Bagi yang ingin meneliti, baik untuk skripsi maupun untuk kepentingan lain, tentu perlu belajar tentang sampling atau pengambilan sampel. Secara umum sampel penelitian diharapkan mampu mewakili populasi penelitian.

Pengambilan sampel terbagi menjadi probability sampling dan non probability sampling. Probability sampling intinya adalah setiap anggota populasi memiliki probabilitas atau peluang yang sama untuk terpilih menjadi sampel.

Probability sampling dapat dibagi lagi menjadi 4:

1. Simple random sampling. Meskipun ada kata-kata simple, metode pengambilan sampel ini bukan yang paling sederhana. Contoh: Sebuah SMP memiliki 100 siswa terbagi dalam 3 kelas: Kelas 7 (30 siswa), Kelas 8 (30 siswa), dan Kelas 9 (40 siswa). Peneliti ingin mencari sampel penelitian sejumlah 30 siswa. Jika menggunakan simple random sampling maka secara acak akan diambil 30 siswa dari 100 siswa. Ada peluang dapat seluruhnya dari salah satu kelas saja.

2. Proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang diambil proporsional terhadap tiap subgrup yang ada. Contoh: Sebuah SMP memiliki 100 siswa terbagi dalam 3 kelas: Kelas 7 (30 siswa), Kelas 8 (30 siswa), dan Kelas 9 (40 siswa). Peneliti ingin mencari sampel penelitian sejumlah 30 siswa. Jika menggunakan proportional stratified random sampling maka secara acak akan diambil 9 siswa dari 30 siswa Kelas 7, 9 siswa dari 30 siswa Kelas 8, dan 12 siswa dari 40 siswa Kelas 9.

3. Non proportional stratified random sampling. Jumlah sampel yang diambil tidak proporsional terhadap tiap subgrup yang ada, biasanya diambil jumlah yang sama dari tiap subgrup. Contoh: Sebuah SMP memiliki 100 siswa terbagi dalam 3 kelas: Kelas 7 (30 siswa), Kelas 8 (30 siswa), dan Kelas 9 (40 siswa). Peneliti ingin mencari sampel penelitian sejumlah 30 siswa. Jika menggunakan non proportional stratified random sampling maka secara acak akan diambil 10 siswa dari 30 siswa Kelas 7, 10 siswa dari 30 siswa Kelas 8, dan 10 siswa dari 40 siswa Kelas 9.

4. Cluster sampling. Secara acak dipilih sekelompok sampel yang dianggap dapat mewakili populasi. Contoh: Sebuah SMP memiliki 100 siswa terbagi dalam 3 kelas: Kelas 7 (30 siswa), Kelas 8 (30 siswa), dan Kelas 9 (40 siswa). Peneliti ingin mencari sampel penelitian sejumlah 30 siswa. Jika menggunakan cluster sampling maka secara acak akan diputuskan kelas mana yang akan menjadi cluster, lalu dari kelas tersebut diambil 30 siswa secara acak.

ultra processed foods ice cream

Ultra-processed foods (UPF) atau makanan yang diproses berlebihan merupakan campuran bahan baku dan bahan tambahan pangan, yang dapat mengandung pewarna, emulsifier, pemanis, dan perisa. Contoh makanan yang diproses berlebihan adalah permen, burger, minuman manis, es krim, dan makanan beku. Umumnya UPF mengandung banyak lemak, gula, atau garam; serta kurang mengandung protein, serat, mikronutrien, dan senyawa bioaktif.

Konsumsi UPF dalam jumlah banyak antara lain berhubungan dengan peningkatan risiko kematian, penyakit jantung, asma, obesitas, hipertensi, dan depresi. Selengkapnya bisa dibaca di artikel yang ini.

Leave a comment

Leave a Reply