang dimakan. Makanan dari kingdom plantae seperti buah, sayur, gandum, kacang merupakan makanan inti, sedangkan daging dan makanan manis jarang dimakan atau cukup dalam jumlah yang kecil saja.

    Gandum yang dimakan pada daerah Mediterania umumnya berupa gandum utuh dan mengandung sangat sedikit lemak trans yang tidak sehat, misalnya roti gandum utuh. Biasanya, roti dapat dimakan langsung atau dicelupkan ke dalam minyak zaitun, dengan catatan tidak dikonsumsi bersama mentega atau margarin yang mengandung lemak jenuh atau lemak trans. Kacang-kacangan merupakan produk tinggi lemak (sekitar 80% kalorinya merupakan lemak), namun lemaknya sebagian besar tak jenuh. Karena kacang merupakan produk tinggi kalori, kacang tidak boleh dikonsumsi dalam jumlah besar. Dalam diet ini kacang tidak diperkenankan dikonsumsi dalam bentuk olahan honey-roasted atau bergaram tinggi.

    Fokus pada diet ini bukanlah meminimalkan konsumsi lemak total, tetapi lebih mengarahkan kita untuk membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam menentukan jenis lemak apakah yang kita ijinkan masuk ke dalam tubuh kita. Diet Mediterania sangat tidak menyarankan konsumsi lemak jenuh dan minyak terhidrogenasi (lemak trans), yang keduanya berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Minyak zaitun dipilih karena mengandung lemak tak jenuh tunggal yang mampu mengurangi kadar kolesterol LDL. Minyak zaitun jenis “extra-virgin” dan “virgin” – atau dalam bentuk yang pemrosesannya sangat minimal – juga memiliki efek antioksidan. Lemak tak jenuh tunggal dan ganda lainnya seperti minyak kanola dan beberapa kacang juga mengandung asam linolenat yang menguntungkan, produk ini sangat boleh dikonsumsi. Asam lemak omega-3 menurunkan trigliserida, menurunkan potensi pembekuan darah, sehingga mengurangi insidensi serangan jantung akut, memperbaiki kesehatan pembuluh darah. Selain itu, lemak ikan seperti pada ikan mackerel, herring, salmon, sarden, trout danau, dan tuna juga sangat kaya akan asam lemak omega-3 dan dapat dikonsumsi dalam jumlah regular.

    Konsumsi minuman anggur atau wine dalam diet ini diperbolehkan, namun bukan keharusan atau boleh dikatakan optional saja. Efek alkohol telah diperdebatkan selama bertahun-tahun dengan berbagai pro dan kontra. Akan tetapi, kandungan alkohol dalam jumlah sedang justru mengurangi resiko penyakit jantung. Konsumsi minuman anggur pada diet ini tidak lebih dari 5 ons (148 mililiter) untuk wanita, dan tidak lebih dari 10 ons (296 mililiter) untuk pria di bawah usia 65 tahun. Namun, tidak bisa kita pungkiri bahwa adat atau tradisi meminum minuman anggur bukan hal yang biasa di Indonesia, tradisi ini biasa dilakukan dalam budaya Mediterania atau budaya Barat, sehingga dalam hal ini minuman anggur bukan sesuatu yang dicetak tebal dalam diet ini.

    Daftar pustaka :

    Altomare, R., Cacciabaudo, F., Damiano, G., Palumbo, V., Giovale, M., Bellavia, M., Tomasello, G. and Lo Monte, A. (2013). The Mediterranean Diet: A History of Health. Iranian Journal of Public Health, 42(5), pp.449-457.

    Estruch, R., Ros, E., Salvado, J., Covas, M., Corella, D., Aros, F., Gomez-Gracia, E., Ruiz-Gutierrez, V., Fiol, M., Lapetra, R., Lamuela-Raventos, R., Majem, L., Pinto, X., Basora, J., Munoz, M., Sorli, J., Martinez, J., and Martinez-Gonzales, M. (2013). Primary Prevention of Cardiovascular Disease with a Mediterranean Diet. The New England Journal of Medicine, 368(14), pp.1279-1290.

    Artikel ini ditulis oleh : Jessica Goldy – 41150075

    Like

  9. DIET TINGGI PROTEIN UNTUK OLAHRAGAWAN
    Artikel ini ditulis oleh Alberto Diliano Novelito Nahak – 41150064

    Gizi yang cukup yang dapat menjamin kesehatan optimal dibutuhkan oleh seorang atlet untuk berprestasi tinggi. Tetapi banyak para atlet yang berbakat tidak mengerti hubungan yang langsung antara gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurans, fitnes, dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Artikel ini akan membahas salah satu zat gizi, yaitu protein dalam hubungannya dengan praktek makan atlet, pertumbuhan dan kekuatan, serta performa atlet, dengan harapan bahwa atlet, pelatih, manajer, ahli gizi, dan orang-orang yang memberikan pelayanan kepada atlet, memahami serta dapat mempraktekkannya dalam tugas nyata sehari-hari.
    Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupun nabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewani dianggap berkualitas lebih tinggi daripada protein nabati, karena mengandung asam-asam amino yang lebih komplit. Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapat setinggi kulaitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Dengan susunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, maka kekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihan asam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Jadi dengan hidangan nasi atau penggantinya, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan, apalagi bila ditambah susu, maka susunan hidangan adalah sehat. Bukan saja jumlah atau kualitas zat-zat gizi yang kita butuhkan tercukupi, tetapi juga kualitas zat-zat gizi yang kita konsumsi bermutu tinggi.
    Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukan sel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim, hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15% dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein.
    Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet. Hasil penelitian membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang membentuk otot. Untuk membangun dan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi di dalam program latihan. Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsi makanan dari hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi. Contoh jumlah protein yang dikonsumsi seorang pelari yang beratnya 70 kg membutuhkan 2.600 kcal. Sebanyak 15% dari 2.600 kcal ini berasal dari protein yaitu 390 kcal atau antara 74 g protein dan seorang binaragawan yang beratnya 95 kg membutuhkan 3.600 kcal. Sebanyak 15% dari 3.600 kcal yaitu 540 kcal berasal dari protein atau setara dengan 108 g protein. Jadi seorang atlet pelari marathon membutuhkan 74 g protein, dan seorang binaragawan membutuhkan 108 g protein dari hidangan makanan yang sama.
    Makanan yang diberikan membingungkan atlet, seorang atlet angkat besi diharapkan makan daging, steak, telur, ayam lebih banyak untuk pembentukan otot, dan dianjurkan minum minuman yang mengandung protein. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seorang atlet angkat besi membutuhkan karbohidrat lebih banyak. Karena karbohidrat dibutuhkan untuk cadangan energi di dalam otot. Anda tidak akan dapat mengangkat beban yang berat kalau jumlah karbohidrat yang tersedia di dalam otot sudah menipis. Makanan yang mengandalkan protein tidak menyediakan bahan bakar untuk otot, sehingga prestasi yang dicapai akan optimal. Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atlet mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkan dobel dari kebutuhannya; kelebihan protein yang dikonsumsi ini disimpan dalam bentuk lemak badan.
    Kebutuhan akan protein bervariasi antar atlet, menurut Angka Kecukupan Konsumsi Zat-zat Gizi, seseorang membutuhkan 1 g protein per kg berat badan, tetapi ada atlet yang membutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atau seseorang yang sedang berdiit yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemula yang baru mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein yaitu atlet berlatih ringan 1,0 g/kgBB, atlet yang rutin berlatih 1,2 g/kgBB, atlet remaja (sedang tumbuh) 1,5/kgBB, atlet yang memerlukan otot 1,5 g/kgBB.
    Konsumsi protein dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan masalah. Setiap orang yang terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih sering kencing karena protein di dalam badan dicerna menjadi urea, suatu senyawa dalam bentuk sisa yang harus dibuang melalui urine. Terlalu sering ke toilet akan kurang menyenangkan karena mengganggu latihan, apalagi kalau sedang dalam kompetisi. Terlalu banyak atau sering kencing merupakan pula beban berat ginjal dan meningkatkan resiko terhadap dehidrasi atau kekurangan cairan buat atlet. Bahan makanan berprotein tinggi, misalnya daging, ayam, ikan, dan lain-lain harganya relatif mahal. Kalau bahan pangan ini dikurangi, dan anda makan lebih banyak sereal, sayur dan buah, berarti akan ada penghematan, karena harga bahan-bahan pangan yang disebut terakhir ini lebih murah. Selain itu, bahan makanan tinggi protein biasanya mengandung pula tinggi lemak. Untuk kesehatan jantung, pencegahan kegemukan, dan peningkatan performa, anda sebaiknya tidak makan banyak lemak, terutama lemak hewani yang seringkali terdapat banyak dalam bahan makanan berprotein tinggi.
    Para atlet juga sering menkonsumsi suplemen protein untuk memenuhi kebutuhan protein mereka. Menurut advertensi, protein powder atau asam-asam amino powder seperti arginine, ornithine, dan asam-asam amino bebas adalah essensial untuk pembentukan otot. Anda direkomendasikan makan suplemen ini kalau menginginkan pembentukan otot yang optimal. Jika anda menginginkan otot yang lebih besar dan lebih kuat, maka anda akan mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada mengkonsumsi suplemen, bila anda memahami keterangan berikut:
    a. Latihan, bukan protein yang berperanan membuat otot lebih besar dan kuat.
    b. Jika anda mengkonsumsi cukup kalori dari karbohidrat, maka kelebihan protein yang dikonsumsi akan dikonversi atau disimpan dalam bentuk lemak badan. Badan anda akan bertambah gemuk, dan prestasi optimal tidak akan tercapai.
    c. Jumlah uang yang anda belanjakan untuk suplemen jauh lebih banyak dari jumlah uang yang dibelanjakan untuk makanan untuk mendapatkan jumlah zat-zat gizi yang sama.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa protein memang dibutuhkan oleh para atlet. Kualitas protein nabati dapat setinggi kualitas protein hewani, asalkan menu makanan anda beragam. Latihan, bukan ekstra protein yang membentuk dan membuat kuat otot. Oleh sebab itu, hidangan makanan untuk atlet dari berbagai cabang olah raga tidak perlu dibedakan. Untuk menjamin prestasi optimal, kebutuhan akan protein perlu terpenuhi, tetapi tidak berlebihan. Kalau berlebihan akan beresiko terhadap dehidrasi, beban ginjal, dan penyakit jantung koroner. Anda lebih baik untuk tidak mempercayai advertensi mengenai suplemen yang berkhasiat muluk-muluk, atau paling sedikit anda harus menginter-pretasikannya dengan lebih bijaksana. Anda tidak perlu suplemen protein atau asam-asam amino, jika makanan anda cukup bergizi dan sehat.

    Daftar Pustaka:
    -Direktorat Bina Upaya Kesehatan Puskesmas (BUKP): “Pedoman Pengaturan Makanan Atlet”.
    Direktorat Jenderal PembinaanKesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan RI. Jakarta 1993

    -FKM–UI, Kantor Menpora dan Departemen Kesehatan, “Kumpulan Makalah pada Pelatihan Gizi
    Olahraga dalam rangka Peningkatan Kemampuan Tenaga Gizi dalam penguasaan dan
    implementasi IPTEK Gizi Olahraga, Jakarta : Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Ditjen
    Binkesmas,1998

    Artikel ini ditulis oleh Alberto Diliano Novelito Nahak – 41150064

    Like

  10. Diet OCD: Trend atau Kebutuhan?

    Untuk hidup, setiap manusia tentu membutuhkan asupan gizi. Cara mendapatkan asupan gizi yang normal adalah dengan cara memakan makanan yang bergizi. Oleh sebab itu, sejak awal peradaban manusia masalah makanan sudah menjadi salah satu hal yang utama yang terjadi di kehidupan manusia. Tidak mengherankan apabila pada banyak Kitab Suci kita menemukan doktrin atau ajaran tentang makanan.
    Kitab Taurat agama Yahudi mengatur perihal makanan dengan sangat rinci, makanan apa yang boleh dimakan dan makanan apa yang tidak boleh dimakan. Rex Russel, M.D. di dalam bukunya yang berjudul “Apa Yang Alkitab Katakan Tentang Gaya Hidup Sehat” (Metanoia Publishing, Jakarta, 2010, cetakan pertama) mengatakan bahwa pembelajarannya terhadap Firman Tuhan, pembelajarannya dalam bidang kedokteran dan implementasi bidang-bidang tersebut di dalam hidupnya telah menuntun dirinya pada “Tiga Prinsip” yaitu : Makanlah hanya substansi-substansi yang Allah ciptakan untuk makanan. Hindari apa yang tidak dirancang untuk dimakan dan sedapat mungkin, makanlah makanan-makanan sebagaimana sumber makanan tersebut telah diciptakan — sebelum mereka diubah atau diganti menjadi sesuatu yang menurut manusia mungkin lebih baik. Prinsip selanjutnya yaitu untuk menghindari kecanduan makanan. Jangan biarkan makanan atau minuman apapun menjadi allah anda. Kita juga sudah sangat sering mendengar kutipan Hadits yang mengatakan : Makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
    Oleh sebab itu, apabila manusia mengikuti apa yang diajarkan di dalam Kitab Sucinya masing-masing, niscaya tubuh manusia menjadi relatif lebih sehat dan proporsional. Manusia zaman dulu, sekian generasi di atas kita yang hidup saat ini, dapat dipastikan tidak mengenal terminologi “diet” karena kalori yang masuk ke dalam tubuh mereka berimbang dengan kalori yang mereka keluarkan. Mereka banyak melakukan aktivitas fisik, mulai dari berjalan ke ladang, ke lokasi peternakan sampai ke lokasi perahu untuk para nelayan. Hal yang sebaliknya terjadi dengan kita yang hidup di zaman modern ini. Mulai dari keluar rumah, menggunakan kendaraan bermotor, jenis pekerjaan pun sangat banyak yang tidak menggunakan aktifitas fisik, belum lagi pola makan yang tidak seimbang apalagi bagi para penggemar fast food. Akibatnya sangat nyata, angka obesitas bertambah dari tahun ke tahun.
    Bermunculanlah berbagai macam tawaran metode diet. Mulai dari diet menurut golongan darah, diet food combining, diet makan tanpa rasa, diet makan nasi merah dan dada ayam, sampai diet tanpa mengonsumsi nasi. Mulai dari diet yang dianjurkan oleh para ahli melalui buku-buku yang mereka terbitkan, diet di bawah pengawasan dokter ahli gizi sampai diet yang direkomendasikan oleh orang yang bukan ahli di bidang kesehatan.
    Salah satu jenis diet yang sedang digandrungi dan diikuti oleh orang yang tidak bergerak di dalam bidang kesehatan adalah diet “OCD”. OCD adalah singkatan dari Obsessive Corbuzier’s Diet. Deddy Corbuzier sendiri adalah seorang mentalist dan sekarang menjadi pembawa acara di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia . Diet ini terinspirasi dari seorang supir di Hongkong yang ditemui oleh Deddy Corbuzier. Supir ini memiliki badan kekar seperti orang berumur 40 tahunan namun ternyata usianya sudah 72 tahun. Supir tersebut menceritakan rahasianya dan sekarang diet ini menjadi terkenal di Indonesia dengan nama OCD.

    Mengutip I Ketut Semarayasa di dalam artikelnya yang berjudul Perspektif “OCD” di Kalangan Praktisi Kesehatan dan Olah Raga, menurut Deddy Corbuzier di dalam situs resminya http://www.readyforfit.com, ada lima syarat yang harus diikuti agar bisa mendapatkan tubuh yang langsing dengan cepat. Pertama, jangan sarapan. Kedua, puasa. Puasa yang dimaksudkan disini tidak memakan apapun dan hanya diizinkan untuk minum air dan minuman yang tidak berkalori. Puasa yang dilakukan pun bervariasi, mulai dari puasa 16 jam dengan jendela makan 8 jam, puasa 18 jam dengan jendela makan 6 jam, puasa 20 jam dengan jendela makan 4 jam, sampai pada tahap tertinggi yaitu puasa selama satu hari penuh. Istilah “jendela makan” berarti para pengikut diet ini boleh makan apapun dalam kurun waktu yang telah ditentukan dan waktu sisanya diharuskan untuk tidak makan, tetapi hanya minum saja. Syarat ketiga yaitu makan apa saja diperbolehkan. Keempat, tetap berolah raga saat berpuasa. Kelima, tidak perlu menghindari kolesterol.
    Tentu saja metode diet Deddy Corbuzier ini mengundang pro dan kontra karena banyak hal, salah satunya mengenai sarapan. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa tidak sarapan dapat memicu peningkatan berat badan. Ada juga yang menghubungkan sarapan dengan kemampuan kerja otak. Lebih lanjut dijelaskan tentang dampak jangka panjang berupa resiko diabetes apabila meninggalkan sarapan, tetapi diet “OCD” justru menganjurkan untuk tidak sarapan. Selain itu, tidak makan selama berjam-jam dapat menimbulkan risiko terkena penyakit gangguan pencernaan, misalnya sakit maag.
    Timbul pertanyaan, mengapa diet tersebut begitu menghebohkan?
    Di dalam penelitiannya, I Ketut Semarayasa menemukan bahwa walaupun 60% responden menilai bahwa OCD memiliki efek samping tetapi seluruh responden sepakat bahwa metode diet tersebut murah, 86,7% mengatakan bahwa OCD cepat menurunkan berat badan, dan 73% mengatakan bahwa OCD sehat, mudah, dan mengasyikkan.
    Manusia modern memang suka terkena sindrom serba instan. Ingin menurunkan berat badan, bahkan ingin mendapatkan bentuk tubuh yang proporsional pun mau dengan cara yang instan, cukup dengan diet dalam periode beberapa minggu saja.
    Padahal dengan mengubah pola hidup, bukan hanya pola makan, maka akan diperoleh hasil yang lebih baik. Perbanyak aktivitas fisik, sempatkan untuk berolah raga secara reguler. Makanlah dengan pola makan yang sehat. Seorang ahli gizi di Amerika yang dalam kesimpulan bukunya menulis sebagai berikut : makan pagi seperti seorang raja, makan siang seperti seorang pangeran dan makan malam seperti seorang rakyat jelata. Tetapi apabila tetap ingin melakukan diet maka yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter ahli gizi. Tentu akan lebih baik pula apabila diet dilakukan juga di bawah pengawasan ahli kesehatan.

    Sumber:

    Indonesia Bingits. (2017). 4 Jenis Diet Penurun Berat Badan Yang Bisa Anda Coba. Diperoleh pada tanggal 9 September 2017 dari http://www.forumku.com/archive/index.php/t-68103.html

    Ketut Semarayasa, I. 2013. Perspektif “OCD” di Kalangan Praktisi Kesehatan dan Olahraga. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III. Hal 207 dan 210.

    Net.Z. (2017). Ini Sarapan yang Kaya Akan Nutrisi. Diperoleh pada tanggal 9 September 2017 dari https://netz.id/news/2017/04/30/00716-01816/1015280417/ini-sarapan-yang-kaya-akan-nutrisi

    Russel, Rex. 2010. Apa Yang Alkitab Katakan Tentang Gaya Hidup Sehat. Edisi pertama. Jakarta; Metanoia Publishing.

    Artikel ini ditulis oleh Nadia Stephanie Tuankotta – 41150074

    Like

  11. Artikel ini ditulis oleh Komang Marita Sari – 41150065
    Diet VCO
    Apakah itu VCO ?
    VCO atau virgin coconut oil adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses
    dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. Cara penyulingan minyak kelapa seperti ini berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur. Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.
    Apakah minyak kelapa dapat membantu memangkas lemak dalam tubuh?
    Berbagai macam diet dilakukan oleh banyak orang untuk menurunkan berat badan atau untuk mempertahankan berat badannya. Salah satu caranya adalah dengan minum minyak kelapa. Minyak kelapa mengandung jenis lemak jenuh yang sehat, yaitu asam laurat. Minyak kelapa ini diekstraksi dari buah kelapa segar yang mengandung sejumlah asam lemak rantai sedang yang relatif besar, sehingga tidak mudah tersimpan dalam jaringan lemak seperti asam lemak rantai panjang. Hal inilah yang membuat minyak kelapa dapat membantu menurunkan berat badan. Asam lemak dalam minyak kelapa membutuhkan energi yang lumayan tinggi untuk dapat dicerna tubuh. Sehingga, hal ini dapat mendorong tubuh untuk membakar energi lebih banyak. Akibatnya, berat badan dapat turun. Minyak kelapa yang mempunyai asam lemak rantai sedang dapat membantu mengurangi nafsu makan dengan membuat makan lebih sedikit pada waktu makan selanjutnya sehingga bisa lebih mengontrol asupan makan. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 1996, mengkonsumsi 15-30 gram (1-2 sendok makan) asam lemak rantai sedang per hari dapat meningkatkan pemakaian energi sebesar 5% atau sekitar 120 kalori per hari.
    Bahkan menurut UK Daily Mail, Angelina Jolie menyertakan virgin coconut oil sebagai bagian sarapan. Sumber dari majalah Gracia menyatakan “Angelina tahu bagaimana memulai harinya dengan sedikit virgin coconut oil lalu ditambahkan sereal”. Menurut Sally Fallon dan pengarang buku Eat Fat Lose Fat mengatakan bahwa sedikit virgin coconut oil sebelum makan dapat membantunya lebih sehat, menjaga berat badan dan menjaga agar tidak makan berlebihan.
    Bagaimana cara melakukan diet dengan minyak kelapa murni ?
    Dalam melakukan diet ini diperlukan ketekunan dalam menjalankannya. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan diet ini adalah sebagai berikut :
    1. Minum minimal 2 – 3 sendok makan VCO setiap hari
    Meminum 2 -3 sendok makan minyak kelapa murni setiap hari tanpa di campurkan dengan bahan lain yaitu satu sendok makan sesudah sarapan, satu sendok makan sebelum atau sesudah makan siang, dan satu sendok makan sebelum makan malam.
    2. Minum VCO minimal satu jama sebelum atau sesudah makan
    Usahakan untuk meminumnya minimal satu jam sebelum atau sesudah makan,karena makin lama jarak minum VCO dengan makan maka akan lebih efektif. Misalnya minum VCO 2 jam sebelum makan siang, yang ditekankan disini adalah jangan meminum VCO kurang dari satu jam dari jarak makan.
    3. Pantang Karbohidrat selama 21 hari
    Ini merupakan salah satu kunci sukses diet ini. Umumnya di Indonesia makan tanpa mengkonsumsi karbohidrat seperti nasi akan terasa sulit. Namun diet VCO dengan pantangan untuk tidak mengkonsumsi karbohidrat ini dilakukan hanya pada 21 hari, setelah itu diperbolehkan untuk makan nasi dengan porsi yang diatur. Selama 21 hari tersebut karbohidrat yang sebagai sumber energy dapat digantikan dengan mengkonsumsi telur rebus dengan ayam tanpa kulit atau apapun selain makanan yang mengandung karbohidrat. Jika dilakukan dengan benar, maka dapat menurunkan berat badan 0.5 kg – 1 kg setiap minggunya.
    4. Dibarengi dengan konsumsi makanan kaya antioksidan
    Selama melakukan diet ini diusahakan untuk mengkonsumsi makanan dengan antioksidan tinggi seperti kacang-kacangan, buah, dan sayura. Contoh kacang-kacangan yang dianjurkan adalah kacang merah kecil, kacang merah dan kacang pinto kering adalah kacang yang kaya akan antioksidan, protein dan serat yang dapat dicampurkan kedalam soup.
    Untuk jenis buah yang memiliki antoiksidan tinggi dan kaya dengan vitamin seperti buah berrie termasuk blueberry, blackberry, strawberry, raspberry, cranberry dan kismis merah. Buah tersebut dapat dimasukkan sebagai hidangan penutup, pengganti cemilan atau sebagai salad. Buah anggur merah, jeruk, apel, kismis, dan aprikot juga menjadi pilihan yang baik. Sedangkan untuk sayuran yang mengandung antioksidan adalah brokoli, kale, kubis brussel, kol, sawi hijau, lobak, tomat, paprika merah, ubi jalar, terong, wortel, bayam dan bit yang tidak hanya mengandung antioksidan tapi juga vitamin, minerat dan serat yang membantu dalam melancarkan pencernaan.
    5. Kurangi kopi, minumlah teh herbal
    Alasan untuk memperbanyak minum teh herbal adalah karena the mengandung antioksidan yang tinggi dan jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih sebanyak 6-8 gelas sehari
    6. Bebas makan sumber protein, usahakan yang minim lemak
    Maksudnya adalah dalam menjalankan diet ini diperbolehkan untuk mengkonsumsi sumber protein seperti pada ikan, daging sapi, telur, daging ayam namun diusahakan untuk yang minim lemak atau bahkan tanpa lemak.
    Setelah 21 hari melakukan hal-hal diatas dengan benar, maka seharusnya berat badan sudah banyak berkurang. Lakukan diet ini secara berkala dengan mengulangi hal-hal diatas. Dengan demikian dapat mempertahankan berat badan.

    Sumber :
    Vitahealth.2006.Panduan Menurunkan Berat Badan dengan Minyak Kelapa Murni. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

    Like

  12. Artikel ini ditulis oleh Dian Leandro Purba – 41150067

    Diet DHAS ( Dietary Approaches To Stop Hypertension)

    Salah satu masalah kesehatan yang banyak muncul di perkotaan adalah hipertensi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit non-communicable disease yang sering teriadi pada lansia. Masalah kesehatan hipertensi ini banyak teriadi pada lansia dikarenakan penurunan fungsi tubuh dan banyak faktor risiko merusak yang menjadikan lansia rentan terhadap masalah kesehatan seperti hipertensi.

    Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang kuat terhadap terjadinya penyakit ginjal dan penyakit – penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung iskemik. Individu prehipertensif memiliki kemungkinan tinggi mengalami hipertensi dan peningkatan risiko mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan individu dengan nilai tekanan darah dalam kisaran normal.

    Modifikasi gaya hidup terbukti bermanfaat untuk hipertensi tahap 1. Pelaksanaan intervensi dengan memodifikasi gaya hidup ditujukan untuk mengubah faktor risiko dari gaya hidup yang merusak menjadi bermanfaat kembali. Beberapa intervensi dapat digunakan dalam melakukan manajemen hipertensi salah satunya dengan mengatur rencana makan harian dengan diet DASH. Menu diet DASH sebagai terapi non farmakologi hipertensi terbukti mampu menununkan tekanan darah yang tinggi akibat hipertensi dalam waktu dua minggu. Perpaduan menu diet DASH dan pembatasan garam akan memberikan hasil yang lebih baik.
    Fokus implementasi dari menu diet DASH adalah peningkatan konsumsi makanan berserat seperti produk padi-padian, sayur-sayuran, dan buah-buahan serta mengurangi konsumsi makanan dengan lemak jenuh. Penelitian yang dilakukan oleh Azadbakht, Mirmiran, Esmaillzadeh, Azizi, & Azizi (2005) menunjukkan hasil diet DASH dapat menurunkan sebagian besar risiko metabolik baik perempuan maupun laki-laki dan penurunan tekanan darah sekitar 11-12 mmHg. Penelitian yang dilakukan oleh US Deparment of Health and Human Services (2003) menunjukkan bahwa DASH dapat menurunkan tekanan darah lebih baik dalam waktu dua minggu dibandingkan dengan diet lain seperti diet harian Amerika

    Pola diet DASH merupakan pola diet yang menekankan pada konsumsi bahan makanan rendah natrium (420 mg/hari), kalsium(>1000 mg/hari), dan serat (25 –30 g/hari) serta rendah asam lemak jenuh dan kolesterol (<200 mg/hari) yang banyak terdapat pada buah -buahan, kacang-kacangan, sayuran, ikan, daging tanpa lemak, susu rendah lemak, dan bahan makanan dengan total lemak dan lemak jenuh yang rendah. Bahan makanan yang terdapat dalam pola diet DASH
    merupakan bahan makanan segar dan alami tanpa melalui proses pengolahan industri terlebih dahulu sehingga memilki kadar natrium yang relatif rendah.

    JNC (Joint National Committee on Prevention,Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure) VII tahun 2003 telah mengesahkan pola diet DASH sebagai salah satu upaya dalam mencegah peningkatan tekanan darah pada subjek hipertensi. Pola diet DASH yang terdiri dari konsumsi bahan makanan diatas terbukti secara klinis menurunkan tekanan darah secara signifikan dengan atau tanpa pengurangan asupan natrium. Bahan makanan yang terdapat dalam pola diet DASH adalah produk serealia dan biji – bijian sebanyak 7-8 penukar per hari, sayuran sebanyak 4-5 penukar per hari, buah-buahan 4-5 penukar per hari, produk susu rendah atau tanpa lemak 2-3 penukar per hari, ikan, daging dan unggas tidak lebih dari 2 penukar per hari, kacang-kacangan 4-5 penukar per minggu, minyak 2-3 penukar dalam sehari dan pemanis 5 penukar per minggu.

    Terdapat beberapa penelitian mengenai pengaruh penerapan pola diet DASH terhadap tekanan darah. Penelitian pada orang dewasa prehipertensi dan hipertensi tahap I menguji pengaruh penerapan pola diet DASH tanpa perubahan perilaku dalam keadaan free –living environment. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat penurunan nilai tekanan darah sistolik secara signifikan pada kelompok perlakuan yaitu sebesar 10.6 mmHg, namun tidak pada tekanan darah diastolik, yaitu sebesar 2.2 mmHg.

    Penelitian yang diberi nama “Encore Study” membandingkan pengaruh penerapan pola diet DASH saja atau pola diet DASH yang dikombinasikan dengan program pengendalian berat badan dengan pola diet yangbiasa dikonsumsi di Amerika pada subjek prehipertensi atau hipertensi tahap I. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat penurunan nilai tekanan darah sebesar 16.1/9.9 mmHg pada intervensi pola diet DASH yang dikombinasikan dengan pengendalian berat badan, penurunan sebesar 11.2/7.5 mmHg pada intervensi pola diet DASH saja dan penurunan sebesar 3.4/3.8 mmHg pada kelompok kontrol.

    Penelitian di Indonesia membandingkan antara penerapan pola diet DASH dikombinasikan diet rendah garam (DRG) dengan penerapan diet rendah garam (DRG) saja pada wanita menopousedengan hipertensi. Hasilnya adalah kombinasi penerapan pola diet DASH dan diet randah garam (DRG) menurunkan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik masing – masing sebesar 5.23 mmHg dan 1.98 mmHg. Sedangkan diet rendah garam (DRG) saja dapat menurunkan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik masing – masing sebesar 2.5 mmHg dan 1.75 mmHg. Diet dash yang dijalankan bersama dengan perubahan gaya hidup seperti meningkatkan aktivitas fisik serta menurunkan berat badan akan membantu menurunkan risiko terkena tekanan darah tinggi dan meningkatkan kontrol terhadap tekanan darah.

    Daftar Pustaka :

    National Heart, Lung, and Blood Institute. (2015). In Brief : Your Guide to Lowering Your Blood Pressure With DASH. Diakses pada tanggal 05 September 2017 dari https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/dash_brief.pdf

    Ridwan, Arif. 2014. DASH ( DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION ) UNTUK MENGONTROL HIPERTENSI PADA LANSIA. Jakarta : Universitas Indonesia.

    .

    Like

  13. DIET SEHAT TANPA NASI

    Saat ini banyak sekali orang yang terobsesi untuk melakukan diet, apapun jenis diet tersebut yang terpenting adalah bisa mengembalikan bentuk tubuh kembali ideal. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan diet? Diet merupakan pengaturang pola dan konsumsi makanan serta minuman yang dilarang dibatasi jumlahnya, dimodifikasi, atau diperbolehkan dengan jumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita, kesehatan, ataupun penurunan berat badan. Sering kali orang mengira bahwa diet merupakan suatu cara untuk mengurangi makan agar mendapatkan berat tubuh yang ideal, atau untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Pada masa ini, banyak sekali jenis diet, seperti diet rendah kalori, diet rendah protein, diet jantung, diet rendah purin, diet tinggi energy tinggi protein, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana cara menentukan diet yang sesuai dengan tubuh kita? Salah satu cara yang mudah untuk menentukan diet yang sesuai dengan tubuh kita yaitu dengan perhitungan kebutuhan kalori dan juga menentukan Indeks Massa Tubuh atau yang disingkat IMT. Jika sudah mengetahui kebutuhan kalori per hari, maka kita dapat menentukan jenis diet yang sesuai dengan tubuh kita. Tetapi, kita juga harus menjalankan diet seimbang, yaitu diet yang memberikan semua nutrien dalam jumlah yang memadai, tidak terlampaui dan juga tidak terlalu tinggi, karena dengan memenuhi asupan gizi yang baik, diet dapat mencegah atau mengurangi resiko terkena berbagai penyakit yang cukup berbahaya.

    Diet yang sedang populer atau sering dijadikan standar untuk menurunkan berat badan oleh kebanyakan orang adalah Diet Sehat Tanpa Nasi. Apa yang dimaksud dengan Diet Sehat Tanpa Nasi? Diet Sehat Tanpa Nasi lebih menekankan mengenai pola makan yang mengganti karbohidrat, yaitu nasi putih, dengan karbohidrat lainnya, atau yang dikenal dengan nama Diet Karbohidrat. Diet Karbohidrat merupakan pola makan yang mengurangi asupan karbohidrat atau menghindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi guna menurunkan berat badan. Diet karbohidrat ini lebih menekankan kepada arah konsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak. Diet jenis ini dipertimbangkan karena karbohidrat tinggi yang terutama didapatkan pada nasi putih dapat menyebabkan gula darah naik secara mendadak. Lalu, darimana kita bisa mendapatkan karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan minimum karbohidrat harian? Karbohidrat bisa kita dapatkan dari nasi merah, gandum atau barley maupun jenis lainnya yang memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan karbohidrat pada nasi putih. Selain mengganti jenis karbohidrat dalam pola makan, kita juga dapat menambahkan kacang-kacangan, mengonsumsi sayur-sayuran hijau kaya magnesium, mengonsumsi makanan sumber vitamin C, serta membatasi konsumsi makanan olahan selama menjalani Diet Karbohidrat atau Diet Sehat Tanpa Nasi ini. Yang terutama dalam melakukan diet, berbagai jenis diet yang kita pilih, adalah melakukan olahraga teratur serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan minuman keras, karena dapat membantu kita untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal sekaligus sehat. Olahraga yang dilakukan oleh seseorang yang sedang menjalani diet lebih mengarah kepada olahraga dengan intensitas ringan-sedang, seperti jogging, berenang ataupun aerobik.

    Karbohidrat sebenarnya merupakan salah satu makronutrien yang penting bagi tubuh kita selain protein dan lemak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika kita memilih untuk melakukan diet karbohidrat, maka kita harus memenuhi atau mengonsumsi makanan dengan kandungan protein dan lemak yang cukup. Secara teoritis, asupan minimum karbohidrat dari diet yang menunjang kehidupan dapat mencapai tingkat yang sangat rendah asalkan asupan protein dan lemak memadai dikarenakan jumlah karbohidrat minimum yang dibutuhkan oleh tubuh tiap harinya adalah sebesar 100 g. Jika kebutuhan minimum tersebut tidak tercapai atau terpenuhi, maka akan terjadi pemecahan protein tubuh yang luar biasa. Sebenarnya, masyarakat Indonesia sangat susah dalam menjalankan diet jenis ini dikarenakan karbohidrat utama yang dikonsumsi tiap harinya adalah nasi putih. Tetapi, program diet ini tidaklah susah untuk dilakukan karena melihat kebudayaan orang Barat yang terbiasa makan tanpa nasi, maka seharusnya kita bisa melakukan program diet ini dengan baik.

    Diet Sehat Tanpa Nasi atau Diet Karbohidrat diperkirakan dapat membantu mencegah atau memperbaiki kondisi kesehatan yang serius, seperti sindrom metabolic diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan penyakit kardiovaskuler. Disamping keuntungan yang didapatkan dari program diet ini, sebenarnya diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan hilangnya mineral tulang, hiperkolesterolemia, dan terutama ketogenesis serta produksi badan keton di dalam mitokondria sel hati hingga menyebabkan The British and The American Dietetic Association tidak menganjurkan pola diet ini.

    Berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan, penulis tidak terlalu mendukung program diet ini, dikarenakan karbohidrat utama orang Indonesia adalah nasi putih, sehingga akan sangat sulit dilakukan walaupun tidak mustahil untuk dilakukan. Selain itu, jika kebutuhan energi sehari-hari tidak terpenuhi, maka dapat menyebabkan gangguan pada proses pertumbuhan, kurang tenaga untuk menjalankan aktivitas, serta menyebabkan daya tahan tubuh yang menurun. Menurut penulis sendiri, dibandingkan dengan membatasi asupan karbohidrat, akan lebih baik lagi jika dapat mengurangi konsumsi makanan manis, seperti permen, cokelat, biscuit, kue atau mengurangi konsumsi minuman ringan dengan tembahan gula. Selain itu, dapat pula mengonsumsi sumber karbohidrat yang lebih sehat, seperti biji-bijian utuh, kentang, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak dengan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh sehingga dapat memenuhi kebutuhan kalori atau energy tubuh kita.

    Daftar Pustaka:
    Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
    Sandjaja, et all. 2009. Kamus Gizi: Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
    Katsilaos N, Charilaos D. 2016. Asuhan Gizi Klinik. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

    Gracia Sella Imanuel – 41150068

    Like

  14. Diet Anabolik
    Diet anabolik atau yang kadang disebut sebagai diet anti-katabolik adalah sebuah diet yang dirancang oleh seorang dokter bernama Mauro Di Pasquale, seorang dokter sekaligus seorang pengangkat berat. Diet yang dirancang oleh dr. Mauro Di Pasquale ini berawal dari larangan penggunaan steroid anabolik pada perlombaan binaraga dan saat tren diet di Amerika mengacu pada diet tinggi karbohidrat dan rendah lemak. Beliau merancang dan menamai diet ini dengan diet anabolik karena tujuannya adalah mencapai efek yang didapatkan dari penggunaan steroid anabolik tanpa menggunakan steroid anabolik dan hanya dengan diet dapat meningkatkan pembentukan massa otot dan membuat tubuh lebih dominan untuk membakar lemak dibanding protein otot.
    Diet ini bekerja dengan cara membuat tubuh dalam kondisi dimana tubuh kekurangan karbohidrat untuk digunakan, sehingga tubuh akan menghemat penggunaan karbohidrat dan lebih memilih digunakannya lemak sebagai sumber energi utama karena asupan lemak pada diet ini sangat melimpah. Diet ini mirip seperti diet ketogenic tetapi memiliki pada diet ini akan dibarengi dengan asupan karbohidrat yang tinggi pada akhir minggu.
    Diet ini pada dasarnya terdiri dari 2 fase yaitu fase menimbun atau yang biasa dikenal dengan bulking dan fase mengurangi atau fase cutting. Pada fase menimbun ini, menurut dr. Di Pasquale berat yang harus dicapai adalah sebesar berat badan ideal ditambah dengan 15%. Karena fase menimbun ini akan diikuti fase mengurangi maka menurut beliau berat badan yang lebih tinggi akan mempermudah proses pembakaran lemak. Pada fase cutting direkomendasikan untuk mengurangi asupan kalori sebesar 500 hingga 1000 kalori tapi tetap mepertahankan persentase makronutrient yang masuk.
    Pada diet ini makanan dan jenis makanan yang dimakan akan dibagi menjadi 2 dalam satu minggu, selama 5 hari (weekdays) akan dilakukan diet rendah karbohidrat sedangkan selama 2 hari (weekdays) akan dilakukan diet tinggi karbohidrat, diet ini sangat bermanfaat bagi para binaraga yang akan mengikuti perlombaan karena dapat mengurangi persentase dari lemak tanpa mengurangi massa otot secara berlebihan. Perubahan antara diet rendah karbohidrat dan tinggi karbohidrat mebuat diet ini efektif dan tidak membuat tubuh kembali menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakar utama. Asupan karbohidrat yang tinggi selama akhir pekan ditujukan untuk memulihkan asupan karbohidrat yang sedikit selama hari kerja. Pada saat inilah asupan buah dan sayuran yang banyak juga dapat diberikan.
    Pada hari kerja idealnya persentase asupan makronutrien yang dikonsumsi adalah sebesar 60% sampai 65% untuk lemak, 30% sampai 35% berupa protein, dan karbohidrat hanya sebesar 5% sampai 10% saja, kesulitan yang sering dihadapi pada masa ini adalah kandungan karbohidrat yang kadang tersembunyi dalam makanan. Pada intinya adalah pembatasan kalori yang didapat dari karbohidrat dalam satu hari hanya boleh sebesar 30 gram karena menurut dr. Di Pasquale kebutuhan kalori dari karbohidrat tersebut sudah cukup untuk membantu membakar lemak. Setelah penerapan diet rendah karbohidrat selama 5 hari akhir pekan digunakan sebagai masa pengisisna kembali karbohidrat dimana asupan dari karbohidrat tidak dibatasi tapi dalam persentase 60%, sedangkan asupan protein dan lemak mulai 10% hingga 20%.
    Walaupun diet ini dapat meningkatkan pembentukan dari massa otot dan pengurangan dari lemak tubuh yang cepat diet ini tidak terbebas dari kekurangan. Diet ini ideal untuk seorang binaragawan yang akan berkompetisi karena dapat membakar lemak hingga kurang dari 10% sehingga otot akan lebih terlihat tapi kurang baik untuk digunakan sebagai diet jangka panjang selain itu juga diet ini tidak cocok bagi atlit olahraga yang membutuhkan energi yang banyak yang memerlukan karbohidrat seperti pemain bola, Petinju, Rugby dan MMA. Selain dari itu pembatasan karbohidrat tadi, juga sayuran dan buah dapat mengakibatkan kekurangan serat dalam diet yang dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti konstipasi. Selain itu pada penelitian dengan hewan, insulin tidak bekerja dengan baik pada diet tinggi lemak seperti diet ini. Diet tinggi lemak dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi insulin dan mengakibatkan resiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2 dan juga sindroma metabolik.
    Selama hari kerja, dr. Di Pasquale menyarankan konsumsi makanan seperti daging merah yang berlemak, lalu telur utuh, produk susu seperti keju,krim, dan mentega, minyak, kacang-kacangan dan olesan kacang. Hal ini karena dr. Pasquale meyakini bahwa lemak jenuh sangat esensial dalam pembentukan hormon yang optimal. Berikut beberapa contoh dari menu yang dapat dimakan pada hari kerja, menu ini disusun dengan pola 6 kali makan dalam sehari yang terdiri dari 3 kali makan utama dan 3 kali makanan ringan, bisa juga ditambahkan dengan makanan sehabis berolah raga. Sarapan: Telur, Daging asap, dan Bayam. Snack pagi: Keju. Makan siang: Steak, brokolo, minyak zaitun. Snack siang: Ham. Makan malam: Ikan, Keju, salad, minyak zaitun. Snack malam: Keju, biji-bijian, minyak ikan.
    Yang perlu diingat dari diet ini adalah alternasi antara diet rendah karbohidrat dan tinggi karbohidrat pada hari tertentu dan baik digunakan bagi binaragawan yang akan mengikuti kompetisi tetapi kurang baik bagi atlit dengan keperluan karbohidrat tinggi, selain itu diet ini kurang cocok untuk dilakukan dalam jangka panjang karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup serius.
    Referensi:
    Di Pasquale, M. (1995). The anabolic diet.: Optimum Training Systems.
    Diakses pada 6 September 2017
    Anabolic Diet: To Build Muscle. (n.d.). Retrieved from http://www.healthline.com/health/food-nutrition/anabolic-diet#6
    Anabolic Diet 101: The Definite Anabolic Diet Guide | StrongLifts. (n.d.). Retrieved from https://stronglifts.com/anabolic-diet-101-the-definite-anabolic-diet-guide/
    Artikel ini ditulis oleh Olivier Yudha Atmaja Guntara – 41150070

    Like

  15. Diet Vegetarian

    Diet merupakan pengaturan pola makan yang bertujuan untuk membuat tubuh lebih sehat, namun seiring perkembangannya, ada banyak jenis diet yang ditujukan untuk menurunkan berat badan. Sehingga sampai dengan saat ini diet identik dengan penurunan berat badan. Sehingga banyak orang berpikir diet hanya untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan.

    Seperti yang kita ketahui vegetarian adalah sebutan untuk orang-orang yang tidak mengkonsumsi daging. Ternyata pola makan vegetarian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut merupakan contoh berbagai macam diet vegetarian yang diadopsi oleh kebanyakan masyarakat:

    – Vegans: tidak mengkonsumsi daging-dagingan, unggas (hewan ternak), ikan, telur, susu, dan gelatin.
    – Lacto-ovo: tidak mengkonsumsi daging unggas (hewan ternak), ikan, namun mengkonsumsi telur dan produk susu.
    – Lacto-vegetarians: tidak mengkonsumsi daging unggas (hewan ternak), ikan atau telur namun mengkonsumsi produk susu.
    – Ovo-vegetarians: tidak mengkonsumsi daging unggas (hewan ternak), ikan, produk susu namun mengkonsumsi telur.
    – Partial vegetarians: menghindari daging, namun mengkonsumsi ikan atau unggas (hewan ternak).

    Diet vegan merupakan salah satu jenis perilaku diet yang tidak hanya bertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat tetapi lebih kepada menjaga kelestarian lingkungan hidup, etika, dan sikap welas asih. Para veganisme percaya bahwa metode pertanian intensif modern sangat buruk bagi lingkungan dan juga tidak baik jika berkelanjutan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa diet vegan dikenal cenderung memasukan lebih sedikit kalori kedalam penerapannya. Fakta tersebut cukup dijadikan alasan kenapa diet vegan terbukti ampuh menurunkan berat badan. Pemilihan asupan dalam programnya yang agak condong ke sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian dapat membuat perut terasa kenyang lebih lama. Dengan begitu tidak memerlukan asupan kalori terlalu banyak setiap harinya. Meski dikenal sebagai duplikatnya yaitu diet vegetarian, nyatanya vegan memiliki tujuan yang lebih penting selain bertujuan menurunkan berat badan, vegan pun ternyata cukup ampuh menurunkan faktor resiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Selain itu, pola makan vegetarian juga membantu mengurang penyakit-penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan batu ginjal. Jangan heran jika ada yang mengklaim bahwa diet vegan bias mencegah beragam penyakit kronis. Salah satu efek dari diet vegan bagi penganutnya adalah dia akan mengalami kekurangan kalsium. Otomatis hal ini akan berdampak buruk bagi kepadatan tulang. Agar hal semacam ini tidak terjadi sebaiknya jangan lakukan diet ini dalam waktu terlalu lama karena walau bagaimanapun tubuh kita membutuhkan asupan vitamin D, vitamin B-12, dan zat besi. Ada baiknya lakukan diet vegan sesuai dengan porsinya.

    Dengan berbekal pemahaman dan perencanaan yang baik, pola makan vegetarian tidak akan menghalangi tubuh memperoleh asupan nutrisi seimbang. Vegetarian dapat memperoleh beragam zat gizi yang diperlukan tubuh, meski tidak menyertakan produk hewani. Namun jika pola makan vegetarian ini tidak diperhatikan dengan baik, ada risiko untuk dapat menyebabkan kekurangan beberapa asupan nutrisi yang penting untuk fungsi normal tubuh. Berikut ini adalah nutrisi yang perlu mendapatkan perhatian dari pola makan seorang vegetarian:

    – Protein
    Protein akan membantu kulit, tulang, otot, dan organ tubuh lain untuk tetap sehat. Susu dan produk olahannya merupakan sumber protein. Terkait pola makan vegan, sumber protein dapat diperoleh dari produk kedelai dan biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Penting untuk mengonsumsi beragam jenis sumber protein tersebut untuk memenuhi kebutuhan tubuh tiap hari.
    – Kalsium
    Tubuh membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi sehat. Biasanya kalsium diperoleh dari produk-produk susu dan olahannya, termasuk yogurt dan keju. Bagi mereka yang menerapkan pola makan vegetarian, terutama vegan, sumber kalsium dapat diperoleh dari produk kedelai seperti tahu dan tempe, beras, atau minuman oat yang telah difortifikasi atau diberikan zat-zat tambahan, tahu, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, dan buah-buahan kering seperti kismis.
    – Vitamin D
    Untuk menyerap kalsium, tubuh membutuhkan Vitamin D. Bagi seorang vegetarian, selain mendapatkannya dari sinar matahari, zat ini dapat diperoleh dari sereal dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan lain. Baca label produk sebelum membeli untuk memastikan tidak ada kandungan produk-produk hewani.
    – Iodin
    Bermanfaat sebagai salah satu komponen hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi organ-organ tubuh utama. Penganut pola makan vegetarian berisiko untuk tidak mendapatkan asupan iodin yang mencukupi. Untuk itu, mereka dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan, seperti kacang kedelai, kentang manis, dan jenis sayuran kubis. Contoh sayur-sayuran kubis adalah brokoli, bok choy, dan kembang kol. Selain itu, sekitar seperempat sendok garam dengan tambahan iodin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
    – Vitamin B12
    Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk menjaga sistem saraf dan darah tetap sehat. Sayangnya, zat gizi ini ditemukan secara alami dari produk-produk hewani. Bagi penganut pola makan vegetarian, produk-produk yang dapat menjadi sumber vitamin B12 sangat terbatas. Beberapa produk seperti sereal atau minuman kedelai yang sudah difortifikasi dengan vitamin B12 dapat menjadi pilihan. Namun ada baiknya mempertimbangkan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
    – Zat Besi
    Produksi sel darah merah di dalam tubuh akan membutuhkan zat besi. Tidak mustahil pola makan vegetarian kaya dengan kandungan zat besi. Beberapa jenis makanan yang dapat dipilih, seperti biji-bijian, tepung dan roti yang terbuat dari gandum utuh, sereal yang diperkaya dengan zat besi, serta sayuran berwarna hijau seperti brokoli, bayam, kacang-kacangan, serta buah yang dikeringkan.
    – Asam Lemak Omega-3
    Zat nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan jantung. Asam lemak umumnya banyak diperoleh dari ikan dan telur. Bagi pola makan vegetarian yang tidak mengonsumsi produk tersebut, dapat didapatkan dari minyak kanola, minyak kedelai, dan kacang kedelai. Jika asupan dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi produk yang telah difortifikasi atau suplemen tambahan.
    – Seng (Zinc)
    Enzim ini sangat penting dan berfungsi di dalam proses pembelahan sel dan pembentukan protein. Seng yang berasal dari nabati lebih sulit diserap dibandingkan dengan seng yang berasal dari hewani. Jika Anda masih mengonsumsi produk olahan susu, maka keju dapat menjadi sumber zat seng. Selain itu dapat diperoleh dari biji-bijian utuh, produk kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

    Daftar Pustaka:
    alodokter.com/pola-makan-vegetarian-yang-sehat
    Susianto, dkk. 2007. Diet Enak ala Vegetarian. Jakarta: Penebar Swadaya

    Artikel ini ditulis oleh Marisa Shintani Putriaji – 41150061

    Like

Silahkan berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s